Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 51. Jangan pacaran di kelas!


__ADS_3

"Hey Aileen!" baru saja gadis itu hendak membuka koyaknya, namun seseorang telah mengejutkannya.


"Ah iya apa?" tanya Aileen spontan.


Ia menatap pria tinggi yang tengah berdiri di hadapannya saat ini, itulah Sean si ketua osis yang tampan dan menjadi idola para wanita disana.


"Loh Sean? Ngapain kamu nyapa aku? Jangan bilang kamu mau kasih aku kado juga kayak yang lain!" tanya Aileen lagi.


"Hahaha, ya enggak lah Aileen. Aku sapa kamu justru karena aku bingung lihat kamu berdiri aja disini kayak orang linglung," jawab Sean.


"Iya nih, barusan ada yang kasih ini ke aku. Tapi, dia gak kasih tahu apa isinya," ucap Aileen.


"Wah berarti kamu harus hati-hati Aileen! Bisa jadi itu isinya berbahaya, makanya mereka gak mau kasih tau isinya ke kamu," ucap Sean memperingati.


"Hah??" Aileen tersentak kaget dengan mulut terbuka lebar.


"Enggak enggak, aku cuma bercanda kok. Kamu buka aja buat mastiin apa isinya!" kekeh Sean.


"Haish, kamu mah bikin kaget aja! Tapi, kalau ini beneran benda berbahaya gimana?" tanya Aileen.


"Ya gak mungkin lah, mana ada sih yang tega kasih begituan ke kamu?" jawab Sean.


"Bisa aja kan?" ucap Aileen.


"Udah udah, gausah salah sangka dulu! Kamu buka aja coba biar pasti, daripada nebak-nebak terus kan!" ucap Sean.


"Iya deh, kamu temenin ya?" pinta Aileen.


"Lah ngapa jadi minta temenin aku?" tanya Sean.


"Ya karena cuma kamu yang gak godain aku disini, jadi ayo temenin aku!" jawab Aileen.


"Masa cuma buka ginian aja minta ditemenin?" heran Sean.


"Buat jaga-jaga aja barangkali disini isinya benda berbahaya kayak dugaan kamu tadi," ucap Aileen.


"Oke, yaudah ayo!" ajak Sean.


Aileen mengangguk dan lalu pergi bersama Sean ke tempat duduk di dekat sana, mereka pun duduk berdampingan untuk mulai membuka isi kotak tersebut.


"Udah buka buruan! Aku masih ada urusan lain nih," ucap Sean.


"Yah elah urusan apa sih? Mentang-mentang ketua OSIS sok sibuk amat," cibir Aileen.


"Bukan sok sibuk, emang aku sibuk. Lagian pak Ardiaz kemana? Biasanya kamu selalu sama dia tuh," ucap Sean.


"Gak tahu," singkat Aileen.


"Kok bisa kamu gak tahu? Kamu itu kan pacarnya, harusnya tahu dong," heran Sean.


"Gak semuanya tentang pak Ardiaz aku harus tau kali," ucap Aileen.

__ADS_1


"Waw!" puji Sean.


"Udah lah ngapa jadi bahas pak Ardiaz sih?! Bantu aku buka ini kotak, aku takut tau!" ucap Aileen.


"Takut? Idih cemen amat sih kamu!" ledek Sean.


"Jangan ledekin aku gitu dong! Udah cepetan bantu aku buka kotak ini!" ucap Aileen.


"Iya iya.." Sean tersenyum lalu mengambil kotak tersebut dari tangan Aileen.


"Pelan-pelan bukanya!" pinta Aileen.


"Tenang aja Aileen!" perintah Sean.


Perlahan pria itu pun mulai membuka kotak itu, ia melihat isinya dan seketika itu juga ia tersenyum dibuatnya.


Aileen yang melihatnya merasa bingung, tak mengerti mengapa Sean tiba-tiba tersenyum tanpa alasan yang jelas.


"Kamu kenapa senyum begitu sih Sean? Apa yang salah?" tanya Aileen kebingungan.


"Ini loh, kamu lihat aja isinya! Ini yang kata kamu benda berbahaya?" kekeh Sean.


"Hah apa sih??" heran Aileen.


Aileen yang penasaran turut mengambil kotak itu untuk melihat apa isi di dalamnya, dan seketika ia ikut terkejut.


"Haish, aku udah panik banget loh tadi. Ternyata eh ternyata isinya cuma jajanan anak kecil, udah kayak bingkisan ulang tahun aja!" kesal Aileen.




Sementara itu, Nizar mendatangi kelas Shanum untuk memastikan apakah gadisnya masih bersedih atau tidak.


Sedari tadi memang Nizar tidak bisa fokus belajar karena terus memikirkan Shanum, ia khawatir kalau gadis itu masih bersedih.


"Hai sayang!" Nizar menyapanya, menepuk bahu Shanum yang sedang melamun.


"Eh ayang Nizar?" Shanum terkejut dan spontan mendongak menatapnya.


"Kamu tumben banget istirahat gini gak turun ke bawah, aku cariin kemana-mana malah gak ada dan ternyata kamu disini. Masih mikirin orang tua kamu ya sayang?" ucap Nizar yang kini duduk di sebelah kekasihnya.


"Iya nih sayang, aku takut banget mama papa aku berantem lagi nanti. Makanya aku bingung mau pulang ke rumah apa enggak, menurut kamu gimana sayang?" ucap Shanum.


"Eee kalo kata aku sih ya kamu pulang aja sayang jangan sampe gak pulang! Kasihan orang tua kamu nanti mereka bakal nyariin kamu, jangan bandel ya Shanum cantik!" ucap Nizar.


"Siapa yang bandel? Aku cuma takut pulang sayangku," sangkal Shanum.


"Yaudah, nanti aku yang temenin kamu sampe ke depan rumah. Kamu gausah takut lagi, aku bakal selalu support kamu!" ucap Nizar.


"Terimakasih ayang! Aku senang banget punya pacar yang pengertian kayak kamu!" ucap Shanum.

__ADS_1


"Ya harus dong, kan kita ini pasangan sehidup serasi. Kamu aja waktu itu ada buat aku disaat aku susah, jadi sekarang aku juga harus dukung kamu dong sayangku," ucap Nizar merangkul Shanum.


Shanum tersenyum lebar membenamkan wajahnya pada bahu sang kekasih, sedangkan Nizar tampak mengusapnya lembut.


"Nyaman banget dipeluk kamu," ucap Shanum.


"Syukurlah! Aku senang kalau kamu ngerasa nyaman di dekat aku," ucap Nizar.


"Iya sayang," singkat Shanum.


"Ehem ehem..." tiba-tiba seseorang berdehem dan mendatangi mereka, membuat keduanya reflek menjauh lalu menoleh ke arahnya.


Itu adalah Virgo, si ketua kelas yang selalu mencari masalah dengan Shanum dan Aileen.


"Asik banget pacaran di kelas, gak mikirin perasaan yang lain apa?! Kita disini juga punya perasaan kali, jangan gitu dong!" ucap Virgo.


"Hah? Sirik aja lu! Udah pergi sana!" ujar Shanum.


"Si Aileen kemana? Gue kok gak ngeliat dia daritadi?" tanya Virgo.


"Ngapain lu tanya-tanya soal Aileen? Jangan harap lu bisa deketin dia ya!" ketus Shanum.


"Apa sih? Gue cuma tanya, lu kasih tau dong!" ucap Virgo.


"Gue juga kagak tahu, lu cari aja di bawah! Tadi itu dia cuma pamit pengen ke kantin, gue gak tahu lagi sekarang dia dimana," ucap Shanum.


"Yaudah, gue mau cari Aileen dulu. Lu berdua jangan pacaran terus dong, kasihan yang lain!" ucap Virgo.


"Kasihan yang lain, apa kasihan sama diri lu sendiri Go?" sarkas Nizar.


"Bener tuh, bilang aja lu iri karena lu belum punya pacar!" cicit Shanum.


"Sembarangan lu pada! Walau gue belum punya pacar, tapi kan sebentar lagi bakal punya," ucap Virgo dengan pede.


"Hah siapa?" tanya Shanum penasaran.


"Ya siapa lagi? Aileen lah!" jawab Virgo lantang.


"Buset! Lo udah gak waras ya? Lo berani emang rebut Aileen dari pak Ardiaz??" kaget Shanum.


"Enggak sih, tapi gue bakal tunggu sampe mereka putus. Abis itu baru gue yang maju dan tembak si Aileen," ucap Virgo.


"Cih jahat banget lu doain hubungan orang kandas!" ujar Shanum.


"Biarin," Virgo terkekeh kecil kemudian melangkah keluar kelas untuk mencari Aileen.


Sementara Shanum dan Nizar tetap disana lanjut berpelukan sambil saling mengusap satu sama lain untuk menenangkan diri.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2