Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
76


__ADS_3

Nayya dan Risam yang mendengar ucapan dokter Elvie itu pun tersenyum, “Apa hal ini yang membuat dokter terburu-buru datang?” tanya Nayya.


Dokter Elvie mengangguk lalu segera menatap ketiga buah hati Nayya dan Risam itu dengan tatapan berbinar. Jujur saja dokter Elvie langsung jatuh cinta dengan putri Nayya dan Risam itu yang sangat cantik dengan mata abu-abunya, “Tentu saja nak. Jika tidak cepat kesini maka dokter pasti tidka sempat melihat dan bertemu dengan ketiga cucuku ini sebelum pulang mana dokter lagi pasti akan lama tidak bertemu mereka.” ujar dokter Elvie.


“Nak, dokter ingin menggendong putrimu. Tenang saja dokter sudah memastikan sebelum datang ke sini sudah steril sehingga In Syaa Allah putri cantikmu ini tidak akan terjangkit virus.” Ujar dokter Elvie.


Nayya dan Risam pun tersenyum mendengar ucapan dokter Elvie, “Silahkan dokter. Jika memang ingin menggendongnya.” Ucap dokter Elvie.


Dokter Elvie pun segera menggendong Floella itu di gendongannya, “Ahh cantiknya putrimu ini nak. Kenapa dia memiliki bola mata abu-abu padahal kalian tidak memilikinya. Dia sangat cantik dengan bola matanya ini.” ujar Dokter Elvie mengagumi kecantikan putri Nayya dan Risam itu.


“Kami juga gak tahu kenapa itu bisa terjadi dokter.” Ujar Nayya.


“Siapa namanya dulu nak? Dokter lupa.” Ujar dokter Elvie sambil mengingat siapa nama putri Nayya itu.


“Dia Floella Qalessa Al Ayaan dokter.” Jawab Risam.


“Ah iya itu. Floella. Namanya sulit. Dokter akan memanggilnya Flower saja karena dia sangat cantik lalu di kelilingi oleh kedua saudara kembar laki-lakinya yang pastinya akan menjaganya nanti.” Ujar dokter Elvie.

__ADS_1


“Hmm, gak apa-apa kan nak dokter memanggilnya begitu? Tenang saja hanya dokter yang akan memanggilnya begitu.” Ucap dokter Elvie kemudian.


“Panggil saja dia Qalessa dokter.” Ujar Nayya tidak menyetujui bahwa putrinya itu di panggil Flower.


Dokter Elvie pun tersenyum mendengar penolakan halus yang Nayya lakukan, “Baiklah nak. Dokter akan memanggilnya begitu.” Ucap dokter Elvie.


“Maafkan Nayya dokter yang menolak nama yang di berikan dokter untuknya. Nayya hanya ingin dia di panggil dengan nama yang sudah kami beri.” Ujar Nayya merasa bersalah.


Dokter Elvie kembali tersenyum, “Tenang nak dokter mengerti kok. Jangan merasa bersalah karena dokter tidak tersinggung sama sekali. Memang jika pun dokter di posisi yang sama dengan dirimu pasti akan melakukan hal yang sama juga. Dokter juga pasti ingin anak dokter di panggil dengan namanya yang sudah kami berikan.” Ujar dokter Elvie.


Nayya dan Risam pun tersenyum mendengar ucapan dokter Elvie itu. Setelah sekitar 20 menit dokter Elvie menggendong Floella akhirnya dokter Elvie pun segera keluar dan kembali ke ruangannya berhubung juga dia harus segera menemui pasiennya yang sudah menunggu dan melakukan antrian.


“Mereka baru saja kembali tidur kak. Tadi mereka bangun sekiatr setengah jam lalu.” Ujar Nayya.


“Wah kebiasaan. Selalu saja jika kedatangan aunty kalian selalu tertidur. Hmm, sepertinya aunty harus merahasiakan kedatangan aunty agar kalian tidak tahu kedatangan aunty.” Ujar Adiba bicara dengan ketiga keponakannya itu yang terlelap dalam tidur mereka.


“Sudahlah Diba. Kita pulang saja. Kamu gak usah drama dan melakukan hal seperti itu kepada cucu papi nak. Jangan mengibarkan perang kepada mereka.” ujar papi Lutfi.

__ADS_1


“Ish papi aku ini tidak sedang mengibarkan bendera perang kepaada mereka. Mana mungkin aku melakukan itu jika aku saja jatuh cinta pada ketiga anak adikku ini yang sangat tampan dan cantik. Kedua putra Risam mengikuti garis wajahnya sementara untuk putri cantik mereka mengikuti garis wajah Nayya yang cantik. Tapi yang membuatku heran itu kenapa mereka memiliki bola mata yang beda dengan Risam dan Nayya. Abu-abu dan biru.” Ujar Adiba pusing memikirkan hal itu.


“Sudahlah kenapa memikirkan hal yang gak penting. Yang terpenting mereka sangat sehat dan apa yang kita khawatirkan dan takutkan tidak terjadi. Seharusnya kita bersyukur bahwa mereka memiliki bola mata yang langka yang hanya di miliki beberapa orang saja. Lagian hal itu sangat cocok dengan mereka dan justru menambah pesona ketiga cucuku.” Ujar papi Lutfi.


Adiba pun hanya mendelik pada papinya itu, “Ish gak usah di perjelas juga ya pih jika mereka itu cucumu. Tanpa kau katakan pun aku tahu mereka itu cucumu. Cucu kesayanganmu.” Ujar Adiba.


“Jangan begitu kak. Akhtar juga adalah cucu kesayangan mami dan papi.” Ujar Risam tidak ingin sang kakak itu tersinggung dengan perkataan ayahnya.


Adiba tertawa mendengar perkataan adiknya itu, “Hahahah,, dek apa kau pikir kakak tersinggung dengan ucapan papi. Jika memang kau berpikir begitu maka itu salah besar sebab kakak tidak tersinggung sama sekali. Kakak yakin Akhtar pun cucu kesayangan mereka.” ucap Adiba.


“Maaf nih apa bisa kita pulang saja. Nayya ingin segera berbaring di ranjang empuk Nayya yang ada di rumah.” Ucap Nayya tidak ingin ada masalah yang terjadi antara suami dan kakak iparnya itu.


Adiba dan Risam pun tersenyum mendengar pengalihan Nayya itu. Nayya adalah orang yang tidak menyukai masalah terjadi. Dia selalu melakukan pencegahan untuk masalah. Prinsipnya adalah jika masih bisa di cegah kenapa tidak di coba dari pada nanti menjadi masalah besar yang nantinya akan sulit di cegah, “Tenang saja adik ipar cantikku. Aku tidak akan berkelahi dengan adikku ini.” ujar Adiba.


“Sudah-sudah ahh kita pulang saja.” ucap papi Lutfi.


Setelah itu mereka pun segera bersiap pulang. Adiba segera menggendong putra bungsu Nayya dan Risam sementara Nayya menggendong putrinya dan Risam menggendong putranya yang lain. Akhirnya setelah drama yang cukup lama terjadi di dalam ruangan perawatan tadi kini mereka bisa pulang.

__ADS_1


Papi Lutfi segera melajukan mobilnya pulang meninggalkan parkiran rumah sakit setelah memastikan tidak ada lagi yang tertinggal.


Sekitar kurang lebih satu jam dalam perjalanan, akhirnya mobil itu pun tiba di kediaman mama Fara dan papa Imran yang ternyata segera di sambut oleh mama Fara dan mami Vega di pintu. Mereka segera mengambil alih bayi yang ada dalam gendongan Nayya dan Risam dan segera membawa masuk. Acara penyambutan sekaligus dengan syukuran atas kelancaran proses persalinan Nayya itu pun sudah siap tinggal menunggu kepulangan Nayya dan Risam beserta ketiga buah hati mereka itu yang sudah di tunggu-tunggu dari tadi.


__ADS_2