Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Dendam Sinta


__ADS_3

Ki Ageng sekarang tinggal bersama dengan Alia sejak kedatangan mereka ke desa tempat Ki Ageng tinggal. Tujuan utama dari Ki Ageng adalah untuk melindungi Alia dan orang-orang yang tidak bersalah dari dendam Sinta. Beliau juga ingin membuat Sinta jera dan berubah menjadi lebih baik lagi. Karena dendam sekecil debu membuatnya berubah menjadi orang yang tidak peduli dengan sekitarnya.


* * * *


Hari ini Alia dan Yuna sudah memikirkan matang-matang cara untuk membuat Sinta berubah, walaupun itu hanya kemungkinan kecil setidaknya mereka sudah berusaha.


Yuna masih bimbang karena tidak sepenuhnya percaya akan apa yang diceritakan Ki Ageng. Tapi bagaimanapun ia harus percaya karena memang itulah kebenarannya.


Mereka berdua berangkat bersama menuju sekolah, sebenarnya pak Ridwan melarang mereka masuk beberapa hari sebaliknya mereka harus berangkat disaat semua murid sudah pulang agar tidak terjadi hal seperti kemarin saat mereka mengadakan sidang.


Tapi Yuna dan Alia tidak menghiraukan pak Ridwan jika mereka menuruti pak Ridwan mereka tidak bisa melaksanakan apa yang ingin mereka ketahui.


Sampai disekolah semuanya tampak biasa saja, tapi begitu mereka mulai masuk kedalam tiba-tiba ada angin kencang yang menerpa tubuh kedua gadis itu. Seperti sedang disambut tapi tidak suka mereka hadir disitu.


Yuna melangkahkan kakinya hendak masuk ke dalam sekolah, namun Alia mencegah Yuna masuk karena takut.


" Yun, jangan" ucap Alia sembari menggenggam tangan Yuna agar berhenti


" Ngga papa kok, gue masuk dulu lo disini aja jangan kemana-mana ya. Kalo misal ada apa-apa gue bakal teriak dan lo harus cari bantuan orang-orang, lo juga harus hubungi Ki Ageng. Oke" Yuna memastikan Alia bahwa semuanya akan baik-baik saja.


" Ngga, lo harus disini aja. Lo ngga liat aura sekolahan kita jadi serem gini, hawa dingin dimana-mana bikin merinding tau. Kita pulang aja ya, kalo ngga kita tunggu Ki Ageng dateng baru kita masuk" Alia sangat takut jika harus ditinggal oleh Yuna masuk ke dalam sekolah


" Udah lo hubungi Ki Ageng aja dulu, sambil nunggu biar gue masuk cuma sebentar kok" Yuna selalu meyakinkan Alia agar bisa melepasnya masuk ke dalam sekolah untuk melihat apa yang terjadi


Akhirnya Alia melepaskan Yuna masuk ke dalam tapi ia juga ikut masuk karena ia tak mau ditinggalkan sendiri. Walaupun masih siang tapi Alia takut terjadi apa-apa padanya dan Yuna sehingga ia memilih untuk ikut agar jika terjadi sesuatu ia bisa membantu dan mencari bantuan

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam sekolah. Saat mereka sudah masuk tiba-tiba ada yang memegang pundak Alia sehingga membuat Alia berteriak keras.


" Aaaakkkhhh" teriak Alia ketakutan


Yuna terkejut mendengar teriakan Alia yang sangat menggema ditelinganya. Yuna pun menengok ke arah Alia, Yuna geleng-geleng kepala melihat Alia berteriak karena takut. Yuna sangat terganggu dengan suara Alia sehingga ia menutup mulut Alia agar diam lalu melihat apa yang ia takutkan.


" Diam! Lo itu belum juga diliat udah teriak aja. Liat dulu makannya tuh" ucap Yuna geram karena Alia teriak sangat keras


" Ada apa ini? Kenapa kamu teriak, saya Ahmad guru kamu" ucap Pak Ahmad mendiamkan Alia yang berteriak


" Pak Ahmad saya kira siapa" ucap Alia yang terkejut melihat Ahmad lah yang membuatnya teriak


" Sedang apa kalian disini? Bukannya kalian tidak boleh berangkat dulu? Lalu kenapa kalian berangkat. Tunggu...tunggu bukannya kalian sedang bertengkar kenapa kalian terlihat akur dan baik-baik saja. Sebenarnya ada apa ini? Apa ada yang saya lewatkan sampai-sampai semuanya yang saya lihat kemarin dan hari ini sangat bertolak belakang. Apa saya hanya bermimpi? Tolong jelaskan semunya kepada saya" Ahmad melontarkan bermacam-macam pertanyaan yang membuat Yuna bingung mau menjawab apa.


" Maaf pak bukannya saya tidak mau menjawab pertanyaan bapak, tapi ini adalah sebuah rahasia dan hanya saya dan Alia yang tau. Bapak akan tau sendiri nanti jika semuanya berjalan sesuai rencana. Dan sebaliknya saya mau bertanya sama bapak kemana semua murid dan guru bukankah hari ini masih ada jadwal sekolah. Tapi kenapa tidak ada seorang pun yang saya lihat disini, keadaan sekolah pun terlihat berbeda dari biasanya" Yuna melontarkan pertanyaan yang sejak tadi memenuhi kepalanya.


Tiba-tiba semuanya terdiam sejenak setelah mendengar kata-kata Ahmad. Mereka bingung kemana anak-anak dan guru pulang secepat itu. Yuna berpikir keras kemana sebenarnya mereka semua. Pikiran Yuna tertuju kepada Alia, Alia harus menghubungi Ki Ageng untuk segera datang ke sekolah agar ia bisa tau kemana sebenarnya semua orang.


" Tidak perlu khawatir Yuna" ucap seseorang dari arah belakang mereka


Yuna, Alia dan Ahmad segera melihat ke arah belakang untuk melihat siapa yang bicara. Mereka melihat seseorang laki-laki paruh baya dengan tongkat ditangannya, ia juga memakai blangkon. Lalu rambut panjang yang sudah memutih serta jenggot panjang yang sudah memutih pula. Dia lah Ki Ageng. Ia sudah tau jika akan ada sesuatu yang terjadi disekolah Alia dan Yuna sehingga ia pun datang tanpa panggilan dari Alia maupun Yuna.


" Aki" ucap Yuna dan Alia bersamaan sedangkan Ahmad bingung dengan kedatangan kakek tua yang sangat misterius serta kedua muridnya yang mengenali kakek-kakek itu.


" Cucuku, kamu tidak usah bingung dan pusing menebak-nebak siapa saya. Saya adalah Ki Ageng tetua di desa Keramat, kedatangan saya kesini untuk menyelesaikan urusan saya yang belum terselesaikan. Jadi saya minta kerja samanya" ucap Ki Ageng mendekati Ahmad yang masih bingung kenapa ada Ki Ageng disini.

__ADS_1


Tanpa basa basi Ki Ageng langsung berdiri didepan ketiga anak muda itu dan merentangkan tangannya sambil mulutnya berkomat kamit membaca doa.


Yuna dan Alia saling berpegangan tangan sedangkan Ahmad masih tidak tau apa yang sedang terjadi di hadapannya.


Tiba-tiba angin kencang datang entah dari mana membawa daun kering lalu menerpa tubuh mereka. Angin itu kemudian berkumpul di depan Ki Ageng membentuk tubuh manusia. Setelah dilihat ternyata Sinta lah dalang dari kejadian di sekolah.


Tawa Sinta menggema di seluruh penjuru sekolah.


" Wahwah ternyata ada Ki Ageng disini, salam guru. Hahahaaaa ups saya lupa kamu kan bukan guru saya lagi sekarang. Ooh ada Yuna dan Alia juga ternyata hai murid-murid tercinta ku, dan ahh Ahmad kamu juga ada disini apa kamu masih ingat masa lalu kita Ahmad. Seperti tidak karena kamu tidak pernah menganggap saya ada. Mungkin saya sudah pernah bilang berkali-kali tapi dengarkan saya Ahmad, saya sangat mencintai kamu dan saya pastikan kamu akan menjadi milik saya tidak ada yang bisa merebut kamu dari saya. Jika saya tidak bisa mendapatkan kamu maka orang lain pun tidak bisa mendapatkan kamu termasuk kamu anak kecil!" ucap Sinta sambil mendekati Yuna dan mencengkeram rahangnya.


Sinta tampak marah sekali kepada Yuna, matanya merah menahan amarah tangannya mengepal sempurna.


Ahmad yang melihat Yuna tersakiti oleh Sinta pun hendak mendekati mereka dan menghentikan mereka, namun belum sempat mendekat Sinta sudah tau jika Ahmad akan membantu Yuna dia pun mendorong Ahmad agar menjauh darinya.


Ahmad terpental jauh punggungnya terbentur pohon besar didepan sekolah.


Ki Ageng yang sedari tadi hanya melihat kejahatan Sinta kepada ketiga anak muda didepannya pun sekarang tak tinggal diam karena Sinta sudah berbuat nekad dan melukai orang yang tidak bersalah.


Yuna menahan sakit di rahangnya yang di cengkeram kuat oleh Sinta. Rasanya sakit tapi ia tak bisa menyerah begitu saja. Alia yang melihat Yuna menderita tak tega, ia sudah mencoba memukul Sinta tapi tak berpengaruh.


Bersambung...


Maaf telat Up soalnya author lagi sibuk banget ngurus dokumen buat masuk sekolah jadi mohon kerja samanya untuk sabar nunggu author up ya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Mohon suport author terus lewat like dan komen kalian ya readers๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Thankyou So Much๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2