
"Bisa aja kamu, yaudah aku duluan ya?" ucap Aileen sambil tersenyum.
"Eh jangan dong! Kita bareng aja kali, masa gue sendirian turunnya?" ucap Shanum.
"Hehe, iya iya.." Aileen menurut dan pergi bersama Shanum menuruni tangga.
Namun, tiba-tiba tangan Aileen dicekal dari belakang oleh sebuah lengan kekar yang membuat keduanya terkejut dan berhenti.
"Ish kak Virgo? Lo ngapain lagi sih cegat kita? Lepasin gak tangan Aileen!" geram Shanum.
"Apa deh Shanum? Lu gausah ikut campur, udah sana pergi!" usir Virgo.
"Mana bisa gue pergi? Gue bakal jagain Aileen dari orang kayak lu," ucap Shanum tegas.
Aileen hanya terdiam kaku tak mengerti mengapa Virgo dan Shanum selalu saja berdebat setiap kali bertemu.
"Aileen, kita ngobrol sebentar yuk! Ada yang mau aku sampaikan ke kamu," ucap Virgo.
"Ngobrol soal apa? Maaf ya aku gak punya waktu banyak buat ladenin kamu!" ucap Aileen.
"Kok gitu sih Aileen? Sebentar aja kok, please kamu mau ya!" bujuk Virgo.
"Aku kan udah bilang, aku gak punya banyak waktu. Sekali lagi mohon maaf ya kak, kamu bicara aja nih sama Shanum!" ucap Aileen menolak.
Tak lupa Aileen juga menyingkirkan tangan Virgo dari lengannya dengan kasar.
"Ih apaan? Kok lu jadi bawa-bawa gue sih Len? Gue juga punya urusan kali, gue ogah ladenin cowok kayak dia!" sentak Shanum.
"Gapapa Shanum sekali-sekali," kekeh Aileen.
"Ogah!" kesal Shanum.
"Heh! Lagian siapa juga yang mau ngomong sama lu? Gue cuma pengen bicara sama Aileen, ayolah Aileen sebentar aja kok!" ucap Virgo.
"Aku gak bisa kak, aku udah ditunggu sama pak Ardiaz di ruangannya. Bye!" ucap Aileen.
"Eh tunggu Aileen!" Virgo kembali menahan Aileen yang hendak pergi.
"Lo itu keras kepala banget ya, susah amat dikasih tau baik-baik! Aileen tuh harus pergi, lu jangan paksa dia dong!" bentak Shanum.
"Duh, lu bisa gak sih gausah ikut campur urusan gue terus?! Kesel banget gue sama cewek kayak lu!" geram Virgo.
"Kenapa? Lu gak terima? Gue disini belain Aileen, karena dia tuh gak mau ngobrol sama lu. Jadi, lu harusnya gausah maksa!" sentak Shanum.
"Hey hey, udah ah udah! Ngapa pada ribut mulu sih? Pusing tau aku dengarnya, kalian tuh tiap ketemu pasti ribut!" ucap Aileen.
"Dia tuh Len, ikut campur urusan orang mulu kerjaannya. Padahal gue kan pengen ngomongnya sama lu, bukan dia!" ucap Virgo.
__ADS_1
"Salah kamu sendiri lah, aku gak mau diajak ngobrol kok maksa?" ucap Aileen.
"Tuh dengerin, dasar cowok tukang maksa! Segitunya ya gak punya pacar?" ledek Shanum.
"Diam lu Shanum! Gue tuh cuma mau ngobrol sama Aileen, salahnya dimana?" ucap Virgo.
"Ya jelas salah lah, orang yang lu mau ajak ngobrol kan udah bilang gak mau. Eh lu malah masih maksa aja!" ucap Shanum.
"Udah deh, aku mau ketemu pak Ardiaz. Jangan halangin aku lagi!" kesal Aileen.
"Okay, aku gak akan halangi kamu lagi Aileen. Masih ada hari besok sih, jadi kita bisa bicara besok," ucap Virgo.
"Nah bagus kalo kamu ngerti, sekarang aku duluan ya? Shanum, kamu mau ikut atau disini aja temenin kak Virgo?" ucap Aileen.
"Idih ngapain amat gue temenin dia? Gue jelas ikut lah sama lu," ucap Shanum.
"Yaudah, yuk kita pergi sekarang!" ajak Aileen.
"Yuk!" Shanum mengangguk setuju.
"Bye bye kak Virgo yang nyebelin!" ledek Shanum pada Virgo.
"Ngeselin banget ya lu!" cibir Virgo.
"Hahaha..." Shanum tertawa meledek lalu mengajak Aileen pergi dari sana.
•
•
Ya tentu saja Aileen hendak menemui Ardiaz disana, ia sudah tidak sabar ingin membahas pernikahannya dengan pria itu.
"Num, aku masuk ya? Kamu juga mau ketemu Nizar kan?" ucap Aileen.
"Iya Len, gue udah ditungguin nih sama ayang gue di kantin. Yaudah, salam ya buat pak Ardiaz! Gue doain semoga hubungan lu sama pak Ardiaz langgeng terus!" ucap Shanum.
"Aamiin! Aku juga doain kamu sama Nizar bisa langgeng sampai nikah ya!" ucap Aileen.
"Aamiin juga! Gue sebenarnya belum siap sih buat nikah, masih mau main-main dulu," ucap Shanum.
"Udah sana gih temuin si Nizar nya! Kasihan dia nungguin kamu tuh!" ucap Aileen.
"Iya iya, bilang aja lu gak sabar mau ketemu pak Ardiaz!" cibir Shanum.
"Hahaha, itu kamu tau. Aku kan pengen lihat wajah gantengnya pak Ardiaz," ucap Aileen.
"Huh dasar lu! Yaudah, gue duluan ya? Bye Aileen!" ucap Shanum pamit.
__ADS_1
"Iya bye!" balas Aileen ikut melambaikan tangan.
Shanum pun melangkah menuju kantin meninggalkan Aileen sendirian di depan ruang kepala sekolah.
Baru saja Aileen hendak mengetuk pintu, namun pintu sudah terbuka lebih dulu dan memperlihatkan Laura keluar dari dalam sana.
"Eh Aileen, kamu lagi ngapain disini?" tanya Laura terlihat heran.
"Loh Bu Laura? Ibu sendiri lagi apa? Pak Ardiaz nya ada di dalam?" ucap Aileen.
"Iya ada kok, kamu mau ketemu pak Ardiaz? Silahkan aja masuk!" ucap Laura.
Aileen tetap menatap sinis ke arah Laura, ia amat tak menyukai jika wanita itu menemui Ardiaz seperti sekarang.
"Bu Laura udah selesai kan urusannya sama pak Ardiaz?" tanya Aileen.
"Untuk sekarang sih udah, tapi mungkin besok masih ada lagi," jawab Laura tersenyum.
"Kalo gitu Bu Laura bisa pergi kan? Aku soalnya mau ngobrol berdua sama pak Ardiaz," ujar Aileen.
"Oh tentu, ini saya juga mau kembali ke ruangan saya. Saya permisi ya Aileen!" ucap Laura.
Aileen menganggukkan kepalanya, membiarkan Laura pergi. Ia terus memandangi wanita itu sampai benar-benar tak terlihat.
"Dasar cewek kegatelan! Masih aja godain calon suami orang," gumam Aileen.
Tak lama kemudian, Ardiaz menyusul keluar. Ia kaget melihat gadisnya ada di depan ruangannya dan terlihat kesal.
"Aileen? Sayang kamu kenapa?" tegur Ardiaz.
Aileen terkejut dan menoleh ke arah pria itu dengan wajah jutek.
"Gapapa, enak ya pak abis berduaan sama Bu Laura di dalam? Pasti asyik banget tuh, mumpung aku lagi ujian," cibir Aileen.
"Apa sih kamu? Cemburu? Saya sama Laura cuma bahas soal acara kelulusan, kamu jangan mikir yang aneh-aneh deh!" ucap Ardiaz.
"Oh gitu, eh pak aku kan udah kelar ujiannya nih. Jadi kapan bapak mau nikahin aku? Supaya bapak gak godain cewek lain terus," ucap Aileen.
"Kita bicaranya di dalam aja yuk! Gak enak disini takut didengar orang," ajak Ardiaz.
"Kenapa pak? Bapak malu ya didenger orang kalau mau nikahin bocil kayak aku?" tanya Aileen.
"Bukan gitu sayang, udah ayo ah kita ke dalam aja!" paksa Ardiaz.
Pria itu langsung mendekap dan membawa paksa Aileen ke dalam ruangannya, tak lupa ia mengunci pintu agar tidak ada yang mengganggunya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...