Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
73


__ADS_3

Setelah memastikan bayi ketiga Nayya, dokter Erina segera kembali berfokus pada Nayya untuk kelahiran plasenta tapi sebelumnya dokter Erina kembali memastikan apa masih ada bayi lain dan ternyata sudah tidak ada. Tidak lama plasenta pun segera terlahir dan dokter Erina segera memeriksa kelengkapan plasenta itu. Setelah memastikan semuanya aman dokter Erina pun segera membungkusnya.


Setelah itu dokter Erina segera memeriksa Nayya dan memastikan semua normal. Jalan lahir Nayya pun tidak mengalami robekan sehingga tidak di lakukan jahitan dan tidak ada perdarahan. Dokter Erina segera menyelesaikan sebuah proses persalinan itu, “Alhamdulillah semuanya sudah selesai.”


“Ohiya, bayi terakhir kalian baby boy nak, sehat dan normal.” Ucap dokter Erina yang memang sempat melupakan hal itu.


Risam tidak lupa mengucap rasa syukur berulang kali dan menghadiahi kecupan di seluruh wajah istrinya itu, “Mas, geli!” ucap Nayya lemah. Dokter Erina segera mengganti cairan infus Nayya karena memang sudah habis. Nayya sudah di bersihkan di pakaikan pakaiannya. Sementara ke tiga anak Nayya masih di bersihkan.


Mama Fara segera keluar setelah memastikan Nayya dan ketiga cucunya itu baik-baik saja. Apa yang mereka khawatirkan tidak terjadi, “Bagaimana?” tanya mami Vega dengan raut wajah khawatir karena memang ruang bersalin itu kedap suara sehingga suara dari dalam tidak terdengan di luar.


Mama Fara tersenyum dan memeluk besannya itu, “Semuanya baik-baik saja. Nayya sehat. Begitu juga dengan ketiga bayinya.” Ujar mama Fara.


Mami Vega segera melerai pelukannya dan menatap mama Fara untuk memastikan apa yang dia dengar tidak salah. Papa Imran dan papi Lutfi juga ikut menatap mama Fara ingin tahu juga apa yang mereka dengar tidak salah.


Mama Fara mengangguk terharu, “Kalian tidak salah dengar. Nayya melahirkan tidak bayi yang lucu. Dia melahirkan triplets. Aku yakin kalian tidak percaya dengan apa yang aku katakan tapi itulah yang sebenarnya. Aku pun kaget begitu mengetahuinya dan percayalah ekspresiku sama dengan ekspresi kalian saat di dalam tadi.” Ucap mama Fara.


“Wah, aku tidak menyangka ini. Tapi mereka sehat kan?” tanya mami Vega masih saja khawatir dengan apa yang dia takutkan.


Mama Fara kembali mengangguk, “Benar. Mereka sehat dan apa yang kita khawatirkan tidak terjadi. Walaupun tadi ada sedikit masalah saat kelahiran putra bungsu mereka itu. Cucu kecil kita itu tidak menangis seperti kedua kakaknya yang langsung menangis begitu lahir tapi syukurlah setelah di beri penanganan cepat akhirnya dia juga menangis.” Jelas mama Fara.


“Alhamdulillah jika begitu.” Ucap papa Imran dan papi Lutfi bersamaan. Mami Vega jangan tanya bagaimana rasa syukurnya mendengar berita bahagia itu. Percayalah dia yang saat ini paling bahagia menyambut ketiga cucunya itu.

__ADS_1


“Lalu mereka apa masih di dalam? Kau sudah melihat cucu kita jeng?” tanya mami Vega antusias tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya itu.


“Mereka masih di bersihkan oleh perawat dan bidan. Aku hanya melihat mereka sekilas. Tenang saja kita akan segera bisa melihat mereka karena Nayya dan tiga cucu kita itu akan segera di pindahkan ke ruang perawatan.” Ucap mama Fara.


Bertepatan dengan ucapan mama Fara itu pun akhirnya tiga perawat keluar dari ruang bersalin itu dengan bayi masing-masing dalam gendongan mereka dan di belakang Nayya yang di bed berbaring di bed di dorong keluar untuk segera di pindahkan ke ruang perawatan.


***


Singkat cerita, kini mereka sudah berada di ruang perawatan. Nayya berbaring di ranjang pasien sambil di suapi makan oleh Risam. Sementara para kakek dan nenek yang baru saja resmi menyandang gelar baru mereka itu untuk cucu triplets mereka jangan tanya sedang apa karena ke empat orang itu sedang mengerubungi tiga box bayi.


“Ahh, sangat cantik!” ucap mami Vega.


“Dia memang cewek mih.” Ucap Risam.


“Satu cewek dan dua cowok. Yang lahir lebih dulu adalah yang cewek sehingga dia adalah seorang kakak.” Jawab Risam.


“Nak, kami ingin menggendong mereka.” ucap mama Fara menatap putri dan menantunya meminta izin.


“Mami juga ingin nak.” lanjut mami Vega.


“Gendong saja Mah, Mih.” Ucap Risam.

__ADS_1


“Jangan! Biarkan mereka damai menikmati tidur mereka. Kasihan mereka sedang tidur terlelap begitu terus kalian mengganggu mereka. Nanti saja jika ingin menggendong.” Ucap papi Lutfi mengagumi ketiga makhluk kecil itu.


“Ish papi. Kami itu hanya ingin menggendong mereka. Tenang saja kami tidak akan mengganggu sama sekali. Mereka tidak akan terbangun.” Ucap mami Vega memelas.


Memang ketiga bayi Nayya dan Risam itu setelah mereka di susui pertama kali oleh Nayya setelah itu mereka terlelap. Nayya menyusui ketiga bayinya itu bergantian dan penuh kasih sayang dan lebih syukur lagi ASI Nayya langsung lancar tanpa ada drama sehingga bisa langsung menyusui ketiga anaknya dengan baik.


“Hemm, jeng sepertinya kita harus menuruti apa yang di ucapkan suamimu. Aku juga menjadi tidak tega melihat wajah damai mereka yang tertidur itu. Kita akan menggendong mereka nanti setelah mereka bangun.” Ucap mama Fara memandangi ketiga cucunya dengan bahagia. Bagaimana tidak bahagia dia langsung di beri gelar nenek dari tiga cucu sekaligus yang pastinya sulit di dapatkan oleh nenek-nenek di luaran sana. Sebab lumayan jarang orang yang mengandung tiga bayi sekaligus apalagi di desa dan sekelililingnya tidak ada yang melahirkan triplets jika kembar ada. Jadi dia tentu saja harus bahagia menyambut gelar barunya itu.


Tidak lama mungkin sekitar setengah jam kemudian, Rayya dan Zayya tiba di rumah sakit. Mereka langsung ke rumah sakit begitu tidak ada jam kuliah untuk melihat anak kakak mereka yang kata mama Fara triplets.


“Kakak!” ucap Rayya dan Zayya bersamaan mendekati Nayya yang sedang makan jeruk lalu mengecup kening kakak mereka itu bergantian.


“Selamat kak, kau sudah menjadi seorang ibu.” Ucap Rayya lalu setelah itu memeriksa tanda-tanda vital Nayya. Sementara Zayya setelah mengucapkan selamat kepada kakak sulungnya itu segera memeriksa cairan yang terpasang di tubuh kakaknya.


“Sudah? Apa kalian sudah memastikannya? Apa ada yang salah?” tanya Nayya menatap kedua adiknya itu. Rayya dan Zayya tersenyum lalu dengan kompak menggeleng.


“Semuanya baik.” ucap keduanya lagi-lagi dengan kompak.


“Kalian seperti anak kembar saja. Kompak banget.” Ucap Nayya lalu kembali memasukkan jeruk ke mulutnya. Sementara Risam hanya tersenyum melihat tingkah kedua adik iparnya itu.


Rayya dan Zayya yang mendengar ucapan kakaknya terkait kembar segera teringat apa tujuan mereka datang, “Kak, dimana keponakan kami?” tanya Rayya.

__ADS_1


Nayya mengangkat alisnya dan menunjuk box bayi ketiga anaknya, “Tuh!” tunjuk Nayya.


__ADS_2