Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
63


__ADS_3

Kini Nayya sudah selesai berganti pakaian dan Risam yang memang tidak akan pergi ke kebun hari ini pun dia hanya tersenyum melihat Nayya yang sudah siap dengan pakaian kerjanya itu, “Hari ini mas yang akan mengantarmu.” Ucap Risam.


Nayya pun tersenyum lalu mengangguk, “Bukankah memang begitu.” Ujar Nayya. Memang benar Nayya selalu di antar jemput oleh suaminya itu jika Risam tidak ke kebun.


Risam pun hanya tersenyum menanggapi ucapan sang istri lalu keduanya segera keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Nayya tersenyum melihat mama dan papanya yang sudah ada di minimarket dan juga papanya sibuk dengan pembersihan tempat pengambilan pupuk.


Nayya segera mendekati sang mama, “Mah, Nayya pamit dulu ya.” Ucap Nayya lalu mengecup punggung tangan sang mama. Setelah itu dia mengambil tangan sang mama dan dia arahkan ke perutnya.


Mama Fara pun tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh putrinya, “Mama akan berdoa bahwa kamu segera hamil.” Ucap mama Fara mengusap lembut perut putrinya itu.


Nayya dan Risam yang mendengar itu pun tersenyum lalu mengaminkan ucapan mama Fara itu. Mereka bukan tidak ingin memberi tahu kepada keluarga namun mereka ingin memastikannya terlebih dahulu dengan USG. Setelah semua pasti maka mereka pasti akan memberitahukannya kepada seluruh keluarga walaupun saat ini Nayya dan Risam sudah yakin bahwa Nayya sedang mengandung buah cinta mereka. Setelah berpamitan kepada mama Fara, Nayya dan Risam melanjutkan berpamitan kepada papa Imran.


“Pah, Risam akan membantu nanti. Tapi Risam mau mengantar istri dulu.” Ucap Risam berpamitan kepada papa mertuanya itu.


Papa Imran pun tersenyum lalu mengangguk, “Yah antar lah dulu istrimu itu.” ucap papa Imran.


“Aku juga putrimu pah.” Timpal Nayya.


Papa Imran pun tersenyum, “Kau benar nak. Kau tetap putriku. Tapi kan juga benar bahwa kau adalah istrinya.” Ucap papa Imran.


Setelah selesai berpamitan kepada semuanya. Pasangan suami istri itu pun segera naik mobil dan Risam segera melajukannya menuju puskesmas di mana tempat sang istri bekerja. Risam sebenarnya ingin Nayya tidak bekerja. Tapi hal itu dia tidak lakukan karena dia tahu itu dunia istrinya dan dia akan berdosa jika melarang istrinya itu berhenti bekerja sementara pekerjaan istrinya itu sangat mulia. Selain itu juga istrinya itu sudah susah payah meraih gelarnya sebagai seorang perawat dan mertuanya juga sudah susah payah membiayai pendidikan putrinya. Maka untuk itu pun dia akan tetap mengizinkan istrinya bekerja yang terpenting istrinya tidak kelelahan.


Sekitar sepuluh menitan saja, kini Nayya sudah tiba di puskesmas. Risam pun segera turun dan membukakan pintu untuk istrinya itu, “Jaga diri dan jangan kelelahan sayang.” pesan Risam.

__ADS_1


Nayya pun mengangguk lalu dia segera berpamitan kepada suaminya itu dan segera masuk ke dalam puskesmas. Risam pun segera pulang begitu memastikan bahwa istrinya itu sudah masuk ke dalam.


***


Kini Nayya setelah menyelesaikan pekerjaannya untuk hari ini. Dia pun meraih ponsel dan menelpon dokter Elvie, “Halo, Assalamu’alaikum dok!” salam Nayya begitu sambungan telepon tersambung.


“Wa’alaikumsalam nak. Ada apa? Apa ada masalah dengan di puskesmas?” tanya dokter Elvie.


Nayya menggeleng walaupun tidak dapat di lihat oleh dokter Elvie, “Puskesmas baik-baik saja dokter. Tidak ada masalah sama sekali. Hanya saja Nayya butuh bantuan dokter. Ini masalah pribadi.” Ujar Nayya hati-hati.


“Masalah pribadi? Ada apa nak? Apa ada yang bisa dokter bantu? Apa ada keluargamu yang sakit?” tanya dokter Elvie beruntun.


“Ehh keluarga Nayya Alhamdulillah sehat-sehat dokter. Hanya saja Nayya hari ini bersama suami berencana ingin menemui dokter kandungan. Apa dokter punya kenalan? Nayya bisa meminta nomor dokter itu atau siapa saja yang bisa di hubungi. Nayya ingin membuat janji temu.” Ujar Nayya.


Dokter Elvie di seberang tersenyum, ”Apa kau sedang hamil nak? Apa ada kabar baik?” tanya dokter Elvie balik.


“Wah selamat nak. Ahh dokter senang mendengarnya. Tenang saja nak. Kenalan dokter tentu saja punya. Tenang saja biar dokter yang akan menghubungi dokter dan membuat janji untukmu. Kamu akan kesini sore kan?” tanya dokter Elvie.


“Iya dokter. Setelah pulang In Syaa Allah kami akan segera kesana.” Jawab Nayya.


“Ya sudah jika begitu. Kau tenang saja nak. Dokter yang akan membuatkan janji temu untukmu. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya.” Ujar dokter Elvie senang.


“Terima kasih dokter. Tapi apakah tidak merepotkan dokter?” tanya Nayya.

__ADS_1


“Merepotkan apanya. Sama sekali gak repot nak. Dokter justru sangat senang karena bisa membantumu.” Ucap dokter Elvie.


Nayya pun tersenyum lalu dia kembali mengucapkan terima kasih dan tidak lama setelah itu sambungan telepon pun segera terputus karena dokter Elvie juga masih punya beberapa janji temu dengan pasiennya.


***


Singkat cerita, kini Nayya sudah waktunya pulang dan Risam pun sudah menunggu Nayya di depan. Nayya pun begitu keluar dari puskesmas langsung tersenyum melihat suaminya yang sudah menunggu dan membukakan pintu mobil untuknya. Nayya segera menghampiri suaminya dan menyalaminya, “Terima kasih sudah menjemput Nayya.” Ujar Nayya.


Risam pun tersenyum lalu mengusap kepala istrinya itu dengan lembut dan segera menutup pintu mobil begitu memastikan bahwa Nayya sudah masuk mobil lalu dia pun segera naik juga ke dalam mobil dan tidak lama mobil pun segera melaju menuju ruko meninggalkan puskesmas itu. Yah Nayya dan Risam sebelum ke rumah sakit mereka memutuskan untuk mengganti pakaian terlebih dahulu karena tidak mungkin Nayya pergi menggunakan pakaian kerjanya.


“Apa lelah?” tanya Risam.


Nayya menggeleng, “Gak kok mas.” Jawab Nayya.


Risam pun tersenyum, “Ohiya, mama buatin sup untukmu sayang.” ucap Risam.


Nayya mendengar itu pun tersenyum, “Wah, Nayya gak sabar ingin mencicipinya.” Ucap Nayya bahagia.


Risam pun tersenyum melihat istrinya itu yang bahagia hanya karena di buatkan sup saja. Ternyata semudah itu membahagiakan seorang istri. Kunci kebahagiaannya adalah kenyamanannya. Jika dia nyaman maka semuanya akan mudah.


Tidak lama kini keduanya sudah tiba di ruko dan seperti perkataan sang suami begitu Nayya naik ke lantai dua aroma sup buatan sang mama sudah menguar ke indra penciumannya. Nayya pun segera mendekati kedua orang tuanya. Papanya yang duduk di meja makan sementara sang mama yang sibuk menyajikan sup.


“Wah enak nih.” Ucap Nayya lalu menyalami keduanya orang tuanya itu di susul sang suami di belakangnya.

__ADS_1


Mama Fara pun tersenyum, “Kalau enak. Ayo cicipi sayang.” ucap mama Fara.


Nayya pun mengangguk lalu dia segera meletakkan tas di sofa dan segera mencuci tangan dan ikut menikmati sup buatan sang mama itu bersama kedua orang tuanya dan suaminya. Nayya menghabiskan dua mangkuk sup. Mama Fara, Papa Imran dan Risam yang melihat itu hanya tersenyum senang.


__ADS_2