Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Cinta Terbalaskan


__ADS_3

Sejak hari itu Ahmad dan Sinta mulai menjalin hubungan yang bisa dibilang sangat dekat, mereka selalu berdua kemana-mana. Awalnya tidak ada yang menyangka bahwa Ahmad dan Sinta akan bersama.


Tapi semua orang yang berada disekitar mereka selalu mendukung dan berdoa yang terbaik untuk keduanya. Yuna dan Alia yang melihat kedekatan Ahmad dan Sinta pun ikut merasa senang.


Semua teror dan ancaman dari Sinta sudah tidak ada lagi bahkan Sinta sekarang sangat dekat dengan Yuna dan Alia.


#Flashback#


" Jika kamu benar menyukai saya kenapa kamu menyukai Yuna?" tanya Sinta penasaran


Yuna terkejut mendengar pertanyaan dari Sinta, ia merasa tidak ada kaitannya dengan amarah Sinta tapi kenapa ia selalu terbawa masalah mereka.


Yuna pun membuka bicara agar tidak terjadi kesalahpahaman diantaranya dan Sinta.


" Pak Ahmad tidak menyukai saya, ibu salah paham jika mengatakan pak Ahmad


menyukai saya." ucap Yuna mengatakan yang sebenarnya


" Ya, saya tidak menyukai Yuna" Ahmad juga mengatakan jika ia tidak menyukai Yuna


" Lalu kenapa kamu selalu membantu Yuna?"


Sinta tidak percaya jika Ahmad mengatakan bahwa ia tidak menyukai Yuna tapi banyak bukti yang mengatakan bahwa Ahmad menyukai Yuna.


Lalu mana yang benar satu sisi ia sangat mencintai Ahmad dan percaya pada kata-katanya namun disisi lain ia punya banyak bukti yang menunjukan bahwa Ahmad menyukai Yuna.


" Saya membantu Yuna karena saat itu Yuna membutuhkan bantuan saya. Bukankah saat itu tidak ada yang mau membantu Yuna, maka dari itu saya mau membantu Yuna. Saya kasihan melihat Yuna difitnah dan dituduh yang bukan-bukan"


Sinta akhirnya bisa mengerti dengan ucapan Ahmad, ia juga mengatakan yang sejujurnya jika ia lah yang menyebabkan semua kekacauan disekolah.


Sinta pun minta maaf kepada Yuna dan Alia serta semua orang yang terlibat dengan semua kejadian yang ia sebabkan.


Ia melepaskan semua tawanannya yang merupakan semua murid dan guru yang ada disekolah itu.


#Flasback off#


Hari ini dimulai dengan pagi yang sangat cerah. Yuna mengawali pagi dengan sarapan pagi bersama Adelia sang ibu beserta sang ayah Denis. Denis dan Adel sudah tau semua kejadian yang menimpa Yuna mereka berdua sangat khawatir kepada Yuna terlebih Denis yang baru tau karena baru bisa pulang dari tugas luar kotanya.


Sedangkan Adel sudah sejak awal tau permasalahan Yuna sehingga tidak terlalu khawatir, tapi tetap saja yang namanya orang tua pasti sangat mencemaskan anaknya jika mereka dalam bahaya.


Namun kekhawatiran mereka ditepis oleh sikap Yuna yang sangat sungkan jika dikhawatirkan oleh orang tuanya. Yuna berfikir bahwa ia sudah besar sehingga tidak perlu jika orang tuanya khawatir berlebihan karena Yuna sudah bisa jaga diri.


Yuna juga menunjukan dirinya yang baik-baik saja bahkan sangat baik kepada ayahnya agar Denis berhenti khawatir.


" Papah udah deh, jangan khawatir berlebihan sama Yuna. Lagian Yuna ngga kenapa-napa, papah kan liat sendiri Yuna masih lengkap ngga ada yang kurang" ucap Yuna kesal dengan Denis yang selalu mengkhawatirkannya jika ia terluka sedikit saja


" Dengerin papah ya.. "

__ADS_1


Belum selesai Denis menasehati Yuna, Adelia sudah memotongnya


" Kalian ini apa-apaan si, baru juga ketemu udah ribut. Yuna cepat kamu berangkat sudah siang, nanti kamu terlambat lagian kamu kan harus kerumah Alia dulu untuk menjemputnya"


Adelia benar-benar lelah dengan pertengkaran ayah dan anak yang selalu membuatnya pusing. Disatu sisi Denis yang sangat over dalam hal keselamatan Yuna, sedangkan Yuna tidak suka dimanjakan dan dikhawatirkan oleh Denis.


* * * *


Yuna sudah berada didepan rumah Alia dan mengetuk pintunya.


Tidak lama seseorang membukakan pintu.


" Non Yuna, mau jemput non Alia ya? Sebentar bibi panggilkan non Alia dulu. Masuk dulu non" sapa bi Tuti


Yuna masuk ke dalam rumah Alia lalu duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu Alia turun dari kamarnya.


Tak lama menunggu, Alia turun dengan tergesa-gesa dan langsung mengajak Yuna untuk berangkat.


" Yuk berangkat" ucap Alia menarik tangan Yuna yang sedang duduk.


Yuna tidak diberi waktu untuk pamitan kepada orang tua Alia. Jangankan berpamitan untuk bicara saja tidak diberi waktu. Sampai-sampai Yuna melepas paksa tangan Alia dari tangannya.


" Lo kenapa si? Santai dikit napa, belum telat kok kalo kita jalan santai" ucap Yuna terengah-engah setelah berlari ditarik Alia.


" Hehee sory sory, soalnya gue mau ketemu seseorang jadinya gue buru-buru"


Kata-kata Yuna hanya ditanggapi tawa kecil Alia yang menandakan bahwa yang akan ia temui memang benar laki-laki


Yuna memang sangat mengenal Alia, dia tak bisa santai jika sudah menyukai seseorang


Alia termasuk sering menyukai laki-laki bahkan banyak yang di php. Alia mudah mengenal laki-laki, jika ditanya mana yang lebih peka dan lebih berpengalaman tentang cinta maka pemenangnya sudah pasti Alia.


Yuna tidak pernah dekat dengan laki-laki namun banyak yang menyukai Yuna bahkan mereka menjadi penggemar rahasia.


Yuna hanya dekat dengan Abi itu pun karena Abi sangat asik dan sangat sabar mendekatinya, jika tidak pasti Yuna tidak akan tertarik sedikit pun kepadanya.


Kebanyakan yang mendekati Yuna pasti mereka hanya ingin menjadi kekasihnya, Yuna sangat tidak suka itu, apalagi dia sama sekali tidak tertarik untuk berpacaran.


" Berapa banyak lagi yang mau di phpin Al, ngga kapok kapok lo"


Yuna sudah lelah mendengar curhatan Alia yang hanya membahas tentang laki-laki, putus cinta, PDKT, dan masih banyak lagi


" Ngga banyak kok Yun, cuma ini. Janji deh cuma ini ngga ada lagi" ucap Alia yang paham betul dengan ekspresi wajah Yuna yang sudah malas.


" Apaan kemarin kemarin juga bilangnya gitu tapi ternyata masih banyak lagi, udah lah Al. Lo ngga kasihan liat korban-korban lo yang udah kaya mayat hidup. Setiap hari bengong terus, gue takut lo bakal ngrasain apa yang mereka rasain. Dipermainkan itu sakit"


" Aduh Yuna omongan lo itu kaya orang udah berpengalaman soal cinta aja si, pacaran juga belum pernah. Ehh gimana kalo lo gue kenalin sama temen gue, katanya dia suka sama lo tapi dia ngga berani deketin lo. Mau yaaa"

__ADS_1


Alia mencoba merayu Yuna agar mau di comblang dengan temannya. Namun Yuna tidak tertarik, dan malah meninggalkan Alia yang masih berbicara tentang cinta dan pacaran.


Yuna yakin suatu hari nanti pasti akan ada waktunya ia mengenal cinta tapi bukan sekarang. Sekarang waktunya untuk belajar dan belajar karena sebentar lagi ia naik kelas 12 dan pasti akan lebih sibuk.


Bahkan ia harus memikirkan harus bagaimana kedepannya. Yuna sibuk merancang masa depannya sedangkan Alia sibuk memikirkan lelaki.


Lima menit berjalan mereka sudah sampai didepan sekolah. Saat masuk ke halaman sekolah Yuna melihat Abi sedang membawa barang yang sangat banyak bahkan Abi sampai kesulitan untuk membawanya.


Yuna yang malas mendengar celoteh Alia pun meninggalkannya sendiri dan menghampiri Abi.


" Ada yang bisa gue bantu?" tanya Yuna


Abi menumpuk beberapa kardus dan mengangkatnya sampai menutup wajahnya. Saat Yuna memanggilnya ia tak bisa melihat Yuna karena wajahnya terhalangi kardus yang ia bawa.


Dengan cekatan Yuna mengambil satu kardus yang lumayan berat yang menghalangi pandangan Abi sehingga Abi bisa melihatnya.


" Ehh Yuna, maaf-maaf gue ngga liat lo tadi. Sini biar gue aja yang angkat"


" Udah sini biar gue bantu, kalo lo yang bawa semuanya trus nutupin pandangan lo, yang ada baru berapa langkah lo jalan udah nabrak tiang"


Yuna meyakinkan Abi untuk menerima bantuannya. Dan akhirnya mau tidak mau Abi menerima bantuan Yuna agar ia tidak kesulitan dan bisa lebih dekat lagi dengan Yuna.


* * * *


Alia menyadari bahwa Yuna sudah tidak ada disampingnya, langsung melihat sekeliling mencari keberadaan Yuna.


Alia terus mencari Yuna sampai matanya tertuju pada Yuna yang sedang membantu Abi mengangkat kardus.


Alia merasa senang malihat Yuna mulai dekat dengan laki-laki tanpa ia paksa.


" Setelah sekian lama akhirnya lo deket sama cowo juga, gue doain semoga kalian bisa bersatu deh. Mending gue masuk duluan dan nyamperin calon korban gue dari pada liatin mereka" ucap Alia lalu melenggang masuk ke dalam sekolah


Bersambung . . .


Ada yang penasaran sama Azura ngga nih?


Gimana kabarnya sekarang ya, mau munculin konflik lagi tapi bingung mau munculin Azura lagi atau sama pemeran baru nih?


Author tetep munculin kok si Azura tapi sabar dulu jangan tergesa-gesa oke👌


Coba komen dong bantu author mikir


Biar kita sama-sama bikin ceritanya tambah menarik lagi....


Cus penuhi kolom komentar


Jangan lupa likenya👍

__ADS_1


__ADS_2