Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Mencari Jejak


__ADS_3

Mentari pagi sudah menjejakan diri di ufuk Timur membuat para makhluk bumi terperanjak dari tidurnya. Begitu pun dengan para siswa SMA Bina Bangsa yang terbangun dari mimpi indahnya.


Yuna yang semalam tidur sangat larut pagi ini bangun sedikit terlambat dari teman-temannya yang sudah bangun sedari tadi dan sudah bersiap diri untuk melakukan kegiatan hari ini yang pasti akan sangat menyenangkan. Karena bangun terlambat Yuna sedikit tergesa-gesa melihat teman satu


tendanya sudah tidak ada didalam tenda, sepertinya mereka sudah pergi untuk mandi. Yuna pun melihat tas teman-temannya yang sudah tertata rapi berisi perlengkapan yang mungkin akan dibutuhkan saat mereka melakukan kegiatan nanti yang akan berkeliling hutan seharian penuh.


Yuna segera bangun dan pergi mandi dan segera bersiap untuk mengikuti kegiatan mencari jejak.


"Aduhhh kok bisa gue telat bangun, dan lebih parahnya kenapa Alia kampret itu ngga bangunin gue malah ngilang ngga tau kemana" gumam Yuna yang sedang mengemasi tasnya di dalam tenda, ia merasa kesal kepada Alia karena tidak membangunkannya.


Setelah bersiap tiba-tiba keempat temannya datang ke tenda untuk mengambil tas dan memanggil Yuna.


"Ehh Yun lo dah bangun?" tanya Alia yang menyadari kekesalan diwajah Yuna dan itu karena ia lupa membangunkan Yuna.


"Nggak liat gue dah bangun dah siap kya gini masih ditanya udah bangun? Lagian kalian pada kemana si bukannya bangunin gue sebelum kalian pergi malah main pergi aja nglupain gue," ucap Yuna yang kesal karena temannya tidak ada yang ingat untuk membangunkannya.


"Iya sorry deh, udah ya jangan marah ntar cantiknya luntur," goda Alia kepada Yuna agar mau memaafkannya.


"Ya udah si gue juga bangun sendiri, jadi kalian kemana aja tadi?" tanya Yuna kepada keempat temannya.

__ADS_1


"Tadi kita pergi ke pusat informasi di pondok liat apa aja yang harus kita siapin buat kegiatan nanti," ucap Silvi menjelaskan kepergian mereka untuk melihat informasi untuk kegiatan hari ini.


"Jadi, apa aja yang harus disiapin? Apa udah kalian siapin didalam tas masing-masing?" tanya Yuna kepada keempat temannya dan dijawab anggukan mantap dari keempatnya.


"Ya udah deh kalo udah disiapin, trus gue bawa apaan masa gue bawa tas kosong," tanya Yuna yang merasa tidak enak karena ia tidak membawa apapun.


"Oiya kita belum masukin makanan sama minuman gimana kalo masuk tas lo Yun dari pada ngga bawa apa-apa" ucap Tasya mengingatkan teman-temannya untuk membawa perlengkapan makan agar tidak kelaparan dan kehausan saat melakukan perjalanan jauh dan menyenangkan nanti.


Setelah mereka selesai dengan persiapan untuk menjelajahi hutan, mereka segera keluar dari tenda dan berkumpul didepan pondok yang letaknya tidak terlalu jauh hanya 50m dari tenda. Sepertinya sudah banyak yang berkumpul karena beberapa tenda sudah terlihat sepi dan ditutup rapat agar tidak ada hewan yang masuk walaupun tidak ada itu hanya untuk berjaga-jaga saja.


Mereka berjalan menyusuri jalan setapak tanah yang masih asri karena disekeliling mereka banyak sekali pepohonan dan juga semak-semak yang mengiringi jalan mereka sampai ke pondok.


Pak Ridwan sudah selesai menyampaikan pidato singkatnya dengan diakhiri doa yang dipimpin oleh pak Ahmad. Karena kelompok sudah ditentukan sesuai dengan kelompok tenda jadi kami hanya perlu pergi sesuai dengan urutan nomor tenda. Semua orang merasa senang dan tidak sabar untuk segera memulai perjalanan termasuk Azura yang sudah tidak sabar menjalankan rencananya bersama kedua sahabatnya. Kegiatan akan segera dimulai, perkelompok diberi jarak waktu 20 menit. Urutan pertama yang akan pergi adalah tenda pak Ridwan yang mengawali perjalanan bersama guru yang berjumlah 4 orang, disusul oleh tenda milik Abi sang ketua osis beserta rombongannya yang beranggotakan 9 orang lalu tenda Rangga teman satu kelas Yuna bersama dengan 9 anggota, yang diselingi waktu 20 menit. Setelah itu baru tenda perempuan yang diawali oleh Aruna sang wakil ketua osis beserta kelompoknya yang berjumlah 5 orang, lalu tenda Dian ketua tim keamanan dan keselamatan yang beranggotakan 4 orang.


Sekarang adalah giliran tenda Azura yang beranjak dari pondok, Azura sudah tidak sabar untuk segera pergi dan menjalankan siasat buruknya kepada Yuna. Setelah mereka mulai memasuki area hutan yang sebenarnya mereka mulai menjalankan rencananya karena waktunya hanya 20 menit sebelum rombongan Yuna memulai perjalanannya. Setelah sampai di persimpangan pertama Azura dan kelompoknya berhenti ia ingin memastikan bahwa jalan ini menuju jurang atau bukan.


"Ini persimpangannya kan?" tanya Azura kepada Siska dan Abel


"Kayanya bukan deh menurut data yang gue dapet persimpangannya masih jauh dari sini, jadi ayo jangan buang waktu lagi nanti keburu Yuna dan kelompoknya nyusul kita," ucap Abel memberikan informasi kepada Azura.

__ADS_1


"Yakin lo? Ya udah ayo kita pergi," ucap Azura tak sabaran.


Setelah menempuh waktu 20 menit mereka sampai di persimpangan yang mereka maksud, tepat pada saat Yuna dan teman-temannya memulai perjalanan mereka sedangkan kelompok terdepan sudah hampir sampai di pos peristirahatan.


"Kayanya mereka udah mulai perjalanan deh soalnya udah 20 menit kita jalan untung aja kita udah sampe ditujuan kita" ucap Siska memberi tahu Azura dan Abel bahwa Yuna dan teman-temannya sudah memulai perjalanannya sehingga mereka harus cepat menjalankan misi mereka yang akan memutar arah panah sehingga menunjukan arah yang salah dan membuat Yuna tersesat lalu jatuh ke jurang.


Sementara ditempat Yuna sudah memulai perjalanannya dengan suka cita, sepanjang jalan mereka bersenda gurau dan bernyanyi bersama layaknya anak kecil yang sedang bertamasya bersama temannya. Yuna merasa sangat senang tapi ia tidak tau apa yang akan terjadi padanya dan kelompoknya yang akan menghalau perjalanannya nanti. Disisi Azura ia sudah memulai rencananya, ia sudah menyiapkan segalanya agar tepat sasaran dan sempurna karena ia sangat membenci kegagalan.


"Bagus, kita udah selesai buat jebakan buat Yuna dan kelompoknya. Tinggal tunggu sampai mereka dateng dan wusss mereka jatuh keberangkatan kita," ucap Azura yang senang rencananya sudah selesai ia rancang tinggal menunggu kedatangan Yuna lalu lengkaplah rencana mereka yang akan menyingkirkan Yuna dari sisi Abi.


"Hahahahahaaaa" ketiganya tertawa puas karena sebentar lagi rencana mereka akan berhasil.


Yuna sudah mulai mendekati tempat dimana Azura dan teman-temannya menjalankan rencananya.


"Ehh denger ngga kayanya mangsa kita udah dateng deh? Mending kita ngumpet dibalik pohon dan semak-semak itu biar ngga ketauan" ucap Azura yang mengetahui Yuna sudah mulai mendekat ke tempat mereka.


Terimakasih yang udah mampir ke novel ini, jangan lupa suport terus novel ini dengan like, komen, tambahkan favorit lalu bantu vote ya biar author tambah semangat bikin ceritanya semakin seru dan bikin kalian penasaran


Thankyou All😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2