Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
37


__ADS_3

Singkat cerita, kini Nayya sudah pulang dari minimarket dengan membawakan semua pesanan mamanya. Dia kembali ke kamar untuk menghubuni kedua adiknya karena dia ingin menghilangkan kesedihan tidak mendapat ucapan ulang tahun dari kedua orang tuanya itu dengan bicara dengan kedua adiknya.


Namun seribu sayang, Rayya dan Zayya mereka sibuk saat ini sedang mengikuti kuliah. Rayya sedang melakukan ujian lab sementara Zayya sedang ada kuliah. Sehingga Nayya pun akhirnya memutuskan untuk menonton saja drama kesukaannya agar hari ini bisa terlewati dengan baik dan dia bisa melewati rasa sedihnya itu.


Nayya berdiam diri di kamarnya dan hanya keluar saat makan, orang rumah juga tidak ada yang membicarakannya karena mereka sibuk dengan persiapan pernikahan. Hingga saat magrib sang mama masuk ke kamar Nayya saat Nayya baru saja selesai menunaikan sholat magrib, “Nak, maafkan mama. Mama lupa hari ini ulang tahunmu. Maaf nak.” ucap mama Fara memeluk Nayya yang sudah melepas mukenahnya itu.


Nayya segera memeluk mamanya itu lalu menangis, “Gak apa-apa mah. Nayya pikir mama melupakannya tapi sepertinya karena mama sibuk. Gak apa-apa Nayya mengerti kok. Walaupun jujur saja bahwa tadi Nayya sedih karena mama dan papa melupakan ulang tahun Nayya. Tapi setelah mama ingat Nayya sudah tidak sedih lagi.” Ucap Nayya lalu melepas pelukannya dari mamanya itu serta menghapus air mata di pipinya.


Mama Fara yang melihat itu tersenyum, “Maaf sayang. Maaf mama lupa.” Ucap mama Fara.


Nayya hanya mengangguk saja, “Eeh, ohiya nak. Apa Risam menghubungimu?” tanya mama Fara saat Nayya merapikan mukenahnya di tempatnya semula.


Nayya berbalik menatap mamanya lalu menggeleng, “Gak ada mah.” jawab Nayya mengecek ponselnya.


“Kok bisa?” ucap mama Fara.


“Emangnya ada apa mah?” tanya Nayya penasaran.


Mama Fara menggeleng, “Gak ada apa-apa nak. Hanya saja ini baru saja sebelum mama masuk ke kamarmu dia menghubungi mama. Katanya nomormu gak aktif gak bisa di hubungi dan meminta mama menyampaikan pesan bahwa setelah isya dia akan datang menjemputmu.” Ucap mama Fara.

__ADS_1


Nayya yang mendengar ucapan mamanya pun bingung, “Kok bisa sih mah? Ponsel Nayya dari tadi aktif kok.” ucap Nayya jujur.


“Mungkin jaringan bermasalah sehingga tidak bisa tersambung. Sudahlah lebih baik sekarang kamu siap-siap saja karena dia ingin mengajakmu malam ini. Mungkin saja untuk merayakan ulang tahunmu.” Ucap mama Fara.


Nayya pun mengangguk, “Boro-boro dia mau merayakan ulang tahunku. Mengucapkan saja gak apalagi merayakan. Ahh sepertinya aku harus siap menerima pasangan yang tidak romantis” batin Nayya.


“Ya sudah kamu siap-siap dulu. Mama ke belakang dulu karena masih ada yang harus mama kerjakan.” Ucap mama Fara mengusap pundak Nayya itu lalu segera berbalik keluar dari kamar putrinya.


Nayya pun yang di tinggalkan sendiri di kamarnya segera menuju kamar mandi untuk mandi dan siap-siap untuk di jemput calon suaminya itu entah akan di ajak kemana. Nayya masih saja bingung masa iya jaringan bermasalah dan ponselnya gak aktif sementara dia dari tadi menonton drama dengan ponselnya itu dan jaringan aman-aman aja, gak ada masalah apapun.


Selepas mandi, Nayya segera mengganti pakaian dengan pakaian yang menurutnya cocok untuk dia gunakan malam ini. Setelah itu dia melakukan sholat isya terlebih dahulu karena berhubung sudah waktunya sholat isya juga. Barulah selepas sholat isya sambil menunggu calon suaminya menjemput, Nayya make up tipis-tipis yang dia bisa karena sejujurnya saja dia tidak pandai make up sama sekali. Namun karena di tuntut untuk tampai fresh saat bekerja sedikit demi sedikit Nayya mulai mempelajari teknik dasar make up. Jadi walaupun hanya make up tipis-tipis dan senatural mungkin yang dia bisa tapi itu sudah sangat cocok dengan looknya yang memang tidak menyukai make up tebal. Selain itu juga dia sudah sangat cantik walaupun tanpa make up sekalipun.


“Nak, Risam sudah tiba.” Ucap mama Fara mengetuk pintu kamarnya.


Nayya yang memang sudah selesai dengan riasannya segera mengambil sepatu dan tasnya. Tidak lupa dompet dan ponsel yang memang sudah menjadi benda wajib yang tidak boleh ketinggalan.


Nayya segera keluar dari kamarnya dan tersenyum menatap mamanya yang menatapnya juga dengan tatapan tersenyum, “Ahh putri mama sangat cantik.” Puji mama Fara.


Nayya tersenyum mendengar pujian mamanya itu, “Terima kasih mah.” balas Nayya.

__ADS_1


Mama Fara mengangguk, “Sudah sana temui calon suamimu dia menunggu di ruang tamu di temani papamu.” Ucap mama Fara.


Nayya mengangguk lalu kedua wanita beda generasi itu menuju ruang tamu, begitu tiba di sana papa Imran dan Risam langsung menatap ke arah Nayya dan mama Fara dengan tersenyum. Tidak lama Risam dan Nayya segera pamit dan mereka menggunakan mobil milik Risam. Risam membukakan pintu untuk Nayya seperti biasa lalu tidak lama mobil itu melaju meninggalkan halaman rumah kediaman orang tua Nayya.


“Mas, kita mau kemana?” tanya Nayya setelah sekitar lima menit mobil itu melaju.


Risam tersenyum lalu melirik sekilas ke arah calon istrinya yang entah kenapa menurutnya semakin hari semakin cantik saja, “Kau akan tahu nanti. Ini adalah rahasia.” Ujar Risam.


Nayya pun mengangguk saja karena dia tidak ingin bertanya lebih lanjut jika calon suaminya sudah mengatakan itu, “Kamu tidak ingin bertanya lagi?” tanya Risam begitu menyadari ekspresi yang di tunjukkan oleh calon istrinya.


“Bukan tidak ingin bertanya ataupun tidak penasaran. Jujur saja Nayya sangat penasaran dan ingin tahu kemana tujuan kita. Namun mas sudah mengatakannya itu rahasia makanya Nayya tidak ingin bertanya lebih lanjut lagi sebab bagaimanapun Nayya bertanya tetap saja tidak akan mendapatkan jawabannya sampai rahasia itu di buka sendiri oleh pemberi rahasia. Jadi dari pada bertanya yang nantinya hanya merugikan dan membuat Nayya lelah bicara lebih baik Nayya tunggu saja sampai rahasia itu terbuka sendiri. Nayya bisa kok bersabar.” Ucap Nayya.


Risam yang mendengar ucapan Nayya tersenyum, “Kamu hebat. Mas suka pemikiranmu.” Ucap Risam.


Tidak lama mereka tiba di sebuah restoran yang memang terkenal di pusat kecamatan ini. Risam segera menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di restoran itu lalu keduanya turun, “Kita kesini?” tanya Nayya menatap restoran di hadapannya.


Risam mengangguk, “Sebelum kita melanjutkan ke tempat tujuan. Lebih baik kita makan malam dulu.” Ucap Risam.


Nayya pun hanya menurut saja lalu keduanya segera masuk ke dalam dan mencari tempat yang kosong lalu segera memesan makanan, “Dek, ada apa? Kenapa kamu terlihat sedih? Apa mas melakukan kesalahan? Atau kamu gak suka makan di restoran ini?” tanya Risam yang melihat ekspresi sedih di wajah Nayya.

__ADS_1


Nayya menggeleng, “Bukan begitu kak, Nayya suka kok restoran ini.” ucap Nayya tersenyum. Risam pun akhirnya ikut tersenyum mendengar jawaban yang di berikan oleh Nayya.


__ADS_2