Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 10. Beli baju


__ADS_3

Hari telah berganti, Aileen dan Ardiaz berniat pergi membeli sesuatu yang bisa mereka jadikan kenang-kenangan jika sudah kembali ke Jakarta nantinya.


Mereka berdua pun keluar dari kamar hotel, Aileen sudah tampak rapih dengan baju santainya yang dilapisi outer tipis serta rok pendek. Sedangkan Ardiaz memakai pakaian seperti biasanya.


"Aileen, kamu udah siap kan?" tanya Ardiaz.


"Udah lah mas, emangnya kamu gak lihat nih aku udah rapih kayak gini?" jawab Aileen.


"Iya iya, saya kan cuma nanya," ujar Ardiaz.


"Yaudah, gausah baper kali mas!" kekeh Aileen.


"Kita langsung aja berangkat yuk mumpung belum terlalu panas! Katanya kamu mau belanja kan?" ucap Ardiaz.


"Iya sayang, aku pengen belanja yang banyak buat aku dan juga mama papa aku. Kamu jangan lupa beliin oleh-oleh buat mama Mita!" ujar Aileen.


"Itu mah pasti dong, aku gak mungkin lupa soal itu. Aku ini kan anak yang berbakti," ucap Ardiaz.


"Iyain aja, udah yuk kita jalan!" ucap Aileen sambil mengaitkan tangannya dengan sang kekasih.


Ardiaz tersenyum sembari menyingkirkan rambut yang menutupi wajah gadisnya, ia mengecup kening Aileen dan tak lupa juga bagian lainnya.


Cup!


"Kamu sekarang suka banget cium-cium aku ya mas? Dulu aja kamu sok jual mahal pas dideketin sama aku," sindir Aileen.


"Apa sih kamu? Hal yang wajar kan kalau seorang pacar cium pacarnya?" ujar Ardiaz tersipu.


"Iya mas, wajar kok emang. Bahkan hampir tiap jam kamu cium aku juga wajar," ucap Aileen.


Ardiaz menggeleng heran, sedangkan Aileen membenamkan wajahnya di bahu sang kekasih yang terasa nyaman itu.


"Kamu jangan kayak gini, berat tau saya susah jalannya!" tegur Ardiaz.


"Ish, kamu gak suka aku giniin?! Pacar macam apa sih kamu!" protes Aileen.


"Bukan gitu sayang, kita kan mau pergi jadi kamu jalan aja kayak biasa ya!" ucap Ardiaz.


"Huh yaudah deh," Aileen menjauh dari Ardiaz dan melepaskan tautan tangan mereka. Bahkan, ia melangkah lebih dulu meninggalkan lelaki itu.


"Hey, Aileen tunggu!" teriak Ardiaz cemas. "Aduh ngambek lagi deh!" lanjutnya. Ia pun juga ikut maju mengejar Aileen untuk membujuknya.


Ardiaz langsung mencekal lengan Aileen dan mendekap gadis itu dari belakang hingga sang empu terkesiap merasakan sentuhan tiba-tiba di tubuhnya.


"Aileen, kamu jangan ambekan gitu dong! Saya gak suka ah kalau kamu kayak gitu!" kesal Ardiaz.


"Apa sih pak? Siapa yang ambekan?" tanya Aileen.


"Pake nanya lagi, ya kamu lah!" jawab Ardiaz.


"Aku gak ngambek kok, ada-ada aja kamu!" ujar Aileen.

__ADS_1


"Kalau kamu emang gak ngambek, kenapa kamu jalan duluan tadi? Terus, kenapa juga kamu malah panggil saya pak lagi?" tanya Ardiaz.


"Hah? Emang iya ya aku panggil kamu pak? Kapan?" elak Aileen.


"Ya itu tadi, kamu gausah ngeles deh! Ngaku aja kalau kamu ngambek!" kesal Ardiaz.


"Enggak pak kepsek ku sayang, aku gak ngambek. Aku itu cuma pengen cepat-cepat belanja, aku udah gak sabar tau!" ujar Aileen.


"Oh gitu, yaudah deh ayo kita pergi sekarang!" ucap Ardiaz langsung merangkul gadisnya.


"Kak Gabi sama kak Lana udah pergi duluan ya pak?" tanya Aileen.


"Tuh kan pak lagi," ketus Ardiaz.


"Iya iya, maksud aku mas. Kak Gabi sama kak Lana udah pergi duluan mas?" ucap Aileen meralat ucapannya.


"Udah tadi sayang, lagian emang kenapa kamu tanyain mereka? Toh kamu juga kan perginya sama saya berdua," ujar Ardiaz.


"Nanya doang emang salah ya mas?" ujar Aileen.


"Enggak, buat kamu mah gak ada yang salah. Kamu itu kan selalu benar," ucap Ardiaz.


"Hehe, kamu bisa aja!" kekeh Aileen.


Mereka pun melangkah keluar dari hotel untuk pergi ke pusat perbelanjaan di Bali.




Ardiaz hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kekasihnya yang lucu itu, ia membiarkan saja Aileen berbuat apa yang dia inginkan.


"Aileen sayang, pelan-pelan dong gausah buru-buru gitu!" tegur Ardiaz.


"Iya mas, abisnya aku gak tahan lihat semua barang disini yang bagus-bagus," ucap Aileen.


"Ya sabar dong sayang! Barang-barang itu juga gak bakal hilang kok," ucap Ardiaz.


"Aku ngerti, tapi kan aku pengen cepet-cepet bungkus semua barang itu sebelum dibeli sama orang lain," ucap Aileen.


"Yaudah, pilih deh yang kamu mau!" ujar Ardiaz.


Aileen mengangguk pelan, lalu mulai memilih-milih apa yang dia sukai di dalam toko tersebut.


Gadis itu masuk ke toko penjual baju, dia amat gembira melihat baju-baju disana.


"Mas, sini deh lihat mas!" ujar Aileen.


"Apa sih sayang?!" tanya Ardiaz sedikit kesal.


"Ini loh baju-bajunya bagus semua, terus ada yang couplean lagi. Kayaknya cocok deh buat kita mas," jawab Aileen menunjuk ke arah dua baju sejenis di toko tersebut.

__ADS_1


"Iya, itu bagus kok. Kalau kamu mau beli, yaudah beli aja!" ucap Ardiaz dingin.


"Ih kamu kok cuek gitu sih mas? Sini dong bantu aku pilih baju yang bagus! Emang kamu gak mau beli juga apa?" ucap Aileen.


"Mau kok, kamu pilihan aja buat aku sekalian ya!" pinta Ardiaz.


"Ya kamu juga ikut milih dong sayang, aku mana tau selera kamu! Lagian sekalian kita beliin buat mama Mita kan?" ujar Aileen.


"Nah, kalau untuk mama itu aku percayakan sama kamu. Soalnya kan kalian sama-sama perempuan, jadi pasti selera kamu juga disukai sama mama!" ucap Ardiaz sambil nyengir.


"Ih bilang aja kamu males!" cibir Aileen.


"Hehe.."


Aileen mencebikkan bibirnya, hingga membuat Ardiaz gemas. Gadis itu pun mengambil beberapa baju yang dianggap bagus untuknya dan Ardiaz.


Sementara lelaki itu hanya memantau saja sambil sesekali melirik arloji jam di tangannya, ia bisa tahu jika ini akan sangat lama.


"Ardiaz?" suara wanita dari belakangnya, membuat Ardiaz terkejut dan segera menoleh.


"Laura? Ka-kamu disini juga??" tanya Ardiaz dengan gugup dan gemetar.


"Iya, aku lagi lihat-lihat aja nih. Kamu sendiri ngapain disini? Belanja?" ucap Laura.


"Gitu deh, aku temenin pacar aku belanja disini. Biasalah anak perempuan," ucap Ardiaz.


"Ohh, ada pacar kamu juga disini? Mana dia?" tanya Laura celingak-celinguk.


"Eee itu dia di dalam, kamu mau bicara sama dia?" jawab Ardiaz.


"Gausah deh, aku takut dia nanti malah cemburu kalau lihat aku disini. Lebih baik aku cepat-cepat pergi, sebelum dia ngeliat aku." ujar Laura.


"Benar juga sih yang kamu bilang, tapi..."


"Sayang!" ucapan Ardiaz terpotong ketika Aileen memanggilnya, mereka berdua kompak menoleh dan terkejut melihat gadis itu ada disana.


"Loh Aileen? Kamu udahan beli bajunya?" tanya Ardiaz.


"Pantas aja ya kamu gak mau temenin aku belanja, ternyata kamu mau berduaan sama cewek ini. Nyebelin sih kamu mas!" ketus Aileen.


"Aileen, jangan salah paham dulu deh! Saya sama Laura itu gak sengaja ketemu disini," ucap Ardiaz.


"Halah bohong! Kalian pasti udah janjian kan?!" ujar Aileen.


"Ya ampun, enggak Aileen itu gak bener! Saya gak pernah janjian sama Laura!!" elak Ardiaz.


"Iya Aileen, kamu percaya ya sama Ardiaz! Dia itu laki-laki yang susah buat jatuh cinta, jadi dia gak mungkin khianati kamu. Ardiaz pasti akan jaga kekasihnya dengan baik!" ucap Laura.


Aileen mendengus kesal, entah mengapa sulit sekali menghilangkan rasa cemburu di dalam dirinya saat melihat Ardiaz dengan perempuan lain.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2