Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 35. Minta saran


__ADS_3

Ceklek


"Aileen!" gadis yang sedang berbaring dengan selimut tebal itu dibuat kaget saat pintunya kamarnya terbuka dan Shanum muncul disana.


"Shanum?" lirih Aileen.


Sontak Aileen mengulum senyum, ia berusaha bangkit dari posisinya dan bersandar.


"Eh eh, udah gausah bangun! Lu tidur aja lagi, gue gak mau ganggu istirahat lu Aileen! Gue kesini cuma mau temenin lu aja sekalian jenguk lu, nih gue bawa buah buah lu!" ucap Shanum.


"Wah thanks banget ya Num! Kamu pake repot-repot segala bawain buah begitu, aku jadi enak nih," kekeh Aileen.


"Hahaha, yaudah ini jangan lupa dimakan ya biar lu cepet sembuh! Btw lu sakit apa Len? Kenapa lu gak bilang sama gue sebelumnya?" ucap Shanum.


"Aku cuma kecapekan aja," jawab Aileen.


"Oh gitu, makanya sekarang lu banyak-banyak istirahat deh biar gak sakit terus!" ujar Shanum.


"Iya bawel, daritadi juga aku udah istirahat kali. Lagian bosen lah masa iya aku istirahat terus?" ucap Aileen.


"Emang harus begitu Aileen, orang sakit itu harus banyak-banyak istirahat!" ucap Shanum.


"Enggak ah, aku lagian udah mendingan kok gak terlalu pusing dan panas kayak tadi. Mungkin efek udah minum obat dibantu sama pak Ardiaz," ucap Aileen sambil senyum-senyum.


"Ih dasar bucin! Terus sekarang pak Ardiaz nya kemana? Kok dia gak nemenin lu disini sih?" tanya Shanum.


"Tadi dia pulang pas aku tidur," jawab Aileen.


"Yah kasihan ditinggal pulang! Ajak lagi dong dia kesini buat nemenin lu, biar lu juga bisa cepet sembuh!" ucap Shanum.


"Apa sih kamu? Biarin aja nanti juga dia datang sendiri kalo mau, gak perlu lah ditelpon segala," ucap Aileen.


"Hilih gayanya, padahal daritadi lu merong-merong kan nyariin pak Ardiaz?" goda Shanum.


"Shanum! Sekali lagi kamu godain aku, aku teriak nih supaya kamu diusir sama kak Gabi!" kesal Aileen.


"Hahaha, iya iya gue gak gitu lagi deh. Eh gantian dong gue pengen cerita nih sama lu," ucap Shanum.


"Hah? Cerita apa?" tanya Aileen penasaran.


"Tadi tuh di sekolah gue sempat ribut sama adek kelas, dia jambak rambut gue dan tarik-tarik baju gue sampe lecek," jawab Shanum.


"Apa? Ya ampun Shanum, ngapain kamu pake ribut segala sama adik kelas? Kamu gak punya kerjaan apa gimana sih?" heran Aileen.


"Yeh mereka duluan yang cari gara-gara Aileen, gue cuma kasih tau tapi mereka malah gak terima terus jambak gue. Yaudah, pas pulang langsung gue balas deh tuh salah satu dari mereka yang paling nyebelin," ucap Shanum.


"Oh ya? Gimana tuh ceritanya? Aku pengen denger dong!" ujar Aileen.


"Jadi gini..."


Flashback

__ADS_1


"Heh cewek sok jago!" tegur Shanum sembari mendorong pundak Zara hingga ponsel gadis itu terjatuh ke lantai.


"Lo lagi, mau apa sih lo? Lihat tuh hp gue jadi jatuh!" geram Zara.


Plaaakk


Shanum langsung menampar sebelah pipi gadis itu dengan keras, membuat Nizar menganga lebar melihatnya.


"Kurang ajar banget ya lo! Ada masalah apa sih sama lo? Kenapa lo tampar gue?" geram Zara.


"Eh cewek aneh! Denger ya, dari awal tuh lu yang cari gara-gara sama gue! Sekarang gue kesini cuma mau balas semua perbuatan lu ke gue tadi pagi," ucap Shanum.


"Ohh, jadi soal itu? Cuih dasar baperan!" ujar Zara.


"Hey kamu!" tiba-tiba Nizar bersuara.


"Lo siapa?" tanya Zara dengan nada tinggi.


"Gue pacar dia, dan gue gak terima lu sama temen-temen lu nyakitin dia tadi. Sekarang juga gue minta lu buat minta maaf ke dia!" jelas Nizar.


"Ogah!" sentak Zara.


"Gue minta secara baik-baik, biar semuanya selesai. Asal lu tahu, gue ini bisa lakuin apapun buat hancurin lu kalau lu gak mau nurut sama gue," ucap Nizar.


"Haish, iya iya gue minta maaf! Puas lu berdua?!" kesal Zara.


Setelah mengatakan itu, Zara mengambil ponselnya dan pergi begitu saja dari sana meninggalkan Nizar serta Shanum.


"Sayang, udah jangan dikejar!" perintah Nizar.


"Tapi—"


"Nurut sama aku, jangan diperpanjang lagi masalahnya!" sela Nizar.


Shanum memutar bola mata dan mendengus kesal.


"Iya, aku nurut." lirihnya.


Flashback end


"Nah gitu deh ceritanya Len, lu paham kan?" ucap Shanum setelah menyelesaikan ceritanya.


Aileen manggut-manggut kecil.


"Kamu keren Shanum! Emang adik kelas kurang ajar kayak gitu tuh harus dikasih pelajaran, mereka gak bisa seenaknya aja bersikap gak sopan ke kita!" ucap Aileen ikut emosi.


"Iya itu dia, andai ada lu tadi mungkin kita bisa acak-acak mereka berempat," ucap Shanum.


"Hahaha, besok deh kalo aku udah sembuh kita samperin mereka lagi. Kamu kasih tahu aja yang mana orangnya," ucap Aileen.


"Sip lah!"

__ADS_1


Mereka pun berpelukan sambil saling mengusap punggung satu sama lain.




Sementara itu, Gabino tengah duduk sendirian di sofa ruang keluarga sembari memegang ponsel.


Tak lama Alana datang dengan membawa secangkir coklat panas untuk suaminya itu.


"Mas, ini coklat panasnya!" ucap Alana.


"Ah iya, taruh disitu aja!" suruh Gabino.


Alana mengangguk dan meletakkan cangkir itu di atas meja.


"Sini kamu duduk!" perintah Gabino.


"Iya mas," Alana menurut lalu duduk di sebelah suaminya.


"Ada apa? Kamu mau omongin Aileen lagi?" tanya Alana penasaran.


"Enggak kok," jawab Gabino.


"Kalau bukan soal Aileen, terus apa dong?" tanya Alana.


"Aku mau bahas tentang kantor, kayaknya aku udah gak sanggup deh ngurus dua perusahaan sekaligus. Mungkin aku bakal serahin salah satunya ke orang lain," jawab Gabino.


"Hah? Terus kamu pengen serahin ke siapa sayang? Emang ada orang yang bisa dipercaya buat ngurus perusahaan kamu?" tanya Alana.


"Belum tahu sih, makanya aku lagi mikir. Kira-kira kamu ada saran gak siapa orang yang tepat buat ngurus perusahaan papa?" ucap Gabino.


"Ohh, jadi kamu mau lepas tangan soal perusahaan papa kamu? Aku pikir kamu pengen ngelepasin perusahaan kamu sendiri," ujar Alana.


"Ya enggak lah sayang, aku kan susah payah buat bangun perusahaan itu. Masa aku lepas gitu aja? Aku sebenarnya juga berat lepasin perusahaan papa, takutnya nanti malah kenapa-napa. Makanya aku butuh orang yang tepat untuk itu," ucap Gabino.


"Umm, gimana kalau Ardiaz mas? Aku rasa dia bisa dipercaya kok," usul Alana.


"Ardiaz? Kamu apa-apaan sih Lana? Masa kamu nyaranin orang yang belum jadi keluarga kita buat urus perusahaan papa aku?" ujar Gabino.


"Ya emang dia belum jadi bagian dari keluarga kita, tapi kan sebentar lagi dia bakal nikah sama Aileen. Otomatis dia masuk keluarga kita dong? Aku rasa gak masalah kalau dia yang pegang perusahaan papa," ucap Alana.


"Kalau ternyata dia gak bisa dipercaya gimana? Dia itu tetap masih orang lain sayang, aku belum bisa percaya sepenuhnya sama dia. Ada saran lain gak?" ucap Gabino.


"Gak tahu deh aku bingung," jawab Alana.


"Hadeh, payah banget sih kamu!" cibir Gabino.


Alana sontak melongok mendengar ocehan suaminya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2