
Sinta begitu mencintai Ahmad karena Ahmad adalah cinta pertama Sinta. Namun Sinta tidak bisa memiliki Ahmad karena Ahmad tidak menyukai Sinta. Sinta tidak terima ditolak oleh Ahmad ia bertekat jika ia tidak bisa memiliki Ahmad maka orang lain pun tidak boleh memilikinya.
Saat ia masuk ke sekolah sebagai guru baru ia bersikap sangat baik kepada semua orang disana termasuk Ahmad. Kedatangannya disambut baik oleh seluruh siswa dan guru namun tidak dengan Ahmad. Baru saja ia terbebas dari Sinta sekarang harus bertemu lagi. Apa dunia sesempit itu untuk mereka? Disekolah itu Sinta bekerja sangat baik sebagai guru sekaligus aktris, ia menyembunyikan sifat aslinya pada semua orang. Awalnya ia senang karena bisa dekat dengan Ahmad setiap hari, namun sikap Ahmad yang cuek terhadapnya membuat Sinta kesal. Tapi ia tak berhenti ia tak ingin menyerah begitu saja.
Ternyata banyak siswi yang menyukai Ahmad dan itu membuat Sinta marah, ia mulai menjalankan aksinya kepada siswi yang menyukai Ahmad agar mereka menjauh dan pergi dari Ahmad.
Saat Sinta mengetahui Ahmad sangat perhatian kepada Yuna ia curiga Ahmad menyukai Yuna. Ia pun menyelidikinya dan benar saja Ahmad menyukai gadis dibawah umur. Hal itu membuat Sinta marah ia membanting semua barang yang ada di ruangannya. ( Ini sebelum ada kegiatan perkemahan ya )
" Apa istimewanya gadis itu? dia hanya gadis dibawah umur, sedangkan aku usiaku sama dengannya kenapa dia lebih memilih gadis itu dari pada aku! Tidak, tidak bisa dibiarkan jika aku tidak bisa mendapatkannya maka orang lain pun tidak bisa mendapatkannya" seru Sinta, ia berteriak-teriak didalam ruangannya sambil membanting barang-barangnya. Sinta kemudian mengambil alat untuk ritual. Ia membutuhkan itu untuk memperkuat aura saat ia menghipnotis orang-orang.
Saat itu Yuna sedang melintas didepan ruangan Sinta dan mendengar keributan didalam. Ia ingin melihat apa yang sedang terjadi namun saat ia melihat kedalam, Yuna melihat Sinta sedang mengamuk dan melakukan ritual yang Yuna sendiri tidak tau untuk apa. Itu membuat Yuna ngeri dan takut kepada Sinta
Sinta melihat Yuna berada didepan pintu ruangannya. Ia senang karena musuhnya sudah ada didepan mata. Sinta kehilangan kendali karena amarahnya namun ia segera merubah sikapnya saat Alia datang menghampiri Yuna. Sinta langsung pura-pura baik kepada Yuna, ia tak ingin image nya hancur begitu saja karena bocah ingusan itu.
" Maaf kan saya jika saya melakukan hal yang membuat kamu takut. Saya hanya depresi jadi saya melakukan ini." ucap Sinta dengan berbagai kata-kata manis yang keluar dari mulutnya untuk menghipnotis Alia dan Yuna. Namun Yuna tidak bisa terpengaruh karena ia sudah tau sifat asli Sinta.
" Iya bu tidak apa-apa sebaiknya ibu istirahat saja, atau kalau perlu ibu bisa izin untuk pulang" Yuna sudah merasa tidak enak berada disini, ia pun mengajak Alia untuk kembali ke kelas.
" Sial!" Sinta pun mengikuti keduanya untuk memastikan Yuna tidak bicara sembarangan tentang apa yang dia lihat di ruangannya.
Sebelumnya ia sudah merapikan ruangannya agar orang lain tidak curiga kepadanya.
Sinta mengikuti Yuna dan Alia dari jauh. Ia ingin memastikan Yuna tidak bicara macam-macam. Kini Sinta semakin membenci Yuna karena sudah membuat Ahmad jatuh cinta dan mencampuri urusannya.
Didalam kelas Yuna bingung ingin cerita kepada Alia atas apa yang dia lihat di ruangan Sinta tapi ia juga takut jika salah bicara. Akhirnya Yuna memilih diam dan menyimpan rahasia itu sendiri.
__ADS_1
Sinta yang mengawasi mereka pun lega karena Yuna tidak bicara macam-macam tentangnya kepada Alia. Sinta pun kembali ke ruangannya karena ia harus mengajar.
Saat pulang sekolah Yuna belum pulang karena ada sesuatu yang harus dia lakukan sebelum pulang. Ia pergi ke ruang guru untuk menemui wali kelasnya. Setelah selesai Yuna berniat untuk pulang namun saat keluar dari ruang guru ada seseorang yang menarik tangannya dan membawanya ke gudang sekolah.
" Bu Sinta? Ada apa ibu menarik saya?"
" Ada apa kamu bilang, kamu udah tau semua tentang saya dan kamu berniat untuk memberitahukan ke semua orang kan? Biar semua orang tau kalau saya tidak sebaik yang mereka lihat. Iya kan?!" seru Sinta
" Maksud ibu apa? Walaupun saya tau saya malihat dengan mata kepala saya sendiri, tapi saya tidak berniat untuk memberitahukan itu kepada semua orang, dan jika mereka tahu pun itu karena ibu yang akan memberitahukannya ataupun mereka tau sendiri. Saya tidak akan memberitahu siapapun karena itu privasi ibu" ucap Yuna
" Bagus kalau kamu ngga akan memberitahu siapapun. Kalau kamu berani membuka mulut tentang rahasia saya, saya pastikan kamu tidak akan bisa hidup tenang!" ucap Sinta sambil berlalu pergi
Yuna sangat takut melihat sifat asli Sinta, sebelumnya ia hanya melihat sisi lembut dan baik serta perhatian dari Sinta. Namun sekarang ia sudah tau jika Sinta hanya memakai topeng untuk menutupi kejahatannya.
Sejak saat itu Yuna takut kepada Sinta. Dan Sinta semakin membenci Yuna karena ia sangat dekat dengan Ahmad.
Karena itulah tekatnya sangat kuat untuk membuat orang lain tidak bisa mendekati Ahmad apalagi sampai mendapatkannya. Hanya dia yang bisa mendapatkan Ahmad tidak ada orang lain.
๐ ๐ ๐
Alia masih tertidur lelap setelah dihipnotis oleh Sinta. Didalam mimpinya Alia melihat Yuna mendorongnya ke jurang, tawa Yuna menggelegar melihat Alia jatuh ke dalam jurang.
Begitu Alia jatuh ia langsung terbangun dari tidurnya dan menangis. Badannya pun gemetar karena takut. Setega itu kah Yuna kepada sahabatnya sendiri, itu yang Alia pikirkan saat ini. Pikirannya telah diracuni oleh kata-kata Sinta. Alia pun menjadi takut dengan Yuna, Alia hanya mengingat Sinta. Ia pun keluar dari tendanya dan berlari menuju tenda Sinta, namun saat keluar ia dicegat oleh Silvi.
" Alia lo mau kemana? Lo kenapa nangis?" tanya Silvi heran melihat Alia menangis dan ingin pergi.
__ADS_1
" Apa lo mau nyamperin Yuna? Ya udah ayo gue bantu ya," ucap Andin menawarkan bantuan kepada Alia.
Namun bantuannya ditepis oleh Alia, dia tidak ingin dibantu siapapun apalagi pergi menemui Yuna. Ia sangat takut mendengar nama Yuna.
" Ngga usah lepasin gue! Gue ngga mau ketemu Yuna gue takut, dia jahat dia bukan sahabat gue." ucap Alia sambil menangis lalu pergi berlari menuju tenda Sinta.
Sinta sudah menunggu kedatangan Alia. Ia yakin bahwa Alia pasti akan menemuinya saat sudah bangun. Benar saja Alia menemuinya ia langsung berlari memeluk Sinta. Alia menangis dipelukan Sinta.
" Bu aku takut, jauhin aku dari Yuna. Aku takut, dia bakal bunuh aku" Alia merengek ketakutan
" Sudah-sudah jangan nangis lagi ya sayang, ibu akan jauhin kamu dari Yuna. Yuna itu jahat kan? Kamu harus hati-hati sama dia" ucap Sinta
* Bagus Alia kamu sudah terpengaruh oleh hipnotisku* batin Sinta
Sinta senang karena langkah awalnya berjalan mulus, dengan begitu maka langkah selanjutnya pun dapat dipastikan akan berhasil. Tinggal menunggu Alia tenang dan bertemu dengan Yuna pasti rencana akan berhasil dengan mulus karena bantuan dari Alia.
Yuna frustasi karena ada kesalahpahaman antara dia dan pak Ridwan serta guru lainnya. Ditambah Alia yang trauma karena kejadian tadi membuatnya pusing karena tidak ada saksi kejadian yang ikut terlibat selain Alia.
Ahmad pun tidak bisa membantunya karena Ahmad datang saat menolongnya. Ketiga temannya pun tidak bisa membantu apa apa karena ketiganya pergi saat kejadian itu terjadi.
Sekarang bagaimana ia harus menjelaskan, karena tidak ada bukti membuatnya sulit mengatakan yang sebenarnya. Pak Ridwan pun tidak akan mempercayainya, semua yang dikatakan Yuna tidak ada yang benar dimatanya.
Hanya Alia saja yang bisa membantunya saat ini, tapi ia malah ketakutan saat hendak ditanyai. Sekarang ia hanya bisa pasrah pada keadaan karena ia tak bisa apa-apa saat ini, namun tak akan lama. Ia harus cepat pulih dan mencari siapa pelaku yang kejam kepadanya. Membuatnya hampir meregang nyawa.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya..
Like dan vote author๐