Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 98. Bertengkar terus


__ADS_3

Alana mengangguk setuju, ia dan Gabino pun bangkit lalu bergandengan tangan pergi menuju toilet setelah pamit pada Aileen.


Kini Aileen seorang diri disana, ia terus menatap sekeliling berharap orangtuanya bisa segera datang karena ia sudah sangat rindu.


"Hm mama papa kemana sih? Katanya landing jam lima sore, tapi belum datang juga," heran Aileen.


"Ehem ehem.." Aileen dikejutkan dengan suara deheman seorang pria di belakangnya.


Sontak gadis itu menoleh, matanya menangkap dua sosok dewasa yang tengah berdiri menatap ke arahnya sambil tersenyum.


"Mama? Papa?" ujar Aileen terkejut.


Ya yang dilihatnya saat ini adalah Malika serta Axel, orang tua gadis itu.


"Halo sayang! Apa kabar kamu?" sapa Axel.


"Papa, mama!" bukannya menjawab, gadis itu justru langsung berteriak dan mendekap erat tubuh kedua orangtuanya yang sudah sangat ia rindukan itu.


"Aku kangen banget sama papa mama, akhirnya aku bisa ketemu lagi sama papa mama disini!" ucap Aileen dalam dekapan orangtuanya.


"Begitu juga papa sama mama, kami rindu sekali sama kamu sayang!" ucap Malika.


"Iya bener tuh, papa kangen banget sama anak papa yang cantik jelita ini!" sahut Axel.


"Mmhhh aku senang deh bisa dipeluk papa sama mama lagi kayak gini, lama banget rasanya udah gak ngerasain ini lagi," ucap Aileen.


"Iya sayang, kamu boleh puas-puasin peluk mama sama papa sekarang," ucap Malika.


"Makasih mama!" ucap Aileen semakin membenamkan wajahnya disana.


"Oh ya, kakak kamu mana sayang? Dia ikut kesini juga kan?" tanya Axel.


"Ikut kok, sama kak Lana juga ikut. Tapi, mereka lagi di toilet sekarang," jawab Aileen.


"Ohh," Axel hanya ber'oh' ria sembari mengusap punggung putrinya.


Tak lama kemudian, Alana serta Gabino pun muncul dari arah depan. Keduanya sontak kaget melihat Axel dan Malik telah berada disana.


"Loh, mama papa udah datang?" kaget Gabino.


Aileen yang tengah menikmati hangatnya pelukan sang ayah pun terpaksa menoleh dan melepaskan sejenak pelukan itu.


"Nah pa, itu dia kak Gabi sama kak Lana," unjuk Aileen.


"Iya sayang, papa juga bisa lihat kali. Emangnya papa buta apa?" sarkas Axel.

__ADS_1


"Ih papa mah kan aku cuma kasih tau," kesal Aileen.


"Hahaha, udah gausah dimanyunin gitu bibirnya. Kamu tuh udah imut sayang," goda Axel yang kembali memeluk putrinya.


Sementara Gabino mendekati mamanya dan mencium tangannya, begitupun dengan Alana.


"Ma, mama apa kabar?" tanya Gabino.


"Mama baik kok, kamu sendiri gimana? Lancar kan hubungannya sama Alana? Kapan nih mama sama papa bisa dikasih cucu?" ucap Malika penuh harap.


Seketika suasana berubah, Alana yang tadi tersenyum lebar kini mendadak murung.


"Maaf ya ma, aku belum bisa kasih cucu buat mama. Aku juga gak tahu kapan aku bisa punya anak," ucap Alana bersedih.


"Eh eh, kamu kok jadi sedih gini sih? Mama minta maaf ya karena udah bikin kamu sedih, mama gak maksud begitu sayang!" ucap Malika.


"Tuh kan, mama sih pake bahas soal itu segala! Lagian kalau emang udah rezeki, nanti Alana juga bakal hamil kok," tegur Axel.


"Tadi kan mama cuma bercanda pa, mama gak ada maksud buat bikin Alana sedih. Alana, maafin mama ya!" ucap Malika menyesal.


"Gapapa ma, aku juga gak marah sama mama. Wajar dong mama minta cucu dari aku, justru aku yang harusnya minta maaf karena belum bisa kasih mama cucu," ucap Alana.


"Sudah sudah, ini kenapa jadi pada sedih begini sih? Mending kita siap-siap buat makan malam!" ucap Gabino menengahi.




Singkat cerita, keluarga Aileen telah tiba di restoran tersebut dan tengah menikmati makan malam.


Aileen tampak sangat bahagia dengan momen ini, sudah lama sekali ia tidak merasakannya.


"Dek, kamu kenapa senyum-senyum terus? Udah mulai gak waras ya gara-gara sering dekat sama Ardiaz?" tanya Gabino meledek.


"Ih apa sih? Garing deh!" sentak Aileen.


"Lah kok garing? Gue nanya anjir, lu harusnya jawab bukan malah ngatain! Apa jangan-jangan emang bener lu udah stres?" ujar Gabino.


"Ish, enggak ya aku gak stres. Kakak tuh kali yang stres!" ucap Aileen.


"Enak aja malah balik ngatain gue, gue tuh masih waras buktinya gue gak senyum-senyum sendiri kayak lu," ucap Gabino.


"Aku senyum-senyum tuh karena aku senang kak bisa makan bareng papa mama lagi, kan udah lama kita gak kayak gini," ucap Aileen.


"Udah lah, kalian ini kenapa sih dari dulu sampai sekarang ribut terus? Ayolah, sekali-sekali kalian damai gitu!" ucap Malika.

__ADS_1


"Ya beginilah ma, rasanya kalau mereka gak ribut tuh kayak beda gitu. Hampir setiap hari mereka kayak gini," kekeh Alana.


"Hahaha, gak kebayang dong betapa pusing kamu ngadepin mereka ini," ujar Malika.


"Iya ma, malah baru kemarin mereka saling ngambek terus marahan. Ya tapi gak lama langsung baikan lagi," ucap Alana.


"Itu karena Aileen tuh gak bisa lama-lama marahan sama saya, ya kan dek?" ucap Gabino.


"Dih ge'er banget, paling juga kakak tuh yang gak bisa marah lama sama aku," ucap Aileen.


"Gue sih bisa aja, buktinya kemarin kan lu yang datang ngemis-ngemis maaf dari gue. Padahal gue mah bodoamat mau lu marah apa enggak," ucap Gabino.


Aileen mencebikkan bibirnya sembari menjulurkan lidah, membuat Gabino gemas lalu mencubit pipi gadis itu di depan orangtuanya.


"Ih kakak sakit!" protes Aileen.


"Halah manja banget sih lu, udah mau nikah masih aja manja!" cibir Gabino.


"Bodo, emang sakit!" kesal Aileen.


"Sini gue cubit lagi,"


"Ih gak mau! Ma, pa, kakak tuh!"


Malika dan Axel menggeleng saja melihat kelakuan dua anak mereka yang dari dulu hingga kini tidak berubah dan masih saja bertengkar.


"Udah lah Aileen, Gabino! Mau sampai kapan sih kalian bertengkar terus?" tegur Axel.


"Bukan aku, kakak duluan yang nyebelin pa. Aku kan tadi lagi makan, eh malah diledekin sama dia," ucap Aileen.


"Kenapa jadi gue? Gue tuh cuma nanya, lu aja yang baperan," ucap Gabino.


"Ih bukan baperan, emang gitu kenyataannya. Kakak tuh ngeledekin aku," ucap Aileen.


"Terserah lu, jadi cewek kok baperan amat. Kasihan nanti si Ardiaz kalo harus ngadepin sikap lu yang masih kayak bocil," ucap Gabino.


"Mas, udah dong jangan begitu sama Aileen! Nanti dia nangis gimana?" ucap Alana pada suaminya.


"Aku cuma kasih tau dia sayang buat berubah, kan dia udah mau nikah," ucap Gabino.


Aileen pun merunduk dan memilih tak mendengarkan ucapan kakaknya yang menurutnya tidak penting itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2