Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 25. Dicium


__ADS_3

Ardiaz membawa Aileen ke ruangannya setelah mereka berdua selesai makan, tentu ia bermaksud membujuk Aileen agar tidak terus marah padanya.


Aileen masih tetap seperti sebelumnya, ia tak mau bertatapan dengan Ardiaz dan memilih membuang muka sambil menunjukkan wajah cemberutnya.


"Len, kamu jangan marah terus dong sama saya! Kan saya udah jelasin semuanya tadi di kantin, Laura juga udah bicara yang sejujurnya kan ke kamu?" ucap Ardiaz.


Tak ada jawaban dari Aileen, hal itu membuat Ardiaz sedikit kesal. Ardiaz pun menarik tangan Aileen dan menyuruhnya duduk.


"Ayo duduk!" perintah Ardiaz.


"Ih bapak bisa gak sih jangan paksa-paksa aku?! Aku tuh pengen ke kelas, sebentar lagi bel masuk juga bunyi tau. Emang bapak pengen aku dihukum sama guru?" sentak Aileen.


"Siapa yang berani hukum kamu? Saya hukum dia balik, kalau perlu saya keluarkan dia dari sekolah ini! Udahlah Aileen, kamu nurut aja sama saya dan duduk sebentar!" tegas Ardiaz.


"Bapak gak bisa gitu dong, aku juga butuh pelajaran. Sebentar lagi aku lulus, kalau aku ketinggalan pelajaran, apa bapak mau tanggung jawab?" ucap Aileen.


"Oh ya saya bisa kok ajarin kamu semuanya, saya ahli dalam segala hal," ucap Ardiaz.


Aileen betul-betul bingung saat ini, semua yang dia katakan seolah tak ada artinya di hadapan Ardiaz, karena lelaki itu selalu bisa menjawabnya.


"Sekarang cepat duduk!" suruh Ardiaz.


"Huh!" Aileen mendengus kesal, lalu duduk di kursi sesuai perintah Ardiaz.


"Udah cepet bapak mau ngapain!" kesal Aileen.


"Sabar dong!" pinta Ardiaz. Pria itu pun berjalan ke depan dan duduk di kursi kesayangannya.


"Saya cuma mau kamu gak ngambek lagi dan mau maafin saya, itu aja kok," kata Ardiaz.


"Kenapa aku harus maafin bapak?" tanya Aileen.


"Ya karena semua yang kamu pikirkan tentang saya itu gak benar, semuanya hanya salah paham sayang," jawab Ardiaz.


"Salah paham gimana? Aku lihat sendiri kok kalian pegangan tangan, terus bapak juga gak protes digituin sama Bu Laura. Kalau bapak emang sayang sama aku, harusnya bapak jangan mau dong dipegang-pegang cewek lain!" ujar Aileen.


"Itu kan—"


"Kalau kayak gitu, sama aja bapak gak perduli ke aku dan bapak gampang tergoda!" sela Aileen.


"Aileen, dengerin saya dulu!" pinta Ardiaz.


"Bapak selalu minta didengerin, tapi bapak gak pernah tuh mau dengerin aku. Sebenarnya bapak terima cinta aku karena bapak emang sayang sama aku atau enggak sih?" ucap Aileen.


"Kamu nanya saya sayang sama kamu atau enggak?" ucap Ardiaz.


"Oke, biar saya tunjukin ya?" sambungnya.


Aileen terkejut saat Ardiaz bangkit dari duduknya dan membungkuk mendekatinya, seketika jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


"Bapak mau apa?" tanya Aileen gugup.


Ardiaz mengusap lembut wajah Aileen, perlahan menuju tengkuk gadisnya dan mendorongnya lebih dekat.


Saat itu juga bibir keduanya saling menempel, Aileen sontak terkejut tapi tak melakukan perlawanan.


Pria di hadapannya hanya menempelkan bibir itu, tapi lama-kelamaan ia juga mulai bergerak masuk ke dalam rongga mulut Aileen yang tanpa sengaja membuka mulutnya.


Aileen masih diam tak percaya, dia membiarkan saja Ardiaz melu-mat bibirnya. Semestinya ia memang melawan, namun entah kenapa ia justru menginginkan lebih.


Merasa puas, Ardiaz akhirnya melepaskan tautan itu. Ia tersenyum menatap Aileen yang masih bengong memegangi bibirnya.


"Itu jawaban dari saya," ucap Ardiaz.


Aileen tak berkutik sedikitpun, ia masih tak menyangka mendapat ciuman dadakan dari sang kekasih.




Disisi lain, Shanum masih menunggu kehadiran Aileen di kelasnya. Gadis itu terus celingak-celinguk mencari keberadaan Aileen.


Terakhir mereka memang berpisah di taman, Aileen berkata ingin melabrak Ardiaz serta Laura, sedangkan Shanum sendiri memilih menemui Nizar kekasihnya.


"Duh, Aileen kemana sih?" gumam Shanum sambil melihat kesana-kemari.


"Heh Shanum!" Virgo muncul memanggilnya, membuat Shanum langsung terlihat malas.


"Apaan sih? Mau ngapain lu panggil gue?" tanya Shanum dengan ketus.


"Galak amat, biasa aja kali! Gue cuma mau nanya, si Aileen gimana? Berhasil gak dia labrak pak Ardiaz di kantin tadi?" ujar Virgo.


"Mana gue tahu, ini gue juga lagi cari dia. Soalnya daritadi dia belum balik-balik," ucap Shanum.


"Aileen belum balik? Waduh, jangan-jangan dia diapa-apain lagi sama pak Ardiaz! Secara kan pak Ardiaz tadi lagi asyik-asyik tuh sama Bu Laura, pasti dia emosi karena diganggu sama Aileen!" ucap Virgo.


"Lo bisa gak gausah bikin statement lu sendiri? Jangan bikin gue tambah panik deh!" kesal Shanum.


"Hehe, kan gue cuma nebak. Siapa tahu benar begitu kan?" ucap Virgo sambil nyengir.


"Ngaco aja lu! Mana mungkin pak Ardiaz nyakitin Aileen? Dia itu kan sayang banget sama Aileen, jadi semua yang lu bilang itu gak bakal mungkin terjadi!" ujar Shanum.


"Siapa yang tahu ya kan?" ujar Virgo.


"Ish, udah deh mending lu masuk sana! Gue masih pengen tunggu Aileen disini," sentak Shanum.


"Kalo gitu sama, gue juga pengen nungguin Aileen disini bareng lu," ucap Virgo.


"Ngapain sih pake ikut-ikutan segala? Udah sana masuk aja!" ucap Shanum.

__ADS_1


"Gak mau!" tegas Virgo yang malah ikut bersandar pada dinding kelasnya.


"Ih lu bener-bener ya!" kesal Shanum.


Virgo hanya tersenyum dan semakin merapatkan jarak antara mereka, Shanum bergerak menjauh namun Virgo terus saja berusaha mendekatinya.


"Lu ngapain sih menghindar terus? Gue bukan virus kali yang harus dijauhi," ucap Virgo.


"Bodo! Bagi gue, lu itu lebih dari virus. Dan lu gak boleh dideketin," kata Shanum.


Virgo menggeleng disertai senyuman, ia berpikir lebih baik diam daripada harus meneruskan perdebatan mereka.


Tak lama, gadis yang ditunggu mereka akhirnya tiba. Ya Aileen tampak tengah melangkah pelan menuju ke tempat mereka.


Namun, Shanum cukup heran melihat langkah Aileen yang seperti orang linglung, bahkan gadis itu terus memegangi bibirnya.


"Itu dia Aileen, eh tapi kok dia megangin bibirnya terus ya?" ujar Shanum keheranan.


"Nah kan, ini pasti ulah pak Ardiaz. Gue yakin banget si Aileen diapa-apain sama dia!" tebak Virgo.


"Apa sih? Lo gak diajak ya!" ujar Shanum.


Virgo kembali bersandar pada dinding, sedangkan Shanum berjalan mendekati Aileen.


"Aileen, lu kenapa?" tanya Shanum.


Gadis itu hanya diam menatap Shanum, pikirannya masih mengarah pada kejadian di ruang kepsek tadi saat Ardiaz mencium bibirnya untuk yang pertama kalinya.


"Eh Aileen, bilang aja sama kita, lu diapain sama kepsek kurang ajar itu!" timpal Virgo.


"Kak, lu bisa diem gak sih?!" tegur Shanum.


"Apa? Gue cuma mau belain Aileen, gue yakin dia pasti trauma tuh!" ucap Virgo.


"Sssttt diem ah!" bentak Shanum.


Shanum pun kembali menatap Aileen dan memegang kedua pundaknya.


"Len, lu kenapa sih sebenarnya?" tanya Shanum.


"A-aku..."


"Aku abis dicium sama pak Ardiaz," sambungnya.


Seketika itu juga Shanum dan Virgo terkejut, mereka terbelalak mendengar jawaban Aileen.


"Hah dicium??" kaget Shanum dan Virgo.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2