
Saat di mobil, Aileen kembali teringat pada perkataan kakaknya saat di kamar tadi mengenai rencana Ardiaz yang hendak melamarnya.
Gadis itu masih sangat khawatir dan belum siap jika harus menikah saat ini, pasalnya Aileen juga tidak mau menjadi istri di usianya yang masih muda ini.
"Umm mas, aku boleh gak bicara sama kamu sebentar?" tanya Aileen menatap wajah Ardiaz.
"Ya boleh lah sayang, masa iya saya gak izinin kamu buat bicara?" jawab Ardiaz.
"Kalo gitu aku cuma mau tanya satu hal sama kamu, apa benar kamu bakal lamar aku dalam waktu dekat ini?" ucap Aileen.
"Oh soal itu, pasti kamu tau dari kakak kamu ya?" ujar Ardiaz.
"I-i-iya mas, tadi kak Gabino yang bilang ke aku. Emangnya benar ya mas?" ucap Aileen.
"Kalau iya kenapa? Kamu gak mau ya saya lamar dalam waktu dekat?" tanya Ardiaz.
"Bukan begitu mas, aku cuma belum siap aja kalau harus nikah cepat-cepat. Apalagi kan aku masih sekolah mas, kamu ngerti lah ya maksud aku kayak gimana?" ujar Aileen.
"Iya, saya ngerti kok Aileen cantik. Maksud saya lamar kamu juga bukan buat nikahin kamu, tapi untuk mengikat kamu. Saya gak mau aja kamu direbut sama laki-laki lain, soalnya perempuan seperti kamu itu langka tau," ucap Ardiaz.
"Mengikat aku? Ih ya jangan lah mas! Emangnya aku kambing apa diikat-ikat kayak gitu? Lagian sakit kali mas diikat mah," ujar Aileen.
"Heh! Gak gitu maksudnya sayang, duh lama-lama saya cubit juga tuh pipi!" kesal Ardiaz.
"Iya iya mas Ardiaz sayang, aku paham kok. Kamu emang mau ikat aku pake apa lagi sih? Kan cincin udah ada nih, waktu itu kamu kasih di depan orang tua aku kan?" ucap Aileen.
"Tambah lagi cincinnya, biar makin tenang saya nya," ucap Ardiaz.
"Hah??" kaget Aileen. "Buat apa sih banyak-banyak mas? Satu aja cukup kali, lagian aku mah gak mungkin berkhianat dari kamu. Justru aku yang khawatir kamu bakal direbut orang, soalnya kamu itu kan ganteng, pasti banyak cewek-cewek yang suka sama kamu!" sambungnya.
"Kamu kan juga cantik, terus famous lagi banyak fansnya di sosial media. Yang suka sama kamu lebih banyak daripada yang suka sama saya, jadi seharusnya saya yang khawatir kamu bakal berpaling ke lain hati," ujar Ardiaz.
Aileen terdiam sembari memalingkan wajahnya ke arah lain, memang benar yang dikatakan Ardiaz kalau Aileen memiliki banyak fans.
"Kenapa diam?" tanya Ardiaz heran.
"Gapapa, aku cuma mikir mau ngadain meet and greet aja gitu. Supaya fans-fans aku bisa datang dan ketemu aku secara langsung, pasti seru deh tuh!" jawab Aileen sambil tersenyum.
"Hah? Ohh, kamu sengaja ya kayak gitu supaya bikin saya cemburu, iya?" ujar Ardiaz.
"Enggak kok pak, aku emang udah dari dulu ngerencanain ini. Soalnya banyak juga yang minta ketemu sama aku pak," ucap Aileen.
"Pak pak, sekali lagi kamu panggil saya pak saya bawa kamu ke KUA terus saya nikahin langsung saat itu juga!" ancam Ardiaz.
"Ish, ancamannya kok begitu sih mas? Gak ada yang lain apa?" ujar Aileen.
"Bagi saya itu udah paling bagus, kamu pasti gak berani langgar kan kalau diancam begitu?" kekeh Ardiaz.
__ADS_1
"Huh dasar nyebelin! Oke aku gak akan panggil kamu pak lagi, tapi bolehin aku bikin meet and greet ya?" ucap Aileen.
"Enggak ah, saya gak akan izinin kamu adain acara kayak gitu. Saya ini gak suka kalau kamu dideketin orang-orang, apalagi cowok!" tegas Ardiaz.
Aileen merengut kesal, meski di dalam hatinya dia senang sekali dengan kecemburuan Ardiaz.
•
•
"Aileen!!" Shanum berteriak kencang sekali begitu melihat sohibnya tiba di sekolah dan turun dari mobil milik sang kepala sekolah.
"Shanum?" lirih Aileen saat Shanum memanggilnya, ia mengulum senyum lalu berpeluang dengan Shanum disana.
"Duh, gue kangen banget sama lu! Apa kabar lu Aileen?" ujar Shanum di sela-sela pelukannya.
"Aku baik kok, lagian kan kita perasaan sering ketemu deh pas liburan," ucap Aileen.
Shanum melepas pelukan sambil tersenyum renyah, "Hehe iya sih, tapi tetap aja gue itu kangen banget sama lu. Gue kan gak bisa lama-lama jauh dari lu Aileen," ucapnya.
"Ah paling bisa deh lo!" ujar Aileen.
Ardiaz pun menghampiri kedua gadis itu sembari menggeleng pelan.
"Hadeh, kebiasaan cewek emang!" sindir Ardiaz.
"Ya itu kalian, cuman beberapa hari gak ketemu aja lebay nya minta ampun. Gimana kalau sebulan atau bertahun-tahun?" ujar Ardiaz.
"Yeh gapapa kali pak, namanya juga cewek. Lagian pacar bapak ini kan emang ngangenin banget tau anaknya," ucap Shanum.
"Iya sih bener, saya sendiri aja gak bisa jauh-jauh dari dia. Begitu juga dia yang selalu pengen dekat sama saya, ya kan Aileen?" ucap Ardiaz seraya merangkul gadisnya.
"Iya dong mas kepsek ku sayang," jawab Aileen sembari membenamkan wajahnya di bahu sang kekasih.
"Aduh aduh, bucin banget sih kalian! Aku jadi iri deh lihatnya, pengen juga digituin!" cibir Shanum.
"Ohh, kamu mau dipeluk juga sama saya? Yaudah sini majuan!" sarkas Ardiaz.
"Hah? Ish mas kamu nakal banget sih! Bisa-bisanya kamu bilang begitu di depan pacar kamu sendiri!" tegur Aileen sambil mencubit lelakinya.
"Duh sakit Aileen, jangan dicubit dong! Harusnya dicium atau diusap gitu!" ujar Ardiaz.
"Hih gak mau!" kesal Aileen.
"Hahaha, jangan marah gitu lah saya cuma bercanda kok!" ucap Ardiaz sembari mencubit pipi Aileen bermaksud membujuk gadis itu.
"Lagian gue juga gak mungkin mau dipeluk sama pak Ardiaz kok Len, lu tenang aja! Gue tuh maunya sama cowok gue sendiri lah," ucap Shanum.
__ADS_1
"Nah, denger tuh kata Shanum!" timpal Ardiaz.
"Ya ya ya, tapi kamu jangan nakal kayak gitu lagi!" ucap Aileen cemberut.
"Saya janji!" ucap Ardiaz.
Akhirnya Aileen mau memaafkan kekasihnya itu, karena dia tahu Ardiaz hanya bercanda.
KRIIIINGGG KRIIIINGGG...
"Eh udah bel tuh, kamu buruan gih ke lapangan! Shanum, saya titip pacar saya ini ya?" ucap Ardiaz melepas rangkulannya.
"Siap pak! Saya pasti jagain Aileen kok!" ucap Shanum patuh.
"Lebay kamu ah! Aku itu bukan anak kecil lagi, aku sekarang udah kelas dua belas. Eh, tapi kira-kira kita sekelas lagi gak ya Num?" ucap Aileen.
"Gak tahu deh, semoga aja iya!" jawab Shanum.
"Udah udah, sana cepat baris di lapangan! Kalau telat nanti dihukum loh!" ucap Ardiaz.
"Biarin, emangnya ada yang berani hukum aku? Aku kan pacar kamu mas kepsek," ujar Aileen.
"Tetep aja gak boleh gitu, kamu harus tetap patuhi aturan! Jangan mentang-mentang pacar saya, terus kamu mau berbuat seenaknya!" ucap Ardiaz.
"Iya iya..." Aileen menurut saja.
"Oh ya, nanti abis upacara kamu langsung ke ruangan saya ya!" pinta Ardiaz.
"Hah ngapain?" tanya Aileen bingung.
"Udah gausah banyak tanya, datang aja!" ujar Ardiaz.
"Iya deh," singkat Aileen.
Aileen pun mencium tangan kekasihnya, kemudian pergi bersama Shanum menuju lapangan untuk segera berbaris.
Sudah cukup banyak murid-murid yang berbaris disana, termasuk juga murid baru kelas sepuluh yang akan menjadi adik kelas mereka.
"Wih rame banget ya Len? Tuh lihat deh, itu dekel kita ganteng-ganteng banget sumpah!" ujar Shanum.
"Bener lu, tapi tetep sih masih gantengan my mas pacar kepsek gue," ucap Aileen.
"Yeh dasar bucin!" cibir Shanum.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1