Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 77. Menyesal


__ADS_3

Aileen dan Alana berada di kamar, tampak Aileen juga masih terus memegangi rahangnya yang terasa sakit akibat perlakuan kasar Gabino tadi.


Alana juga berupaya membantu adik iparnya agar rasa sakit itu hilang dengan cara mengolesi krim pereda nyeri di rahang Aileen.


"Gimana Aileen? Masih sakit gak?" tanya Alana.


"Duh, masih kak! Ini kayaknya mau patah deh, kak Gabino emang keterlaluan!" jawab Aileen.


"Kamu yang sabar ya Aileen! Maafin ulah kakak kamu itu!" ucap Alana.


"Iya kak, tapi ini sakit banget tau. Aku mau ngadu aja deh ke mama sama papa," ucap Aileen.


"Jangan Aileen!" cegah Alana.


"Loh kenapa kak? Aku cuma mau kak Gabino berubah, supaya dia gak seenaknya lagi sama aku. Siapa tahu dengan aku lapor ke mama papa, kak Gabino gak kayak gitu lagi," ucap Aileen.


"Menurut aku sih jangan dulu Aileen! Nanti kamu malah dihukum lagi sama mas Gabino!" ujar Alana.


"Ya iya juga sih, kak Lana benar. Terus aku harus gimana sekarang?" tanya Aileen.


"Udah, kamu mending nurut aja sama kakak kamu itu! Jangan suka ngelawan dia!" jawab Alana.


"Aku udah nurut kok kak, cuma kak Gabino aja yang baperan. Aku juga bingung deh, kenapa sih dia begitu banget sama aku?" ucap Aileen.


"Eee mungkin karena dia gak mau kehilangan kamu Aileen," tebak Alana.


"Oh ya? Kenapa gitu coba? Aku kan cuma mau nikah sama pak Ardiaz, aku gak bakal menghilang kali," heran Aileen.


"Perasaan kakak kamu kan gak ada yang tahu, mungkin aja dia berpikir lain," ucap Alana.


"Yaudah deh, aku mau ganti baju dulu kak sama bersih-bersih. Soalnya abis ini aku disuruh cuci pakaian kak Gabino sama masak," ucap Aileen.


"Hah? Serius kamu mau ngelakuin itu semua? Emang bisa?" tanya Alana terkejut.


"Mau gak mau kak, daripada nantinya aku dikasarin lagi," jawab Aileen.


"Iya sih, kalo gitu aku bantuin kamu ya cuci bajunya mas Gabino sama masak buat dia?" ucap Alana.


"Jangan deh kak! Nanti kak Gabino malah gak terima terus marahin aku lagi, mending aku sendiri aja deh," ucap Aileen.


"Gapapa Aileen, aku bisa bicara kok sama mas Gabino. Aku yakin dia pasti ngerti, sekarang kamu mandi dulu gih sana!" ucap Alana.


"Iya kak," singkat Aileen.


Gadis itu pun beranjak dari duduknya, lalu melangkah ke dalam kamar mandi sembari mengusap rahangnya yang terasa sakit.


"Huh kasihan juga Aileen! Mas Gabino emang kelewatan, aku harus bicara sama dia tentang ini!" lirih Alana.


Alana bangkit lalu keluar dari kamar Aileen untuk turun ke bawah menemui suaminya dan berbicara mengenai tindakan kasarnya kepada Aileen.


Jujur Alana tak terima dengan perlakuan Gabino itu, sebab ia juga seorang wanita yang tentunya tidak akan tega melihat sesama wanita tersakiti.


Saat di bawah, tampak Gabino tengah duduk menikmati secangkir kopi sembari memandang layar ponsel.


Alana pun menghampirinya dan duduk di sebelah lelaki itu.


"Mas, boleh aku bicara sebentar?" ucap Alana.


"Eh sayang, ya boleh dong. Jangankan sebentar, lama juga gapapa. Aku malah senang ngobrol sama kamu," ucap Gabino sambil tersenyum.


"Iya mas, ini soal Aileen. Aku gak mau kamu begitu lagi sama dia, sakit tau rasanya aku lihat Aileen digituin. Kamu tuh kasar banget sih mas!" ucap Alana.


"Kamu apa sih sayang? Jangan bicara yang gak penting deh!" ucap Gabino.


"Ini penting mas, kasihan Aileen!" ujar Alana.


"Biarin aja, supaya dia gak begitu lagi sama aku," ucap Gabino.


Alana menggeleng pelan, suaminya memang sangat sulit diberitahu.




Aileen yang baru selesai mandi, langsung mendapat telpon masuk dari Ardiaz yang sepertinya hendak membicarakan sesuatu.


Karena masih sedikit kesal, Aileen mengabaikan sejenak panggilan itu sambil ia memakai pakaiannya.


"Ngapain sih telpon-telpon segala?" ujarnya.


Namun, telpon itu terus berdering dan membuat Aileen sulit fokus. Ia pun terpaksa mengangkat telpon tersebut meski ia masih kesal.


📞"Halo! Ih bapak ngapain sih telpon-telpon aku terus? Aku lagi pake baju tau," kesal Aileen.


📞"Heh, kamu jangan marah-marah dong! Kan saya gak tahu kalau kamu lagi pake baju, abisnya kamu gak kirim foto ke saya sih. Coba dong saya mau lihat sayang!" goda Ardiaz.


📞"Sekali lagi bapak begitu, aku matiin nih telponnya terus aku blok nomor bapak!" ancam Aileen.


📞"Gak masalah, saya kan bisa datengin kamu terus ketemu kamu secara langsung," ucap Ardiaz.


📞"Ohh, berarti boleh dong aku blok nomor bapak sekarang?" tanya Aileen.


📞"Eh ya jangan lah cantik! Nanti saya gak bisa telpon atau video call kamu lagi, kan gak selamanya saya ada di dekat kamu," ujar Ardiaz.

__ADS_1


📞"Yaudah, terus bapak kenapa telpon aku sekarang?" tanya Aileen.


📞"Saya mau kasih tau ke kamu kalau saya udah minta maaf sama Sean tadi," jawab Ardiaz.


📞"Masa? Aku gak percaya kalau gak ada buktinya, bisa aja bapak bohong kan. Aku mau bapak kirim buktinya sekarang!" ucap Aileen.


📞"Ya ya, tadi saya sudah rekam semua percakapan saya dan Sean. Saya kirim ke nomor kamu sekarang ya cantik?" ucap Ardiaz.


📞"Iya udah cepet!" pinta Aileen.


Ardiaz pun mengirimkan rekaman suara dirinya dan Sean saat berbicara di taman tadi ke nomor telpon Aileen.


Aileen tersenyum lebar mendengar rekaman tersebut, ternyata kekasihnya tidak berbohong dan benar-benar meminta maaf pada Sean.


📞"Gimana? Kamu udah dengerin kan rekamannya?" tanya Ardiaz lagi.


📞"Iya, udah kok. Bapak emang beneran minta maaf sama Sean," jawab Aileen.


📞"Berarti kamu mau maafin saya dan jadi nikah sama saya kan?" ujar Ardiaz.


📞"Jadi dong, masa gak jadi? Bapak kan katanya udah urus semua perlengkapan pernikahan kita," ucap Aileen.


📞"Iya sayang, hari Minggu nanti kamu ikut saya ya buat fitting baju pengantin?" ucap Ardiaz.


📞"Umm, aku minta izin dulu sama kak Gabino. Tapi pasti diizinin kok, kan buat keperluan pernikahan kita," ucap Aileen.


📞"Ya sayang, saya tunggu kabar baiknya ya! Saya gak sabar mau nikahin kamu!" ucap Ardiaz.


📞"Aku juga gak sabar pengen dinikahin sama bapak, supaya aku juga cepat-cepat keluar dari rumah ini. Jujur aja aku udah muak banget sama kelakuan kak Gabino!" ucap Aileen.


📞"Hus kamu gak boleh gitu sayang! Gabino itu kan kakak kandung kamu, jadi kamu harus hormat sama dia!" ucap Ardiaz.


📞"Iya pak, abisnya dia ngeselin sih," ucap Aileen.


📞"Udah ah kamu gak boleh begitu! Saya ke rumah kamu sekarang ya? Sekalian saya mau ajak kamu dinner di luar," ucap Ardiaz.


📞"Hah? Kayaknya kalo sekarang gak bisa deh pak, soalnya aku harus nyuci baju," ucap Aileen.


📞"Loh bukannya kamu ada asisten rumah tangga ya? Siapa dah itu, bik Lesti kan?" heran Ardiaz.


📞"Iya, tapi ini hukuman dari kak Gabino. Makanya aku bete banget!" ucap Aileen.


Tanpa disadari, rupanya Gabino menguping perbincangan Aileen dan Ardiaz dari luar kamar. Ia tampak bersedih dan merasa bersalah.




Namun, betapa terkejutnya ia disaat membuka pintu dan melihat Gabino tengah berdiri disana sambil memandang ke arahnya.


"Loh kak, kakak ngapain disini?" tanya Aileen.


"Gue mau bicara sama lu, kita ke dalam ya?" jawab Gabino singkat.


"Eee gausah kak, ini aku udah mau nyuci sama masak kok," tolak Aileen.


"Sebentar aja!" paksa Gabino.


Pria itu pun menarik tangan Aileen masuk ke dalam kamarnya, tak lupa ia mengunci pintu lalu mendorong tubuh Aileen ke dinding.


"Gue nyesel udah bertindak kasar sama lu tadi, gue mau minta maaf sama lu!" ucap Gabino.


"Bagus deh kalo kakak sadar, iya aku maafin kok. Tapi, jangan diulangi lagi ya!" ucap Aileen.


"Gue janji, tapi please lah lu jangan tinggalin rumah ini!" mohon Gabino.


"Maksudnya gimana sih kak?" tanya Aileen.


"Lo cepet-cepet nikah sama Ardiaz karena mau pergi dari rumah ini kan?" ucap Gabino.


"Gak juga," elak Aileen.


"Ah gue denger semua obrolan lu di telpon tadi sama Ardiaz, disitu lu sebut kalo lu pengen cepat-cepat keluar dari rumah ini karena gak tahan sama sikap gue. Betul kan?" ucap Gabino.


"Ya iya juga sih, aku emang bilang begitu sama pak Ardiaz tadi. Tapi, sebenarnya aku juga gak tega mau ninggalin kakak tau," ucap Aileen.


"Terus kenapa lu pengen cepat-cepat dinikahin pak Ardiaz? Harusnya lu tunda aja sampai lu lulus kuliah nanti," ucap Gabino.


"Gak bisa kak, semuanya udah diurus sama pak Ardiaz. Aku gak enak lah kalau main tunda gitu aja, apalagi hari Minggu nanti aku udah mau fitting baju pengantin," ucap Aileen.


"Yah berarti kamu gak sayang dong sama kakak?" tanya Gabino kecewa.


"Bukan begitu kak, aku kan juga pengen punya kehidupan baru dan suasana baru. Lagian menurut aku, pacaran terlalu lama itu gak baik," ujar Aileen.


"Yaudah, semua terserah kamu. Kakak dukung apapun keputusan kamu!" ucap Gabino.


"Thanks ya kak!" ucap Aileen.


"Oh ya, tadi kakak dengar kamu mau diajak dinner sama Ardiaz? Udah kamu pergi aja!" ucap Gabino.


"Tapi kak, cuciannya gimana?" tanya Aileen.


"Itu biar diberesin sama bik Lesti, kamu mending pergi aja sama pacar kamu!" jawab Gabino.

__ADS_1


"Kakak serius? Terus masaknya?" tanya Aileen.


"Iya kakak serius, soal masak juga biar diurus Alana nanti. Kamu nikmatin aja waktu berdua kamu sama Ardiaz!" ucap Gabino sembari mengusap puncak kepala adiknya.


"Makasih banyak ya kak! Ternyata kakak punya sisi baik juga sama aku, padahal tadi itu kakak galak banget," ucap Aileen.


"Kakak begitu sebenarnya karena kakak takut kamu pergi sayang, kakak belum bisa pisah dari kamu. Kita kan udah sama-sama terus dari kecil," ucap Gabino.


"Aku juga gitu sih kak," lirih Aileen.


Gabino menarik dagu Aileen dan tersenyum ke arahnya.


"Gapapa, kita kan gak benar-benar pisah. Kita masih bisa ketemu sewaktu-waktu, ya kan?" ucap Gabino coba menghibur adiknya.


"Iya sih kak, bener juga. Yaudah, berarti kakak gausah sedih-sedih lagi sekarang!" ucap Aileen.


"Enggak dong, justru kakak bahagia adik kakak ini udah mau dinikahin sama orang," ucap Gabino.


"Hahaha.." mereka tertawa bersamaan sambil saling memeluk satu sama lain.




Malam harinya, Aileen pergi makan malam bersama Ardiaz di sebuah restoran mewah bintang lima yang sudah disiapkan oleh lelaki itu.


Gadis itu tampak anggun dengan gaun yang ia pakai pemberian dari Ardiaz sebelumnya, bahkan Ardiaz sampai tak berkedip menatapnya.


"Pak, kenapa sih bapak ngeliatin aku terus? Dimakan itu makanannya!" ucap Aileen.


"Kamu cantik banget sayang! Saya gak bisa kedip lihat kamu tau," ucap Ardiaz.


"Bapak lebay ah! Aku jadi malu tau dilihatin terus, udah dong cukup!" ucap Aileen tersipu.


"Gapapa, kamu pantas pake gaun itu. Saya suka lihatnya tau!" ucap Ardiaz.


"Emang iya pak? Perasaan menurut aku biasa aja deh gak terlalu cakep," ujar Aileen.


"Kamu harus belajar menghargai diri kamu sendiri sayang, biar kamu tau kalau kamu itu paling cantik di dunia ini!" ucap Ardiaz.


"Iya deh terserah bapak, yang penting sekarang bapak fokus makan dulu!" ucap Aileen.


"Abis itu saya boleh makan kamu kan?" tanya Ardiaz sensual sembari mendekat ke wajahnya.


"Ngaco! Emangnya aku makanan apa? Aku tuh gak bisa dimakan tau," sentak Aileen.


"Bisa kok, nanti saya tunjukin setelah kita selesai makan. Biar kamu tau kalau kamu tuh bisa dimakan," ucap Ardiaz.


"Bapak jangan aneh-aneh deh! Udah buruan makan tuh makanannya!" ujar Aileen.


"Saya baru mau makan, kalau kamu suapin saya. Ayo dong coba sayang!" ucap Ardiaz.


"Sejak kapan bapak jadi manja begini sih? Aku mau suapin bapak, tapi abis itu gantian ya bapak suapin aku?" ucap Aileen.


"Of course baby, apapun yang kamu mau pasti saya akan turutin," ucap Ardiaz.


Aileen tersenyum, kemudian mulai menyuapi Ardiaz dengan perlahan. Tampak pria itu sangat senang dan pandangannya tak bisa lepas dari wajah cantik gadisnya.


"Umm tuh kan lebih enak sayang!" ucap Ardiaz.


"Iyain, padahal mah rasanya sama aja. Udah sekarang gantian bapak suapin aku!" pinta Aileen.


"Tentu sayang," singkat Ardiaz.


Tanpa menunggu lama, Ardiaz kini berganti menyuapi gadis itu sambil sesekali mengecupnya usil.


"Ish, jangan cium-cium dong pak!" kesal Aileen.


"Apa salahnya? Pipi kamu menggoda banget sih, saya jadi gak tahan," kekeh Ardiaz.


"Bapak jangan gitu dong! Bapak kan tau aku gampang malu orangnya," ucap Aileen.


"Biarin, kamu kalo lagi malu tuh lucu sayang. Saya jadi pengen makan kamu!" goda Ardiaz.


"Udah ah pak, gak enak dilihat orang!" ujar Aileen.


"Kenapa kamu harus mikirin orang lain sih? Saya gak perduli mereka mau ngomong apa, yang penting saya bisa nikmatin waktu bareng kamu," ucap Ardiaz.


"Iya iya, tadi kak Gabino juga udah kasih izin buat hari Minggu nanti pak," ucap Aileen mengalihkan topik.


"Oh ya? Bagus dong sayang, jadinya kita bisa fitting baju dengan tenang!" ucap Ardiaz tersenyum lebar.


"Iya pak, aku juga tau ternyata kak Gabino itu perhatian banget sama aku. Dia sampai gak mau kehilangan aku loh, segitu sayangnya dia sama aku," ucap Aileen.


"Nah kan, makanya kamu jangan bicara yang enggak-enggak tentang kakak kamu!" ujar Ardiaz.


"Aku jadi nyesel pernah bilang kalo aku benci sama dia," ucap Aileen bersedih.


Ardiaz langsung merangkul pundak Aileen sembari mengusap wajahnya untuk menenangkan gadis itu agar tidak terus bersedih.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2