Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 11. Pulang ke Jakarta


__ADS_3

Aileen yang kesal akibat Ardiaz terus-menerus bertemu dengan Laura di Bali, akhirnya memutuskan untuk mengajak pria itu pulang ke Jakarta karena tidak kuat lagi menahan cemburu.


"Apa? Kamu serius mau ajak saya pulang hari ini Aileen??! Kita udah booking hotel selama seminggu ke depan loh," kaget Ardiaz.


"Iya mas, aku mau kita pulang hari ini juga. Aku gak kuat terus-terusan lihat kamu dekat-dekat sama cewek itu, mending kita pulang!" ucap Aileen.


"Kamu gimana sih? Bukannya katanya kamu pengen liburan ke Bali bareng saya? Kenapa malah ngajakin pulang sekarang? Kita baru dua hari loh disini sayang," ujar Ardiaz heran.


"Biarin aja, abisnya kamu dekat-dekat sama dia terus sih. Aku kan pacar kamu, aku gak bisa lihat kamu dekat sama cewek lain!" ujar Aileen.


"Hadeh, yaudah deh terserah kamu aja. Tapi, awas aja ya kalau kamu nyesel karena kita udah pulang hari ini!" ucap Ardiaz.


"Aku gak bakal nyesel, justru aku nyesel kalau biarin kamu lama-lama disini. Nanti yang ada kamu malah makin dekat sama cewek itu," ujar Aileen.


"Ya ya ya, suka-suka kamu aja!" ucap Ardiaz.


Tampaknya lelaki itu sudah tak mengerti lagi bagaimana caranya untuk membujuk gadisnya, ia pun menurut saja dan mengikuti kemauan Aileen yakni pulang ke Jakarta.


"Kalo gitu aku mau siap-siap dulu, kamu juga siap-siap gih sana!" ujar Aileen.


"Sekali lagi nih aku tanya, kamu yakin mau pulang sekarang?" tanya Ardiaz.


"Iya mas, kamu kenapa sih? Gak mau pulang bareng aku karena kamu takut gak bisa ketemu Laura lagi, iya?!" kesal Aileen.


"Gak gitu sayang, aku cuma takut kamu tiba-tiba nyesel nanti pas kita udah di Jakarta," ujar Ardiaz.


"Kan tadi aku udah bilang, aku gak mungkin nyesel. Udah deh kamu nurut aja sama aku!" ujar Aileen.


"Ya oke, saya nurut sama kamu. Abis ini kita langsung balik ke Jakarta ya? Udah, kamu jangan ngambek lagi sama saya!" ucap Ardiaz.


"Iya mas, udah gih sana ke kamar kamu terus beresin semua barang kamu!" ucap Aileen.


"Kamu gak mau saya bantu biar lebih cepat? Nanti kamu juga bantu saya gitu," tanya Ardiaz menawarkan bantuan.


"Enggak, aku bisa sendiri. Kalau kamu butuh bantuan, sabar ya tunggu sampai aku selesai beres-beres!" jawab Aileen.


"Okay!" Ardiaz manut saja lalu bangkit bersiap pergi dari kamar gadisnya itu.


Sementara Aileen tampak sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam koper, sebenarnya dia belum mau kembali ke Jakarta sekarang dan masih ingin berada di Bali, namun ia terlalu takut jika Ardiaz dekat dengan wanita lain.


Ardiaz mendengus pelan, sebelum akhirnya melangkah keluar kamar Aileen.


"Huh gara-gara tuh cewek liburan aku jadi gagal! Awas aja kalo ketemu lagi nanti, aku pasti bakal pites tuh cewek!" geram Aileen.

__ADS_1




Ceklek..


Gabino masuk ke kamar sang adik setelah mendapat kabar dari Ardiaz kalau Aileen mengajak pulang cepat ke Jakarta.


Dia sungguh heran mengapa Aileen tiba-tiba ingin pulang, padahal sebelumnya gadis itu sangat memaksa mereka untuk pergi liburan.


"Dek, kamu beneran mau pulang sekarang?" tanya Gabino setelah melihat Aileen sedang membereskan pakaiannya.


"Eh kakak, iya nih kak. Tapi, aku cuma sama mas Diaz kok. Kalau kakak dan kak Alana masih pengen disini sampai seminggu, ya terserah aja!" jawab Aileen sambil tersenyum.


"Emang kenapa sih kamu tiba-tiba mau pulang? Ada masalah sama Ardiaz?" tanya Gabino heran.


"Hah? Enggak tuh, aku emang pengen pulang aja. Aku bosen kak lama-lama disini, ternyata gak asyik. Makanya aku ajak mas Diaz pulang," jawab Aileen.


"Kamu jangan bohong deh Aileen! Gak mungkin alasannya karena bosan, pasti ada apa-apanya kan!" sentak Gabino.


"Huft, iya sih kak. Sebenarnya aku mau pulang karena aku cemburu sama mas Diaz yang selalu ketemu teman SMA nya disini," ujar Aileen.


"Tuh kan, kakak udah duga ada yang gak beres. Dasar kamu Aileen!" cibir Gabino.


"Ya gimana lagi kak? Aku emang masih pengen disini, tapi aku juga gak mau mas Diaz semakin dekat sama teman SMA nya itu! Nanti yang ada mas Diaz malah punya rasa lagi sama dia," ucap Aileen.


"Aku percaya, tapi enggak sama teman SMA nya itu. Soalnya dia kelihatan kegatelan banget, aku takut aja mas Diaz kepincut sama dia!" ujar Aileen.


"Ya itu sama aja kamu gak percaya sama pak Ardiaz, harusnya kalau kamu percaya ya kamu gak perlu takut lah mas Diaz kamu bakal kepincut sama cewek lain!" ucap Gabino.


"Sekarang gini deh, kalau kak Alana ada yang deketin, emang kakak gak takut?" tanya Aileen.


"Loh kenapa jadi kakak?" ujar Gabino.


"Ya sebagai perumpamaan," ucap Aileen.


"Ah udah lah, terserah kamu aja! Susah emang kasih tau adik pembangkang kayak kamu!" kesal Gabino.


"Ih apa sih kak, kok ngomel?" cibir Aileen.


"Yaudah, kamu boleh pulang. Kakak sama Alana bakal tetap disini," ujar Gabino.


"Oke! Berarti aku dapat izin kan dari kakak buat pulang duluan bareng mas Diaz?" tanya Aileen.

__ADS_1


"Ya, tapi di Jakarta jangan aneh-aneh! Kakak tetap bisa pantau kamu loh dari sini," jawab Gabino.


"Iya iya, aku ngerti kok kak," ucap Aileen.


Gabino tersenyum tipis sembari mengusap puncak kepala adiknya, setelahnya dia pun keluar meninggalkan gadis itu disana.




Singkat cerita, Gabino serta Alana ikut mengantar Aileen dan Ardiaz ke bandara untuk terbang ke Jakarta sore ini.


Tampak raut kesedihan terpampang di wajah Aileen saat ia akan meninggalkan Bali, sejujurnya dia memang masih ingin berada disana.


"Aileen, kamu kenapa? Sedih ya? Suruh siapa kamu ngajak pulang duluan?" tanya Ardiaz dengan nada mengejek.


"Apaan sih, siapa yang sedih? Aku tuh lagi menikmati masa-masa terakhir aku di Bali, jangan ngaco deh!" sangkal Aileen.


"Ya ya ya, suka-suka kamu aja deh Aileen saya mah selalu ngalah sama kamu!" ujar Ardiaz.


"Hahaha, hebat ya kamu Ardiaz selalu bisa sabar hadapin Aileen yang keras kepala itu! Kalau saya jadi kamu, saya sih gak akan bisa bertahan dengan sikap dia itu!" sahut Gabino.


"Ish apaan sih kak?! Gausah nyamber deh, kayak petir aja!" cibir Aileen.


"Loh bener kan yang kakak bilang? Kamu itu emang keras kepala Aileen, selalu gak mau dengerin kata-kata orang lain dan pengen menang sendiri!" ujar Gabino.


"Enggak sih, kapan aku begitu?" sangkal Aileen.


"Iyain, yang penting kamu happy!" ucap Gabino.


Ardiaz terkekeh kecil, begitupun dengan Alana yang juga hanya tersenyum tipis menyaksikan keributan antara dua kakak-beradik itu.


Sesampainya di bandara, Gabino langsung membantu Ardiaz menurunkan koper milik mereka dari bagasi mobilnya.


"Nah, kakak antar sampai sini aja ya Aileen? Kalian bisa kan ke dalam sendiri?" ujar Gabino.


"Bisa kok kak, kan ada mas Diaz juga. Makasih ya kakak udah mau antar kita!" ucap Aileen.


"Sama-sama, yaudah kalian berdua hati-hati ya? Ardiaz, saya titip adik saya sama kamu, tolong jaga dia baik-baik!" ucap Gabino.


"Siap Gabino!" ucap Ardiaz patuh.


Gabino tersenyum dan memeluk Aileen erat seraya mengecup keningnya lembut, gadis itu hanya bisa diam menerima pelukan sang kakak karena ia pun juga menikmatinya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2