Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Penutupan Perkemahan 2


__ADS_3

Pak Ridwan seakan menutup mata dan telinga. Sehingga kesalahan sepenuhnya ia jatuhkan kepada Yuna. Padahal ia sama sekali tidak tau apapun. Bahkan ia hanya korban disana.


Entah apa yang membuat pak Ridwan begitu kejam saat ini. Padahal sebelumnya ia sangat bijaksana.


Ahmad pun bingung dengan kata-kata yang terlontar dari mulut pak Ridwan. Ia mengatakan hal yang tidak seharusnya ia katakan kepada Yuna.


" Kamu mengikuti arah yang ditunjukkan petunjuk arah? Apakah betul? Saya tidak percaya, karena petunjuk arah yang kamu maksud menunjukan arah yang benar bukan menuju arah jurang itu." ujar pak Ridwan membenarkan ucapannya.


Ahmad tambah bingung karena ucapan pak Ridwan tiba-tiba nyleneh, padahal ia sudah melihat TKP. Yuna pun bingung dengan hal itu, siapa yang sudah menyabotase petunjuk arah itu?


" Tunggu pak bukannya saya lancang tapi kenapa bapak bisa bicara seperti itu? Bukankah anda sudah melihat TKP nya?" tanya Ahmad


" Ya saya sudah melihat TKP tapi tak ada yang mencurigakan disana semuanya masih sama persis seperti saat saya melewatinya pagi tadi, jadi bisa dipastikan jika semua ini hanya akal-akalannya saja untuk membubarkan kegiatan perkemahan ini." ucap Pak Ridwan, ia tak habis pikir ternyata Yuna sangat licik dan cerdik ia pikir Yuna adalah murid yang baik dan pandai namun dugaannya salah besar.


Yuna tidak terima dengan ucapan pak Ridwan yang menuduhnya mengada-ada kejadian tadi.


" Maaf jika saya lancang, tapi saya benar-benar tidak merencanakan itu. Saya hanya korban, dan semua yang saya katakan benar. Bapak bisa bertanya kepada Alia. Pak Ahmad juga yang membantu saya. Jadi bapak bisa bertanya kepada semua saksi" ucap Yuna menjelaskan segalanya.


" Baiklah, ayo kita tanya kepada Alia. Dimana dia?"


" Sebentar pak saya panggilkan Alia dulu"


Ahmad pergi memanggil Alia agar ia bisa menjadi saksi, Alia berada didalam tenda bersama ketiga temannya. Dengan kedatangan Ahmad mereka bingung. Apa terjadi sesuatu kepada Yuna? pertanyaan itu yang pertama muncul dikepala Alia.


" Alia? Kamu bisa ikut saya ke tenda PMR?" tanya Ahmad kepada Alia


" Memangnya apa yang terjadi dengan Yuna, semuanya baik-baik saja kan?" tanya Alia kepada Ahmad. Matanya sudah berkaca-kaca ia takut terjadi sesuatu pada Yuna.


" Tidak terjadi apa-apa kepada Yuna. Hanya saja ada sedikit masalah dan hanya kamu yang bisa membantu Yuna menyelesaikan masalah itu"


Alia tidak tau apa yang dimaksud oleh Ahmad, namun belum sempat ia bertanya Ahmad sudah menarik tangan Alia untuk segera mengikutinya.

__ADS_1


Saat masuk kedalam tenda Alia melihat banyak sekali orang dan mereka adalah guru-guru yang sedang menjenguk Yuna. Tapi kenapa terasa sangat tegang.


" Yuna? Ada apa ini?" tanya Alia mendekati Yuna yang sedang duduk diatas ranjang.


" Alia, tolong jelaskan semuanya kepada mereka. Mereka menuduh kalau gue yang mengada-ada, dan menyabotase kejadian tadi seolah gue yang merencanakan semuanya" ucap Yuna sambil memeluk Alia,


Terlihat tatapan tak suka dari seluruh guru dan kepala sekolah memandang Yuna. Alia sendiri tak tau kenapa ini terjadi.


" Alia cepat jelaskan semuanya agar kami tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap bu Sinta salah seorang guru perempuan muda yang sejak awal mengajar sangat tak suka dengan Yuna.


Alia tak mau mengingat kejadian tadi tapi demi sahabatnya ia harus mengingat semua kejadian yang sangat menakutkan bagi Alia karena baru pertama ia mengalami kejadian itu.


Alia mencoba mengingat namun saat ia mulai mengingat, tiba-tiba ia berteriak histeris dan jatuh lalu duduk dipojok tenda. Ia menangis sambil memeluk lututnya. Ia sangat terauma dengan kejadian tadi.


" Alia kamu tidak apa-apa? " tanya bu Sintang mendekati Alia yang tiba-tiba saja menjadi sangat ketakutan sampai ia menyendiri dipojok tenda.


" Tolong! Gue ngga mau jatuh ke jurang tolong!" teriak Alia sambil menangis.


Sinta mengambil kesempatan ini untuk mempengaruhi otak Alia agar ia membenci Yuna. Ia ingin menghancurkan persahabatan mereka.


" Pak sepertinya Alia terauma dengan kejadian yang menimpanya. Sebaiknya jangan sekarang menanyakan hal ini kepada Alia." ucap Sinta kepada seluruh guru.


" Ya sebaiknya Alia dibawa ke tendanya dulu untuk istirahat dan menenangkan fikirannya" ucap Pak Ridwan menyarankan Sinta untuk membawa Alia pergi dari tempat itu.


" Baik pak saya permisi dulu. Ayo Alia kita kembali ke tenda kamu," ajak Sinta


Sinta sangat senang dengan hal ini karena akhirnya dia punya kesempatan yang bagus untuk mengadu domba kedua sahabat ini.


Dengan kemampuannya itu dia akan memasukan pikiran jahat ke otak Alia.


Saat masuk ke tenda disana ana ketiga sahabat Alia. Mereka kaget melihat Alia menangis, dan juga Sinta yang bersama dengan Alia.

__ADS_1


" Alia lo kenapa nangis? Bu apa yang terjadi dengan Alia?" tanya Silvi kepada Sinta, Silvi sebenarnya tidak suka dengan Sinta karena ia tau bahwa Sinta bukan guru yang baik.


" Tenang saja Alia hanya terauma dengan kejadian yang dialaminya. Jadi bisakah kalian keluar dulu? Biarkan Alia istirahat disini" ucap Sinta dengan aktingnya yang luar biasa bak artis profesional.


" Tapi bu..."


Belum sempat Silvi menyelesaikan ucapannya Sinta sudah menyuruh mereka pergi. Tasya dan Andin hanya bisa membujuk Silvi agar keluar dari tenda. Membiarkan bu Sinta yang menemani Alia.


Keduanya belum mengetahui sifat Sinta yang buruk, mereka hanya tau sisi baik dari Sinta. Karena Sinta adalah aktris yang pandai berakting sehingga ia bisa menyembunyikan sisi jahat dan buruknya didepan semua orang kecuali Yuna, karena ia sudah mengetahui sifat jahat dan buruk Sinta. Silvi sebenarnya juga tau kalau Sinta bukan guru yang baik namun ia belum tau yang sebenarnya jadi ia hanya menduga-duga saja.


Karena Yuna sudah tau rahasia Sinta, ia jadi membenci Yuna. Ia takut sewaktu-waktu Yuna akan menghancurkan image nya didepan semua orang. Sehingga ia berusaha menggagalkan niat Yuna dengan menghancurkan persahabatan Yuna dan Alia. Karena ia tau Alia lah sahabat terdekat Yuna. Mereka juga selalu bersama dan berbagi cerita masalah mereka, ia takut jika Yuna akan menceritakan tentangnya kepada Alia.


" Alia sayang kamu tenang yah, lihat mata saya dan dengarkan semua yang saya katakan. Kamu harus lupakan persahabatan kamu dengan Yuna, Yuna itu jahat dia yang udah buat kamu hampir jatuh kejurang. Dan dia juga lah yang merencanakan itu sendiri. Agar kegiatan ini tidak dilanjutkan dan gagal." Sinta memulai aksinya mencuci otak Alia dengan kata-kata yang buruk mengenai Yuna sehingga Alia bisa membenci Yuna.


Setelah aksinya berjalan lancar tanpa halangan apapun ia pun kembali ke tenda PMR. Ia mengatakan bahwa Alia sudah tidur. Dan ia juga membujuk pak Ridwan untuk menunda bertanya kepada Alia.


Akhirnya pak Ridwan pun kembali ke tendanya bersama guru-guru lainnya. Mereka mengadakan rapat dadakan mengenai kejadian tadi. Dan rapat pun menghasilkan keputusan untuk menghentikan kegiatan ini dan membubarkan nya. Karena pak Ridwan takut jika kejadian-kejadian tak mengenakan lainnya akan terjadi.


Pak Ridwan mengumpulkan seluruh siswa untuk menyampaikan hasil rapatnya bersama dewan guru.


" Anak-anak yang saya sayangi pertama-tama saya minta maaf karena kita tidak bisa meneruskan kegiatan kita, sebab saya tidak ingin kejadian seperti tadi terulang lagi.


Saya berdiri disini hanya untuk menyampaikan hasil rapat saya bersama dewan guru, dengan berat hati kami akan membubarkan kegiatan ini. Kalian dipersilahkan untuk mengemasi barang-barang kalian dan kita akan pulang hari ini juga untuk mencegah hal buruk lainnya yang akan terjadi. Sekali lagi saya perwakilan dari dewan guru minta maaf yang sebesar-besarnya." pidato pak Ridwan membuat seluruh siswa kecewa karena liburan mereka akan dihentikan.


Alia masih tertidur, badannya istirahat namun otaknya terus bekerja mencerna ucapan Sinta. Otak Alia mulai terkontrol oleh Sinta.


Didalam tendanya Sinta tertawa bahagia karena rencananya akan berhasil, tak sia-sia ia ikut berkemah. Awalnya ia tak mau ikut karena ia tidak suka pergi ketempat yang berbau alam. Namun karena Ahmad ikut ia akhirnya mau ikut.


Sinta menyukai Ahmad pada pandangan pertama. Karena umur mereka yang sama membuatnya semakin jatuh cinta kepada Ahmad. Mereka adalah teman saat kuliah dulu. Sebenarnya Sinta tidak ingin menjadi guru namun karena Ahmad menjadi guru ia pun ikut menjadi guru. Karena ia tak ingin jauh-jauh dari Ahmad.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like yaa


__ADS_2