Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Musuh Dalam Selimut Bagian 6


__ADS_3

Setelah meminum ramuan, Sinta merasa semakin bugar. Ia pun segera mencari tahu apa yang membuat sihirnya gagal. Sinta melakukan semedi untuk melihat keadaan Alia. Ia melihat Alia sudah normal kembali, sihirnya sudah sepenuhnya kembali ke dirinya.


Ia tak terima dengan apa yang terjadi dengannya. Itu artinya rencana awalnya gagal. Sinta mulai mencari cara agar ia bisa mengendalikan Alia lagi, tapi sepertinya akan sulit jika sudah gagal.


Karena tak ingin menghabiskan tenaganya untuk mengirim sihir lagi ia pun ingin membuat permainan yang lebih seru lagi. Beberapa hari yang lalu ia sudah mempelajari sihir untuk melukai seseorang tanpa menyentuhnya atau memerlukan jarak yang dekat. Hanya perlu konsentrasi dari jarak jauh pun bisa dilakukan. Namun Sinta belum mencobanya kepada siapapun karena ia baru saja selesai mempelajarinya.


Ia pun mulai melakukan ritualnya di dalam ruangan yang sudah ia sediakan. Setelah melakukan ritualnya sesuai dengan apa yang ia harapkan, dirumah saat Alia sedang membantu Lisa di dapur tiba-tiba jari Alia teriris pisau sehingga membuatnya meringis kesakitan. Tak lama setelah jarinya teriris tubuh Alia kejang-kejang dan pingsan.


Setelah itu muncul memar di sekujur tubuh Alia. Dengan begitu membuat Sinta sangat senang karena rencananya yang satu gagal namun rencana barunya akan segera berjalan dan harus berhasil.


πŸ€ πŸ€ πŸ€ πŸ€


Perjalanan memakan waktu yang cukup lama karena letak desa Keramat berada di ujung kota. Desa itu termasuk desa yang belum terjamah oleh banyak orang, hanya warga desa itu saja yang sering berkeliaran di desa itu selebihnya hanya beberapa wisatawan yang ingin pergi ke hutan.


Mobil Adelia berhenti di tepi jalan yang sangat sepi. Yuna heran kenapa ibunya menghentikan mobil ditempat sesepi itu.


" Mah? Kenapa berhenti disini? Apa kita udah sampe? Mana rumahnya, ini sepi banget ngga ada satupun rumah penduduk disekitar sini" ucap Yuna heran


Adelia tidak menjawab pertanyaan Yuna. Ia turun dan membukakan pintu untuk membantu Lisa mengeluarkan Alia dari dalam mobil.


Yuna kesal karena pertanyaannya tidak dijawab oleh ibunya.


Lisa yang mengetahui Yuna cemberut karena Adel mengabaikannya pun menjawab pertanyaan dari Yuna. Mereka sudah seperti bertukar anak, kadang Adel sangat menyayangi Alia melebihi Yuna dan sebaliknya kadang Lisa juga menyayangi Yuna melebihi Alia. Mereka sudah menganggap Alia dan Yuna seperti anak mereka.


" Desa Keramat tidak bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua pun sulit karena jalurnya agak ekstrim." ucap Lisa


" Kalau gitu nanti gimana bawa Alia ke desa Keramat kalau ngga bisa dilewati mobil?" tanya Yuna. Ia sangat mengkhawatirkan Alia jika nanti Alia akan jatuh karena kondisinya yang tidak sadar.


Tapi Yuna juga tidak egois sehingga ia pun mau berkorban apapun demi Alia.


" Sudah jangan dipikirkan ayo bantu mamah dan ibu membawa Alia" ucap Adelia


Yuna dengan sigap langsung menutup pintu mobil dan menguncinya agar aman. Lalu membantu Ibu dan Mamahnya mengangkat Alia. Yuna penasaran berapa jarak yang akan ditempuh dengan berjalan kaki menuju desa Keramat.


Rasanya sangat tidak mungkin ada pemukiman di dalam hutan selebat ini. Dilihat dari hutannya saja seperti tidak pernah tersentuh oleh para pendaki atau penjelajah hutan. Apa mungkin Mamahnya salah jalan.

__ADS_1


" Mah? Emang bener ini jalannya" tanya Yuna tak percaya kepada Adelia


" Mamah yakin kalau disini tempatnya desa Keramat itu, tanya aja sama ibu tuh bener atau ngga" ucap Adelia


" Tenang aja Yuna, mamah kamu bener kok. Hanya saja memang tempatnya sulit terjangkau oleh orang luar. Karena jalur menuju desa itu melewati hutan yang lebat ini yang jalanannya terjal" ucap Lisa


" Apa masih jauh?" tanya Yuna. Ia tak sanggup melihat Alia yang sedang pingsan dan tak tega melihat ibu dan mamahnya yang terus memapah Alia melewati jalan yang tidak wajar.


" Sepertinya masih," ucap Lisa dengan nafas yang berat karena ia memapah Alia sejak turun dari mobil sampai masuk ke hutan.


" Ibu mau gantian sama Yuna, biar Yuna sama mamah yang bawa Alia" ucap Yuna menawarkan bantuan. Sepertinya Lisa sudah kelelahan karena badannya yang kecil tidak berbeda jauh dengan Alia.


Sedangkan Adel masih kuat memapah Alia karena badannya besar dan tinggi layaknya seorang TNI. Ia juga sangat aktif berolahraga setiap hari, dirumah pun tersedia peralatan olahraga sehingga tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk pergi ke Gym setiap hari.


Hal itu juga menurun kepada Yuna yang rajin berolahraga sehingga memiliki tubuh yang bagus. Tapi Yuna lebih suka berolahraga di luar ruangan seperti mendaki gunung, pergi ke hutan, berenang ke laut dan lain sebagainya.


Saat ia masuk ke hutan, ia merasa udara yang sejuk, udara yang ia rindukan saat ia melakukan traveling bersama teman-temannya. Tapi ia juga kembali mengingat kejadian saat di perkemahan.


Setelah melewati jalanan yang tidak biasa mereka lalui mereka sampai di gerbang pintu masuk desa Keramat. Seperti namanya desa itu tampak sudah lama tidak dihuni. Yang tampak hanyalah rumah-rumah lama pada zaman dulu.


" Sepertinya desa ini kosong dan tak berhuni" ucap Yuna menambahkan


" Memang dari luar seperti inilah yang terlihat. Ayo masuk" ucap Lisa berjalan mendahului kedua wanita yang sedang membawa putrinya itu.


Yuna dan Adelia sama-sama bingung dengan ucapan Lisa. Mereka pun mengikuti Lisa dari belakang, setelah melewati pintu gerbang tiba-tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan mata. Ketiga wanita itu pun memejamkan mata karena cahaya itu.


Setelah cahaya itu meredup datanglah beberapa orang dari dalam desa. Mereka tampak menyambut kedatangan kami. Salah seorang warga mendekati Lisa, sepertinya dialah Ki Ageng yang dicari-cari oleh kami. Karena ia tampak seperti orang pintar yang selama ini mereka lihat di film-film. Ia memakai pakaian serba hitam serta keris yang menempel pada celananya dan ia juga memakai blangkon dikepalanya. Tetapi wajahnya tidak seram seperti yang di film. Wajahnya sangat bersih dan putih.


Adelia dan Yuna tercengang ketika melihat sekeliling mereka yang sangat berbeda dari apa yang mereka lihat dari luar pintu gerbang. Di dalam hati Yuna bertanya-tanya apakah ini ilusi mata atau apa ia pun tidak tau.


Setelah penyambutan yang ramah dari warga desa Keramat mereka langsung dibawa ke rumah Ki Ageng karena memang tujuan mereka adalah bertemu Ki Ageng.


" Putrimu terkena sihir" ucap Ki Ageng


Yuna terkejut dengan ucapan Ki Ageng yang mengetahui keadaan Alia. Tanpa banyak basa-basi Ki Ageng langsung melakukan ritual untuk menyembuhkan Alia dari sihir yang dikirim oleh Sinta. Tak butuh waktu yang lama, luka memar yang berada pada tubuh Alia menghilang dengan sendirinya. Bahkan Alia pun sudah mulai siuman dari pingsannya.

__ADS_1


Lisa pun memeluk Alia saat Alia sudah bangun dari pingsannya. Tampak dari tatapannya Lisa sangat mengkhawatirkan Alia.


" Ki, sebenarnya siapa yang sudah membuat putri saya seperti ini. Dan maafkan saya jika saya tidak bisa menjaga Alia" ucap Lisa dengan menundukan kepalanya


" Alia sudah tidak apa-apa, dia hanya menjadi umpan saja untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Lisa, kamu sudah melakukan yang terbaik. Ini karena kemampuanmu yang tidak pernah kau gunakan lagi sehingga membuatmu tidak bisa berjaga-jaga dengan hal seperti ini" ucap Ki Ageng


" Dan kamu nduk. Kamu harus berhati-hati kepada orang yang berada didekatmu. Jangan mudah percaya kepada orang lain termasuk sahabat kamu." ucap Ki Ageng kepada Yuna


" Maksud Aki?" tanya Yuna tak tau apa yang dikatakan Ki Ageng


Ki Ageng pun menjelaskan apa maksudnya ia mengatakan hal itu. Ia juga memberitahu bahwa orang yang telah mengirimkan sihir kepada Alia adalah guru wanita yang paling dekat dengan mereka berdua.


Ia juga memastikan bahwa orang itu akan terkena sihirnya sendiri jika ia mengirimkan sihir lagi kepada Alia ataupun Yuna bahkan orang lain.


Karena ucapan dari Ki Ageng, akhirnya mereka berempat bisa pulang dengan perasaan yang lega karena semuanya sudah terpecahkan. Hanya saja Alia masih lemas dan belum bisa bergerak seperti sedia kala.


πŸ€ πŸ€ πŸ€ πŸ€


Setelah mengirim sihir untuk mencelakai Alia, Sinta sangat bahagia karena ia yakin bahwa Alia akan menderita luka yang serius dan sulit untuk menyembuhkannya. Ia tak tau jika Alia sudah disembuhkan oleh Ki Ageng sang legenda dari desa Keramat. Ki Ageng memang sengaja membuat semuanya seperti yang Sinta harapkan.


Agar Sinta tidak curiga bahwa ia sedang menjadi incaran sang guru. Sinta adalah murid perguruan Ki Ageng yang sangat natal dan licik. Ia akan melakukan apapun agar ia bisa mendapat pujian dari Ki Ageng namun yang ia dapatkan hanya hukuman karena ia telah melakukan kesalahan. Itu membuat hati Sinta penuh dengan dendam.


πŸ€ πŸ€ πŸ€ πŸ€


Saat ini Sinta akan mengirimkan sihir kepada Ahmad agar ia bisa tergila-gila kepadanya. Ki Ageng mengetahui rencana Sinta, ia pun membiarkan Sinta melakukan hal itu tapi tidak dalam waktu lama. Ia akan menggagalkan semuanya disaat yang tepat.


Hari-hari berganti, semuanya berjalan seperti biasanya sampai sekolah pun dimulai kembali. Alia berangkat bersama Yuna mereka sangat senang karena bisa sekolah lagi. Setelah bel masuk berbunyi, Yuna dan Alia dipanggil oleh kepala sekolah untuk menghadap diruangannya. Mereka pun teringat dengan kejadian saat perkemahan. Yuna dan Alia pun pergi menemui KepSek di ruangannya, dan ternyata disana sudah ada Pak Ahmad, Pak Indra dan Pak Danu selaku pahlawan yang menolong mereka berdua.


Sinta pun tak tinggal diam, ia tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu dan ikut melihat apa yang akan terjadi didalam ruangan pak Ridwan.


" Yuna, Alia, selamat datang disekolah lagi. Saya sudah tidak sabar untuk segera menyelesaikan masalah ini, karena sejak saat itu saya selalu memikirkan kalian sampai-sampai saya tidak bisa tidur dengan nyenyak" ucap Pak Ridwan sambil memegang kepalanya seolah ia merasa pusing, matanya juga terlihat menghitam seperti orang yang kurang tidur


Mereka pun memulai sidang kecil-kecilan untuk menyelesaikan masalah Yuna dan Alia. Agar tidak terjadi masalah yang lebih panjang lagi.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komen😊


__ADS_2