Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 106. Rumah sakit


__ADS_3

Ardiaz datang ke rumah sakit dengan wajah panik setelah mendapat kabar dari Alana kalau Aileen mengalami kecelakaan bersama Gabino.


Pria itu sangat khawatir pada kondisi Aileen, ia langsung menghampiri Alana serta keluarga gadis itu yang sudah berada disana lebih dulu.


"Permisi semuanya, maaf saya baru datang! Gimana kondisi Aileen? Dia baik-baik aja kan? Dia gak kenapa-napa kan om, tante? Alana?" ucap Ardiaz cemas dengan nafas terengah-engah.


"Ardiaz, kamu tenang ya jangan panik! Kita doain aja supaya Aileen gak kenapa-napa!" ucap Axel.


"Iya Diaz, sekarang Aileen masih diperiksa sama dokter. Kamu sabar aja ya!" timpal Malika.


Iya tante, om. Saya cuma cemas aja tadi begitu tahu kalau Aileen kecelakaan," ucap Ardiaz.


"Itu hal yang wajar, kami juga ngerasain itu kok tadi. Tapi, sekarang kita fokus mendoakan Aileen aja semoga dia cepat sadar!" ucap Malika.


"Tante benar, saya—"


Ucapan Ardiaz terjeda lantaran pintu ruang UGD itu terbuka dan seorang dokter laki-laki muncul menghampiri mereka.


"Hah dok? Gimana kondisi anak saya dok?" tanya Malika tak sabaran.


"Iya dok, putri kami baik-baik aja kan?" sahut Axel tak kalah panik.


"Tenang ya pak, Bu! Pasien sekarang sudah diberi penanganan, beliau sekarang hanya memerlukan waktu untuk istirahat. Untungnya pasien juga tak mengalami luka yang serius," jawab dokter itu.


Sontak mereka semua kompak mengucap syukur karena Aileen baik-baik saja dan tidak mengalami luka serius.


"Oh syukurlah, lalu apa kami boleh masuk dan jenguk putri kami dok?" tanya Axel.


"Boleh pak, tapi maks dua orang saja ya," jawab dokter itu.


"Baik dok, terimakasih ya!" ucap Axel patuh.


"Sama-sama pak, saya mohon izin permisi," ucap dokter itu.


"Silahkan dok!" ucap Axel memberi jalan.


Setelah dokter itu pergi, Ardiaz yang sangat panik itu meminta izin pada Axel serta Malika untuk menjenguk Aileen lebih dulu.


"Eee om, tante, boleh enggak saya duluan yang masuk dan lihat Aileen? Saya mau tau kondisi Aileen," ucap Ardiaz.


"Ya boleh dong, tapi bareng mama ya? Sekalian mama juga mau tau kondisi Gabino," ucap Malika.


"Ah bener tuh, kan kata dokter tadi boleh dua orang yang masuk," ucap Axel.


"Iya tante," singkat Ardiaz.


"Kamu tuh kok masih aja panggil saya tante? Panggil mama aja!" pinta Malika.


"Iya tante, eh maksud saya mama," ucap Ardiaz.


Malika menggeleng pelan, lalu bergerak masuk ke dalam ruang itu bersama Ardiaz untuk menjenguk Aileen disana.


Sementara Alana kini menghampiri Axel dan berbicara pada ayah mertuanya itu.


"Pa, aku juga boleh ikut masuk kan? Aku pengen lihat kondisi mas Gabi, kan tempatnya terpisah sama Aileen," ucap Alana.

__ADS_1


"Iya Lana, kamu masuk aja. Papa yang nunggu disini," ucap Axel memberi izin.


"Makasih pa, aku masuk dulu ya?" pamit Alana.


Axel mengangguk singkat, Alana pun melangkah ke dalam ruang UGD untuk menemui suaminya yang juga dirawat disana.




Ardiaz kini mendekati Aileen yang masih tergeletak pingsan di atas ranjang, ia meneteskan air mata melihat kondisi Aileen saat ini.


Sungguh Ardiaz benar-benar cemas, tentu saja ia tidak mau sesuatu terjadi pada Aileen dan kejadian Vivi dulu terulang lagi.


"Aileen, kamu sadar ya sayang! Saya yakin kamu kuat dan kamu bisa lewatin ini semua," ujar Ardiaz.


Pria itu mengusap lembut wajah Aileen, membuat Malika yang ada di sebelahnya merasa terharu melihat betapa cintanya Ardiaz pada Aileen.


"Ingat Aileen, dua hari lagi kita menikah loh. Masa kamu masih mau disini terus?" ucap Ardiaz terisak.


"Saya benar-benar minta maaf sama kamu, karena saya gagal jagain kamu!" sambungnya.


"Diaz, jangan salahin diri kamu sendiri kayak gitu! Ini semua udah takdir, apa yang dialami Aileen itu murni kecelakaan. Udah ya kamu tabah aja, kan kata dokter Aileen gak kenapa-napa," ujar Malika.


"Iya ma, tapi tetap aja aku khawatir sama Aileen kalau dia belum sadar," ucap Ardiaz.


"Yang sabar aja, mungkin sebentar lagi Aileen bakal sadar. Mama yakin kok Aileen pasti sadar, dia kan anak yang kuat," ucap Malika.


"Aku juga berharap begitu ma, semoga aja Aileen cepat sadar ya ma!" ucap Ardiaz.


"Aamiin, yaudah mama mau coba ke kamar sebelah ya buat cek Gabino?" ujar Malika.


Malika pun pergi menuju tempat Gabino dirawat, sedangkan Ardiaz tetap disana dan terus mengusap wajah Aileen.


"Ayo sadar Aileen! Saya gak tahan lihat kamu terus pingsan begini," ucap Ardiaz terisak.


Perlahan ia merunduk, mengecup kening Aileen dan tanpa sengaja air matanya menetes mengenai bagian wajah gadis itu.


"I love you, Aileen Belvina Putri..."




Sementara itu, Alana tampak bahagia melihat suaminya yang sudah sadarkan diri itu.


Namun, Gabino belum bisa tenang memikirkan nasib adiknya yang juga mengalami kecelakaan bersamanya tadi.


"Mas, aku senang kamu udah sadar," ucap Alana.


"Ya sayang, terus kondisi Aileen sekarang gimana? Di-dia baik-baik aja kan? Dia gak terluka kan sayang?" tanya Gabino panik.


"Kamu tenang ya mas! Aileen gak kenapa-napa kok, dia sekarang emang masih pingsan. Tapi, dokter udah obatin dia kok tadi," jawab Alana.


"Hah? Kok bisa Aileen belum sadar sih? Apa luka dia parah? Ya ampun, harusnya tadi aku gak lalai bawa mobilnya!" ujar Gabino.

__ADS_1


"Ini semua bukan salah kamu mas, namanya juga kecelakaan pasti bisa terjadi. Lagipun, Aileen gak terlalu parah kok. Dia masih pingsan mungkin karena efek obat aja," ucap Alana menenangkan.


"Beneran Aileen gak parah? Aku khawatir banget sayang, aku mau lihat kondisi dia biar pasti!" ucap Gabino.


Pria itu langsung bergerak turun dari ranjang untuk melihat langsung kondisi adiknya.


"Mas, kamu apa-apaan sih? Kamu masih belum boleh jalan mas, kamu diam dulu disini sampai kondisi kamu pulih benar!" ucap Alana.


"Aku gak bisa diam aja disini Alana, aku harus lihat Aileen dan pastiin kalau dia beneran baik-baik aja!" ucap Gabino.


"Kamu gak percaya sama aku mas? Kan tadi aku udah bilang, Aileen baik-baik aja. Dia udah dapat penanganan kok dari dokter," ucap Alana.


Gabino terdiam sesaat memandangi wajah istrinya yang saat ini tengah memegangi tangannya.


"Maafin aku, bukannya aku gak percaya sama kamu sayang. Tapi, aku tuh pengen lihat langsung aja kalau Aileen emang gak kenapa-napa. Boleh ya sayang?" ucap Gabino.


"Gak bisa mas, kata dokter tadi kamu harus disini dulu sampai benar-benar pulih. Kondisi kamu tuh masih lemah loh mas," ucap Alana.


"Gapapa sayang, aku udah baik-baik aja kok. Aku cuma mau mastiin aja kalau Aileen gak kenapa-napa, please sayang!" bujuk Gabino.


Alana benar-benar bingung harus bagaimana lagi caranya untuk menahan Gabino.


Beruntung, tak lama datanglah Malika kesana menghampiri mereka.


"Eh ada apa ini??" tanya Malika heran melihat Gabino yang sudah berniat turun dari ranjang dan Alana memegangi tangannya.


"Mama?" kaget Alana.


"Ada apa Alana? Gabino buat ulah?" tanya Malika.


"Iya ma, mas Gabi minta turun terus pengen jenguk Aileen. Aku udah larang, tapi dia tetap ngeyel mau lihat Aileen," jawab Alana.


"Gabi, kamu kenapa susah banget dikasih taunya sih? Kamu nurut dong sama istri kamu, jangan bahayakan diri kamu sendiri!" ujar Malika.


"Aku gak bahayain diri aku sendiri, ma. Aku kan cuma pengen jenguk Aileen, aku cemas sama dia dan mau tau kondisinya," ucap Gabino.


"Ya tapi gak sekarang juga Gabi, kamu tuh masih belum sembuh benar. Nanti kalo kamu kenapa-napa gimana?" ujar Malika.


Gabino terdiam menunduk, sedetik kemudian ia menangis sembari memukul ranjangnya.


"Aaarrgghh kenapa aku lalai banget sih! Sekarang Aileen harus menanggung akibat dari kelalaian aku, aku benar-benar bodoh!" ucap Gabino emosi pada dirinya sendiri.


"Gabi, udah stop jangan salahin diri kamu sendiri! Ini semua takdir dan sudah ditetapkan yang maha kuasa," ucap Malika.


"Betul itu mas, kamu jangan lah nyalahin diri kamu karena kecelakaan ini! Udah ya kamu istirahat lagi? Nanti kalau udah sehat, baru deh kamu boleh jenguk Aileen," ucap Alana.


Setelah berdebat cukup lama, akhirnya Gabino menurut dan tidak memaksa untuk pergi.


"Okay, aku nurut deh sama kamu," ucap Gabino.


"Nah gitu dong, udah ya kamu jangan ngeyel lagi buat jengukin Aileen! Lagian Aileen udah mendingan kok, toh disana kan ada Ardiaz juga," ucap Malika.


"Iya ma," singkat Gabino sambil mengangguk.


Ia terpaksa menurut meskipun pikirannya masih terus mengarah pada sang adik.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2