
Sementara di dalam kamarnya, Nayya yang dari sebelum akad di laksanakan berzikir dan bersholawat untuk mengendalikan kegugupannya ikut terharu begitu mendengar kalimat sah dari semua orang di luar. Dia meneteskan air matanya karena kini dia telah resmi menyandang seorang istri dari seorang pria yang sudah dia pilih dan In Syaa Allah pria yang memang sudah di tuliskan menjadi takdirnya.
Rayya dan Zayya yang melihat kakak sulung mereka meneteskan air mata ikut terharu lalu memeluk lengan Nayya dan menghapus air mata di pipi kakak sulung mereka itu dengan tisu. MUA yang melihat itu juga segera membantu agar make up Nayya tidak berantakan.
Setelah itu kamarnya kini di buka di sana ada mama Fara dan mami Vega yang sepertinya datang menjemputnya untuk segera ke pelaminan menemui suaminya yang menunggu di sana. Mami Vega tersenyum melihat menantunya itu, dulu dia hanya bisa berhayal setiap kali datang periksa bahwa gadis di hadapannya ini akan jadi menantunya. Siapa yang menyangka bahwa hayalannya itu kini jadi nyata dan kini sudah resmi menyandang istri dari putranya dan menantunya.
Rayya dan Zayya segera membantu Nayya berdiri lalu menyerahkan kakak mereka itu kepada mama Fara dan mami Vega untuk menuju pelaminan. Rayya dan Zayya mengikuti kakak mereka itu dari belakang.
Di sana di meja akad, Risam menunggu dengan berdiri kedatangan istrinya itu yang kini dia tersenyum menatap istrinya yang di apit oleh mami Vega dan mama Fara. Risam terharu melihat istrinya itu, gadis yang sebulan lalu dia lihat dan kagumi kini sudah menjadi istrinya. Seorang gadis yang awalnya hanya dia kenal dari cerita orang yang beredar dan dia hanya menganggapnya angin lalu karena tidak mungkin ada gadis yang sesempurna dalam cerita yang beredar itu. Namun setelah mengenal gadis itu dia mengakui bahwa cerita yang beredar itu benar. Gadis yang kini sudah resmi menjadi istrinya itu adalah seorang gadis dengan banyak bakat dalam dirinya yang tentu saja bisa membuat siapa saja tertarik hanya mereka merasa minder seperti dirinya pada awalnya.
Nayya tersenyum menatap suaminya dan juga para tamu undangan yang hadir. Mata cantik Nayya itu tidak sengaja bertabrakan dengan mata mami Rana dan juga papi Riyad yang tentu saja di undang dalam pernikahannya. Nayya bisa melihat ada penyesalan di kedua wajah itu namun Nayya juga sudah memilih bahwa kini dia adalah istri dari seorang laki-laki yang bernama Abrisam Fauzi El Amin. Laki-laki yang datang kepada kedua orang tuanya dan melamarnya dengan segala keberaniannya dan juga cinta di mata pria itu untuknya. Laki-laki yang dengan mudahnya dia cintai itu dan membuatnya lupa bahwa di hatinya pernah mencintai seorang pria. Kini di hatinya hanyalah suaminya saja.
Mama Fara dan mami Vega segera menyerahkan Nayya kepada Risam. Nayya segera menyalami tangan suaminya itu dan mencium tangan suaminya untuk pertama kali. Itu adalah sentuhan pertama kali untuk keduanya hingga sentuhan itu menimbulkan sebuah getaran di hati keduanya.
Risam terharu menatap istrinya itu lalu setelah itu Risam mengecup kening Nayya dengan lembut dan tentu saja itu adalah adegan pertama kali untuk keduanya. Setelah itu keduanya segera bertukar cincin nikah lalu menandatangani semua berkas pernikahan mereka.
__ADS_1
Setelah semua rangkaian akad nikah itu selesai langsung di lanjutkan dengan acara sungkumen dan foto bersama dengan para keluarga dan juga tamu undangan yang hadir. Resepsi pernikahan keduanya akan di laksanakan malam nanti.
Setelah sesi foto bersama selesai dan semua rangkaian akad di nyatakan selesai dan tinggal beberapa tamu saja yang hadir. Nayya dan Risam sudah meninggalkan pelaminan itu dan kini keduanya sedang ada di kamar Nayya dalam suasana canggung.
“Emm, dek. Mas mau--” ucap Risam canggung.
“Mas mau apa?” tanya Nayya.
“I-itu mas gerah dek. Mas mau ganti pakaian.” Ucap Risam.
“Dek, mas canggung.” Ucap Risam akhirnya mengaku.
Nayya yang mendengar pengakuan suaminya itu pun tersenyum, “Sama mas. Nayya juga canggung. Sudah Nayya keluar dulu, Mas ganti pakaian aja dulu.” Ucap Nayya hendak keluar dari kamarnya.
Risam langsung menahan lengan istrinya itu, “Gak usah keluar dek. Seperti perkataanmu tadi kamu itu sudah menjadi istri mas. Jadi tidak ada yang mas sembunyikan darimu termasuk tubuh mas. Kamu berhak untuk semuanya.” Ucap Risam setelah berhasil mengendali kecanggungannya dan juga kegugupannya.
__ADS_1
Kini giliran Nayya yang canggung mendengar ucapan suaminya itu, “Mas!” ucap Nayya.
Risam tersenyum lalu menarik istrinya itu dalam pelukannya, “Kamu malu kan? Mas gak akan melihatmu jika kau malu. Jadi sembunyilah di dada mas untuk menyembunyikan wajah merahmu itu sayang.” ucap Risam memeluk istrinya.
Nayya sebenarnya malu dengan posisi ini tapi Risam adalah suaminya. Selain itu juga harus dia akui bahwa berada dalam pelukan suaminya itu nyaman sama seperti dia memeluk papanya. Setelah Nayya sudah tidak malu lagi dia melepas pelukan suaminya itu lalu tersenyum menatap wajah suaminya.
Risam tersenyum lalu melabuhkan kecupan di kening istrinya itu untuk kedua kalinya. Setelah itu Risam segera melepas pakaian untuk akadnya tadi. Risam karena kecanggungannya sampai lupa bahwa sebenarnya di balik pakaian akadnya itu dia memakai kaos.
Nayya juga melepas kebayanya di bantu oleh Risam. Nayya memang memakai gamis di balik kebayanya itu sehingga dia tidak malu melepas kebayanya di bantu oleh suaminya. Walau bagaimana pun dia tetap malu dengan Risam tapi dia sudah mengantisipasi hal ini sebelumnya dengan memakai gamis.
Setelah mengganti pakaian, Risam duduk di ranjang istrinya di mana di sana terletak seserahan untuk istrinya itu termasuk dengan maharnya sekalian. Nayya menghapus make up nya di lemari riasnya. Risam hanya mengamati saja apa yang di lakukan istrinya itu. Dia masih tidak menyangka bahwa saat ini dia berada sekamar dengan gadis yang di inginkan oleh banyak orang untuk menjadi menantu mereka.
“Dek, ayo kita sholat setelah akad dulu. Kita belum melakukannya.” Ucap Risam setelah melihat sang istri sudah selesai menghapus make up nya. Jujur saja menurut Risam tidak ada yang berubah dari istrinya itu. Dia tetap cantik walau tanpa make up sekalipun.
Nayya yang mendengar ucapan suaminya pun segera mengangguk lalu Nayya segera menuju kamar mandi untuk berwudhu lalu bergantian dengan Risam. Setelah itu Nayya menyiapkan tempat sholat untuk keduanya di kamarnya itu. Lalu sepasang suami istri baru itu melaksanakan sholat sunah dua rakaat setelah akad dengan Risam yang menjadi imamnya. Nayya sebagai makmumnya merasa damai di imami oleh suaminya itu. Imamnya mulai saat ini.
__ADS_1