Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 34. Dendam


__ADS_3

Ardiaz pulang ke rumahnya sesudah mengantar Aileen untuk beristirahat, sejujurnya ia masih ingin berada disana, namun ia tidak ingin mengganggu Aileen yang membutuhkan istirahat.


Pria itu tampak terkejut melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya, ia cukup familiar dengan mobil tersebut dan berpikir keras siapa yang datang ke rumahnya.


"Loh loh, ini kayak mobil Laura. Tapi, mau apa ya dia ke rumah saya?" gumam Ardiaz.


Tanpa berlama-lama lagi, Ardiaz segera memasuki rumahnya. Ia sudah dibuat penasaran untuk apa Laura mendatangi tempat tinggalnya.


Ceklek


"Siang ma!" sapa Ardiaz sembari menghampiri mamanya yang tengah duduk sendiri di sofa.


"Siang juga Ardiaz! Kamu udah pulang? Emang di sekolahan kerjaan kamu udah beres?" tanya Mita.


"Aku gak ke sekolah ma, tadi aku abis anterin Aileen ke rumah sakit buat berobat," jawab Ardiaz.


"Hah? Aileen kenapa Diaz? Dia sakit apa?" tanya Mita agak terkejut.


"Aileen sakit flu ringan ma, dia cuma butuh istirahat. Mama gak perlu terlalu khawatir kayak gitu! Tadi juga dia udah aku bantu minum obat, semoga kondisinya bisa membaik setelah dia istirahat!" jelas Ardiaz.


"Duh ya ampun, iya deh aamiin semoga Aileen cepet sembuh ya Diaz!" ucap Mita.


"Iya ma, aamiin!" ucap Ardiaz.


"Yaudah, kamu duduk dulu! Mau minum apa biar mama bikinin?" ucap Mita.


"Ah gausah ma, aku mau tanya deh sama mama," ucap Ardiaz.


"Tanya apa?" ucap Mita kebingungan.


"Tadi di depan aku lihat ada mobil Laura teman sekolah aku dulu, apa dia datang kesini ma?" tanya Ardiaz.


"Ohh, iya benar Diaz. Laura emang datang kesini kok, katanya dia pengen ketemu kamu," jawab Mita.


"Terus sekarang Laura nya dimana ma?" tanya Ardiaz.


"Lagi ke toilet sebentar. Eh ya kamu tahu gak? Laura itu katanya sekarang jadi guru loh, keren ya?" ucap Mita.


"Iya ma, aku udah tahu kok. Laura kan jadi guru di sekolah aku," ucap Ardiaz.


"Apa? Waduh, dunia sempit banget ya ternyata?! Kenapa kamu gak bilang soal ini ke mama sih Diaz? Mama jadi ngerasa ketinggalan berita banget kalo kayak gini," protes Mita.


"Maaf ma! Aku pikir ini bukan suatu hal yang penting buat aku kasih tahu ke mama, makanya aku gak kasih tahu deh," ucap Ardiaz.


"Ya gapapa," singkat Mita.


"Ardiaz!" keduanya terkejut saat suara perempuan muncul menyapa Ardiaz, mereka menoleh lalu menatap Laura tengah mendekat kesana.


"Nah, ini nak Laura. Kalian lanjut bicara aja sambil duduk! Mama sekalian bikinin minuman buat kamu ya Diaz?" ucap Mita.


"Boleh ma, terimakasih!" ucap Ardiaz singkat.

__ADS_1


Mita hanya tersenyum, lalu melangkah pergi menuju dapur untuk membuatkan minuman.


"Laura, silahkan duduk!" ucap Ardiaz.


"Ah iya, makasih!" ucap Laura sambil tersenyum.


Mereka pun duduk berhadapan, Ardiaz sengaja tidak ingin berdekatan dengan Laura untuk menjaga perasaan gadisnya.


"Ada apa kamu datang kesini? Tahu darimana rumah aku?" tanya Ardiaz curiga.


"Kamu gimana sih Diaz? Kamu lupa kalau dulu pas sekolah kita sering main disini bareng yang lain?" jawab Laura.


"Oh iya, saya lupa kalau saya gak pernah pindah rumah. Pastinya kamu masih ingat alamat saya ada dimana," ucap Ardiaz.


"Iya itu dia Ardiaz, makanya aku bisa ada disini. Oh ya, omong-omong kondisi Aileen sekarang gimana? Dia udah membaik kan?" ucap Laura.


"Tau darimana kamu kalau Aileen sakit?" tanya Ardiaz heran.


"Shanum, tadi di sekolah dia bilang sama aku," jawab Laura.


"Ohh, Aileen udah baikan kok. Dia cuma butuh istirahat sekarang," ucap Ardiaz.


"Syukurlah!" singkat Laura.




Waktu pulang memang sudah tiba, namun Shanum belum ingin pulang karena ia mau membalas perlakuan adik kelasnya tadi.


"Sayang, aku mau curhat dong sama kamu!" ucap Shanum dengan manja.


"Hah? Kamu kenapa sayang? Ada masalah apa emangnya?" tanya Nizar curiga.


"Aku tadi dibully sama adik kelas kita tau, mereka kurang ajar banget sama aku!" jawab Shanum.


"Apa? Pacarku yang cantik ini dibully? Kok bisa sih sayang? Emang apa alasan mereka bully kamu?" tanya Nizar terkejut.


"Aku juga gak tahu, mereka tadi yang sengaja cari masalah sama aku. Giliran aku kasih tau ke mereka, eh mereka malah marah terus jambak rambut aku," jelas Shanum.


"Waduh! Kurang ajar banget ya tuh orang! Emang ada berapa yang bully kamu itu?" ujar Nizar.


"Eee empat orang sayang, mereka itu nyebelin terus sok cantik banget," ucap Shanum.


"Kamu kasih tau aja ke aku kayak gimana mereka itu! Nanti biar aku yang kasih pelajaran ke mereka, supaya mereka gak mengulangi apa yang mereka lakukan itu ke kamu. Kamu masih ingat kan muka mereka kayak gimana?" ucap Nizar.


"Iya, aku inget kok. Yaudah yuk kita cari mereka sekarang! Aku yakin mereka masih ada di sekolah, soalnya tadi kayaknya aku lihat mereka lagi ngumpul gitu deh di lapangan," ucap Shanum.


"Iya iya, tapi aku abisin minumnya dulu ya?" ucap Nizar.


"Cepetan sayang!" rengek Shanum.

__ADS_1


Nizar pun menenggak botol minumannya sampai habis tak bersisa.


"Udah nih, yuk kita cari mereka!" ujar Nizar.


"Oke, ayo!" ucap Shanum antusias.


"Eh guys, gue mau pergi dulu ya sama cewek gue? Kalian tunggu aja disini, nanti gue balik lagi!" ucap Nizar pada teman-temannya.


"Siap bro!" jawab mereka bersama-sama.


Setelahnya, Shanum dan Nizar pun pergi mencari orang-orang yang sudah membully gadis itu.


Mereka menyusuri lorong dan juga lapangan sekitar sekolah demi menemukan orang-orang itu.


"Mana mereka sayang?" tanya Nizar.


"Umm gak tahu deh, kayaknya sih aku lihat disini tadi. Kita coba cari lagi aja kesana!" jawab Shanum.


"Yaudah, tapi aku gak bisa lama-lama ya? Aku udah ada janji sama teman-teman aku," ucap Nizar.


"Iya iya ih, kamu mah gitu banget sama pacar sendiri!" kesal Shanum.


"Jangan ngambek dong! Ini kan aku bantu kamu cari mereka, senyum lah sayang!" ucap Nizar.


"Iya nih aku senyum," ucap Shanum menurut.


Saat mereka lanjut berjalan, Shanum tak sengaja menemukan keberadaan Zara, salah satu dari empat gadis yang sebelumnya sempat membully dirinya.


"Eh eh sayang, itu tuh orangnya yang tadi jambak rambut aku seenaknya!" ucap Shanum menunjuk ke arah Zara.


"Hah? Kamu yakin sayang?" tanya Nizar.


"Iyalah, udah ayo kita samperin dan labrak dia! Aku mau bikin dia nyesel!" sentak Shanum.


"I-iya iya.."


Shanum langsung menarik tangan Nizar dan bergerak cepat menghampiri Zara yang tengah duduk sendirian disana.


"Duh gimana ini?" batin Nizar.


"Heh cewek sok jago!" tegur Shanum sembari mendorong pundak Zara hingga ponsel gadis itu terjatuh ke lantai.


"Lo lagi, mau apa sih lo? Lihat tuh hp gue jadi jatuh!" geram Zara.


Plaaakk


Shanum langsung menampar sebelah pipi gadis itu dengan keras, membuat Nizar menganga lebar melihatnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2