Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Hati yang Berbicara 2


__ADS_3

Yuna tak menyadari perasaannya kepada Ahmad. Ia tak tahu apa yang dirasakan olehnya adalah sebagian dari cinta yang mulai bersemi diantara mereka. Yuna memilih cuek karena ia tak mau kecewa untuk yang kedua kalinya. Setelah mereka terbangun dari lamunan masing-masing, Alia yang sudah baikan sejak tadi masuk kedalam tenda. Ia ingin menjenguk sahabatnya dan menanyakan keberadaannya.


Namun saat ia akan masuk ia melihat Yuna dan Ahmad sedang bersama tetapi mereka saling berdiam diri dan memalingkan wajahnya masing-masing. Alia heran melihat mereka, kenapa mereka terlihat sangat canggung. Tapi Alia tidak ingin tahu dan tak mau tahu tentang urusan orang lain kecuali jika menyangkut dirinya baru ia akan ikut campur dan akan sangat ingin tahu.


Alia pun masuk ke dalam tenda dan menemui sang sahabat.


Ahmad menyadari kehadiran Alia pun berniat pergi karena ia tak ingin mengganggu kedua sahabat itu untuk berbincang berdua.


Sebenarnya ia tak ingin pergi namun ia harus pergi karena ia pun tidak tau mesti berbicara apa lagi dengan Yuna setelah kejadian tadi yang membuatnya terlihat canggung.


"Alia, Yuna, saya permisi dulu. Saya masih ada urusan," ucap Ahmad mengundurkan diri dari hadapan Yuna dan Alia.


Yuna merasa lega karena Alia datang diwaktu yang tepat. Yuna sudah tidak tahu lagi mau bicara apa dengan Ahmad. Sejak kejadian tadi ia memilih diam dan membuang muka karena ia malu jika Ahmad melihat wajahnya merah. Mereka pun terlihat canggung. Entah apa yang mereka pikirkan hanya mereka yang tahu.


Alia tersenyum kepada Ahmad saat ia berpamitan. Setelah Ahmad pergi Alia menanyakan banyak hal kepada Yuna tentang keadaannya. Yuna yang melihat sahabatnya sangat khawatir hanya bisa tersenyum lalu memeluk Alia. Padahal ia tahu bahwa Alia pasti lebih buruk keadaannya darinya karena saat dievakuasi pun Alia sudah tak sadarkan diri. Tapi ia sekarang seperti tidak merasakan apapun, ia malah terlihat sangat khawatir kepada Yuna seolah-olah hanya dia yang menjadi korban.


Disisi Alia ia sebenarnya masih sangat lemah dan ia juga trauma dengan kejadian yang menimpanya tadi. Namun ia tak bisa egois dengan dirinya sendiri. Sedangkan disisi lain Yuna juga pasti lebih menderita darinya karena ialah yang sudah berjuang banyak untuknya.


Alia senang bersahabat dengan Yuna. Ia tak memilih dalam berteman. Apa lagi mereka sudah berteman sejak kecil.


Alia bahagia melihat sahabatnya baik-baik saja. Ia pun terlihat sudah bugar tidak pucat seperti tadi.


" Sudah dong meluknya, gue ngga bisa napas nih" ucap Alia yang bercanda dengan sang sahabat. Ia sangat merindukan Yuna yang humoris, padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bersenda gurau bersama.


" Ngga mau gue takut lo ilang dimakan hewan buas disini" Yuna yang tau bahwa Alia sedang bercanda pun ingin membuat sahabatnya kesal kepadanya.


" Apaan si lo. Tadi lo ngapain berdua-duaan sama pak Ahmad disini?" Alia sepertinya sudah bosan hidup dengan berbicara seperti itu kepada Yuna. Ia ingin menggoda Yuna.

__ADS_1


" Gue ngga ngapa ngapain tau!" ucap Yuna ketus. ia paling tidak suka digoda apalagi jika Alia yang menggodanya. Ingin sekali ia mengajak Alia baku hantam saking geramnya.


" Ooh ya? Terus kenapa tadi kalian diem saling buang muka gitu?" tanya Alia yang terus-menerus menggoda Yuna. Sebenarnya Alia tidak ingin tau ataupun penasaran. Ia hanya ingin menggoda sahabatnya agar bisa melupakan kejadian yang sangat menakutkan yang mereka alami tadi.


" Ngga gue ngga papa. Gue cuma... emmm mau istirahat! Udah sana lo pergi jangan ganggu gue" Yuna tidak tau apa yang harus ia katakan kepada Alia. Mana mungkin ia cerita hal yang memalukan tadi. Ia saja tak ingin mengingatnya, apa lagi bercerita ke orang lain.


" Hahahaa, ya udah sana lo istirahat. Gue cuma bercanda kok, tapi kalo lo mau cerita gue bisa jadi pendengar yang setia kok," tak ada henti-hentinya Alia menggoda Yuna. Sekarang wajah Yuna sudah memerah karena mengingat kejadian tadi ditambah dengan Alia yang terus menggodanya.


Alia keluar tenda dengan wajah yang sangat sumringah ia tak bisa membayangkan wajah Yuna yang merah bak kepiting rebus. Ia tak bisa menahan tawanya jika mengingat itu. Apakah Yuna sedang jatuh cinta? pertanyaan itu yang pertama muncul saat Alia melihat ekspresi Yuna yang malu-malu saat ia sedang menggodanya.


Alia sangat bahagia dengan perubahan sikap Yuna yang mulai bisa dekat dengan laki-laki membuatnya melupakan kejadian yang membuatnya trauma.


Didalam tenda PMR Yuna sedang berbaring diatas ranjang yang dikhususkan untuk murid yang sakit. Perasaannya tidak menentu. Hatinya berdebar cepat, melebihi kecepatan biasa. Ia bingung dengan rasa ini. Karena sudah lama ia tak merasakannya lagi. Bertahun-tahun yang lalu ia pernah merasakan ini namun ia dikecewakan.


Sampai sekarang ia tak berani untuk jatuh cinta lagi. Hatinya sudah terlanjur sakit. Dari situlah perubahan dari Yuna yang sangat bersahabat dengan laki-laki, menjadi Yuna yang sangat dingin dan cuek dengan laki-laki manapun itu dan siapapun. Jangankan bersahabat untuk mengenal saja Yuna sudah malas.


" Ngga gue ngga boleh jatuh cinta. Ngga boleh! Mulai saat ini gue harus jaga jarak lagi sama laki-laki terutama Ahmad. Gue ngga tau apa motifnya buat ndeketin gue, gue ngga boleh lengah lagi. Gue harus curiga sama semua laki-laki supaya gue ngga mudah deket dan jatuh cinta. C I N T A, apa itu yang dinamakan cinta kalo yang menderita hanya salah satu diantara kedua orang yang jatuh cinta? Ngga adil dong!" ucap Yuna pada dirinya sendiri. Ia sangat takut untuk jatuh cinta, ia takut jika harus terluka sendiri.


🍭🍭🍭


Disana ada Azura, ia terlihat sangat pucat karena rencananya gagal dan ia juga takut jika orang-orang mengetahui bahwa yang menyebabkan kecelakaan itu adalah dirinya.


Kedua teman Azura pun sudah kebingungan melihat Azura yang wajahnya sudah pucat. Keringat dingin menetes diwajahnya, ia kehabisan akal saat ini.


Melihat itu Abel menjadi takut bahwa mereka akan tertangkap dengan mudah. Abel pun menarik Azura dan Siska untuk menjauh dari rombongan.


" Ra! Lo jangan tunjukin wajah khawatir lo yang pucat itu. Kalo lo kaya gini mereka bakal dengan mudah nangkep kita." Abel memperingatkan Azura agar tidak ceroboh dalam menangani masalah ini.

__ADS_1


" Gimana gue ngga kaya gini coba, lo dengarkan tadi yang pak Ridwan bilang kalo ada temen kita yang mengalami kecelakaan diperjalanan penjelajahan ini. Artinya mereka selamat dan rencana kita gagal. Gue ngga mau kalo kita sampe ketangkep sama mereka kalo kita yang udah berbuat jahat." Azura menjelaskan kekhawatirannya kepada kedua temannya, ia tak ingin rencana mereka yang gagal itu terbongkar oleh semua orang.


" Iya gue denger, tapi lo ngga perlu pasang wajah itu sekarang. Kita bisa mikirin cara untuk menghilangkan semua bukti-bukti yang menunjukan kalo kita yang bersalah." ucap Abel memberikan saran kepada Azura.


Azura bingung saat ini. Ia takut jika Abi tahu kalau dia yang sudah membuat Yuna dan Alia dalam bahaya.


" Gimana kalo Abi tahu gue yang udah ngelakuin ini semua. Dia pasti bakal benci banget sama gue, dan semua usaha gue selama ini akan sia-sia." ucap Azura takut jika Abi mengetahui semuanya.


Ia akan semakin jauh meraih hati Abi karena kesalahan ini. Pasti Abi akan marah besar kepada Azura. Namun tidak semudah itu, karena Azura dan kedua temannya punya banyak akal untuk menutupi kesalahan dengan kesalahan. Mereka akan membuat rencana untuk menyelamatkan mereka dari tuduhan orang-orang.


🍭🍭🍭


Abi mendengar kabar dari pak Ridwan pun sangat cemas dengan Yuna. Ia takut terjadi sesuatu kepada Yuna. Ia menyarankan kepada pak Ridwan agar mereka segera melakukan perjalanan ke perkemahan. Ia ingin melihat keadaan Yuna. Hatinya sangat sakit dan perih mendengar Yuna mengalami kecelakaan. Ia ingin cepat-cepat pergi ke tempat Yuna untuk memastikan bahwa Yuna baik-baik saja.


Abi pun memutuskan untuk pergi lebih dulu dari yang lain, ia akan berlari dari sini menuju perkemahan. Namun saat dibelakang rombongan ia dicegat oleh Azura.


" Abi, kamu mau kemana?" tanya Azura kepada Abi dengan memegang tangannya.


" Aku mau balik ke perkemahan" jawab Abi ketus. Ia tak mau berurusan dengan Azura sang psikopat, itulah nama yang Abi sematkan untuk Azura. Karena hanya nama itu yang cocok.


" Aku ikut yah?" tanya Azura lemah lembut.


" Tidak usah, lepaskan tangan saya!" ucap Abi kepada Azura. Ia tak mau berlama-lama disini bersama Azura. Hanya akan membuatnya darah tinggi.


Abi pun melepas tangan Azura paksa karena ia tak mau melepaskan tangannya. Setelah itu ia pergi berlari menuju arah pulang ke perkemahan.


Azura sangat kesal dengan Abi yang selalu bersikap dingin dan cuek kepadanya. Tapi jika dengan Yuna ia akan bersikap sangat hangat dan manis. Azura pun marah dan ingin membuat Yuna semakin menderita. Karena rencananya gagal ia akan membuat rencana baru yang lebih berbahaya.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih sudah mampir di novel 'Kepastian Cinta' jangan lupa untuk tinggalin like dan bantu vote yaa...💜


__ADS_2