Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Setelah Yuna sampai ditenda pak Ridwan ia segera mencari pak Ridwan ternyata dia tidak sendiri melainkan sedang bersama siswa laki-laki yang entahlah Yuna sendiri tidak mengenal laki-laki itu karena ia membatasi pergaulannya bersama laki-laki yang bukan teman satu kelasnya. Yuna memilih untuk menunggu sampai pak Ridwan selesai berbicara dengan laki-laki itu karena ia pikir akan tidak sopan jika ia memotong pembicaraan kepala sekolah, tetapi laki-laki itu melihat Yuna yang sedang menunggu pak Ridwan. Laki-laki itu sebenarnya adalah ketua osis di SMA Bina Bangsa yang sangat populer dikalangan kaum hawa karena dia tidak kalah tampan dari pak Ahmad guru agama itu. Dia adalah Abidzar Abdurahman seorang ketua osis yang terkenal karena ketampanannya dan kedisplinannya dalam hal apapun, dia murid kelas 11 seperti Yuna bahkan kelas mereka bersebelahan karena mereka mengambil keahlian yang sama.


Mungkin bagi Yuna ini adalah kali pertama ia bertemu dengannya karena Yuna yang memilih acuh kepada laki-laki manapun selain teman satu kelasnya, tetapi tidak dengan Abi yang sering melihat Yuna ia juga sering memperhatikan tingkah laku Yuna selama disekolah karena sejak awal bertemu dengannya satu tahun yang lalu tepatnya saat awal mereka masuk di SMA Bina Bangsa. Bisa dibilang jika Abi jatuh cinta pada pandangan pertama karena saat pertama melihat Yuna ia merasakan hatinya berdebar-debar bahkan saat tak sengaja bertemu, tapi Abi tidak mau mendekati Yuna karena ia tahu bahwa Yuna sangat menjaga jarak dengan laki-laki bahkan dengan teman sekelasnya pun ia tak segan untuk menjaga jarak, kecuali saat ada tugas berkelompok yang mengharuskan ia bergabung dengan anak laki-laki ia mencoba untuk bersikap baik.


Itu yang membuat Abi memilih untuk mengaguminya dalam diam hingga saat ini ia pun masih menyimpan rasa itu dalam diamnya. Saat ia sedang berbicara mengenai kegiatan yang akan dilakukan besok dengan pak Ridwan, ia melihat Yuna berada didepan tenda. Karena Yuna juga sedang memperhatikan Abi, seketika pandangan mereka bertemu tiba-tiba hati Abi berdebar sangat cepat hingga membuatnya tak bisa fokus dengan pak Ridwan. Pak Ridwan yang menyadari Abi melamun pun menegur Abi,


"Bi..? Apa kamu tidak mendengarkan apa yang saya katakan tadi?" tanya Pak Ridwan kepada Abi, karena Abi masih setia memandang Yuna dengan hati berdebar membuatnya tidak mendengarkan teguran pak Ridwan.


Pak Ridwan yang mengetahui arah mata Abi keluar tenda pun ikut melihat keluar karena penasaran dengan apa yang dilihat Abi sehingga membuatnya tidak fokus dengan pembicaraan mereka, padahal selama ini Abi selalu fokus dalam hal apapun tapi kali ini berbeda. Saat pak Ridwan melihat kearah yang Abi lihat ia melihat Yuna sedang berdiri tak jauh dari tenda, pak Ridwan ada niatan untuk menggoda Abi yang jarang sekali bersikap seperti ini.


"Abi Abi... liatnya kok gitu amat, kaya baru liat cewe aja," ucap Pak Ridwan sambil menepuk bahu Abi sehingga Abi pun tersadar dari lamunannya itu sambil tersenyum malu kearah pak Ridwan karena terpergok sedang memandang Yuna.


"Mana ada pak saya cuma liat pemandangan hutan ini aja kok" ucap Abi sedikit ngeles dan ingin mengubah topik pembicaraan.


"hmmm... ya sudah bakal keluar dulu, sepertinya Yuna mencari bapak tapi karena melihat kita sedang bicara jadi dia memilih menunggu didepan" ucap Pak Ridwan lalu pergi meninggalkan Abi yang masih malu karena godaan dari pak Ridwan, diluar Yuna yang melihat pak Ridwan menghampirinya ia segera menuntaskan tugasnya untuk mengambil kantong plastik untuk tempat sampah sementara sebelum dibuang ditempat sampah yang sebenarnya diluar area bumi perkemahan Sukamantri.

__ADS_1


"Ehh Yuna ada apa sampai menunggu lama disini?" tanya Pak Ridwan kepada Yuna


"Saya mau meminta kantong plastik kepada bapak untuk tenda saya pak," ucap Yuna yang langsung pada tujuan utamanya datang ke tenda pak Ridwan.


"ooh mau ambil kantong plastik toh, ya sudah sebentar saya ambilkan dulu" ucap Pak Ridwan lalu pergi kembali ke tenda untuk mengambil kantong plastik yang dibutuhkan Yuna. Saat pak Ridwan mengambil kantong plastik pak Ridwan menyerahkannya pada Abi untuk diserahkan kepada Yuna.


"Nih Bi kasihkan ke Yuna cepet!" ucap Pak Ridwan kepada Abi, karena kata-kata pak Ridwan tadi dada Abi terasa sesak.


*Ya allah rasa apa lagi ini kenapa terasa tidak nyaman sekali* batin Abi


Abi keluar tenda dengan membawa kantong plastik yang dibutuhkan oleh Yuna ditangannya, dengan sedikit ragu Abi mulai mendekati Yuna dan memberikan apa yang dibutuhkan Yuna.


"Ini kantong plastiknya," ucap Abi dengan suara yang sedikit bergetar karena tubuhnya gemetar tak karuan saat dekat dengan Yuna yang ia sebut kekasih dalam diamnya.


"Iya kak, terimakasih," ucap Yuna dengan sedikit keanehan dalam dirinya yang membuat ia tak nyaman berlama-lama disini.

__ADS_1


"Ya sudah kak, saya permisi dulu." ucap Yuna lalu pergi meninggalkan Abi yang menatapnya aneh. Sebelum Abi menjawab Yuna sudah melenggang pergi meninggalkan Abi. Abi yang sedang melihat Yuna menjauh melihat tali sepatu Yuna yang tidak terikat dengan benar, sebelum Abi memberitahu kalau tali sepatu Yuna terlepas, Yuna terlebih dahulu menginjak tali sepatunya sehingga membuat ia kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh tapi dengan sigap Abi mengkap tubuh Yuna sehingga terlihat seperti Abi sedang memeluk Yuna dengan mesra bagai adegan romantis drama korea.


Hati Abi berdebar tak menentu karena ia bisa sedekat itu dengan wanita impiannya, dalam hatinya ia sangat mensyukuri ciptaan tuhan yang begitu indah seperti bidadari yang turun dari surga. Tapi semua itu segera lenyap saat suara deheman dari laki-laki dibelakang mereka yang sejak awal memperhatikan gerak-gerik Abi dan Yuna, dia adalah pak Ridwan yang sengaja mendengarkan apa yang mereka bicarakan dan melihat apa yang mereka lakukan karena sejak awal melihat Abi yang menatap Yuna penuh arti membuat pak Ridwan penasaran dengan Abi sampai-sampai ia melakukan hal tadi agar ia bisa tau apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.


"Ehem ehem" deheman pak Ridwan menyadarkan kedua orang yang sedang peluk-pelukan itu. Yuna yang sejak awal merasa tak nyaman pun langsung berdiri dan menjauh dari Abi, Abi pun sama ia malah menundukan kepalanya karena merasa malu dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Yuna.


"Maaf pak, ini tidak seperti yang bapak pikirkan," ucap Yuna memecah keheningan diantara mereka


"Iya pak, tadi saya cuma mau bicara sama Yuna sebentar tapi saya malah menarik tangan Yuna yang membuat Yuna hampir jatuh pak," ucap Abi ikut menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka karena merasa tidak enak kepada Yuna yang ikut terseret menahan malu dihadapan pak Ridwan yang memergoki mereka berdua.


Yang diberikan penjelasan malah tertawa terbahak karena tidak percaya reaksi yang akan mereka berikan kepadanya,


"Hahahaha, sudah-sudah kalian ini membuat saya ingin tertawa karena kelakuan kalian. Saya tidak peduli itu sengaja atau tidak itu terserah kalian," kata pak Ridwan lalu melenggang meninggalkan kedua muridnya yang merasa malu karena terpergok olehnya sedang peluk-pelukan, padahal ia sendiri tahu bahwa itu hanya ketidak sengajaan.


Hai para pembaca sejati dari KEPASTIAN CINTA terimakasih sudah membaca sampai bab ini, jangan lupa buat tinggalin komen dan like buat author biar makin semangat bikin cerita ini makin seru. Maaf juga kalau ceritanya ngga menarik, karena ini pengalaman pertama bagi aku jadi author.

__ADS_1


Thankyou So Much For Readersđź’ś


__ADS_2