
Aileen dan Ardiaz masih berada di mobil dalam perjalanan menuju rumah gadis itu, terlihat Aileen masih terus memeluk dirinya sendiri merasakan hawa dingin yang berasal dari AC mobil.
Melihat itu, Ardiaz merasa tidak tega dan memilih mematikan AC. Walaupun tentunya ia tidak tahan dengan rasa panas di dalam sana, namun demi Aileen ia terpaksa melakukan itu.
"Mas, kamu kenapa matiin AC nya? Udah nyalain aja lagi, gapapa kok!" tanya Aileen.
"Gapapa Aileen, saya lebih pilih kepanasan daripada kamu kedinginan. Saya kan gak mau kamu tambah sakit," jawab Ardiaz.
"Tapi mas, aku juga gak tega lihat kamu kepanasan. Nyalain lagi aja aku gak masalah tau!" ucap Aileen.
"Jangan! Saya bisa tahan panas kok, lagian juga gak terlalu panas," ucap Ardiaz.
"Kamu yakin mas? Bukannya kamu gak biasa kepanasan ya?" tanya Aileen.
"Kata siapa gak biasa? Kamu jangan sok tahu deh! Saya ini udah terbiasa kepanasan, udah kamu tenang aja sayangku!" ucap Ardiaz.
"Masa? Aku kok gak percaya ya sama kata-kata kamu?" ujar Aileen.
"Ya terserah kamu sih sayang, yang penting sekarang saya gausah nyalain AC. Saya gak mau kamu tambah sakit," ucap Ardiaz.
"Makasih ya mas! Kamu itu emang baik dan perhatian banget deh sama aku, aku jadi makin sayang sama kamu!" ucap Aileen.
"Jangan begitu Aileen! Nanti saya gak tahan, kamu mau kita nabrak?" ucap Ardiaz.
"Ih bapak kenapa sih selalu gitu setiap aku godain? Padahal aku kan cuma pengen kasih tahu bapak kalau aku sayang sama bapak," ucap Aileen.
"Iya iya saya tahu, tapi gak disini juga Aileen. Kan bisa nanti kamu tunjukin nya begitu sampai di rumah. Oh ya, terus kenapa kamu panggil saya bapak lagi tadi?!" ujar Ardiaz.
"Hehe, iya mas maaf aku kelupaan! Abisnya enakan panggil kamu bapak sih," ucap Aileen.
"Enak darimana nya coba? Saya berasa jadi bapak kamu kalo gitu, terus gimana misal ada yang dengar nantinya?" geram Ardiaz.
"Iya mas, aku kan udah minta maaf tadi. Kamu jangan bahas itu lagi dong!" ucap Aileen.
"Iya iya sayangku, yaudah kamu istirahat aja kalo kamu ngantuk!" suruh Ardiaz.
"Aku tapi gak ngantuk mas, kan udah dibilang aku ini susah tidur. Apalagi disini ada kamu, gimana bisa aku tidur?" ucap Aileen.
"Apa hubungannya sama saya coba?" tanya Ardiaz.
"Ya gak tahu, tapi kalo ada di dekat kamu rasanya aku pengen melek terus. Soalnya kalo aku merem sedikit, nanti kamu diambil orang," jawab Aileen.
__ADS_1
"Siapa sih yang bisa ambil saya dari kamu? Saya ini cuma milik kamu sayang, udah kamu tidur aja biar sakitnya bisa hilang!" ucap Ardiaz.
"Hahaha, kamu lucu kalo lagi salting gitu. Aku jadi gemes deh pengen cubit," ucap Aileen.
"Bisa gak jangan godain saya terus?! Kamu mau saya lepas kendali ya Aileen? Sengaja banget kayaknya dari kemarin begitu mulu," ucap Ardiaz.
"Kamu kenapa sih? Gak suka ya digodain sama pacar sendiri? Maunya Bu Laura yang godain kamu ya?" cibir Aileen.
"Hey! Gak gitu juga lah sayang, saya suka kamu kayak gitu. Tapi, jangan terlalu sering juga sayang! Saya ini kan laki-laki biasa, saya bisa lepas kontrol kalo kamu gitu terus," ujar Ardiaz.
"Umm, emang kamu bakal ngapain aku hayo?" tanya Aileen dengan menggoda.
"Saya bisa makan kamu," jawab Ardiaz tegas sambil memberikan seringai kecilnya.
•
•
Shanum merasa kesepian setelah Aileen tidak datang ke sekolah, dia duduk sendirian di lorong sekolah sambil menunjukkan wajah cemberut.
Laura yang kebetulan lewat disana tak sengaja melihatnya, ia pun menghampiri muridnya dan terduduk di sebelahnya.
"Hey Shanum!" panggil Laura sambil tersenyum.
"Kamu kenapa cemberut aja disini?" tanya Laura.
"Teman dekat saya Bu, si Aileen itu gak masuk sekolah. Makanya saya bingung deh harus main sama siapa sekarang," jawab Shanum.
"Loh, emangnya kamu gak punya teman lain disini? Kan banyak anak-anak yang bisa kamu ajak main, daripada kamu cuma diem aja cemberut disini. Ya kan Shanum?" ucap Laura.
"Iya sih Bu, tapi cuma Aileen yang tulus mau temenan sama saya. Yang lain mah ada maunya doang," ucap Shanum.
Laura tersenyum sembari menggeleng perlahan.
"Eh ya, omong-omong Aileen kenapa gak masuk sekolah? Dia ada urusan atau apa?" tanya Laura.
"Eee tadi sih aku dikasih tau katanya dia sakit Bu, tapi aku belum tahu juga Aileen sakit apa. Mungkin Bu Laura bisa tanya ke pak Ardiaz, pasti beliau tau deh Aileen sakit apa," jawab Shanum.
"Oh iya ya, daritadi saya juga gak ngeliat pak Ardiaz. Mungkin dia emang lagi temenin Aileen yang sakit," ucap Laura.
"Nah itu dia Bu," ucap Shanum.
__ADS_1
"Yaudah, saya ke ruangan saya dulu ya? Kamu jangan cemberut lagi! Sementara ini kamu gabung aja dulu sama yang lain," ucap Laura.
"Iya Bu, nanti saya bisa cari pacar saya kok. Ibu kalo mau pergi gapapa kok," ucap Shanum.
"Ya, itu lebih baik. Saya pergi ya? Kamu baik-baik disini!" ucap Laura.
"Baik Bu!" ucap Shanum singkat.
Setelahnya, Laura beranjak dari tempat duduknya lalu pergi dari sana meninggalkan Shanum.
"Huft, ayang Nizar dimana ya?" gumam Shanum.
Shanum pun bangkit berniat mencari kekasihnya, namun baru saja ia hendak pergi, rombongan adik kelas dengan sengaja menyenggol tubuhnya hingga hampir terjatuh.
"Awhh kalo jalan tuh yang bener dong!" sentak Shanum emosi.
"Eh sorry, kesenggol ya? Makanya jangan berdiri disitu aja dong kak!" ucap wanita itu.
"Heh! Kok lo songong gitu sih? Siapa nama lu, ha? Berani lu sama gue?" kesal Shanum.
Keempat wanita itu kompak menatap ke arah Shanum dengan tatapan bengis, seketika nyali Shanum ciut karena ia kalah jumlah.
"Nama gue Zara, kenapa kak?" jawab gadis itu dengan gaya mengejek.
"Pake nanya lagi kenapa! Lain kali tuh yang sopan kalo sama senior! Gue ini kakak kelas kalian, jadi kalian harus jaga sikap dong!" ujar Shanum.
"Oh ya? Terus kenapa kalo lu kakak kelas kita? Gak ada peraturannya kan buat kita harus hormat sama lu? Lagian apa bedanya senior sama junior? Jangan mentang-mentang lu senior, terus lu mau dianggap ratu disini!" ketus Zara.
"Yeh dia malah nyolot! Kalo bukan di sekolah, udah gue kasih pelajaran lu! Dasar adik kelas zaman now gak punya sopan santun!" ucap Shanum.
Namun, Zara dan teman-temannya itu malah menatap tajam seraya mendekatinya.
"Apa lo bilang? Lo mau kasih kita pelajaran? Hey, emang lu bisa apa sih? Lu berani sama kita berempat?" ucap Zara.
Glek
Shanum meneguk ludahnya susah payah, sedetik kemudian rambutnya sudah ditarik oleh Zara dan teman-temannya sampai dia kehilangan keseimbangan.
"Rasain nih, dasar sok paling senior!" ucap Zara sambil terus menarik rambut Shanum.
"Akh sakit, ish lepas anjir!" geram Shanum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...