
Kini Nayya dan Risam sudah berada di kamar mereka dan Nayya bisa melihat ada kesedihan di mata suaminya itu.
“Ada apa mas? Apa ada yang mengganggumu?” tanya Nayya.
“Sayang, mas gak tahu ternyata alasan di balik mami menyembunyikan bahwa dia punya kembaran itu ada rahasia besar yang sulit untuk di percaya. Masa iya seperti ada kutukan saja. Mas jadi takut sayang apa yang di ceritakan mami akan terjadi pada kita.” Ujar Risam.
Nayya pun tersenyum, “Sstt, jangan bicara begitu mas. Kita akan berusaha untuk menjaga anak kita dengan baik dan jika memang nanti itu tetap terjadi. Itu sudah menjadi bagian dari takdir. Kita harus berusaha dulu barulah menyerahkan semua keputusan kepada yang maha kuasa. Jangan takut dan khawatir. Semoga saja itu tidak akan terjadi kepada kita.” Ucap Nayya.
“Apa kamu tidak khawatir?” tanya Risam kepada sang istri karena Nayya itu terlihat santai dengan apa yang terjadi seperti tidak ada yang terjadi saja.
Nayya tersenyum mendapatkan pertanyaan dari suaminya itu, “Bohong jika Nayya mengatakan tidak takut dan khawatir. Nayya juga manusia biasa yang pasti khawatir jika harus menghadapi kenyataan itu. Tapi Nayya akan berusaha untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi. Kita akan berusaha untuk mencegahnya.” Ujar Nayya.
“Terima kasih sayang. Kamu hebat karena bisa menghadapi masalah begini dengan ketenangan. Mas beruntung memilikimu.” Ucap Risam. Nayya pun tersenyum mendengar ucapan suaminya.
“Kalau begitu. Nayya mau menulis dulu ya mas.” Izin Nayya.
Risam pun mengangguk, “Jangan lelah sayang. Jika lelah istirahatlah. Mas mau ke bawah dulu ada urusan sebentar dengan papa.” Ujar Risam lalu segera keluar kamar.
***
__ADS_1
Singkat cerita, kini tidak terasa usia kandungan Nayya sudah lima bulan. Kandungannya baik-baik saja tidak ada masalah apapun dan berkembang sesuai dengan usia kehamilan Nayya. Perut Nayya sudah membuncit karena memang mengandung kembar.
Nayya dan Risam kemarin baru saja dari dokter Erina untuk memastikan semuanya. Risam sangat menjaga Nayya begitu juga orang tua Nayya maupun orang tua Risam. Mereka semua over protektif kepada Nayya. Bahkan Rayya dan Zayya juga ikut-ikutan protektif kepada kakak sulung mereka itu. Apalai di tambah dengan mitos yang mengganggu keluarga itu.
Nayya menjalani kehamilannya dengan suasana hati yang bahagia. Dia tidak mempermasalahkan apapun. Semua kebutuhannya terpenuhi. Bahkan sebulan lalu sang suami baru saja panen dan Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan sehingga mereka sudah mulai membeli bahan-bahan untuk pembangunan rumah.
Nayya demi menjaga kandungannya dia sudah mengajukan cuti seminggu lalu. Dia ingin menjaga semuanya tetap baik-baik saja. Dia tidak ingin kekhawatiran dan ketakutan yang mengganggu keluarga akan bertambah buruk dengan dirinya yang masih bekerja.
“Nak, apa kamu merasa lelah?” tanya mama Fara kepada sang putri yang sedang makan siang itu. Nayya memang menikmati makan siangnya ini bersama mamanya sebab Risam masih sibuk dengan kebun yang sudah di tanami kembali.
“Lelah mah. Tapi Nayya menikmatinya. Tidak semua wanita bisa merasakan kehamilan ini. Ada banyak di sana yang ingin mengandung tapi Allah belum memberi. Jadi Nayya harus bersyukur untuk semuanya kan. Allah begitu maha baik kepada Nayya yang langsung memberi Nayya anak kembar. Jadi untuk apa Nayya harus mengeluh. Demi anak-anak, Nayya tidak akan merasa lelah. Terima kasih ya mah sudah melahurkan Nayya ke dunia ini. Kini Nayya mengerti dan bisa merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu dalam melahirkan garis keturunan untuk suami dan keluarga besarnya. Ucapan terima kasih Nayya tidak akan sanggup membalas pengorbanan yang mama lakukan. Tapi tetap saja Nayya akan mengucapkan terima kasih.” Ujar Nayya.
Nayya tersenyum, “Aku tahu apa yang menjadi kekhawatiran mama dan aku yakin bukan mama saja tapi seluruh keluarga. Aku juga khawatir tapi kekhawatiran tidak akan bisa menyelesaikan semuanya. Aku akan menghadapi kenyataan itu nanti. Aku hanya bisa berusaha dan berdoa agar apa yang menjadi kekhawatiran kita itu tidak akan terjadi padaku. Mitos itu akan terpatahkan.” Ucap Nayya.
Mama Fara pun tersenyum dan mengangguk, “Aamiin. Semoga saja tidak akan ada yang terjadi. Mama juga mendoakan hal itu untukmu.” Ucap mama Fara.
“Ya sudah jika begitu. Jangan khawatir lagi. Aku yakin doa kalian pasti akan di ijabah. Aku memiliki dua ibu sekarang dan keduanya mendoakan keselamatanku dan juga anak-anakku maka apa lagi yang harus aku khawatirkan. Kekuatan doa seorang ibu adalah yang paling kuat.” Ucap Nayya.
Mama Fara pun tersenyum, “Kau benar nak.” ucap Mama Fara menggenggam tangan putrinya itu. Nayya tersenyum lalu kedua wanita itu pun menikmati makan siang mereka dengan suasana bahagia.
__ADS_1
***
Dua bulan kemudian, kini di rumah mama Fara dan papa Imran di adakan syukuran 7 bulanan Nayya. Syukuran itu berjalan dengan hikmat dan lancar. Banyak yang hadir mendoakan yang terbaik untuk kehamilan dan proses bersalin Nayya nanti. Semua orang berbahagia.
Kandungan Nayya sudah sangat besar bahkan berat badan Nayya juga naik sekitar 10 kg karena efek kehamilan. Dia sering makan dan Risam pun selalu menuruti keinginan makannya. Tidak pernah dia larang. Namun walaupun berat badannya naik drastis, hal itu tidak menutupi aura cantiknya. Dia justru semakin cantik dan banyak yang berspekulasi bahwa dirinya mengandung bayi cewek.
Memang Nayya dan Risam tidak melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka itu. Nayya dan Risam ingin hal itu menjadi kejutan nanti. Acara syukuran 7 bulanan Nayya itu berakhir tepat sebelum zuhur.
“Mas, aku pengen lihat rumah kita.” Ucap Nayya setelah selesai melakukan sholat bersama sang suami.
“Kamu yakin?” tanya Risam.
Nayya mengangguk, “Iya mas. Aku ingin melihatnya.” Ucap Nayya.
“Baiklah. Jika memang begitu. Ayo ganti pakaian dulu dengan yang longgar. Kasihan baby kita pasti sesak itu.” ucap Risam.
Nayya pun tersenyum lalu mengambil pakaian longgarnya. Sebenarnya gamis yang di pakai Nayya itu juga sudah termasuk longgar hanya saja jika dia duduk maka akan terasa sesak.
Kini Nayya dan Risam sambil bergandengan tangan menuju tempat pembangunan rumah mereka yang sudah sekitar 50% itu pembangunannya. Nayya dan Risam memang membuat rumah yang besar dengan dua lantai.
__ADS_1
“Mas, aku ingin saat aku melahirkan nanti kita sudah tinggal di sini. Kira-kira bisa gak yaa mas.” Ucap Nayya tersenyum melihat rumah impiannya itu sudah jadi setengah.