Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
35


__ADS_3

“Cantik. Sangat cantik.” Ucap Risam jujur tidak ada kebohongan dalam perkataannya itu. Dia tulus mengatakannya.


Nayya tersenyum mendengar jawaban yang di berikan oleh calon suaminya itu. Setelah itu Nayya kembali masuk untuk mencoba gaun pernikahannya. Sebenarnya Nayya sudah pernah mencoba gaun dan kebaya itu saat sudah jadi tapi karena kerjaan Delina dan calon suaminya juga ingin melihatnya mencoba memakai gaun dan kebaya pernikahan itu dia pun mencobanya lagi.


Risam yang melihat Nayya sudah masuk kembali ke ruang ganti pun hanya bisa menyesal, “Kenapa aku tidak mengambil fotonya.” Gumam Risam menyesal.


Tidak lama Nayya kembali ke luar dan Risam yang memang ingin mengambil foto calon istrinya itu pun sudah melatakkan ponselnya di tempat yang se-strategis mungkin dengan mode video. Biarlah dia nanti akan menscreen shoot video itu untuk mengambil foto calon istrinya memakai gaun pernikahan yang jujur saja jauh lebih cantik dari memakai kebaya tadi.


Risam memandangi calon istrinya itu dengan tatapan kagum penuh pesona, “Sangat cantik.” Puji Risam sebelum Nayya sempat berucap untuk bertanya.


Nayya yang mendengar itu hanya bisa tersenyum begitu juga dengan Delina ikut mendengar pujian yang keluar dari mulut Risam calon suami dari murid paling cerdas dan juga sholelah. Sepertinya baik Risam maupun Nayya mereka sama-sama beruntung. Memang jodoh kita itu adalah cerminan diri kita. Nayya dan Risam sebagai contoh dari itu.


“Dek, ayo ambil foto dulu dong. Masa iya gak ambil foto.” Ucap Delina lalu segera mengambil foto Nayya memakai gaun itu dengan ponsel Nayya tentunya.


Setelah selesai mengambil foto, Nayya kembali mengganti gaunnya dan kembali dengan pakaiannya tadi, “Kami akan mengantarnya nanti sama-sama dengan pakaian milik keluargamu dan juga pakaian calonmu. Kami akan menghubungimu jika pakaian calon suamimu sudah jadi agar bisa melakukan fitting.” Ucap Delina sambil meminta pegawainya untuk menyimpan kembali gaun dan kebaya milik Nayya.


Nayya yang mendnegar itu pun mengangguk, “Baik kak, kami percaya kepada kakak. Kami yakin kak Delina akan melakukan yang terbaik untuk pelanggannya.” Ucap Nayya.


“Tentu saja sudah seperti itu dek. Kepuasan konsumen adalah prioritas kami. Apalagi kau bukan hanya pelanggan saja tapi juga muridku yang paling cerdas. Aku sangat bahagia melihatmu akan menikah dek.” Ucap Delina memeluk Nayya.


“Terima kasih kak. Terima kasih sudah mau aku repotkan membuat pakaian kami hanya dalam waktu 10 hari kurang.” Ujar Nayya.

__ADS_1


“Gak masalah. Selama kami tidak perlu mendesainnya dan bahannya sudah di tentukan. Melayani pelanggan sepertimu adalah pekerjaan yang mudah karena semuanya sudah tertata dengan baik.” ucap Delina.


Nayya pun tersenyum. Risam yang mendengar pembicaraan Nayya dan Delina pun hanya menyimak saja sambil tersenyum. Setelah semua urusan selesai Nayya dan Risam segera pamit undur diri meninggalkan butik milik Delina itu.


***


Singkat cerita, kini Nayya dan Risam setelah sholat zuhur di masjid dan juga makan siang di restoran mereka segera menuju showroom mobil karena memang mobil yang di pesan oleh Nayya sudah tiba. Dia tinggal mengambilnya saja dan dia sudah di hubungi bahwa mobilnya sudah tiba semalam makanya hari ini dia segera menuju showroom mobil.


Begitu tiba di sana dia langsung menandatangani semua berkasnya karena Nayya memang sudah melunasinya dan tinggal mengambil semua surat-suratannya saja. Mobil Nayya tepat jam dua sudah keluar dari showroom mobil dengan Nayya tentunya yang menyupirinya. Nayya memang sudah tahu mengendarai mobil mengingat sang papa juga memiliki mobil sebelumnya. Mobil pribadi milik keluarga serta mobil pick up untuk barang-barang. Jadi Nayya sudah belajar bahkan dia sudah memiliki surat izin mengemudi mobil.


Kini Risam dan Nayya keluar dari showroom itu dengan mengendarai mobil masing-masing dengan Nayya yang mengendarai di depan dan Risam menyusulnya dari belakang. Mereka segera pulang kembali ke desa setelah belanja sebentar di supermarket.


Nayya pun menatap calon suaminya itu, “Ada apa mas?” tanya Nayya.


“Emm, bisa gak kita nonton dulu. Saya dengan ada film baru yang sedang tayang sekarang di bioskop.” Ucap Risam.


Nayya yang mendengar tawaran dari Risam pun seketika berpikir, “Emm, baiklah kalau begitu kita ke mall sekarang. Ayo!” ucap Nayya tersenyum.


Risam pun mengangguk lalu keduanya segera masuk mobil masing-masing dan segera melajukan mobil mereka menuju mall terdekat yang hanya sekitar sepuluh menit saja sudah tiba.


Nayya dan Risam pun segera turun dari mobil mereka setelah memarkirkan mobil mereka di parkiran. Keduanya berjalan beriringan masuk mall dan naik ke lantai lima di mana bioskop berada, “Mas, kita sholat dulu deh. Kita beli tiket yang sesudah ashar saja.” ucap Nayya.

__ADS_1


Risam pun mengangguk, “Biar mas saja yang mengantri. Kau beli makanan yang akan kita makan nanti.” Ucap Risam sambil menyerahkan uang dua lembar seratusan kepada Nayya. Nayya pun menerima uang itu.


Nayya pun mengangguk saja, Nayya segera mengantri membeli popcorn sementara Risam dia mengantri tiket dan syukurlah Risam masih mendapatkan tiketnya dan jam pemutarannya pun setelah ashar.


Nayya setelah selesai memesan popcorn tapi dia masih menitipkannya di sana nanti setelah mereka masuk bioskop baru dia ambil.


Nayya tersenyum melihat Risam yang sudah mendapatkan tiketnya, “Bagaimana? Dapat?” tanya Nayya.


Risam mengangguk sambil tersenyum, “Bagaimana denganmu dek sudah selesai membelinya?” tanya Risam menatap Nayya.


Nayya mengangguk, “Sudah kok. Tapi Nayya masih titip sama mereka nanti saat kita masuk ke dalam baru kita ambil. Lagian juga kita kan mau sholat dulu. Masa iya ke mushola sambil membawa popcorn.” Ucap Nayya tersenyum.


Risam pun mengangguk lalu segera duduk di samping Nayya, “Ohiya mas. Ini sisa uangnya. Mas memberikan uangnya kebanyakan mas.” Ucap Nayya segera mengembalikan sisa uang membeli popcorn kepada calon suaminya itu.


Risam menggeleng, “Gak apa-apa dek. Saya sudah memberikannya kepadamu. Itu berarti sudah menjadi hakmu. Jadi jangan kembalikan. Saya ikhlas memberikannya. Anggap saja saya senang belajar memberi nafkah kepadamu.” Ucap Risam.


Nayya pun mengangguk saja lalu segera menyimpan sisa pemberian calon suaminya itu dalam tasnya. Tidak lama setelah itu adzan ashar berkumandang. Risam dan Nayya pun segera menuju mushola.


Singkat cerita, kini Nayya dan Risam sudah selesai dari melakukan sholat di mushola dan mereka pun kembali menuju waktu pemutaran film. Sekitar lima belas menit kemudian akhirnya film yang mereka akan nonton di mulai. Mereka segera masuk ke dalam bioskop dan menikmati film bergenre komedi romance yang sangat menginspirasi kaum muda. Menurut Nayya film itu memiliki rating 9/10 darinya.


Tepat pukul 17.10 menit mereka selesai menonton film itu dan keduanya pun segera turun dari mall dan mencari tempat makan dulu sebelum pulang nanti dan juga menunggu waktu magrib tiba.

__ADS_1


__ADS_2