
Singkat cerita, kini Nayya dan Risam sudah tiba di kediaman orang tua Nayya tentunya dengan mobil masing-masing.
Mereka langsung di sambut oleh mama Fara dan papa Imran, “Wah, cantik.” Ucap mama Fara memuji mobil sang putri.
“Terima kasih mah atas pujiannya.” Ucap Nayya lalu menyalami tangan mama dan papanya itu. Risam pun mengikuti menyalami tangan calon mertuanya itu.
Setelah itu mereka segera masuk ke dalam dan kembali di ajak makan malam bersama. Barulah setelah selesai makan malam Risam pamit pulang, “Hati-hati di jalan mas.” Ucap Nayya mengantar calon suaminya itu ke depan.
Risam mengangguk sambil tersenyum, “Mas pamit ya dek.” ucap Risam lalu segera masuk ke mobilnya dan tidak lama segera meninggalkan halaman rumah Nayya pulang ke rumahnya.
Sebenarnya Nayya dan orang tuanya sudah menawari Risam untuk menginap saja dan baru besok pagi kembali namun Risam menolaknya. Bukan karena tidak ingin menginap hanya saja dia ingin merencanakan sebuah kejutan untuk calon istrinya itu.
***
Dua hari berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa pernikahan tinggal 8 hari lagi, kemarin Nayya dan Risam mereka sibuk dengan urusan undangan di percetakkan Nayya tentunya dari pagi sampai malam.
Hari ini mereka ada jadwal melakukan prawedding. Mereka mengambil tema indoor karena mengingat sekarang sedang musim panas. Keduanya memilih prawedding dengan pakaian casual saja tanpa terikat dengan adat dan budaya apapun.
Kini mereka sudah berada di tempat pengambilan foto, mereka mengambil foto prawedding sekalian juga dengan foto yang akan mereka gunakan di buku nikah.
__ADS_1
Tepat setelah zuhur sesi foto itu selesai, kini di lanjutkan dengan sesi istirahat dan sholat sebelum keduanya undur diri menuju kantor agama untuk mengantar berkas pernikahan mereka.
Nayya dan Risam memang aktif dalam persiapan pernikahan mereka ini karena keduanya ingin merasakan proses yang mereka lalui menuju penyatuan ikatan cinta yang halal.
“Mas, akhirnya selesai juga yaa prawedding yang melelahkan.” Ucap Nayya tersenyum sambil memeriksa kembali berkas yang akan mereka antar ke kantor agama.
Risam tersenyum lalu mengangguk. Memang melelahkan tapi dia bahagia karena semua proses itu dia lalui bersama gadis yang dia cintai jadi semuanya tidak terasa, “Mas!” panggil Nayya.
Risam yang fokus menyetir melirik sekilas ke arah Nayya, “Mas, gak keberatan kan dengan semua pilihanku ini? Mas terlihat hanya setuju-setuju aja dengan keputusanku.” Ucap Nayya.
Risam menggeleng, “Saya gak keberatan sama sekali dek dengan pilihanmu karena apa yang kau pilih sama dengan apa yang ingin saya pilih juga.” Ujar Risam.
Risam tersenyum mendengar perkataan Nayya. Sepertinya calon istrinya itu memiliki indra ke enam karena bisa membaca apa yang dia pikirkan atau memang semua wanita memiliki hal seperti itu, “Mas, akui bahwa mas ingin kita mengambil foto prawedding outdoor tapi setelah mas pikir-pikir lagi hal itu bisa di lakukan nanti setelah kita menikah agar bisa mengambil foto postwedding. Selain itu juga mas memikirkan cuaca panas yang mungkin akan menganggu kita nanti. Jadi sebenarnya mas juga setuju dengan keputusanmu karena mas memang gak keberatan sama sekali. Selain itu juga waktu yang di butuhkan jika harus mengambil foto tema outdoor pasti butuh waktu yang lebih dari pengambilan foto tema indoor sementara kita di kejar waktu. Jadi mengambil foto tema indoor sepertinya memang pilihan yang terbaik.” Ucap Risam.
“Tapi mas memang gak keberatan kan? Aku gak mau menjadi istri yang mendominasi mas. Karena pada hakikatnya suami itu adalah nahkoda untuk istri dan anak-anaknya nanti. Aku takut jika--”
“Sttss, Mas gak merasa kau dominasi dek. Kita bisa mengambil foto tema outdoor nanti setelah kita menikah, dengan begitu juga pengambilan fotonya tidak ada yang perlu kita khawatirkan untuk tidak bisa bersentuhan satu sama lain.” Ujar Risam. Yah, Nayya dan Risam mengambil foto prawedding tanpa ada sentuhan sama sekali karena keduanya sangat menjaga syariat. Keduanya bahkan pergi berdua selalu menggunakan mobil dengan kondisi jendela yang terbuka karena tidak ingin ada fitnah.
Nayya pun tersenyum mendengar ucapan calon suaminya itu, “Baiklah kita lakukan itu saat post wedding nanti.” Ucap Nayya kembali semangat. Risam pun mengangguk menyetujui.
__ADS_1
Tidak lama mereka segera tiba di kantor agama lalu keduanya segera melakukan pendaftaran dan mengisi semua formulir yang harus keduanya isi.
***
Keesokkan harinya, Nayya dan Risam tidak bertemu satu sama lain. Nayya sibuk dengan aktivitas di rumahnya begitu juga dengan Risam yang dari tadi pagi gak menghubunginya sama sekali. Padahal biasanya sebelum subuh calon suaminya selalu mengirimkan pesan untuknya tapi hari ini tidak sama sekali.
Nayya pun bahkan tidak mendapatkan ucapan sama sekali dari orang tuanya kecuali kedua adiknya yang sudah dari semalam mengucapkan ulang tahun kepadanya. Yah, Nayya hari ini berulang tahun yang ke 27 tahun.
“Nay, tolong dong mama butuh tepung nih tapi mama sibuk untuk mengambil di minimarketmu. Bisa gak kamu tolong mama.” Ucap mama Fara begitu melihat Nayya keluar dari kamarnya.
Nayya yang sedih karena tidak mendapatkan ucapan apapun dari kedua orang tuanya itu padahal biasanya merekalah adalah orang nomor satu hanya bisa mengangguk, “Baik, nanti Nayya ambilkan deh. Sekalian juga Nayya mau memeriksa minimarket dan rumah di sana.” Ucap Nayya.
“Okay. Makasih ya sayang. Ohiya sekalian juga dengan gula dan susu bubuk ya nak.” ucap mama Fara.
Nayya lagi-lagi mengangguk, “Mah, apa mama tidak melupakan sesuatu hari ini?” tanya Nayya kepada mamanya itu.
Mama Fara pun berpikir mengenai hal yang dia lupakan hari ini, “Memangnya ada apa nak dengan hari ini?” tanya mama Fara balik.
Nayya yang mendengar pertanyaan balik dari mamanya itu pun menggeleng, “Gak ada apa-apa mah. Sudah dulu yaa, lebih baik Nayya siap-siap dulu mau ke minimarket.” Ucap Nayya lalu kembali ke kamarnya. Mama Fara tersenyum melihat punggung putrinya itu yang menghilang di balik pintu.
__ADS_1
Nayya di kamarnya menatap kalender yang ada di meja dekat ranjangnya. Tanggal yang sudah dia lingkari itu, “Mama dan papa mungkin terlalu banyak kegiatan hingga lupa hari ini.” ucap Nayya mengusap tanggal kelahirannya itu. Tepat 27 tahun lalu dia di lahirkan ke dunia ini menjadi putri pertama dari Imran Al Ayaan dan Fara Lusiana. Bagi Nayya ulang tahun bukan suatu masalah besar namun karena sudah terbiasa mendapat ucapan dari mama dan papanya itu dan kini untuk pertama kalinya tidak ada ucapan sama sekali sudah tentu membuatnya merasa sedih.