Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Musuh Dalam Selimut Bagian 5


__ADS_3

Yuna tak bisa tidur dengan tenang karena ia memikirkan Alia. Ia ingin bertemu dengan Alia. Kenapa dia bisa mengira kalau Yuna yang mendorongnya ke dalam jurang padahal mereka sama-sama terpeleset dan jatuh bersama. Apa mungkin karena trauma yang membuatnya ketakutan sehingga melupakan kebenarannya. Semua pertanyaan mengenai Alia terus berputar dikepala Yuna. Ia tak bisa menahannya, ia pun bersiap untuk pergi ke rumah Alia.


Saat keluar kamar, Yuna melihat Adelia sedang duduk di ruang keluarga. Yuna berjalan sangat lambat karena kakinya masih cidera. Adel pun melihat sang putri yang sedang berjalan dengan pakaian yang rapi. Melihat Yuna kesulitan berjalan akhirnya Adelia pun membantunya.


" Kamu mau kemana kok sudah rapi begini? Baru juga pulang beberapa jam yang lalu. Kaki kamu juga masih sakit kan?" ucap Adelia yang terus mengkhawatirkan keadaan Yuna.


" Yuna mau kerumah Alia mah" ucap Yuna


" Mamah tau kamu itu ngga bisa jauh-jauh sama Alia tapi ngga gini juga Yuna. Kamu lihat kondisi kamu sekarang, apa memungkinkan untuk ke rumah Alia. Untuk jalan saja susah. Lebih baik mamah carikan tukang pijat dulu sebelum kamu kemana-mana. Mamah takut nanti kaki kamu tambah sakit atau lebih parah lagi. Oke." ucap Adelia panjang lebar


Adelia adalah tipe ibu yang sangat perhatian kepada putrinya. Ia akan marah jika terjadi sesuatu kepada putrinya. Ia akan mementingkan putrinya terlebih dahulu dari apapun itu. Apa lagi Yuna adalah putri satu-satunya, sebenarnya Yuna memiliki kakak laki-laki namun tuhan lebih sayang kepadanya sehingga tuhan mengambil nyawa Reza saat Yuna masih kecil.


Sejak saat itulah Adelia sangat menyayangi Yuna karena ia tak ingin kehilangan putrinya setelah ia kehilangan putranya.


" Tapi mah, Yuna ada masalah genting sama Alia yang harus diselesaikan. Yuna janji akan cerita semuanya sama mamah tapi nanti setelah semua ini terungkap." ucap Yuna sembari memegang kedua tangan ibunya.


Karena merasa ini adalah hal yang sangat penting akhirnya Adelia mengizinkan Yuna pergi ke rumah Alia tapi dengan syarat. Adelia harus ikut menemani Yuna karena ia takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Yuna pun menyetujuinya karena memang ini adalah masalah yang sangat genting. Adelia memapah Yuna keluar dari rumah menuju mobil. Rumah Alia memang cukup jauh dari rumah Yuna sehingga memerlukan kendaraan agar lebih cepat sampai disana. Sesuai arahan Yuna, Adelia mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.


Sekitar 10 menit mobil mereka sudah terparkir di halaman rumah Alia. Tanpa aba-aba Yuna langsung turun dari mobil. Ia sampai jatuh karena kakinya tidak seimbang saat turun dari mobil.


Adel langsung turun untuk melihat Yuna. Lututnya sedikit terluka, namun Adelia tidak ingin membahasnya, sepertinya ada hal yang lebih penting lagi. Adelia membantu Yuna berdiri dan memapahnya lagi sampai depan pintu rumah Alia.


"Tok tok tok "


Yuna mengetuk pintu rumah Alia.


Tak lama pintu terbuka, dibaliknya ada Lisa yang membukakan pintu untuk mereka.


" Loh Yuna, ada Adel juga toh ayo masuk." Mereka pun masuk ke rumah Alia. Lisa mempersilahkan Yuna dan Adel untuk duduk.


" Pas banget Yuna kamu datang kesini, ada yang mau ibu tanyakan ke kamu" ucap Lisa

__ADS_1


" Pertanyaan apa bu?" tanya Yuna, ia sebenarnya juga ada hal yang ingin ditanyakan kepada Alia. Tapi malah Yuna yang ditanyai oleh Lisa.


" Begini, sejak Alia pulang sikapnya agak aneh sama ibu. Dan dia juga tumben sekali diantar oleh gurunya bukan sama kamu."


" Aneh? Maksud ibu? Ya memang benar Alia diantar oleh bu Sinta dan pak Ahmad karena Alia mengalami trauma berat. Dan kenapa Yuna ngga mengantar Alia karena Yuna juga diantar sama teman Yuna." ucap Yuna


" Iya kaki Yuna cidera jadi jalannya agak susah" ucap Adelia menambahkan


Akhirnya mereka bertiga bercerita panjang lebar. Yuna menceritakan segalanya kepada Adel dan Lisa. Karena Alia juga sedang tidur mereka sangat leluasa dalam mengobrol.


Setelah mendengar cerita dari Yuna, Lisa merasa ada yang aneh dengan kejadian-kejadian yang telah menimpa putrinya dan sahabat putrinya.


" Yuna apa kamu atau Alia punya musuh atau orang yang tidak menyukai kalian?" tanya Lisa kepada Yuna.


" Musuh? Yuna rasa tidak ada bu, karena selama ini Yuna selalu baik ke semua orang" ucap Yuna


" Atau mungkin karena kebaikan kamu itu yang membuat orang tidak suka kepada kamu?"


" Maksud ibu?" tanya Yuna


" Tapi bu, bu Sinta itu orangnya baik. Dia selalu perhatian ke semua muridnya termasuk Yuna dan Alia. Dia ngga pernah marah ataupun benci sama kita. Dan juga dia pernah membela kita sampai ia terluka parah karena kita difitnah." ucap Yuna menyingkirkan kekhawatiran Lisa.


" Nak jangan percaya begitu mudah sama orang lain termasuk sahabat kamu. Karena sifat setiap orang itu berbeda-beda, kecuali jika mereka tulus menggunakan hati mereka." ucap Lisa lalu ia pergi ke kamar Alia dan diikuti oleh Yuna serta Adelia.


Yuna yang mengikuti Lisa pun penasaran apa yang akan ditunjukkan kepadanya dikamar Alia. Begitu mereka masuk didalam kamar ada Alia yang sedang tertidur pulas dibawah selimut. Lisa tiba-tiba menangis saat melihat wajah putrinya. Karena bingung Yuna pun mendekatkan dirinya ke ranjang Alia.


Lisa langsung membuka selimut Alia dan menunjukan beberapa luka memar dibagian tubuh Alia. Tidak hanya di tangan dan kaki diwajahnya pun ada beberapa luka memar seperti terkena pukulan.


" Bu, siapa yang sudah melakukan ini kepada Alia?" tanya Yuna meneteskan air matanya.


Lisa pun menceritakan kejadian saat mereka sedang di dapur. Lisa juga menceritakan jika dirinya sangat peka terhadap hal-hal mistik.


Ia melihat Alia diserang dari dalam dirinya oleh sihir hitam.

__ADS_1


" Alia tidak tidur dia pingsan karena serangan itu. Sepertinya orang yang menyerang Alia adalah orang yang gagal mengirimkan sihirnya kepada Alia." ucap Lisa


" Tapi kenapa ia malah melukai Alia" tanya Yuna.


" Karena jika seseorang berilmu hitam menggunakan sihirnya untuk menjahati orang dan itu gagal maka akan berimbas pada orang itu sendiri." ucap Lisa


" Maksud ibu apa?" tanya Yuna tidak mengerti apa yang Lisa katakan


" Orang itu akan merasakan sakit sampai mengeluarkan darah. Mereka akan mati jika tidak meminum ramuan untuk menetralkan tubuh mereka dari racun yang menyerang mereka saat mereka gagal menjalankan rencana mereka." jelas Lisa


Yuna pun memahami apa yang Lisa katakan. Tiba-tiba ia mengingat kejadian saat ia melihat ruangan Sinta. Ia tak yakin tapi ia akhirnya menceritakan itu kepada Lisa.


Lisa semakin yakin bahwa putrinya telah terkena sihir yang dikirim oleh Sinta. Tapi ia tak punya bukti untuk membuat Sinta mengaku, dan Alia pun masih pingsan. Lisa pusing dibuatnya.


" Ibu jangan khawatir, Yuna janji bakal bantu ibu agar Alia bisa cepet sembuh. Tapi Yuna juga ngga tau gimana caranya" ucap Yuna yang berniat membantu Lisa bagaimana pun caranya agar Alia cepat sadar


" Aku juga ngga tau" Lisa berfikir bagaimana cara agar Alia bisa terlepas dari pengaruh Sinta. Dulu Lisa memang sering berurusan dengan hal ini tapi itu dulu sebelum ia menikah. Sekarang ia tak yakin bisa melakukan hal seperti dulu lagi untuk membantu orang yang terkena sihir. Tapi ia benar-benar harus melakukannya karena sekarang bukan orang lain yang ia tolong tapi putrinya sendiri.


Setelah berfikir lama akhirnya ia menemukan cara yang paling benar menurutnya. Ia mengingat gurunya dulu saat ia sedang belajar mengendalikan kemampuannya. Dia adalah Ki Ageng. Ki Ageng adalah guru spiritual kalangan atas. Dia sangat terkenal bagi orang-orang yang memiliki kemampuan tak biasa.


" Aku ada ide. Bagaimana kalau kita bawa Alia ke tempat Ki Ageng, dia adalah guru spiritualku dulu saat aku masih belum bisa mengendalikan kemampuanku. Aku rasa dia bisa membantu kita" ucap Lisa


" Dimana tempatnya?" tanya Yuna kepada Lisa


" Di ujung desa Keramat dekat hutan" ucap Lisa memberitahu tempat Ki Ageng berada


" Aku tahu tempatnya! Ayo kita kesana!" ucap Adelia yang sedari tadi menyimak pembicaraan Yuna dan Lisa.


Mereka pun sepakat untuk segera membawa Alia kesana agar cepat ditangani. Lisa dan Yuna memapah Alia sedangkan Adelia membukakan pintu rumah dan menguncinya serta membukakan pintu mobil. Setelah Alia sudah dalam posisi duduk dan dijaga oleh Lisa dan Yuna, Adelia segera menyalakan mobilnya dan mulai melajukan mobil dengan kecepatan agak tinggi.


Bersambung...


Jangan lupa suport terus novel ini🙏

__ADS_1


Love You dari author😘💜


__ADS_2