Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Pendekatan


__ADS_3

Abi ketua osis yang sangat keren dan tampan adalah julukan bagi para siswi SMA Bina Bangsa yang mengagumi ketampanan Abi.


Walaupun banyak penggemar Abi tak pernah peduli kepada mereka. Abi hanya peduli pada perasaannya kepada Yuna yang sudah ia pendam sejak lama.


Mungkin sudah sangat lama hingga akhirnya Abi memutuskan untuk memberanikan diri mendekati Yuna.


Dan tak disangka Yuna memberikan lampu hijau untuk terus mendekatinya.


Abi menyesal kenapa tidak sejak dulu ia mendekati Yuna jika Yuna akan menerimanya sebagai teman. Baginya teman adalah pencapaian yang bagus, karena ia akan terus berusaha agar Yuna bisa menerimanya lebih dari sekedar teman.


* * * *


Abi dan Yuna sedang berjalan menelusuri koridor menuju ruang Tata Usaha untuk meletakkan beberapa kardus yang mereka bawa. Abi sangat senang melihat Yuna berjalan disampingnya dengan wajah yang ceria.


Yuna pun senang karena Abi selalu membuatnya tertawa melalui candaan nya. Yuna berfikir Abi adalah pelawak yang salah alamat masuk ke sekolah.


" Lo tau ngga persamaan lo sama pelangi?" Yuna mencoba berfikir tapi ia tidak tau apa jawabannya karena pelangi dan dirinya tidak memiliki persamaan


" Mana ada persamaan gue sama pelangi"


Abi tertawa mendengar jawaban Yuna


" Ada kok"


" Apaan?" tanya Yuna penasaran


" Sama sama indah dimata gue"


Yuna menghentikan langkahnya ia seperti berfikir keras, tak lama tiba-tiba Yuna tertawa terbahak


" Bisa aja lo, dasar kerupuk kulit"


" Seriusan gue ngga boong, lo cantik"


Sekejap tawa Yuna meluntur, ia diam dan menatap Abi dalam.


Abi pun tak kalah dalam menatap mata Yuna


Ia bisa merasakan jantungnya berdegup kencang saat Yuna menatapnya.

__ADS_1


Yuna segera sadar dari tatapan nya yang sangat dalam kepada Abi dan Yuna segera menyadarkan Abi agar ia bisa segera pergi dari situ.


" Kok bengong si, yuk lanjut keburu bel nanti" ajak Yuna kepada Abi yang masih menatapnya.


" E-eh iya ayo"


Abi tersenyum saat ia tersadar dari tatapan nya kepada Yuna yang semakin dalam, ia memegang dadanya dan merasakan degupan yang sangat cepat disana.


* * * *


Setelah sampai di ruang tata usaha Yuna langsung memasuki ruangan itu dan meletakkan kardus yang ia bawa dilantai.


Ia pun segera pergi ke kelas dan meninggalkan Abi dibelakangnya, karena ia mengingat Alia yang tadi ia tinggalkan dihalaman depan sekolah.


Abi yang ditinggalkan pun mengejar Yuna agar bisa jalan bersama menuju kelas mereka yang bersebelahan.


Yuna yang merasa dikejar oleh Abi memperlambat jalannya agar Abi bisa menyeimbangkan langkahnya.


" Cepet banget si jalannya" ucap Abi sambil mengatur nafasnya


" Gue mau cepet sampe kelas, ngapain lo masih ngikutin gue?"


" Iya kah? Maaf gue lupa ya udah buruan gue mau cepet ketemu Alia"


Abi hanya mengangguk dan mempercepat langkahnya agar mereka bisa cepat sampai kelas sebelum bel berbunyi.


Mereka tak menyadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari jauh. Tatapan nya sangat tajam.


Siapa lagi kalo bukan Azura, ya betul Azura lah yang sedang memperhatikan Abi dan Yuna dari depan ruang guru.


Azura sangat tidak suka dengan kedekatan Abi dan Yuna yang makin lengket macam paku sama magnet.


" Woy pagi-pagi udah bengong aja kesambet baru tau rasa lo" seru Siska menghampiri Azura yang sedang serius menatap kepergian Abi dan Yuna


" Iya nih, masih pagi udah melamun. Nglamunin apaan si lo serius amat sampe ngga kedip tu mata?" ucap Abel yang tiba-tiba datang entah dari mana


Azura tidak bergeming saat kedua sahabatnya meledeknya. Tapi ia tetap menatap lurus pandangannya mengikuti langkah Abi dan Yuna.


Abel yang penasaran dengan apa yang sedang dilihat Azura pun mengikuti tatapan mata Azura.

__ADS_1


Seketika Abel langsung tau jika Azura sedang memperhatikan Abi dan Yuna.


" Kayanya kita bakal dapet tugas baru nih" ucap Abel kepada Siska


" Tugas apaan? Sok tau lo, Azura aja masih diem kok" sifat Siska masih sama lemot ya jadi maklumi aja kalo ngga nyambung


" Kita ada kerjaan baru tapi sasarannya masih yang lama" ucap Azura penuh penekanan karena menahan emosi


" Kan gue bilang juga apa, kita dapet tugas baru" Abel menyombongkan diri karena ia berhasil menebak apa yang akan terjadi


" Ngomong apaan si kalian gue ngga paham, ngga ngerti gue" ucap Siska


Tanpa menjawab pertanyaan Siska, Azura langsung pergi meninggalkan Siska yang diikuti Abel. Karena Abel tau jika Azura sudah berencana pasti itulah yang akan terjadi.


Abel juga lah yang selalu pengertian dengan semua sifat-sifat Azura yang tidak dimiliki orang lain.


Abel sudah bersahabat dengan Azura sejak SMP karena saat itu ia tidak punya teman dan Azura pun tidak punya teman karena sifat mereka yang tidak disukai anak-anak dikelas.


Sehingga membuat mereka secara tidak langsung dekat, berteman bahkan bersahabat sampai sekarang. Keduanya memang dikenal sebagai anak yang sangat nakal karena mereka selalu berbuat jahil kepada teman-teman satu kelasnya.


Sedangkan Siska ia hanya anak yang tidak bisa bergaul dengan anak dikelasnya sejak kelas 1 SMA karena pemikirannya yang sangat lambat.


Itu membuat Siska tidak punya teman dan akhirnya Azura mengajaknya bergabung menjadi temannya agar tidak sendiri dan kesepian.


Karena Azura tau benar bagaimana rasanya tidak punya teman, sejak saat itulah mereka bertiga bersahabat.


Bersambung . . .


Sedikit ya? Maaf banget baru bisa up karena author emang lagi sibuk banget jadi maklumi aja ya


Lanjut ngga nih


Azura back gimana nih?


Penasaran ngga?


Like dulu baru author mau lanjut, karena kebanyakan pembaca KC cuma bisa baca aja ngga mau like apa lagi komen


Nulis itu ngga gampang ya jadi tolong hargai author disini sebagai penulis yang baru๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2