Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
61


__ADS_3

Kini Nayya dan Risam setelah melakukan sholat isya bersama. Kini keduanya sedang berbaring di ranjang dengan Nayya berbantalkan lengan sang suami, “Mas, terima kasih yaa sudah membuatkan Nayya nasi goreng.” Ucap Nayya tersenyum. Yah, Risam dengan susah payah sudah berusaha untuk membuatkan nasi goreng untuknya. Rasanya tidak buruk untuk seseorang yang memasak pertama kali.


“Sayang, kau meledekku. Aku tahu nasi goreng buatanku itu pasti tidak enak.” Ucap Risam.


“Enak mas. Sungguh! Nayya gak bohong. Benar enak kok. Nayya sangat menyukainya dan dia juga menyukainya.” ucap Nayya lirih di akhir kalimatnya.


Risam juga tidak mendengar ucapan Nayya itu karena dia menengok ke sebelah, “Mas!” ucap Nayya.


Risam pun memandang Nayya lekat, “Ada apa sayang?” tanya Risam.


Nayya menggeleng, “Nanti deh!” ucap Nayya tersenyum lalu bersembunyi di balik dada sang suami.


Risam pun tersenyum lalu memeluk istrinya itu, “Sayang, Mas ingin--” ucap Risam berbisik. Nayya pun tersenyum lalu dia mengangguk.


“Tapi pelan-pelan ya mas.” Ucap Nayya. Risam pun mengangguk. Lalu terjadilah sesuatu yang memang di inginkan oleh keduanya itu. Seperti janji sebelumnya malam ini mereka melakukan hubungan itu dua kali tapi seperti permintaan Nayya. Keduanya melakukannya pelan-pelan karena Nayya ingin menjaga kandungannya.


Setelah berbagi peluh bersama keduanya pun lelah dan tertidur tapi sebelum tidur mereka membersihkan diri dulu sebelumnya. Walau tidak mandi tapi keduanya tetap melakukan pembersihan.


***


Keesokkan paginya tepat jam tiga pagi, Risam terbangun dan kemudian di susul Nayya, “Good morning sayang.” ucap Risam lalu mengecup dengan lembut bibir sang istri.


Nayya pun tersenyum, “Pagi juga mas.” Balas Nayya setelah Risam melepaskan kecupannya.


Setelah itu Risam segera turun dari ranjang dan segera menggendong Nayya menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Tapi Nayya teringat bahwa dia harus melakukan pengecekkan kembali pun keluar sebentar dari kamar mandi dan membawa tespeck ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


“Mas, jangan melihat!” ucap Nayya.


“Emangnya kamu mau ngapain sayang?” tanya Risam.


“Ish itu rahasia. Mas keluar dulu deh.” Usir Nayya mendorong sang suami keluar kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi begitu Risam sudah keluar.


“Sayang, buka pintunya. Kamu mau ngapain sih?” tanya Risam sambil mengetuk pintu kamar mandi.


“Tunggu bentar mas.” Ujar Nayya dari dalam dan dia pun segera melakukan pengecekkan kembali. Sambil menunggu sekitar lima menit, Nayya menunggunya dengan perasaan was-was padahal sebelumnya dia sudah melakukan pengecekkan namun dia tetap merasa was-was. Dan syukurlah setelah lima menit tespeck itu tetap menunjukkan garis dua sama seperti kemarin siang dia melakukannya tapi untuk pagi ini garis duanya lebih tebal dari yang kemarin. Nayya memeluk tespeck itu dengan erat lalu mengelus perutnya. Kini dia yakin bahwa dia benar-benar mengandung dan tinggal mencari cara untuk memberi tahu kepada keluarga terutama suaminya.


“Sudah belum sayang.” tanya Risam dari luar.


Nayya pun segera membereskan semuanya dan menyimpan tespeck itu baik-baik. Lalu dia segera membuka pintu dan Risam pun segera masuk kembali dan melihat sekeliling untuk mencari keanehan tapi sayang dia tidak menemukan apa pun, “Apa yang kau lakukan sayang sehingga mas pun gak boleh tahu.” Ujar Risam.


Seperti biasa setelah sholat tahajud keduanya hendak membaca Al-Qur’an. Risam pun segera mengambil Qur’an tapi Nayya menahannya, “Sebelum kita membaca Qur’an. Nayya ingin mengatakan sesuatu. Mas juga penasaran kan dengan apa yang Nayya lakukan tadi. Jadi mas tunggu sebentar di sini.” Ucap Nayya lalu dia segera berdiri menuju laci lemari riasnya dan mengambil kotak di sana dan memberikannya kepada sang suami.


Risam yang bingung dengan apa yang dilakukan istrinya itu pun tetap menerima kotak itu, “Apa ini sayang?” tanya Risam.


“Emm jika mas penasaran dan ingin tahu apa isinya. Buka saja.” ucap Nayya.


“Bener nih mas boleh membukanya?” tanya Risam memastikan.


Nayya pun mengangguk yakin, “Buka saja mas.” Ucap Nayya.


Risam pun segera membuka kotak itu, “Mas, jangan lupa baca basmalah. Siapa tahu aja kan itu isinya bom.” Ucap Nayya.

__ADS_1


Risam pun tersenyum lalu kemudian dia pun menurut saja dan segera membaca basmalah lalu segera membuka kotak itu dan dia tersenyum melihat isi kotak itu yang ternyata masih kotak lagi. Risam pun menatap Nayya, “Kamu ngerjain mas ya?” tanya Risam.


Nayya menggeleng, “Ish untuk apa aku ngerjain mas. Gak ada untungnya untukku. Lagian mana mungkin istri secantik aku ini melakukan hal seperti itu kepada mas. Ish mas tega deh kok nuduh aku seperti itu. aku jadi sedih kan.” Ucap Nayya.


Risam pun tersenyum lalu memeluk istrinya itu. Setelah itu dia pun segera membuka kotak itu lagi dan di dalamnya masih kotak lagi yang lebih kecil dari sebelumnya. Risam menatap Nayya yang tersenyum, “Sabar mas. Semua itu butuh proses. Jadi mas harus bersabar untuk bisa mendapatkan kejutannya. Ayo sekarang buka lagi.” Ucap Nayya menyemangi sang suami.


Risam pun mengikuti saja apa yang di katakan istrinya itu walau dia sudah merasa di kerjai oleh istri cantiknya itu. Risam pun membukanya dan hanya ada kertas yang di gulung dalam kotak itu, “Sayang, kamu ngerjain mas.” Ucap Risam.


Nayya menggeleng, “Hmm gak mas. Coba deh buka gulungan kertas itu.” ucap Nayya tersenyum.


Risam pun lagi-lagi menurut saja membuka gulungan kertas itu, “Ayo baca apa tulisannya!” ucap Nayya setelah gulungan kertas itu terbuka.


“Ayah, apa kau mencariku. Jika ingin tahu lihatlah di laci lemari rias bunda.” Ucap Risam membaca isi kertas itu.


“Sayang, apa-apa an ini. Siapa ayah dan bunda?” tanya Risam masih belum ngeh.


Nayya tersenyum, “Jika mas ingin tahu kenapa tidak menuruti tulisan yang ada di kertas itu.” ucap Nayya tersenyum misterius.


“Sayang, sebenarnya ada apa ini. Ayolah jangan mengerjai mas.” Ucap Risam.


“Mas sudah berapa kali aku bilang bahwa gak ada yang ngerjain mas. Buat apa coba.” Ucap Nayya.


Risam pun menghela nafasnya lalu dia segera berdiri dan menuju lemari rias sang istri, “Awas saja jika kamu ngerjain mas lagi.” Ucap Risam lalu segera membuka laci lemari rias sang istri itu.


Risam pun memandangi isi laci istrinya itu lalu menatap Nayya yang tersenyum. Risam tersenyum dan mengambil apa yang di dalam laci itu, “Kamu hamil sayang?” tanya Risam menatap Nayya.

__ADS_1


__ADS_2