
Waktu demi waktu berlalu, akhirnya Aileen harus kembali bersekolah setelah menikmati waktu liburan selama beberapa Minggu.
Gadis itu sudah bersiap untuk pergi, ia memakai jepit rambut pemberian Ardiaz di rambutnya dan bangkit dari tempat duduknya.
TOK TOK TOK...
"Aileen, dek kamu dah bangun belum? Ini hari pertama sekolah kamu loh," ujar Gabino dari luar.
"Iya kakak, aku juga udah tau kali," teriak Aileen.
"Oh bagus deh, sekarang buka pintunya! Kakak mau bicara sesuatu sama kamu," ucap Gabino.
"Masuk aja kak gak dikunci," ujar Aileen.
Ceklek..
Gabino membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar Aileen dan mendekati sang adik yang masih berdiri di depan cermin.
"Ya ampun, ternyata masih ngaca aja! Lo udah cantik kok sayang," ucap Gabino sembari membelai rambut Aileen dengan lembut dan menarik tubuh gadis itu ke dekatnya.
"Ish, jangan rusakin rambut aku! Ini susah tau rapihin nya!" protes Aileen.
"Apaan sih? Gue cuma usap-usap doang, emang gak boleh?" ujar Gabino.
"Gak boleh!" sentak Aileen.
"Dih masa gitu? Giliran diusap Ardiaz aja lo seneng banget," cibir Gabino.
"Ya itu mah jelas beda dong kak, lagian kakak mau ngapain sih masuk kesini?" tanya Aileen.
"Gue pengen bicara sama lo," jawab Gabino.
"Bicara soal apa?" tanya Aileen penasaran.
"Sini sini duduk dulu!" Gabino langsung menarik tangan Aileen, membawa gadis itu duduk di pinggir ranjangnya.
"Ish, gausah tarik-tarik kali!" kesal Aileen.
"Udah diem lo! Gue mau bicara serius nih sama lo, ini soal hubungan lo sama Ardiaz!" ujar Gabino.
"Hah? Kenapa emangnya?" tanya Aileen.
"Itu Ardiaz udah datang di bawah, katanya mau jemput lu. Tapi, dia bilang ke gue kalau kemungkinan dia bakal lamar lu dalam waktu dekat," jawab Gabino.
"Apa? Lamar aku??!" Aileen tersentak kaget dan spontan bangkit dari duduknya.
"Apa-apaan sih lu? Lebay banget tau gak! Udah sini duduk lagi!" ujar Gabino kembali menarik tangan Aileen.
"Kak, itu serius yang kakak bilang barusan? Pak Ardiaz mau lamar aku?" tanya Aileen.
__ADS_1
"Iya Aileen, ngapain juga gue bohong soal ini? Tadi dia sendiri kok yang bilang begitu," jawab Gabino.
"Ta-tapi aku udah pernah bilang sama pak Ardiaz, kalau aku belum siap nikah. Kenapa sekarang tiba-tiba dia malah mau lamar aku coba?" ucap Aileen keheranan.
"Lo kenapa kayak takut gitu sih dek? Bukannya lu cinta sama Ardiaz ya?" tanya Gabino.
"Eee ya emang aku cinta sama pak Ardiaz, tapi nikah muda itu gak mudah kakak. Aku takut malah nantinya pernikahan aku sama pak Ardiaz gagal atau ada masalah, contohnya kan udah banyak di negara ini," jelas Aileen.
"Lo jangan mikir yang enggak-enggak dulu lah! Belum coba kan belum tau, lagian gak semua yang nikah muda bakal gagal kok," ujar Gabino.
"Tetap aja aku gak mau nikah muda, aku masih pengen lanjutin sekolah aku sampai lulus. Terus, aku pengen kuliah juga. Pak Ardiaz perasaan udah iyain kemauan aku deh," ucap Aileen.
"Yaudah, mending lo temuin aja pak Ardiaz di bawah sana! Kalian bicarain semuanya dan rundingkan matang-matang!" ucap Gabino.
"Iya, aku mau ketemu pak Ardiaz deh. Sekalian aku juga mau langsung berangkat sekolah," ucap Aileen meraih tas sekolahnya.
Gabino mengangguk pelan, mereka pun sama-sama bangkit dan saling menatap.
"Gue masih gak nyangka, sekarang lu udah kelas dua belas aja. Sebentar lagi lu bakal lulus SMA, padahal perasaan baru kemarin lu lahir," kekeh Gabino.
"Ih kakak apa sih?! Namanya juga hidup, pasti bertumbuh lah!" ujar Aileen.
"Ya ya ya," Gabino terkekeh kecil sembari mengusap wajah adiknya.
•
•
"Silahkan pak, diminum dulu!" ucap Alana.
"Ah iya, terimakasih Lana!" ucap Ardiaz singkat.
"Umm, Aileen nya belum muncul juga ya?" tanya Alana sambil celingak-celinguk.
"Iya nih Lana, daritadi saya juga nunggu Aileen turun. Tapi, sampai sekarang dia belum turun juga. Mungkin aja dia masih siap-siap kali," jawab Ardiaz tersenyum tipis.
"Kalo gitu ditunggu aja sebentar ya? Palingan gak lama lagi Aileen juga turun kok," ucap Alana.
"Iya Lana," singkat Ardiaz.
Alana pun ikut duduk di samping pria itu bermaksud menemaninya selagi Aileen belum datang kesana.
"Diminum aja dulu pak Diaz sambil nunggu Aileen datang!" ujar Alana.
"Iya iya," Ardiaz pun mengambil gelas itu lalu meminumnya perlahan.
Tak lama kemudian, Aileen datang bersama Gabino menuruni tangga dan mendekat ke arah Ardiaz yang berada di ruang tamu.
"Nah, itu Aileen!" ucap Alana menunjuk ke arah Aileen serta Gabino di tangga.
__ADS_1
Ardiaz sontak tersenyum sembari mengarahkan pandangan menatap Aileen, ia langsung bangkit dari posisinya bersiap menyambut kedatangan Aileen.
"Mas Diaz? Kamu kok gak bilang-bilang dulu sih kalau mau jemput aku?" tanya Aileen.
"Emangnya saya harus kabarin kamu dulu ya? Apa gak boleh saya kasih kejutan buat pacar saya ini?" Ardiaz malah balik bertanya pada Aileen.
"Boleh kok mas, tapi kan jadinya aku kaget kalo kamu gak ngabarin dulu," ucap Aileen.
"Ya justru itu Aileen, saya mau bikin kamu kaget. Soalnya kalau kamu kaget wajah kamu itu kelihatan lucu banget tau," ujar Ardiaz.
"Duh duh, asyik banget sih kalian berdua! Sampai kita yang disini pada dilupain," cibir Gabino.
"Ahaha, iri ya kak?" goda Aileen.
"Iri? Ngapain iri coba? Kakak kan udah punya istri yang cantik jelita ini," sangkal Gabino sembari merangkul Alana di sampingnya.
"Iyain aja deh, yaudah yuk mas kita langsung jalan aja ke sekolah! Kita lanjut ngobrol-ngobrol di mobil biar gak terlambat, ini kan hari pertama sekolah!" ucap Aileen.
"Kenapa buru-buru sih? Kamu gak mau sarapan dulu emangnya?" tanya Gabino.
"Nanti aja sarapannya di sekolah kak, biar sekalian bareng mas Diaz. Ya kan mas?" jawab Aileen.
"Eee saya ngikut kamu aja deh," ucap Ardiaz.
"Yaudah gapapa, yang penting kamu tetap makan. Ardiaz, suruh Aileen buat sarapan ya jangan sampai dia gak makan!" ucap Gabino.
"Iya No, saya juga gak mau pacar saya yang cantik ini sakit nantinya," ucap Ardiaz.
"Ih apa sih kamu mas? Bisa-bisanya bikin aku tersipu disaat-saat begini," ujar Aileen malu-malu.
"Itu emang bener kok, saya gak mau kamu sakit Aileen. Kita itu harus sarapan supaya daya tahan tubuh kita kuat, apalagi nanti bakal ada upacara. Emangnya kamu mau pingsan pas saya lagi pidato nanti?" ucap Ardiaz.
"Ya enggak lah, aku gak bisa lihat kamu dong. Kamu kan berwibawa banget kalo lagi berdiri buat pidato," ucap Aileen.
"Hahaha, bisa aja kamu!" kekeh Ardiaz.
"Udah udah, kalian berangkat gih sana! Lama-lama kakak bisa mual lihat kalian," ujar Gabino.
"Heleh bilang aja kakak iri!" cibir Aileen.
"Terserah kamu aja, yang penting kamu sama Ardiaz langsung pergi aja gih sana biar gak terlambat! Siapa tahu upacaranya udah mau mulai," ucap Gabino.
"Iya iya, yaudah ayo mas kita berangkat!" ucap Aileen menggandeng tangan kekasihnya.
Ardiaz mengangguk pelan, lalu mereka pun berpamitan pada Gabino serta Alana sebelum melangkah keluar dari rumah itu.
"Mas, kamu kok gitu sih sama adik sendiri?" tanya Alana pada suaminya.
"Gapapa, biar mereka bisa cepat-cepat urus masalah mereka," jawab Gabino.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...