
Kabar kepulangan penjelajah sudah didengar oleh Yuna dan teman-temannya. Yuna dan Alia masih dirawat ditenda PMR. Karena kondisi Alia tiba-tiba drop sehingga ia harus dirawat seperti Yuna.
Tasya, Silvi dan Andin pun setia menemani temannya yang sedang menjalani perawatan ditenda PMR. Mereka selalu ada saat Alia dan Yuna membutuhkan sesuatu. Yuna dan Alia sangat beruntung memiliki teman yang sangat baik dan perhatian.
________
Dijalan Abi selalu memikirkan Yuna, ia sangat khawatir dengan keadaan sang pujaan hatinya. Walaupun Yuna tidak tau Abi memiliki perasaan kepadanya, namun Abi tak akan menyerah memperjuangkan perasaannya kepada Yuna. Ia akan membuktikan bahwa ia pantas untuknya.
Berkali-kali ia terjatuh saat berlari karena ia tidak memperhatikan langkahnya, yang terpenting sekarang adalah ia harus tiba diperkemahan untuk melihat keadaan Yuna.
________
Diluar tenda Ahmad memperhatikan Yuna dan teman-temannya. Ia sangat senang bisa dekat dengan Yuna namun karena kecerobohannya ia membuat celah diantaranya dan Yuna.
" Kamu bodoh Ahmad, bodoh banget. Nanti kalo ketemu, Yuna gimana ya apa dia bakal jaga jarak sama aku karena kejadian tadi. Aduh dasar ceroboh!" Ahmad merutuki dirinya sendiri karena berbuat ceroboh yang akan merugikan dirinya.
Ahmad pun berlalu dari tempatnya melihat Yuna. Ia pergi ke tendanya sambil menunggu kedatangan rombongan penjelajah.
Beberapa menit kemudian Abi sudah berada diperkemahan, ia pun segera menuju tenda PMR. Begitu ia masuk disana tidak hanya ada Yuna saja namun ada keempat sahabatnya pula dan dua orang petugas PMR.
Melihat Abi masuk ke tenda kedua petugas PMR keluar. Alia yang sudah baikan juga mengajak ketiga sahabat barunya untuk ikut keluar, agar tidak mengganggu Abi yang sepertinya ingin bicara berdua dengan Yuna.
" Abi? Apa yang lain sudah datang? Terus kenapa bajumu kotor?" tanya Yuna kepada Abi begitu melihat pakaian Abi yang kotor dan basah, keringat menetes diwajahnya. Nafasnya pun terengah-engah seperti orang yang telah berlari jauh.
" Aku cuma sendiri, yang lain masih di pos peristirahatan. Ini... tadi ngga sengaja jatuh waktu jalan kesini. Oiya gimana keadaan kamu? Apa sudah baikan?" jawab Abi, ia tak ingin Yuna tau bahwa ia tadi berlari dan berkali-kali terjatuh karena mengkhawatirkannya. Ia juga bertanya keadaan Yuna.
" Kamu pasti lari kan? Kenapa ngga bareng yang lain aja? Aku udah baikan kok, kamu ngga perlu khawatir. Loh kaki kamu kenapa? Ini lukanya cukup parah, aku panggilin petugas PMR ya biar lukanya diobati." ucap Yuna, ia melihat luka memar dan sayatan di kaki Abi.
" Iya aku lari, soalnya aku khawatir sama kamu. Beneran udah baikan? Syukurlah kalau udah baikan. Cuma luka kecil ngga papa kok ngga perlu di panggilin petugas PMR." Abi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ia menolak tawaran Yuna yang akan memanggil petugas PMR untuk mengobatinya ia tak ingin terlihat lemah didepan Yuna.
__ADS_1
" Bener nih?"
" Iya ngga papa kok"
" Ya sudah lah"
Yuna menganggap Abi hanya khawatir karena mereka sudah kenal. Tapi kenapa sampai sebegitu khawatir, hingga lari dari pos peristirahatan sampai ke perkemahan bahkan ia sampai terjatuh. Yuna tak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius. Apalagi sampai berfikir bahwa Abi menyukainya.
Abi pergi dari tempat Yuna ke tendanya sendiri untuk mengganti pakaiannya yang kotor dengan pakaian barunya. Tentu saja ia pergi atas perintah Yuna. Ia tak akan pergi jika bukan Yuna yang memintanya. Karena ia datang kesana hanya untuk melihat keadaan Yuna.
Didalam tenda Abi melamun sambil senyum-senyum sendiri. Ia mengingat khawatirnya Yuna saat melihat luka dikakinya.
Ia senang mendapat perhatian dari Yuna. Sampai-sampai ia lupa akan mengganti pakaiannya.
π π π
Setengah jam kemudian rombongan penjelajah sudah sampai diperkemahan. Rombongan mereka dipimpin oleh pak Ridwan selaku kepala sekolah.
Sedangkan Azura ia memilih masuk ketenda untuk merencanakan cara agar ia tidak dicurigai oleh siapapun termasuk Yuna dan teman-temannya. Ia sangat cemas. Sampai kedua temannya pun ikut resah melihat Azura tampak aneh berbeda dari sebelumnya.
π π π
Yuna didalam tenda sendirian, karena keempat sahabatnya dan dua orang petugas PMR sudah meninggalkannya saat Abi datang. Dan sekarang Abi pun pergi sehingga ia sendirian didalam tenda.
Ahmad juga malu untuk menemui dan menemani Yuna, karena kejadian tadi membuat mereka canggung. Sehingga ia pergi menemui pak Ridwan yang baru kembali.
Pak Ridwan dan guru-guru lain mendatangi tenda PMR untuk melihat keadaan Yuna. Mereka ingin memastikan bahwa Yuna baik-baik saja. Mereka sangat takut terjadi sesuatu yang buruk kepada muridnya.
Mereka berjumlah 6 orang termasuk Ahmad, sedangkan pak Danu dan pak Indra tidak ikut karena mereka sudah tau keadaan Yuna. Ahmad disana hanya menemani pak Ridwan dan lainnya untuk melihat keadaan Yuna.
" Yuna, pak Ridwan ingin bertemu kamu," ucap Ahmad memberitahukan kedatangannya yang mengantar pak Ridwan bersama guru lainnya.
__ADS_1
" Ada apa ya? Apa saya ada buat salah? Sebelumnya saya minta maaf kalau saya ada salah" ucap Yuna takut jika ia telah melakukan kesalahan yang fatal sehingga membuat kepala sekolah mendatanginya
" Bukan, bukan saya kesini untuk melihat keadaan kamu. Saya sudah mendengar kabar tentang kamu dari pak Ahmad. Bagaimana keadaan kamu? Apa ada yang terluka atau sakit?" tanya Pak Ridwan kepada Yuna.
Ia sangat khawatir saat mendengar kabar dari Ahmad bahwa muridnya mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan. Tetapi ketika melihat kondisi Yuna yang sudah membaik dan Alia yang sudah bisa beraktivitas lagi membuatnya sedikit tenang.
" Saya sudah baikan pak, bahkan sudah sangat baik. Jadi bapak tidak perlu cemas." ucap Yuna menenangkan kecemasan pak Ridwan.
" Alhamdulillah jika kamu sudah baikan. Saya dengan kamu hampir jatuh ke jurang apa benar?" tanya Pak Ridwan penasaran dengan kejadian yang sebenarnya.
" Saya juga tidak tau pak. Saya hanya mengikuti arah yang ditunjukkan petunjuk arah." ucap Yuna jujur, ia tak mungkin berbohong
" Tapi saya tidak melewati jalan yang berujung jurang itu. Kenapa kamu bisa salah jalan? Apa kamu tidak sadar jika kamu mengambil jalur yang salah?" tanya Pak Ridwan seolah sedang menginterogasi pelaku kejahatan.
" Saya sama sekali tidak tau tentang hal itu, tapi saya yakin seratus persen jika saya sadar. Bapak juga bisa menanyakan hal itu kepada teman saya yang lain. Mereka juga ikut bersama saya jadi mereka tau persis apa yang terjadi, khususnya Alia. Bapak tanya saja kepadanya dia lebih tau apa yang terjadi karena dia ikut menjadi korban seperti saya saat kejadian." jelas Yuna kepada pak Ridwan.
Yuna mulai merasa tidak enak dengan kedatangan pak Ridwan. Ahmad bilang ia datang untuk melihat keadaannya namun kenapa ia malah seperti sedang menginterogasinya. Seolah dia lah yang menjadi pelaku disini, padahal ia adalah korban.
Bersambung...
Hai Pembaca Novel Kepastian Cinta, author mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H
TAQOBALALLOHU MINNA WA MINKUM
MINAL AIDIN WAL FAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN πππ
Author juga mau minta maaf karena cuma bisa update satu episodeπ
__ADS_1
Selamat membacaπ