
“Maksudnya?”
Nayya dan Risam tersenyum mendengar kebingungan dari kedua orang tua mereka itu, “Apa maksudnya dengan ucapan kalian itu nak? Kenapa kamu mengatakan bahwa kami akan menjadi kakek dan nenek dari dua orang cucu?” tanya Mama Fara lalu kemudian dia terdiam setelah mengucapkan pertanyaannya itu.
Setelah itu mama Fara menatap menantu dan putrinya itu, “Nay, apa kau mengandung kembar?” tebak mama Fara.
Ketiga yang lainnya mendengar tebakan mama Fara kaget dan langsung menatap Nayya dan Risam untuk mendapatkan jawabannya. Sementara Nayya dan Risam yang di tatap oleh orang tua mereka itu tersenyum, “Iya, Alhamdulillah. Nayya mengandung kembar. Ada dua embrio yang sedang berkembang di kandungan Nayya dan usia mereka sudah lima minggu.” Ujar Nayya.
Mama Fara dan mami Vega yang mendengar jawaban yang di berikan oleh Nayya itu kaget dan terharu, “Wah, Allah maha adil kepada kita besan. Agar kita tidak berebut cucu nanti kita langsung di berikan dua cucu sekaligus.” Ujar mami Vega yang di benarkan oleh mama Fara.
Nayya dan Risam pun tertawa mendengar ucapan kedua ibu mereka itu, “Beneran nak? Kau mengandung kembar?” tanya papa Imran belum percaya bahwa putri sulungnya itu mengandung kembar karena memang tidak ada gen kembar dalam silsilah keluarganya maupun sang istri.
Nayya mengangguk, ”Benar pah. Nayya mengandung kembar.” Ucap Nayya.
“Kenapa sih kamu pah nanya in gitu? Seharusnya kamu senang dong putri kita mengandung kembar. Kita akan segera memiliki dua cucu sekaligus.” Ucap mama Fara.
“Ish papa senang mah. Hanya saja bingung kenapa putri kita bisa mengandung kembar sementara dalam silsilah keluarga kita gak ada yang pernah melahirkan kembar.” Ujar papa Imran.
“Dalam keluarga kami ada.” Ucap papi Lutfi.
Risam yang mendengar itu pun kaget karena dia juga gak pernah tahu bahwa ada yang kembar dalam keluarganya, “Kenapa kau kaget begitu nak? Apa kau gak tahu bahwa mamimu ini memiliki kembaran?” ucap papi Lutfi begitu menyadari kekagetan putranya.
“Beneran mih? Mami punya kembaran? Kok Risam gak pernah dengar? Risam juga gak pernah melihat kembaran mami.” ujar Risam kepada mami Vega.
__ADS_1
Mami Vega tersenyum lalu mengangguk, “Mami memang memiliki kembaran nak. Tapi dia meninggal sewaktu di lahirkan.” Ucap mami Vega.
“Wah, kok mami gak cerita kepadaku?” tanya Risam.
“Mami juga baru mengetahui hal itu saat mami berusia 7 tahun nak dan itu sudah lama sekali. Maka menurut mami hal itu gak harus di ceritakan.” Ucap mami Vega.
“Sudah mas. Gak apa-apa. Yang terpenting sekarang kita tahu bahwa aku hamil kembar karena gen darimu. Mami pasti punya alasan sendiri gak mau menceritakannya.” Ucap Nayya yang menyadari bahwa ada kesedihan di sorot ibu mertuanya itu.
“Yah kau benar nak. Kita sekarang jadi tahu.” Ucap papa Imran yang juga paham kenapa putrinya itu tidak ingin melanjutkan topic itu.
Setelah itu sekitar 10 menit mereka bicara akhirnya sambungan video call itu terputus.
***
Risam menggeleng tapi Nayya justru tersenyum lalu dia segera menyelesaikan perawatannya dan mendekati sang suami, “Aku tahu mas pasti kaget mendengar mami memiliki kembaran.” Ucap Nayya.
Risam pun memeluk Nayya erat, “Mas merasa menjadi anak yang tidak berbakti sayang karena tidak mengetahui bahwa mami mas sendiri ternyata memiliki kembaran.” Ucap Risam.
“Sudahlah. Jangan pikirkan itu mas. Mami pasti memiliki alasan sendiri kenapa dia tidak bercerita. Kemungkinan alasannya pasti sedih karena ternyata dia memiliki kembaran namun justru meninggal sewaktu di lahirkan. Mami kan sudah mengatakan bahwa dia juga tahu saat usianya 7 tahun. Orang kembar itu memiliki ikatan batin dengan kembarannya dan mami pasti merasa sangat sedih karena itu. Mami pasti memutuskan untuk tidak bercerita bahwa dia memiliki kembaran agar dia tidak merasa sedih. Kita harus memakluminya mas.” Ucap Nayya.
Risam yang mendengar ucapan istrinya itu pun mengangguk dan mengerti, “Kau benar sayang. Aku tidak sampai berpikiran kesana. Terima kasih kau selalu bisa memberikan kedamaian untukku.” Ucap Risam mengecup pipi Nayya.
Nayya pun tersenyum, “Jangan berterima kasih mas. Kita harus berbahagia dengan karunia yang di berikan kepada kita. Kita akan menjadi orang tua dari dua orang anak. Kita akan mendidik mereka dengan baik. Aku menyayangimu dan mencintaimu mas. Aku tidak suka mendengarmu mengucapkan terima kasih. Kita adalah pasangan suami istri yang memang sudah seharusnya berbagi suka maupun duka.” Ucap Nayya.
__ADS_1
Risam pun mengangguk, “Mas mengerti sayang. Sudah ayo kita tidur. Itu sudah larut.” Ucap Risam memeluk Nayya erat.
Nayya pun tersenyum lalu membalas memeluk suaminya itu. Keduanya pun segera terlelap dalam mimpi.
***
Keesokkan paginya dan berhubung juga weekend sehingga Nayya dan Risam pun bersantai saja di rumah. Seperti biasa selepas sholat subuh berjamaah keduanya pun segera melakukan pekerjaan masing-masing. Nayya memasak sarapan dan Risam menyapu lantai rumah itu.
Tidak lama sarapan pun selesai dan kini pasangan suami istri itu sedang menikmati menu sarapan mereka dengan sebaik-sebaiknya. Nayya juga tidak lupa meminum susu hamilnya yang di siram sendiri oleh Risam. Mungkin itu akan jadi kegiatan rutin yang di lakukan Risam setiap pagi. Dia menyukai peran itu. Nayya pun tidak mempermasalahkannya karena dia memang menyukai hal itu. Siapa juga yang gak akan menolak ketika kita di cintai dan di perlakukan layak ratu oleh pasangan kita.
Tidak lama setelah sarapan, mama Fara dan papa Imran tiba dan langsung merecoki Nayya dan Risam terkait kehamilan Nayya itu. Risam dan Nayya pun menjawab dengan sabar dan memperlihatkan hasil USG kepada mama Fara dan papa Imran.
“Kamu harus makan yang banyak mengandung asam folat sayang agar kandunganmu berkembang dengan baik.” ucap mama Fara.
Nayya pun mengangguk, “Mah, kenapa kau berpesan begitu. Apa menurutmu putri kita gak mengetahuinya. Dia itu perawat yang pasti belajar juga terkait gizi ibu hamil. Selain itu juga mereka sudah dari dokter yang pasti sudah menjelaskan itu juga.” Ucap papa Imran.
“Ish papa sok tahu deh. Mama itu hanya mengingatkan saja.” ujar mama Fara tidak mau kalah.
“Pemborosan informasi itu mah namanya.” Ucap papa Imran.
Nayya dan Risam yang mendengar dan melihat pertengkaran mama Fara dan papa Imran itu pun hanya bisa tersenyum, “Mungkin suatu saat nanti kita akan seperti itu sayang.” ujar Risam memeluk Nayya.
Nayya pun tersenyum lalu mengangguk, “Mah, pah. Kenapa kalian bertengkar hanya karena masalah sepele. Mama sama papa benar tidak ada yang salah. Kalian itu orang tua terbaikku.” Ucap Nayya menghentikan perdebatan kedua orang tuanya.
__ADS_1