Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Dendam Sinta 2


__ADS_3

Sinta semakin marah saat Ahmad mendekatinya kembali dan mendorongnya. Dia juga memeluk Yuna yang sudah menangis karena merasakan sakit di rahangnya dan rasa takutnya kepada Sinta.


Sinta tak tinggal diam saat melihat Ahmad memeluk Yuna, dia menyerang Alia yang sedari tadi menyerangnya dengan pukulan tangannya.


" Gadis manis, kamu punya keberanian seberapa besar sehingga kamu berani memukul saya?" tanya Sinta kepada Alia


Sinta mulai mendekati Alia sedangkan Alia sudah ketakutan. Ia mundur saat Sinta mulai dekat dengannya. Ki Ageng sejak tadi sedang menyiapkan rencananya.


Yuna melihat Alia dalam bahaya, ia langsung melepas pelukan Ahmad dan berlari menuju Alia namun ditahan oleh Ahmad agar tidak mendekati mereka. Tapi Yuna berontak karena tidak mungkin dia diam saja saat sahabatnya dalam bahaya.


" Lepaskan saya pak" berontak Yuna kepada Ahmad, bukannya melepaskan Ahmad malah semakin mengeratkan genggaman tangannya


" Bu Sinta saya mohon jangan apa-apa kan Alia, lukai saja saya" Yuna memohon kepada Sinta agar melepaskan Alia


" Diam kamu! Ki Ageng, lihatlah cucumu ini bukankah dia sangat cantik dan manis. Sangat disayangkan jika dia harus mati ditangan saya bukan. Jawab saya Ki! Kenapa kamu hanya diam saja, apakah kamu tidak sayang sama cucumu ini.


Dan kamu Ahmad dimana hati kamu, kenapa kamu tidak pernah melihat saya sedikit saja. Apa kurang saya, saya selalu ada disamping kamu selalu mensuport kamu, dimanapun kamu berada saya selalu mendoakan kamu. Apa kurang saya Ahmad! Jawab saya! Sudah cukup selama ini kamu mendiamkan saya, saya selalu sabar saat kamu mendiamkan saya cuek tak peduli kepada saya. Saya masih bisa sabar. Saya yakin suatu hari nanti kamu pasti akan menerima saya sehingga saya sabar untuk menunggu kamu, tapi kenapa kamu malah pergi dan memilih Yuna dibandingkan saya.


Dia murid kamu Ahmad! Karena kamu sudah memutuskan untuk memilih dia jadi jangan harap kamu bisa memilikinya karena saya tidak akan tinggal diam dengan semua perlakuan kamu kepada saya." Sinta mengeluarkan semua isi hatinya kepada Ahmad agar Ahmad bisa tau perasaannya yang sebenarnya.


Sinta tak bisa menahan emosinya yang semakin meledak. Dia menangis karena mengingat kejadian di masa lalu saat Ahmad selalu mendiamkan nya selalu cuek kepadanya. Dan dia marah karena Ahmad tidak bisa menerimanya sampai sekarang bahkan memilih orang lain dari pada dirinya yang setia menunggu Ahmad dari dulu.


Hati Sinta sangat sakit, rasa sakit hati itu membuatnya memiliki dendam yang besar kepada Ahmad. Dia tidak bisa memaafkan Ahmad yang telah menoreh luka begitu dalam di hatinya. Walaupun Sinta sangat mencintai Ahmad tapi ia tak bisa mengalahkan rasa sakitnya. Sekarang bukan rasa cinta lagi yang ada dihatinya namun rasa sakit hati dan dendam yang telah meracuni hati dan pikirannya.

__ADS_1


Sekarang hanya ada balas dendam yang bisa ia lakukan karena cintanya telah dikhianati. Sinta pikir cintanya akan terbalaskan dengan indah seperti yang ia bayangkan selama ini tapi nyatanya tidak seindah itu. Cintanya tak pernah dibalas oleh Ahmad.


Sinta sudah menunggu sangat lama sejak ia dan Ahmad masih duduk dibangku SMA.


Ia selalu berharap bisa memiliki Ahmad dan Ahmad pun akan mencintainya sepenuh hati tapi nyatanya lain. Itu membuat Sinta sangat sakit hati dan membuat dendam dihatinya.


Hati Yuna tersentuh dengan ucapan Sinta. Benarkah apa yang diucapkan Sinta tentang sikap Ahmad yang sangat cuek kepadanya. Tapi Ahmad tidak pernah menunjukan sikap itu kepada Yuna malahan Ahmad selalu bersikap baik dan perhatian kepada Yuna.


Semuanya sangat bertolak belakang, segitu kejam kah Ahmad kepada wanita.


Yuna menangis karena merasa kasihan kepada Sinta yang selalu diperlakukan tidak baik dan tidak adil oleh Ahmad padahal Sinta sangat mencintai Ahmad. Yuna tidak sanggup jika harus membayangkan dirinya berada diposisi Sinta saat itu pasti Yuna juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Sinta lakukan.


Yuna juga tidak mau jika Sinta akan menyakitinya. Tapi ia juga tidak tau harus berbuat apa agar Sinta mau melepaskannya Alia dan Ahmad dari cengkeramannya.


Sinta mulai mendekati Yuna dengan langkah cepat ia mencekik leher Yuna sampai tubuh Yuna terdorong menabrak pohon,


Belum sempat Ahmad menyelesaikan ucapannya Sinta langsung menyerang Ahmad dengan sihirnya


" Atau apa?! Jangan mendekat! Selangkah saja kalian mendekati saya dan Yuna kalian bisa membuat nyawa Yuna melayang" ucap Sinta dengan mata yang memerah dan berair karena marah.


" Jangan lakukan itu Sinta! Apa yang kamu inginkan dari saya, katakan Sinta!" teriak Ahmad memohon kepada Sinta untuk melepaskan Yuna


" Saya tidak ingin apa-apa dari kamu, yang saya inginkan hanya balas dendam. Saya ingin kamu tau apa yang saya rasakan selama ini, betapa sakitnya melihat orang yang saya cintai mencintai orang lain, begitu manis kepada orang lain sedangkan kepada saya kamu selalu bersikap cuek seolah-olah saya tidak ada." ucap Sinta kepada Ahmad.

__ADS_1


Sekarang Ahmad tau isi hati Sinta yang sebenarnya, tapi sudah terlambat untuknya jika ia ingin memberikan kesempatan kepada Sinta untuk mendekatinya lagi. Ahmad tidak tau jika Sinta benar-benar menyukainya.


Ternyata perlakuannya kepada Sinta dulu sangat keterlaluan, ia tidak pernah peduli kepada Sinta. Ia hanya menganggap Sinta pengganggu hidupnya dulu, karena memang Sinta selalu ingin tau dan mengikutinya kemanapun Ahmad pergi.


Hal itu membuat Ahmad risih karena selalu dibuntuti kemanapun ia pergi. Tapi sekarang Ahmad menyesal karena dulu telah menyia-nyiakan Sinta, jika ia tau maksud Sinta adalah untuk mengenalnya lebih dekat maka Ahmad akan menerimanya dengan baik.


" Maafkan saya Sinta, saya benar-benar tidak tau jika kamu menyukai saya. Mungkin jika kamu mau bicara baik-baik kepada saya, saya bisa menerima kamu. Saya juga bisa memberikan kamu kesempatan untuk mengenal saya lebih dekat, tapi sekarang sudah terlambat. Maafkan saya, saya benar-benar menyesal Sinta. Saya mohon lepaskan mereka semua, mereka tidak tau apa-apa. Ini salah saya Sinta jadi hukum saja saya tapi saya mohon lepaskan mereka" ucap Ahmad memohon maaf kepada Sinta atas perlakuannya dulu yang sangat keterlaluan.


Jujur Sinta masih mencintai Ahmad apalagi saat Ahmad mengatakan akan memberikannya kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat membuat hati Sinta luluh. Sinta tidak bisa marah melihat Ahmad menangis dan berlutut ditanah.


Cengkeraman tangan Sinta di leher Yuna pun mengendur dan Yuna bisa bernapas dengan normal lagi.


Perlahan Sinta melepas tangannya dari leher Yuna dan mulai mendekati Ahmad lalu membantu Ahmad berdiri. Ahmad hanya bisa menangis menyesali perbuatannya dulu kepada Sinta.


" Maafkan saya, maafkan saya" hanya kata maaf yang bisa keluar dari mulut Ahmad. Ahmad juga tidak berani menatap Sinta karena ia malu atas apa yang dia lakukan kepada Sinta.


" Apa benar kamu memberikan saya kesempatan untuk mengenal kamu lebih dekat? Atas dasar apa kamu melakukan ini apa karena kamu takut saya akan melukai orang yang kamu cintai itu" tanya Sinta kepada Ahmad


" Sebenarnya saya sedikit menaruh hati saya kepada kamu sejak kita duduk dibangku perguruan tinggi, saya menyukai kamu tapi saya tidak berani mengungkapkan perasaan saya kepada kamu. Saya takut ditolak" ucap Ahmad mengungkapkan perasaannya.


Tubuh Sinta lemas seketika mendengar pernyataan Ahmad. Sinta jatuh terduduk di depan Ahmad, ia tidak menyangka jika Ahmad akan membalas perasaannya walaupun sudah terbilang terlambat tapi Sinta merasa sangat senang.


Tapi dikepalanya masih bertanya lalu kenapa Ahmad menyukai Yuna jika ia menyukaiku.

__ADS_1


Bersambung. . .


Next? Like dulu dong🙏


__ADS_2