
Kini di kediaman mama Fara dan papa Imran sangat ramai karena sudah banyak tamu yang berdatangan untuk menghadiri acara lamaran Rayya dan Ariq. Mempelai pria dan keluarganya sudah tiba tepat setelah ba’da isya. Ariq sudah di sambut dengan sangat baik dan penuh hormat oleh keluarga mempelai wanita.
Rayya di kamarnya pun sudah selesai di rias. Dia sudah tampil cantik dengan balutan kebaya modern yang pas dan cocok di tubuh nya. Tidak lama acara lamaran pun di mulai dan Rayya segera di persilahkan untuk keluar.
Nayya dan Zayya datang dengan kebaya mereka yang kembar dan segera mengapit Rayya membawa nya menuju pelaminan yang sudah tersedia. Di pelaminan di mana Ariq sudah menunggu.
Rayya segera berjalan perlahan sampai berada di dekat mama Fara dan papa Imran. Nayya dan Zayya yang mengapit nya segera menyerahkan Rayya kepada orang tua mereka. Lalu Nayya dan Zayya segera bergabung dengan anggota keluarga yang lain.
“Kamu cantik!” Ujar Risam memuji istrinya itu begitu Nayya duduk di samping nya. Nayya tersenyum lalu bergelayut manja di lengan sang suami.
“Mas juga tampan.” Balas Nayya. Risam pun tersenyum lalu mengusap kepala istrinya. Zayya yang melihat itu juga ikut tersenyum. Dia tersenyum melihat kebahagiaan di wajah kedua kakak nya.
Acara inti lamaran itu pun segera di mulai dan semua nya berjalan dengan sangat lancar tanpa hambatan apapun.
Di sana mama Fara memasangkan cincin di jari Ariq calon menantu kedua nya. Begitu juga sebalik nya ibu Aini segera memasangkan cincin di jari Rayya. Ibu Aini juga memasangkan gelang di tangan calon menantu nya itu.
Setelah prosesi lamaran itu berlangsung dengan sangat lancar kini acara di lanjutkan dengan foto bersama untuk mengabadikan momen.
Kini giliran Nayya dan Risam untuk mengambil foto bersama Rayya dan Ariq, “Selamat dek!” ucap Nayya memeluk adik nya itu.
“Terima kasih kak.” Ujar Rayya dalam pelukan kakak nya.
“Ariq, jaga adikku dengan baik. Aku percaya padamu.” Ucap Nayya kepada calon adik ipar nya itu.
“Tenang saja kakak ipar. Aku akan menjaga nya dengan baik.” balas Ariq tersenyum.
“Selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga Al Ayaan Ariq.” Ujar Risam.
“Terima kasih kak.” Balas Ariq.
Setelah mengucapkan selamat dan mengambil foto Nayya dan Risam pun segera turun dari pelaminan dan segera masuk ke dalam rumah untuk mengajak triplets mereka berfoto bersama juga dengan aunty mereka.
***
Dalam acara lamaran itu juga datang Farel, Rendi, Cloe dan Bella. Mereka segera menuju pelaminan dan mengucap selamat.
“Selamat bro!” ucap Farel dan Rendi kepada Ariq.
“Selamat sayang.” ucap Bella dan Cloe memeluk Rayya.
“Kamu sangat cantik.” Ujar Bella.
Rayya pun tersenyum, “Kalian juga cantik.” Balas Rayya.
“Selamat Rayya.” Ujar Farel kemudian dengan tersenyum.
Rayya pun mengangguk, “Terima kasih kak.” Balas Rayya.
Setelah itu mereka pun segera mengambil foto bersama untuk kenang-kenangan.
Setelah semua sesi foto bersama keluarga selesai dan seluruh rangkaian proses lamaran itu selesai. Para tamu undangan pun sudah ada yang pada pulang-pulang. Kini tinggal lah keluarga inti pihak Ariq dan juga pihak Rayya untuk membahas tanggal pernikahan keduanya.
“Kamu sangat cantik. Kebaya itu sangat pas dan cocok untukmu.” Ariq memuji dengan malu-malu.
__ADS_1
Rayya yang mendengar itu pun tersenyum malu, “Terima kasih. Ini pilihan kak Nayya.” Ujar Rayya.
Ariq pun mengangguk. Kedua nya saling bertukar cerita sambil menunggu keputusan tanggal pernikahan yang akhirnya setelah membicarakan nya dengan banyak pertimbangan pernikahan Ariq dan Rayya di tetapkan akan di laksanakan tiga minggu lagi.
***
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat, Rayya dan Ariq kedua nya sibuk dengan foto prawedding mereka serta persiapan yang lain. Rayya dan Ariq meminta Nayya untuk mendesain gaun dan kebaya yang akan Rayya pakai nanti saat menikah.
“Mas, menurut mas bagus gak?” tanya Nayya setelah dia mendesain beberapa model gaun, kebaya dan juga tuxedo.
Risam yang bermain dengan triplets pun segera mendekati meja istri nya itu dan melihat hasil rancangan istri nya yang seperti biasa selalu membuat nya takjub, “Cantik. Bagus!” ujar Risam.
“Beneran cantik kan mas? Mas gak bohong. Hanya untuk menyenangkan aku kan?” tanya Nayya seperti biasa nya juga selalu merasa tidak percaya diri jika itu menyangkut desain nya. Sebenar nya bukan tidak percaya diri hanya saja Nayya itu ingin perfect.
“Sangat cantik sayang. Beneran cantik. Untuk apa coba mas harus berbohong terkait desainmu. Jika kamu tidak percaya perlihatkan saja kepada Ariq dan Rayya. Mas yakin mereka juga akan menyukai nya. ” Ujar Risam.
Setelah mendengar perkataan suami nya, Nayya pun menjadi percaya diri dan mengirimkan foto hasil desain nya itu kepada Rayya.
Di sisi Rayya dan Ariq kini mereka yang sedang istirahat dari pengambilan gambar prawedding. Rayya segera membuka pesan yang di kirimkan oleh sang kakak dan dia tersenyum melihat hasil desain yang di kirimkan kakak nya itu. Sangat cantik dan sesuai selera nya.
“Kak!” panggil Rayya kepada Ariq.
Ariq pun segera mendekati calon istri nya itu dan mengangkat alis nya seolah bertanya, “Lihat!” Rayya segera memberikan ponsel nya kepada Ariq.
“Apa ini desain kakak ipar?” Ariq menanyakan itu setelah melihat beberapa gambar itu.
Rayya mengangguk, “Hum, dia baru saja mengirimkan nya. Bagus gak?” tanya Rayya.
“Kalau begitu, kita harus membawa nya ke butik yang membuat pakaian untuk kakak dan kakak ipar juga.” Ujar Rayya yang segera mengirim pesan kepada Nayya bahwa mereka menyukai nya dan akan segera membawa desain itu kepada tukang jahit langganan kakak nya.
Nayya di seberang sana pun tersenyum melihat balasan dari adik nya itu, “Kenapa tersenyum? Apa Rayya menyukai nya?” tebak Risam tanpa menatap istri nya itu.
Nayya mengangguk dan mendekati sang suami beserta ketiga buah hati mereka itu. Nayya segera melabuhkan satu kecupan lembut di pipi suami nya.
“Terima kasih selalu membuatku kepercayaan diri terkait desainku. Aku entah kenapa selalu merasa minder jika saat melihat desainku.” Ujar Nayya setelah mengecup pipi suaminya itu.
Risam pun segera menatap sang istri dan membawa Nayya ke pangkuan nya, “Kamu itu terbaik sayang. Jangan pernah merasa tidak percaya diri karena semua desain yang kau buat itu sangat cantik.” Ucap Risam lalu memeluk erat istri cantik nya itu.
“Emm, mas aku juga membuat desain untuk kita dan triplets. Lihat deh.” Ujar Nayya lalu mengambil hasil rancangan nya dan memperlihatkan nya kepada Risam.
Risam yang melihat itu pun tersenyum dan menyukai nya. Mereka pun mendiskusikan hal itu bersama. Komunikasi di antara kedua nya sangat terjalin dengan sangat baik dan erat sehingga rumah tangga yang mereka jalani berjalan harmonis tanpa masalah. Ada masalah yang mendera dalam rumah tangga mereka tapi kedua nya dengan cepat dapat menyelesaikan nya.
***
Tidak terasa waktu tiga minggu yang di tetapkan sebagai hari pernikahan Ariq dan Rayya berjalan dengan sangat cepat. Hari ini pernikahan itu akan di laksanakan. Pernikahan Ariq dan Rayya tetap di laksanakan di kediaman mama Fara dan papa Imran.
Semua persiapan pernikahan Rayya dan Ariq berjalan lancar tanpa hambatan apapun. Gaun dan kebaya Rayya hasil desain Nayya itu selesai tepat waktu tanpa drama yang lumayan berarti.
Kini Rayya sedang di rias. Selepas subuh Rayya memang sudah di rias oleh tim MUA yang di pakai oleh Nayya juga saat dia menikah. Pernikahan Rayya dan Ariq akan di laksanakan pukul 08.30 karena mengingat akan ada acara pedang pora setelah akad di laksanakan. Jika resepsi pernikahan Nayya dan Risam dulu di laksanakan malam. Untuk pernikahan Rayya dan Ariq kali ini di satukan dengan akad.
Nayya masuk sudah dengan kebaya cantik hasil desain nya sendiri ke kamar adik kedua nya itu, “Sangat cantik!” ujar Nayya.
“Kakak, aku gugup.” Rayya mengucapkan hal itu sambil diri nya sedang di pakaikan hijab.
__ADS_1
Nayya yang mendengar perkataan adik nya itu tersenyum, “Semua itu normal bagi setiap orang yang akan menikah dek. Semua pasti merasakan gugup yang lumayan berarti baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria. Semua sama-sama merasakan gugup. Itu normal kok yang terpenting jangan berlebihan. Sesiap apapun seorang gadis untuk menikah tetap pasti akan merasakan gugup jika sudah menjelang akad.” Ujar Nayya.
“Kak, kau temani aku di sini ya.” Pinta Rayya.
Nayya pun mengangguk, “Tentu saja dek. Untuk itu lah kakak datang ke sini. Akan menemanimu.” Ujar Nayya tersenyum.
Rayya yang mendengar jawaban kakak nya pun tersenyum dan dia pun diam karena proses pemasangan hijab membutuhkan konsentrasi yang ekstra agar hijabnya kece badai tidak letoy. Jadi Rayya pun memutuskan untuk diam yang terpenting kakak nya itu ada di sini akan menemani nya. Tidak lama juga Zayya itu masuk untuk menemani kakak kedua nya juga.
Singkat cerita, kini akad pernikahan itu akan segera di laksanakan. Pihak Ariq dan keluarga sudah tiba sejak kurang lebih setengah jam yang lalu. Tamu undangan juga sudah pada hadir.
Penghulu juga sudah datang dan kini sudah duduk di meja akad yang sudah di sediakan. Papa Imran dan Ariq pun sudah ada di meja akad dengan Ariq yang mencoba mengendalikan kegugupan yang melanda nya.
Papa Imran yang menyadari hal itu tersenyum. Dia paham dan mengerti bahwa calon menantu nya itu yang beberapa menit ke depan akan jadi menantu nya sedang di landa kegugupan.
Akad akan segera di laksanakan. Penghulu sudah bertanya kesiapan Ariq dan papa Imran yang langsung di jawab oleh kedua nya dengan sangat siap. Penghulu pun segera meminta papa Imran dan Ariq untuk saling berjabat tangan.
Papa Imran pun mengangguk dan segera menyalami tangan Ariq yang dingin. Papa Imran menggenggam erat tangan Ariq seolah memberi kekuatan kepada Ariq dan menatap Ariq bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
“Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ariq Emilio Hakim bin Hakim Adiguna dengan putri kandung perempuan saya yang bernama Rayyana Oktaviani Al Ayaan binti Imran Al Ayaan dengan mas kawin uang sebesar 100 juta rupiah dan 1 set perhiasan emas di bayar tunai.”
“Saya terima nikah dan kaminnya Rayyana Oktaviani Al Ayaan binti Imran Al Ayaan dengan mas kawin uang sebesar 100 juta rupiah dan 1 set perhiasan emas di bayar tunai.” Ucap Ariq dalam satu tarikan nafasnya.
“Gimana para saksi sah?” tanya penghulu dan langsung mendapat jawaban sah dari kedua saksi pernikahan itu dan semua tamu yang hadir dalam proses akad. Penghulu pun segera mendoakan pernikahan mereka itu.
Ariq mengucapkan rasa syukur sebanyak-banyaknya dalam lubuk hati nya karena akad pernikahan nya berjalan sangat lancar. Kini dia sudah resmi menyandang suami seorang gadis bernama Rayyana Oktaviani Al Ayaan.
Di kamarnya juga Rayya meneteskan air mata nya mendengar suami nya itu mengucap ijab qabul dengan lancar. Dia sudah resmi menyandang gelar sebagai nyonya Ariq Emilio Hakim. Dia sudah resmi menjadi seorang bhayangkari impian nya sejak kecil.
“Selamat dek!” ucap Nayya memeluk adik nya itu.
“Selamat kak!” ucap Zayya bergantian memeluk Rayya.
“Terima kasih!” balas Rayya tersenyum kepada dua saudari nya itu.
“Kak Rayya sudah resmi sebagai bhayangkari.” Ucap Zayya tersenyum senang.
Rayya pun tersenyum, “Ya sudah ayo kita temui suamimu itu.” Nayya mengatakan itu dengan tersenyum menggoda hingga membuat adik nya itu tersenyum malu.
Seperti pada lamaran, kini Nayya dan Zayya pun mengantar Rayya untuk menemui suami nya yang sudah menunggu kedatangan nya. Ariq tersenyum melihat istri nya yang sangat cantik. Ariq segera menyambut tangan Rayya dan Rayya pun segera mencium punggung tangan suami nya pertama kali dan di balas dengan kecupan lembut di kening Rayya.
“Ahh, Rayya sangat cantik.” Ucap Bella yang memang mereka juga ikut hadir di sana.
Farel yang mendengar ucapan istrinya itu tersenyum lalu membawa Bella ke pelukan nya, “Kamu juga cantik.” Ucap Farel menatap Bella.
Bella tersenyum, “Aku mengatakan Rayya kak bukan aku.” Ujar Bella malu di uji oleh suaminya ity. Yah, hubungan Bella dan Farel sudah berjalan seperti biasanya. Kedua nya sudah resmi menyandang sepasang suami istri pada umumnya. Kedua nya sudah berbagi jiwa maupun raga. Mereka sudah menyatu. Farel seperti janjinya akan mencintai istrinya itu.
“Hey, kenapa kalian yang justru romantisan di sini. Siapa sebenarnya pengantin nya di sini. Kalian atau Ariq dan Rayya?” goda Rendi.
Farel dan Bella pun tersenyum lalu mereka kembali fokus melihat Rayya dan Ariq yang kini sedang mengambil foto sambil memegang buku nikah.
Acara akad itu berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala. Semua tamu mengambil foto bersama pengantin untuk mengabadikan momen.
Ariq dan Rayya adalah pasangan yang beruntung. Itulah yang di katakan orang-orang. Rayya yang seorang bidan dan Ariq yang seorang polisi. Yah, Rayya sudah di terima bekerja namun dia baru masuk bekerja setelah menikah nanti. Semua orang mulai membandingkan Nayya dan Rayya begitu juga Risam dan Ariq. Mereka mengatakan bahwa Rayya yang lebih beruntung tapi Nayya tidak mempermasalahkan hal itu karena dia sudah menduga ini akan terjadi. Risam juga tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting istri dan mertuanya tidak mengatakan hal itu.
__ADS_1