
“Aku yakin mereka akan sedih dan merasa kita mengabaikan mereka. Kita beritahu orang tua mas aja dulu.” Ujar Nayya.
“Mereka gak akan tersinggung sayang. Justru kalau kita memilih memberitahu mami sama papi lebih dulu maka mama dan papa akan merasa sedih. Masa iya mereka yang sehari-hari dengan kita justru tahu terakhir.” Ujar Risam.
Nayya yang mendengar jawaban suaminya itu pun tersenyum lalu segera mendekati suaminya itu dan mengecup pipi suaminya sekilas, “Kenapa kita menjadi tidak enak dengan mertua kita masing-masing mas. Kenapa kita tidak memberitahu mereka bersama-sama agar tidak ada yang merasa sedih atau pun tersinggung dan kita juga tidak terkesan pilih kasih.” Ucap Nayya tertawa. Menertawakan kebodohan mereka yang tidak segera menemukan solusi ini dari tadi hanya mempermasalahkan sesuatu yang belum tentu terjadi.
Risam pun ikut tertawa, “Kau benar sayang. Kenapa kita tidak memberitahu mereka sama-sama.” Ujar Risam juga yang baru teringat dengan hal itu.
“Tapi kita akan mengatakannya bagaimana? Masa iya mami dan papi kita minta datang ke sini?” tanya Nayya.
Risam pun tampak berpikir untuk menemukan solusi terbaik dari permasalahan mereka ini, “Mas, kita beritahu sekarang aja.” Ujar Nayya tiba-tiba.
Risam yang mendengar itu pun mengangkat alisnya bingung dengan maksud istrinya, “Kok sekarang? Bagaimana caranya?” tanya Risam.
Nayya pun tersenyum lalu dia meraih ponselnya, “Dengan ini. Kita akan melakukan video call dengan mereka. Mama sama papa berada di rumah begitu juga mami sama papi ada di rumah mereka. Jadi kita tidak akan merasa bersalah nanti. Kita akan menghubungi mereka. Bagaimana mas? Mas setuju kan?” tanya Nayya.
Risam tersenyum lalu mengangguk, “Mas setuju sayang. Kenapa kita pusing yaa dengan itu padahal solusinya mudah. Memang semua permasalahan itu harus di bicarakan bersama-sama agar masalahnya bisa di atasi. Ya sudah ayo kita hubungi mereka.” ucap Risam.
Nayya pun mengangguk lalu segera meraih ponselnya dan menghubungi nomor mami Vega dan mama Fara melalui sambungan video call. Tidak lama mami Vega segera menjawabnya dan di susul oleh mama Fara.
Mama Fara dan mami Vega yang menyadari bahwa sambungan video call itu tersambung antara mereka pun tersenyum, “Ada apa nak? Kenapa menghubungi kami sekalian begini?” tanya mama Fara.
Mami Vega pun terlihat mengangguk dan penasaran, “Iya nak. Ada apa? Kalian baik-baik saja kan?” tanya mami Vega.
“Kami baik-baik aja mih.” Ujar Risam yang terlihat memeluk Nayya dari belakang.
“Haish apa kalian ingin memamerkan kemesraaan kalian dengan memeluk mami kalian ini?” tanya papi Lutfi dari seberang yang ikut frame mami Vega.
Nayya dan Risam pun tersenyum, “Bukan begitu Pih. Tapi jika papi merasa begitu yaa syukurlah.” Ucap Risam.
__ADS_1
“Hahahh, lihatlah putramu itu mih. Dia jadi manja begitu memiliki istri.” Ucap Papi Lutfi.
Mama Fara pun hanya tersenyum mendengar ucapan besannya, “Apa ada yang ingin kalian bicarakan dengan kami nak sehingga menghubungi kami begini? Padahal tadi kita ketemu.” Ucap mama Fara.
Nayya pun tersenyum lalu mengangguk, “Nayya dan mas Risam ingin mengatakan sesuatu yang penting di sini. Tapi mama di mana papa?” tanya Nayya tidak melihat papanya.
“Papa ada di sini nak. Papa mendengar kalian juga.” Ujar papa Imran yang terdengar hanya suaranya itu.
“Baiklah. Mama, mami, papi, dan papa kami di sini ingin mengatakan sesuatu yang penting. Sebenarnya ini bisa saja kami katakan besok atau pun lusa. Bisa juga kami katakan secara langsung namun sepertinya hal itu tidak bisa kami lakukan karena kalian tidak bisa berada di satu tempat yang sama. Makanya untuk itu kami melakukan ini menghubungi kalian melalui video call begitu dan kami akan mengatakannya nanti. Harap semuanya bisa mendengar dengan baik dan jangan kaget.” Ucap Nayya tersenyum.
“Kamu seperti sedang mengumumkan apa saja nak.” ucap papa Imran yang akhirnya masuk frame mami Fara itu.
Nayya dan Risam pun tersenyum, “Ini memang pengumuman pah.” Ujar Nayya.
“Baiklah. Jika itu memang pengumuman. Katakan saja kami ingin segera mengetahuinya.” Ucap mami Vega.
Nayya dan Risam pun tersenyum lalu keduanya saling menatap. Nayya segera meletakkan ponselnya dan meraih hasil USG-nya. Setelah itu Nayya segera meraih kembali ponselnya dan memperlihatkan hasil USG-nya itu, “Apa itu nak?” tanya mama Fara dan mami Vega bersamaan.
“Hmm, tidak jelas nak gambarnya. Kamu katakan saja.” ucap mama Fara di angguki oleh mami Vega.
Nayya pun mengangguk, “Emm, gak boleh gitu sekarang menurut papa dan papi gambar apa tadi itu?” tanya Nayya.
“Nak, mamimu saja gak bisa menebaknya apalagi kami.” ucap papi Lutfi.
“Kalau papa bagaimana?” tanya Nayya kepada papanya.
“Itu terlihat seperti USG.” Ucap papa Imran.
Mami Vega, Papi Lutfi dan mama Fara yang mendengar ucapan yang keluar dari papa Imran pun kaget dan segera menatap Nayya dan Risam yang tersenyum, “Nak! Apa benar tebakan papamu? Itu USG?” tanya mama Fara.
__ADS_1
Nayya dan Risam hanya diam saja, “Emm,, benar. Tapi sebelum kalian menjawab lagi dan dugaan kalian itu terjawab maka lihat ini dulu.” Ucap Nayya memperlihat tespeck-nya yang bergaris dua.
“Kamu hamil nak?” tanya mama Fara setelah memastikan dugaannya itu benar.
Nayya tersenyum lalu mengangguk, “Alhamdulillah. Sudah lima minggu.” Ucap Nayya.
“Kenapa gak bilang dari tadi dan justru meminta kami menebak. Kalian ini!” ucap mami Vega.
“Maaf mih.” Ucap Nayya.
“Jangan meminta maaf nak. Mami lagi senang ini akan segera memiliki cucu dari putra bungsu mami.” ucap mami Vega terharu.
Mama Fara dan Papa Imran pun tersenyum, “Jadi kalian tadi itu pergi untuk periksa kandungan yaa?” tanya mama Fara.
Nayya mengangguk, “Iya benar mah. Kami ingin memastikan lebih dulu sebelum mengatakannya kepada kalian.” ucap Nayya.
“Sejak kapan kamu tahu?” tanya Mama Fara.
“Kemarin dan Nayya juga baru memberitahu mas Risam tadi subuh. Makanya tadi sore kami ke dokter dan melakukan USG.” Jelas Nayya.
“Selamat nak!” ucap papa Imran tersenyum bahagia karena kehamilan putrinya itu akan membuatnya memiliki gelar kakek pertama kalinya.
“Makasih pah.” Jawab Nayya.
“Kami akan datang besok ke rumah kalian. Kami ingin melihat hasil USG itu dengan jelas.” Ujar mami Vega.
“Kami menunggu mami dan papi.” Ucap Nayya.
“Pih, Mih. Mama juga papa. Risam ingin mengatakan sesuatu. Kalian akan memiliki gelar kakek dan nenek dari dua orang cucu” ucap Risam tersenyum.
__ADS_1
“Maksudnya?”