
“Mah, Risam makan siang duluan ya.” Izinnya kepada ibu mertuanya itu. Risam segera menuju meja yang ada di halaman belakang untuk menikmati makan siangnya itu di sana.
Mama Fara pun mengiayakannya saja karena dia tahu menantunya itu akan makan siang bareng Nayya walaupun hanya lewat panggilan video. Sungguh rumah tangga yang harmonis.
“Mama liatin apa?” Tanya Zayya tiba-tiba datang dan bergabung dengan mamanya itu.
Mama Fara pun segera memandang putri bungsunya itu dan tersenyum, “Mama hanya liatin kakak iparmu itu yang sangat mencintai kakak kalian. Mereka makan siang bareng walaupun lewat panggilan video. Keduanya sangat menjaga hubungan rumah tangga mereka dengan baik.” ucap mama Fara terharu akan jalinan rumah tangga putrinya yang tidak pernah dia dengar bertengkar atau marahan. Putri dan menantunya itu tidak pernah sama sekali mereka lihat saling bertengkar atau berdebat satu sama lain.
“Kan kakak dan kakak ipar memang begitu mah. Keduanya memang sering makan siang sambil teleponan atau video callan.” Ucap Zayya.
“Kalian juga harus bisa seperti itu.” ujar mama Fara.
Zayya pun mengangguk, “Zayya akan belajar dari kakak untuk menjadi istri yang baik, pengertian, perhatian dan lain sebagainya dari kakak nanti jika Zayya sudah memutuskan menikah. Tapi sepertinya Zayya belum akan menikah deh. Umur Zayya kan masih muda dan masih mau lanjut profesi dulu.” Ujar Zayya.
Mama Fara pun tersenyum mendengar ucapan putrinya itu, “Ya sudah. Ayo bantu mama siapkan makan siang.” Ujar mama Fara kemudian.
Zayya pun segera menurut. Dia segera menata alat makan di meja makan kakaknya itu, “Mah, makanannya di mana?” tanya Zayya setelah selesai menata alat makan.
“Ada papa yang akan bawakan dari rumah.” Ujar mama Fara. Walaupun ini adalah kediaman putrinya dan Nayya serta menantunya itu tidak keberatan jika mereka makan di sini. Namun mama Fara dan papa Imran selalu berusaha untuk tetap ada makanan yang mereka bawa dari rumah mereka sendiri.
Zayya yang mendengar itu pun mengangguk mengerti.
***
Sementara di halaman belakang lebih tepatnya di meja yang sudah di sediakan di sana. Risam segera berdoa dan memulai makan siangnya, “Maaf ya mas lama.” Ujar Nayya begitu kembali dari kamar mandi.
Risam yang melihat wajah istrinya itu di layar ponsel tersenyum, “Gak apa-apa sayang.” ujar Risam.
Nayya pun tersenyum, “Mas, kok gak makan di meja makan? Mas ada di halaman belakang kan?” tebak Nayya.
__ADS_1
Risam mengangguk, “Mama sama papa dan juga adik-adik akan makan siang di sini juga sayang. Jadi mereka akan makan di meja makan. Selain itu, mas juga ingin ngadem di sini. Makan siang denganmu sambil bicara. Jika mas gabung sama mereka nanti kita ganggu lagi.” Ujar Risam.
Nayya pun mengangguk, “Mas benar. Ohiya terus mama sama papa makan apa mas?” tanya Nayya.
“Ouh astaga. Mas lupa lagi mengatakan kepada mama untuk memasak saja jika tidak ada makanan.” ucap Risam baru teringat.
Nayya yang melihat ekspresi suaminya itu pun hanya tersenyum, “Sudahlah mas. Gak apa-apa kok. Mama pasti itu ngerti. Mama pasti akan mengambilnya sendiri.” Ujar Nayya.
Risam pun mengangguk, “Ya sudah ayo kita makan sayang. Kamu juga makan.” Ujar Risam.
Nayya mengangguk. Lalu Nayya dan Risam pun menikmati makan siang mereka itu dengan baik. Walaupun di tempat berbeda tapi keduanya bisa makan siang bareng.
Setelah selesai makan siang sambungan video call pun tidak lama terputus. Risam segera masuk kembali ke dalam rumah dan melihat mertua dan adik iparnya sedang menikmati makan siang.
“Nak, ayo ikut makan.” Ucap papa Imran melihat menantunya itu.
Setelah itu Risam segera naik ke kamar untuk melakukan sholat.
Sementara di bawah di meja makan, “Dia makan siang di mana mah?” tanya papa Imran.
“Dia makan siang di halaman belakang pah bareng putri kita. Mereka saling terhubung dengan panggilan video.” Jawab mama Fara. Papa Imran pun mengangguk mengerti.
***
Singkat cerita, kini Nayya baru saja tiba dari puskesmas dan dia langsung masuk ke rumahnya itu dan tersenyum melihat ketiga buah hatinya yang menyambutnya.
“Ahh anak-anak bunda pada bangun yaa. Apa mau nyambut bunda?” tanya Nayya gemas dengan ketiga buah hatinya itu yang tersenyum menanggapinya.
“Bu, apa mereka sudah menyusu?” tanya Nayya kepada pengasuh.
__ADS_1
“Belum nak. Mereka baru saja bangun dan tidak rewel jadi ibu belum memberikan mereka susu.” Jawab pengasuh itu.
“Terus apa stok ASI-nya masih ada?” tanya Nayya yang di jawab anggukan oleh pengasuh itu. Panggil saja dia bu Sita.
“Ya sudah jika begitu. Ibu gak perlu lagi menghangatkan ASI untuk mereka. Nayya akan menyusui mereka tapi mau bersih-bersih dulu sebentar.” Ucap Nayya.
“Sayang, apa kalian haus? Tunggu sebentar yaa. Bunda bersih-bersih dulu. Bunda baru dari luar. Bunda gak mau membawa penyakit untuk kalian. Jadi kalian sabar sedikit dulu ya.” Ujar Nayya kepada ketiga buah hatinya itu dengan lembut.
“Bu, Nayya titip mereka sebentar yaa.” Izin Nayya dan bu Sita itu pun mengangguk.
“Bu, di mana suami Nayya? Apa ibu melihatnya?” tanya Nayya yang baru menyadari bahwa suaminya itu gak ada.
“Ibu gak melihatnya nak. Ibu tadi lihat hanya saat makan siang saja. Setelah itu gak lihat lagi.” Ujar ibu Sita.
Nayya pun mengangguk, “Baiklah jika memang begitu. Nayya ke kamar dulu.” Ucap Nayya segera menuju kamar utama mereka.
Begitu dia membuka kamar dia tersenyum melihat suaminya itu yang sedang tidur di ranjang. Nayya segera mendekati suaminya lalu mengecup punggung tangan suaminya dan mencium kening suaminya sekilas, “Tampan banget sih suamiku.” Ucap Nayya lalu dia segera menuju kamar mandi.
Risam yang mencium aroma Nayya pun segera terjaga dan dia melihat sekeliling kamar dan tersenyum begitu melihat tas istrinya yang terletak di sampingnya. Risam segera melihat jam dinding, “Aku tertidur sudah hampir dua jam ya.” Ucap Risam lalu dia segera bangun dan merapikan ranjang serta menyimpan tas milik istrinya itu.
Tidak lama Nayya keluar dan tersenyum mendapati suaminya yang sudah bangun, “Kok sudah bangun. Apa terganggu dengan Nayya?” tanya Nayya.
Risam menggeleng lalu mendekati istrinya itu dan segera mengecup kening istrinya, “Mana mungkin aku terganggu dengan kedatanganmu sayang. Aku senang kok kau datang. Apa sudah lama tiba?” tanya Risam.
Nayya menggeleng, “Baru saja kok.” jawab Nayya.
Risam pun mengangguk, “Maaf ya sayang. Aku tidak menyambutmu pulang. Aku ketiduran tadi setelah sholat.” Ucap Risam.
Nayya tersenyum, “Gak apa-apa mas. Aku ngerti kok.” ucap Nayya lalu segera mengganti pakaiannya.
__ADS_1