
Alia diantar pulang oleh Ahmad karena desakan dari Sinta yang juga ikut mengantarnya. Didalam mobil Alia hanya diam dan menatap keluar jendela. Sedangkan Sinta ia sibuk mencari perhatian kepada Ahmad. Tetapi Ahmad sama sekali tidak menghiraukannya. Akhirnya Sinta hanya diam dan memikirkan cara agar Ahmad bisa jatuh ke tangannya. Ia akan membuat Ahmad membenci Yuna. Dengan itu ia akan mudah masuk ke hati Ahmad jika ia sudah membuat posisi Yuna tersingkir dari dihatinya. Tapi itu akan sulit jika tidak meminta bantuan orang dalam. Sinta pun melirik bangku belakang, terdapat Alia yang sedang duduk melamun memperhatikan jalanan. Sinta pun menyeringai karena orang dalam yang Sinta maksud sudah berada dalam kendalinya. Itu artinya rencananya akan terlaksana dengan mudah.
Tak memerlukan waktu lama, mobil Ahmad kini sudah terparkir rapi di halaman sebuah rumah yang cukup mewah dan memiliki halaman yang cukup luas. Alia pun turun dibantu Sinta dengan membawakan barang Alia. Ahmad pun ikut turun untuk mengantar alia sampai di dalam rumah. Begitu mereka sampai didepan pintu ternyata seorang wanita sudah berdiri didepan pintu untuk menyambut kedatangan putrinya. Alia pun memeluk ibunya yang sangat ia sayangi. Alia adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya sehingga kedua orang tuanya sangat menyayangi Alia.
" Ibu..." ucap Alia begitu melihat wanita yang sangat ia sayangi berada didepannya. Alia pun langsung memeluk ibunya.
Lisa membalas pelukan Alia dengan hangat, ia sangat merindukan putrinya itu. Ia tak bisa berpisah lama dengan sang putri. Sejak kecil Alia selalu berada didekat Lisa, jika mereka tak bertemu dalam kurun waktu lebih dari satu hari mereka akan sangat saling merindukan.
Sinta pun tersenyum kepada Lisa saat Lisa melihatnya. Lisa tampak tidak suka kepada wanita dibelakang Alia, dilihat dari matanya ia sudah sangat menakutkan. Lisa pun melepas pelukannya dan menanyakan siapa kedua orang dibelakang putrinya.
" Alia kamu diantar siapa? Siapa mereka?" tanya Lisa kepada Alia
" Mereka itu guru disekolah, yang cantik ini namanya bu Sinta kalo yang ganteng ini dia pak Ahmad." ucap Alia memperkenalkan Sinta dan Ahmad kepada ibunya.
Lisa melihat Sinta tak suka karena ia merasakan aura yang berbeda dari Sinta. Ia pun memilih bersikap biasa saja dan menyuruh mereka untuk masuk. Namun Sinta dan Ahmad menolak karena mereka harus segera pulang untuk istirahat.
Lisa pun melepas mereka untuk pulang karena mereka juga pasti sangat lelah.
Alia pun masuk bersama Lisa saat mobil yang di kendarai oleh Ahmad melenggang pergi menjauh dari rumah mereka. Lisa pun mengajak Alia ke kamarnya agar Alia dapat istirahat. Lisa merasa heran saat melihat Alia pulang bersama dengan gurunya bukan bersama Yuna.
" Biasanya mereka selalu bersama, saat berangkat Yuna datang untuk menjemput Alia tapi kenapa saat pulang Yuna tidak ikut kesini. Mungkin Yuna lelah sehingga dia ngga kesini" batin Lisa karena tidak biasanya mereka tidak bersama.
" Kamu bersih-bersih dulu deh trus nanti turun yah, ibu mau buatin makanan kesukaan kamu." ucap Lisa lalu pergi meninggalkan Alia sendiri di kamarnya.
" Iya bu" ucap Alia
Alia pun memutuskan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebelum ia masuk kamar mandi seperti biasa ia akan membaca doa terlebih dahulu agar ia tidak diganggu oleh setan terkutuk seperti yang diajarkan oleh orangtuanya. Ia pun mencuci wajah, tangan serta kakinya. Tiba-tiba saja ia merasa seperti tersetrum aliran listrik kecil saat mencuci wajahnya. Ia pun terkejut karena tersetrum, karena penasaran Alia pun mencoba untuk menyentuh air yang ia gunakan untuk mencuci wajahnya. Namun ia tidak merasakan apapun.
__ADS_1
" Aduh kebanyakan halu nih" ucap Alia
Ia pun keluar dari kamar mandi dan turun kebawah menemui ibunya yang sedang memasak.
π π π π
Dalam perjalanan menuju rumah Sinta tiba-tiba Sinta muntah. Ahmad pun menghentikan laju mobilnya untuk melihat keadaan Sinta. Awalnya Ahmad mengira jika Sinta mabuk perjalanan tapi saat ia melihat lebih dekat Sinta bukan memuntahkan makanan di dalam perutnya namun darah.
" Sinta! Kamu kenapa?" tanya Ahmad khawatir melihat Sinta yang memuntahkan darah
Sinta pun bingung menjawab apa, karena ia sendiri pun tidak tau apa yang ia alami. Yang ia tau ia akan mengalami muntah darah jika aura hipnotisnya melemah atau gagal. Sinta pun ingat pada Alia.
" Apa yang anak itu lakukan sehingga menggagalkan semua tipuan yang sudah ku ciptakan dikepalanya" batin Sinta.
" Sinta! Kita kerumah sakit sekarang ya," ucap Ahmad karena melihat wajah Sinta yang semakin pucat dan darah yang terus keluar dari mulutnya.
" Nggak, nggak perlu. Kamu anter aku kerumah sekarang!" seru Sinta yang sudah tidak kuat dengan sakit yang ia rasakan karena segala tipu daya yang telah ia kirim gagal.
" Sekarang!" seru Sinta, ia merasakan sakit pada tubuhnya.
Ia hanya ingin pulang saat ini karena percuma jika ia dibawa ke rumah sakit. Pasti tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sakitnya. Satu-satunya obat adalah ia harus pulang ke rumah dan meminum ramuan yang sudah ia siapkan setiap kali ia akan mengirimkan kemampuannya kepada musuhnya.
Ahmad pun mengikuti keinginan Sinta untuk mengantarnya pulang ke rumahnya. Karena ia tidak mau terjadi apapun kepada Sinta saat dengan bersamanya. Dengan kecepatan tinggi mobil Ahmad melaju menuju rumah Sinta.
Sampai dirumah Sinta, mereka langsung turun namun Sinta melarang Ahmad untuk ikut masuk dan menyuruhnya untuk segera pulang. Sebenarnya Ahmad sangat khawatir karena ia tidak pernah melihat orang mengeluarkan darah begitu banyak dari mulutnya, tetapi menolak untuk dibawa kerumah sakit. Akhirnya Ahmad pulang karena ia tak mau ikut campur urusan Sinta. Bahkan ia tak ingin dekat-dekat dengan Sinta jika bukan karena terpaksa.
Begitu Sinta masuk kedalam rumah ia segera mengunci pintu dan memastikan bahwa Ahmad sudah pergi. Setelah itu ia pun masuk ke kamarnya untuk mencari ramuan penyembuh dari sakitnya itu.
__ADS_1
" Dimana ramuan itu, aku harus cepet nemuin ramuan itu dan meminumnya kalau ngga aku bisa mati karena ulah ku sendiri" ucapnya resah sambil mencari ramuan.
Badannya mulai lemah karena tak kunjung menemukan ramuan penyembuh sakitnya. Tapi ia yakin ramuannya ada di dalam rak buku di kamarnya.
" Astaga bagaimana mungkin aku lupa naro ramuan itu. Aku yakin ada disini.... ini dia, akhirnya ketemu juga" ucap Sinta senang karena ramuannya telah berhasil ia dapatkan. Ia pun segera meminum ramuannya agar badannya lekas membaik.
π π π π
Alia menemui ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur. Ia berniat untuk membantu memotong sayuran.
" Bu, Alia bantu ya.." ucap Alia sembari mengambil pisau di depannya.
" Ya sudah terserah kamu. Lagian ibu melarang kamu pun ngga ada gunanya" ucap Lisa
Alia pun memotong sayuran yang akan dimasak ibunya. Karena terlalu asik berbicara dengan Lisa, Alia sampai tidak fokus memotong sayur. Ia pun memotong jari telunjuknya yang memegang sayuran.
" Aaww..." seru Alia
Lisa yang mendengar seruan Alia pun langsung meninggalkan pekerjaannya yang sedang menyiapkan bumbu. " Aduh, hati-hati dong kan jadi luka kaya gini" ucap Lisa khawatir
Saat Lisa menyentuh darah ditangan Alia ia merasa ada yang tidak beres dengan Alia. Tapi ia tak tau apa yang terjadi dengan putrinya. Salah satu cara adalah menanyakannya kepada Yuna karena dia pasti tau semua tentang Alia.
Bersambung...
Jangan lupa like yaaπ
Ayo dong bantu suport novel ini biar makin seru lagi. Satu like dari kalian sangat membantu buat author.
__ADS_1
Author sebenernya bingung mau nglanjutin novel ini atau enggak soalnya pembaca novel ini ngga mau like dan komen. Coba dong kalian like kalau kalian suka, dan kalaupun ngga suka kalian bisa komen biar author tau kekurangan novel author ini apa aja.
Kalau udah Terimakasih banyakπ