
Sore telah tiba, dan kini Aileen beserta Gabino juga Alana datang ke bandara untuk menyambut kepulangan dua orang tua mereka.
Ya Aileen tampak tidak sabar ingin segera bertemu dengan orangtuanya, ia sudah menantikan momen ini cukup lama sejak terakhir kali beberapa tahun lalu.
"Huft, mama sama papa kapan datangnya sih kak? Aku udah gak sabar banget tau," tanya Aileen.
"Sabar dong cantik! Baru juga kita sampe, mungkin mereka masih di pesawat," jawab Gabino.
"Iya sih, ya mungkin aku udah kangen banget sama papa dan mama," ucap Aileen.
"Kakak juga kangen sama papa mama, udah sabar aja nanti mereka juga sampe!" ucap Gabino.
"Iya kak, tapi pegel tau berdiri terus. Gimana kalo kita duduk di ruang tunggu?" saran Aileen.
"Boleh tuh, yaudah yuk kita kesana!" ucap Gabino setuju.
Ketiganya langsung bergerak menuju ruang tunggu dan menunggu disana sampai orang tua mereka tiba.
"Mas, aku kebelet nih. Aku mau ke toilet sebentar ya? Kamu disini aja sama Aileen," ucap Alana.
"Eh kok gitu? Aku antar aja ya ke toiletnya? Aku takut kamu kenapa-napa," ucap Gabino cemas.
"Gausah lebay gitu mas, aku bisa kok ke toilet sendiri mah. Lagian mana bisa kamu antar aku? Kan aku mau ke toilet perempuan," ucap Alana.
"Ya gak masalah dong, kita kan udah suami-istri. Kecuali kalau Aileen nih sama Ardiaz berduaan di kamar mandi, nah baru itu gak boleh karena mereka belum pada nikah," ucap Gabino.
"Udah ah mas, pokoknya aku mau sendiri aja. Kasihan dong kalau Aileen ditinggal!" ucap Alana.
"Aku mah gapapa kak Lana, udah kak Lana ikutin aja permintaan kak Gabi, kakak diantar sama kak Gabi aja ya!" ucap Aileen.
"Tuh, Aileen aja setuju sama aku," ucap Gabino.
"Iya deh iya, kamu mah emang paling gak bisa disangkal ya mas," ujar Alana.
"Yaudah, yuk kita ke toilet!" ucap Gabino.
Alana mengangguk setuju, ia dan Gabino pun bangkit lalu bergandengan tangan pergi menuju toilet setelah pamit pada Aileen.
Kini Aileen seorang diri disana, ia terus menatap sekeliling berharap orangtuanya bisa segera datang karena ia sudah sangat rindu.
"Hm mama papa kemana sih? Katanya landing jam lima sore, tapi belum datang juga," heran Aileen.
__ADS_1
"Ehem ehem.." Aileen dikejutkan dengan suara deheman seorang pria di belakangnya.
Sontak gadis itu menoleh, matanya menangkap dua sosok dewasa yang tengah berdiri menatap ke arahnya sambil tersenyum.
"Mama? Papa?" ujar Aileen terkejut.
Ya yang dilihatnya saat ini adalah Malika serta Axel, orang tua gadis itu.
"Halo sayang! Apa kabar kamu?" sapa Axel.
"Papa, mama!" bukannya menjawab, gadis itu justru langsung berteriak dan mendekap erat tubuh kedua orangtuanya yang sudah sangat ia rindukan itu.
"Aku kangen banget sama papa mama, akhirnya aku bisa ketemu lagi sama papa mama disini!" ucap Aileen dalam dekapan orangtuanya.
"Begitu juga papa sama mama, kami rindu sekali sama kamu sayang!" ucap Malika.
"Iya bener tuh, papa kangen banget sama anak papa yang cantik jelita ini!" sahut Axel.
"Mmhhh aku senang deh bisa dipeluk papa sama mama lagi kayak gini, lama banget rasanya udah gak ngerasain ini lagi," ucap Aileen.
"Iya sayang, kamu boleh puas-puasin peluk mama sama papa sekarang," ucap Malika.
"Makasih mama!" ucap Aileen semakin membenamkan wajahnya disana.
"Ikut kok, sama kak Lana juga ikut. Tapi, mereka lagi di toilet sekarang," jawab Aileen.
"Ohh,"
•
•
Disisi lain, Mita baru selesai mendengarkan cerita putranya mengenai teror hantu yang dialami Aileen di rumahnya.
Mita sangat syok dan tak percaya dengan apa yang diceritakan Ardiaz barusan, apalagi dugaan Ardiaz yang mengatakan teror itu dilakukan Vivi.
"Kamu serius sayang? Aileen diteror di rumahnya?" ucap Mita syok berat.
"Iya ma, Aileen sendiri yang cerita sama aku kemarin waktu aku datang ke rumahnya. Dia bilang juga ada tulisan ancaman gitu yang isinya Aileen harus jauhin aku ma," ucap Ardiaz.
"Terus apa kamu yakin kalau teror ini dilakukan sama Vivi? Mama kok rasa ini agak gimana gitu ya," ucap Mita terheran-heran.
__ADS_1
"Aku juga belum bisa mastiin sih ma, ini ulah Vivi atau bukan. Kan ini baru dugaan aja, bisa jadi dugaan aku salah," ucap Ardiaz.
"Semoga aja dugaan kamu gak bener ya Diaz! Mama pikir gak mungkin Vivi yang lakuin ini, dia itu kan anak yang baik," ucap Mita.
"Aku pun belum terlalu yakin ma, tapi siapa lagi pelakunya kalo bukan Vivi?" ucap Ardiaz.
"Ya bisa aja kan ada orang iseng gitu yang gak mau kamu sama Aileen bersatu?" tebak Mita.
"Siapa ma? Setahu aku, gak ada tuh orang yang iri atau gak suka sama hubungan aku dan Aileen," ucap Ardiaz.
"Mama juga gak tahu Diaz, kan itu baru tebakan mama. Coba aja kamu cari tahu dulu biar lebih jelas dan gak salah sangka!" ucap Mita.
"Pasti ma, ini makanya aku mau fokus cari tahu ada apa sebenarnya. Karena aku juga heran, belakangan ini tuh aku sering banget lihat Vivi muncul di depan aku," ucap Ardiaz.
"Nah, yaudah sana kamu cari tahu aja dulu! Kalau kamu dapat info, kamu jangan lupa kasih tau ke mama ya sayang!" ucap Mita.
"Siap ma, sebentar lagi aku berangkat kok. Ini aku lagi nungguin Felix, aku minta bantuan dia buat cari tau tentang semua ini," ucap Ardiaz.
"Ya itu lebih baik, soalnya kalau kamu pergi sendiri juga bahaya sayang. Kamu kan lagi sering halusinasi dan ngeliat Vivi, padahal mah mama aja gak lihat tuh," ucap Mita.
"Bukan halusinasi ma, emang beneran ada Vivi kok waktu itu di depan aku," ucap Ardiaz.
"Iya iya, mama percaya aja deh sama kamu biar kamu senang. Terus kapan kamu berangkat Diaz? Si Felix itu masih lama datangnya?" ucap Mita.
"Gak tahu juga ma, aku belum dapat kabar dari dia. Tapi, katanya sih dia langsung berangkat kesini tadi pas aku minta bantuan," ucap Ardiaz.
"Oalah, sabar aja mungkin dia lagi di jalan kali kena macet atau apa!" ucap Mita.
"Iya ma, kalo gitu aku mau ke depan aja deh. Aku nunggu Felix nya di luar aja biar nanti bisa langsung berangkat," ucap Ardiaz.
"Oh yaudah, terserah kamu aja," singkat Mita.
"Aku berangkat dulu ya ma?" pamit Ardiaz seraya mencium tangan mamanya.
"Iya, hati-hati sayang!" ucap Mita tersenyum.
Ardiaz pun beranjak dari tempatnya, lalu melangkah menuju ke luar meninggalkan mamanya disana.
Dan saat ia membuka pintu, matanya terbelalak ketika melihat sosok gadis cantik berdiri disana memandang ke arahnya sambil tersenyum.
"Vivi?" ucapnya lirih.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...