
Tak lama kemudian, muncul angin kencang yang menerpa tubuh mereka.
Daun-daun berjatuhan membuat keduanya bingung apa yang sedang terjadi disana.
"Kenapa ini pak? Kok tiba-tiba ada angin kencang begini? Aku takut pak, jangan-jangan ada arwah di sekitar kita!" panik Aileen.
"Hus, dijaga ucapannya!" tegur Ardiaz.
Aileen sangat takut, ia bersembunyi dibalik tubuh Ardiaz dan memeluknya erat.
"Ini gimana pak? Aku takut!" ucap Aileen.
"Tenang aja ya sayang, ada saya disini!" ucap Ardiaz menenangkan gadisnya.
"Tapi ini kenapa pak? Kok biasa ada angin kayak gini? Tuh daun-daun aja sampe pada jatuh, aku takut banget!" ucap Aileen.
"Mungkin aja ini pertanda dari Vivi, dia ada di sekitar kita," tebak Ardiaz.
"Hah? Ih apa sih pak? Bapak jangan nakut-nakutin aku kayak gitu deh!" ujar Aileen.
"Siapa yang nakut-nakutin? Saya kan bilang mungkin, soalnya biasanya kalo ada angin kencang begini di kuburan, itu ada yang lagi ngawasin kita sayang," ucap Ardiaz.
"Udah ah pak, kita cabut aja yuk! Aku udah gak tahan ada disini!" ucap Aileen.
"Iya, kamu pamit dulu dong sama Vivi!" suruh Ardiaz.
Aileen mengangguk dan berpamitan dengan Vivi untuk segera pergi dari tempat itu, ia sudah tidak tahan lagi dengan semua yang terjadi disana.
"Vivi, aku pergi dulu ya? Dadah!" ucap Aileen.
Disaat mereka hendak melangkah, tiba-tiba Aileen merasakan ada sebuah tangan menyentuh punggungnya dari belakang.
"Ih bapak, ngapain sih pake pegang-pegang punggung aku?!" protes Aileen.
Ardiaz mengernyitkan dahi tak mengerti apa yang dimaksud gadisnya.
"Maksud kamu apa? Tangan saya disini loh daritadi dua-duanya, ngaco aja kamu!" heran Ardiaz.
"Terus tadi siapa yang colek belakang aku coba?" tanya Aileen.
"Mana saya tahu, kamu cuma halu kali. Makanya Aileen jangan kebanyakan nonton film horor!" ucap Ardiaz.
"Gak gitu, emang beneran kok tadi ada yang colek aku. Bapak mah gak percaya banget sama aku, udah yuk kita pergi aja!" ucap Aileen ketakutan.
"Iya iya sayang.."
Ardiaz menuruti saja kemauan pacarnya itu, ia mendekap tubuh Aileen dan mulai melangkah meninggalkan kuburan itu.
__ADS_1
Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.
Keduanya dikejutkan saat sebuah ranting pohon terjatuh tepat di depan mereka.
Bahkan Aileen sampai berteriak kaget dan memeluk erat tubuh kekasihnya.
"Aaaaa bapak itu apa?!" teriak Aileen panik.
"Haish, kamu jangan lebay dong sayang! Itu cuma ranting pohon, mungkin dia jatuh karena angin kencang. Udah tenang aja ya, gak ada apa-apa kok sayangku cintaku!" ucap Ardiaz lembut.
"Buruan pak kita cabut dari sini! Lama-lama disini makin serem tau, aku jadi gak kuat terus-terusan disini!" ucap Aileen.
"Kamu gak perlu takut, ada saya kan disini. Lagian juga gak ada apa-apa kok, paling cuma angin sama daun-daun jatuh. Kamu tenang ya cantik, jangan takut!" ucap Ardiaz.
Aileen mengangguk pelan, ia terus mendekap erat tubuh Ardiaz sembari membenamkan wajahnya.
Perlahan mereka mulai melangkah meninggalkan kuburan itu, dengan angin kencang yang masih menerpa tubuh keduanya.
"Aneh-aneh aja sih, kenapa harus ada angin kayak gini coba? Apa mau hujan?" heran Aileen.
"Entahlah, kamu gausah pusing-pusing mikirin itu. Namanya juga alam, apapun bisa terjadi tanpa sepengetahuan kita," ucap Ardiaz.
"Iya sih pak, tapi kan gak harus pas kita ada disini juga kali," ucap Aileen.
"Kamu kenapa emang? Takut ya?" goda Ardiaz.
"Udah tau takut, pake nanya lagi!" sentak Aileen.
•
•
Setelah susah payah menghadapi angin kencang, akhirnya mereka berhasil keluar dari tempat pemakaman itu.
Kini Ardiaz dan Aileen pun berada di mobil, tampak Aileen masih mengusap dadanya merasa lega karena ia bisa keluar dengan selamat.
"Huh syukur deh gak terjadi apa-apa sama kita di dalam tadi!" ucap Aileen.
"Iya sayang, kan dibilang gak ada apa-apa juga. Kamu aja yang ketakutan berlebih, padahal kan cuma angin. Emang kamu belum pernah ngerasain angin kayak gitu apa?" ucap Ardiaz.
"Ngerasain langsung sih baru tadi, tapi kalo dari rumah udah sering lihat," ucap Aileen.
"Yaudah, sekarang kita mau kemana nih? Langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" tanya Ardiaz.
"Aku lagi kepengen makan soto Lamongan, bapak mau temenin gak?" jawab Aileen.
"Jelas mau dong cantik, masa iya saya gak mau temenin pacar saya ini?" ujar Ardiaz.
__ADS_1
"Ahaha, tapi bapak tau gak penjual soto Lamongan yang enak di dekat sini?" tanya Aileen.
"Apa sih yang saya gak tahu? Disini banyak kok tukang soto Lamongan yang enak," jawab Ardiaz.
"Bagus deh, kalo gitu bapak cepetan bawa aku ke tempat soto itu!" pinta Aileen.
"Iya, kamu gak sabaran banget sih. Udah lapar ya?" ucap Ardiaz sedikit menggoda.
"Ya gitu deh pak, gak tahu kenapa aku gampang banget lapar sekarang," ucap Aileen.
"Gapapa, itu wajar kok. Pake sabuk pengamannya sayang biar kita aman!" ucap Ardiaz.
"Iya pak," Aileen menurut dan mengenakan sabuk pengaman di tubuhnya.
"Kamu emang tadi belum makan apa di rumah? Kok bisa udah lapar aja jam segini?" heran Ardiaz.
"Tadi sih udah pak, makanya aku juga bingung kenapa sekarang jadi gampang lapar. Mungkin karena di dekat bapak kali ya?" ucap Aileen.
"Yeh ada-ada aja kamu, apa hubungannya sama saya coba?" kekeh Ardiaz.
"Yaudah, kita jalan sekarang ya? Takut keburu malam terus saya telat antar kamu," sambungnya.
"Suruh siapa bapak malah ajak aku ngobrol terus? Udah buruan jalan!" ucap Aileen.
Ardiaz terkekeh kecil, kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pergi meninggalkan area pemakaman.
Entah karena apa, Ardiaz seperti melihat Vivi yang tengah berdiri memandanginya di dekat sebuah pohon besar pemakaman itu.
"Hah? Apa itu benar kamu Vivi? Kalau iya, maafin aku ya aku gak bermaksud khianati cinta kita! Aku berpikir ini saatnya bagi aku untuk memulai kehidupan yang baru, tapi kamu akan selalu ada di hati aku Vivi!" batin Ardiaz.
Ardiaz terus memandang ke arah pohon tersebut, sampai ia tak memperhatikan jalan dan nyaris menabrak sepeda motor yang melintas.
Ciiitttt
"Woi! Bisa bawa mobil gak sih?" teriak si pengendara tampak emosi.
"Ma-maaf!" lirih Ardiaz dari balik kaca mobil.
Ardiaz pun coba menenangkan diri, dan saat ia melirik kembali ke arah pohon tadi sudah tidak ada Vivi disana.
"Pak, bapak itu kenapa sih? Ngeliatin apa sampe gak fokus gitu? Hampir aja kita nabrak," heran Aileen.
"Maafin saya ya Aileen!" ucap Ardiaz.
"Ih udah berkali-kali aku bilang, kalo lagi nyetir tuh fokus lihat ke depan jangan kemana-mana!" sentak Aileen.
"Iya iya saya salah," ucap Ardiaz.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...