Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
47


__ADS_3

Nayya keluar dari kamar mandi dengan batrobe-nya lalu memandangi seluruh ruangan kamarnya untuk mencari keberadaan suaminya itu tapi tak dia temukan, “Mungkin sudah keluar kamar.” Ucap Nayya.


Nayya pun fokus mengganti pakaiannya lalu setelah selesai dia segera keluar kamar dan menuju dapur di mana di sana ada mamanya dan juga para keluarga yang lain, “Wah, pengantin baru kesiangan nih.” Goda saudara jauh mamanya.


Nayya hanya tersenyum begitu juga dengan mama Fara, “Mah, Nayya bisa bantuin apa? Maaf Nayya telat. Ketiduran tadi.” Ujar Nayya.


“Sudah gak apa-apa sayang. Kami mengerti kok. Semua sudah siap. Kita tinggal sarapan aja.” Jawab mama Fara.


“Wajar lah pengantin baru bangun telat kan lelah.” Ucap saudara jauh mamanya itu lagi.


Nayya hanya tersenyum, “Gak lelah bibi. Nayya hanya gak di bangunin suami Nayya saja. Dia tidak tega katanya. Lagian juga Nayya sedang udzur jadi gak masalah bangun telat dan tidak sholat.” Ucap Nayya.


Mama Fara dan keluarga yang lain pun kaget mendengar perkataan Nayya itu, “Jadi belum sayang?” tanya Mama Fara.


Nayya tersenyum lalu menggeleng, “Jadi kalian semua berpikir Nayya sama mas Risam sudah. Ahh pikiran kalian kotor semua. Nayya kedatangan tamu kemarin pass bangun setelah tidur siang.” Ujar Nayya.


“Wah kasihan menantu kami itu.” ucap saudara jauh mama Fara itu.


Mama Fara pun hanya bisa tersenyum, “Sudahlah lebih baik sekarang ajak suamimu dan yang lain untuk sarapan.” Ujar mama Fara.


Nayya pun mengangguk lalu dia segera menuju ke depan untuk mencari suami dan papanya itu, “Pantas saja cara berjalannya itu biasa saja.” ujar saudara jauh mama Fara itu lagi. Mama Fara hanya tersenyum mendengar ucapan saudaranya itu.


***


Singkat cerita, kini Nayya dan Risam sudah selesai sarapan bareng keluarga dan semua keluarga pihak wanita segera bersiap untuk ke rumah mempelai pria karena acara ngunduh mantu yang akan di laksanakan sore ini.


Mami Vega dan Adiba tadi mereka datang mengantarkan pakaian yang akan di pakai oleh Nayya dan Risam untuk ngunduh mantu itu.

__ADS_1


Nayya saat jam menunjukkan pukul 02.00 dia mulai di rias oleh tim MUA pilihan mami Vega. Risam hanya memandangi istrinya itu dari ranjang. Mereka akan berangkat dari sini nanti setelah ashar karena acara memang setelah ashar nanti.


Singkat cerita, kini Nayya dan Risam sudah ada di mobil dan segera berangkat menuju rumah mertuanya berada. Mobil Nayya dan Risam berjalan lebih dulu lalu di ikuti oleh mobil dan sepeda motor milik keluarga yang ikut mendampingi dari belakang.


Sekitar kurang lebih 30 menit akhirnya rombongan itu tiba di kediaman keluarga Risam. Nayya dan Risam segera melakukan ritual penyambutan lalu setelah itu segera masuk dan di arahkan ke pelaminan yang memang sudah di sediakan. Para tamu undangan yang hadir tersenyum menyambut kedatangan pengantin baru itu beserta keluarga mempelai wanita.


“Sangat cantik”


“Kau benar ternyata cerita yang beredar itu benar bahwa dia sangat cantik”


“Bukan hanya cantik tapi juga sukses dan sholehah”


“Benar. Risam beruntung memiliki istri sepertinya.”


“Tidak mereka sama-sama beruntung. Risam juga anak baik. Rajin beribadah dan juga pekerja keras.”


Begitulah bisik-bisik para tamu itu. Acara ngunduh mantu itu berjalan dengan lancar dan selesai tepat magrib tiba.


***


“Ini pasti kerjaan kakak.” Ucap Risam.


Nayya pun tersenyum karena dia pun memang sudah menduganya. Risam segera menuju ranjangnya itu tapi di tahan oleh Nayya, “Sebentar mas. Nayya mau ambil gambar dulu.” Tahan Nayya lalu mencari ponselnya.


Risam pun menurut dan Nayya sibuk memotret, “Mas, ayo sini kita ambil foto berdua.” Ajak Nayya.


Risam pun segera mendekati istrinya itu lalu keduanya segera mengambil foto berdua, “Ahh lihatlah mas. Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan.” Protes Nayya saat ekspresi kagetnya di foto pengaruh Risam mencium pipinya dengan tiba-tiba.

__ADS_1


“Coba mana mas lihat. Gak sayang kamu cantik kok.” ucap Risam memandangi hasil foto itu.


“Mas selalu saja mengatakan hal seperti itu.” ujar Nayya lalu segera menyudahi sesi fotonya dan melepas semua aksesoris yang ada di tubuhnya dengan melihat dari cermin.


Risam mendekati istrinya itu lalu membantunya melepaskannya, “Terima kasih.” Ucap Nayya setelah dia selesai melepas gaunnya itu dan kini tinggal memakai gamis yang memang menjadi alasnya.


Risam pun hanya mengangguk lalu segera melepas jas yang dia pakai begitu juga dengan kemejanya dan menuju lemarinya mengambil kaos yang akan dia pakai.


Nayya meninggalkan suaminya itu mengganti pakaian dan segera menuju kamar mandi, “Mas!” panggil Nayya dari dalam kamar mandi.


Risam yang sudah selesai memakai pakaiannya mendengar panggilan istrinya pun segera menuju kamar mandinya, “Iya sayang. Ada apa? Kamu butuh apa?” tanya Risam.


“Nayya mau ganti pembalut tapi Nayya sepertinya lupa membawa pembalut.” Ucap Nayya sambil mengeluarkan setengah kepalanya dari kamar mandi.


Risam pun tersenyum, “Mas kira-in kenapa. Yaa sudah kamu tunggu di sini. Mas ambilin di bawah.” Ujar Risam lalu mengelus kepala istrinya yang di tutupi hijab itu dengan lembut.


Nayya tersenyum, “Mas gak keberatan? Bagaimana jika kak Diba menggoda mas nanti.” Ujar Nayya.


“Emm tapi mas lebih gak tega kalau istri mas ini gak nyaman nanti. Sudah jangan pikirkan apapun. Mas ini adalah suamimu jadi mas gak akan malu atau pun keberatan membantumu. Kamu tunggu di sini yaa.” Ujar Risam.


Nayya pun mengangguk sambil tersenyum melihat suaminya itu keluar kamar menuju ke bawah. Kediaman suaminya memang berlantai dua dan hanya kamar suaminya yang ada di lantai dua itu. Tidak ada yang lain. Nayya menunggu suaminya di dalam kamar mandi setelah mengambil ********** tadi di koper yang dia bawa. Entah kenapa dia lupa membawa pembalut sedangkan dalaman gak.


Tidak lama Risam kembali dengan pembalut di tangannya, “Sayang, ini pembalutnya.” Nayya pun membuka pintu kamar mandi itu lalu tersenyum dan mengucapkan terimah kasih.


“Dalaman ada?” tanya Risam.


Nayya mengangguk lalu dia segera masuk kembali ke kamar mandi. Sekitar 20 menit kemudian akhirnya Nayya selesai dan dia keluar dari kamar mandi melihat sang suami yang sedang duduk di sofa-nya.

__ADS_1


Nayya mendekati suaminya itu lalu melabuhkan kecupan di kening suaminya lembut, “Terima kasih sudah mau Nayya repotkan. Nayya yakin pasti orang di bawah tadi menggoda mas. Iya kan?” tanya Nayya menatap suaminya itu.


Risam yang sebenarnya kaget dan tidak menyangka akan mendapatkan kecupan dari istrinya itu pun tersenyum lalu menarik istrinya ke pangkuannya. Setelah itu dia mengangguk, “Tapi gak apa-apa sayang. Mas ikhlas membantumu.” Ujar Risam.


__ADS_2