
Deg!
Jantung Aileen hampir copot saat merasakan pundaknya ditekan dengan dua tangan dari belakang oleh seseorang.
"Hah? Si-siapa kamu??" ucapnya ketakutan.
Aileen langsung menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang memegangnya.
Akan tetapi, ia tak dapat menemukan siapa-siapa disana yang semakin membuatnya ketakutan.
"Huh kok gak ada orang ya? Apa aku cuma halu? Kayaknya iya deh, mungkin efek aku suka nonton film horor kali ya," gumam Aileen.
Baru saja ia bisa bernafas lega, sesuatu yang aneh kembali dilihat oleh mata kepalanya.
Ya gadis itu menangkap sebuah tulisan dengan warna merah terpampang di cermin kamar mandinya.
"Tulisan apaan tuh?" ucap Aileen penasaran.
Ia pun keluar dari bak mandinya, lalu melangkah lebih dekat menuju cermin untuk membaca dengan jelas tulisan disana.
"Jauhi laki-laki itu atau kamu akan mati!" ucap Aileen saat membacakan kalimat tersebut.
"Hah? Ini apa-apaan sih? Siapa coba yang nulis kayak gini? Jangan bikin takut deh!" ujar Aileen.
Praaangg
Aileen sontak terkejut dan reflek berlari keluar kamar mandi setelah mendengar suara pecahan yang entah berasal dari mana.
Ia tutup rapat-rapat pintu kamar mandi, nafasnya masih terengah-engah dengan detak jantung kencang akibat kepanikan yang melanda.
Tanpa ia sadari, kini kondisinya masih tanpa busana karena ia keluar kamar mandi begitu saja tidak dengan handuk.
"Kenapa hidup aku jadi gak tenang gini sih? Siapa coba yang neror aku?" gumam Aileen.
"Aku jadi bingung, kok tiba-tiba malah jadi horor? Perasaan sebelumnya gak ada kejadian kayak gini, sebenarnya ada apa coba ini? Apa gara-gara aku datang ke makam Vivi kemarin?" pikirnya.
TOK TOK TOK...
"Aileen! Aileen!" ia dikejutkan dengan suara ketukan pintu serta panggilan abangnya.
"Duh kak Gabino lagi, mana aku masih telanjang gak pake apa-apa!" panik Aileen.
Ia spontan mengambil bathrobe miliknya dan menutupi tubuhnya dengan itu secara tergesa-gesa, tak perduli jika tubuhnya masih basah setelah berendam tadi.
"Iya kak sebentar!" Aileen berteriak sambil berjalan menuju pintu.
Ceklek
Pintu dibuka, Gabino langsung terkejut melihat adiknya yang hanya mengenakan mantel mandi itu.
"Kenapa sih kak?" tanya Aileen agak sinis.
"Gapapa, gue cuma disuruh Alana buat panggil lu. Buruan lu turun ke bawah, sarapan udah siap tuh!" jawab Gabino.
__ADS_1
"Eee nanti deh kak, aku mau pake baju dulu. Kakak duluan aja ke bawahnya!" ucap Aileen.
"Lu kenapa sih? Kok gue lihat-lihat kayak tegang gitu, ada masalah lagi?" tanya Gabino penasaran.
"Gak ada kak, aku baik-baik aja kok," jawab Aileen berbohong.
"Jangan bohong Aileen! Gue bisa tahu lu lagi baik-baik aja apa enggak, dan sekarang tuh lu kayak lagi nyembunyiin sesuatu," ucap Gabino.
"Kakak gausah sok tahu deh, kayak paling tahu aja tentang aku," ucap Aileen.
"Terserah lu deh, yang penting gue udah coba baik sama lu dan mau bantu lu. Yaudah, gue mau ke bawah duluan. Nanti lu nyusul ya sesudah pake baju!" ucap Gabino.
"Iya kak," singkat Aileen.
Gabino menatap sekilas wajah Aileen, ia masih tak yakin jika adiknya baik-baik aja.
"Kenapa kak?" tanya Aileen.
"Gapapa, udah ya gue pergi?" jawab Gabino.
Aileen mengangguk, lalu Gabino pun melangkah pergi meninggalkan Aileen dengan perasaan masih khawatir pada adiknya itu.
Aileen kembali ke kamarnya, menatap dirinya di depan cermin dan berpikir keras mengenai kejadian yang tadi menimpanya.
•
•
Kini Gabino ada di meja makan bersama istrinya, namun pikirannya masih saja mengarah pada Aileen yang terlihat ada masalah tadi.
"Mas, kamu kenapa diam aja? Makanannya dimakan dong!" tanya Alana.
"Eh eee iya iya sayang, ini aku makan kok. Tapi, aku cuma lagi kepikiran sama Aileen," jawab Gabino.
"Emang Aileen kenapa mas? Kok sampe kamu pikirin kayak gini?" tanya Alana penasaran.
"Iya sayang, jadi tadi pas aku ke kamarnya buat ajak dia sarapan, aku tuh lihat muka Aileen kayak yang lagi panik gitu. Tapi begitu aku tanya, dia malah jawab gak ada apa-apa," jelas Gabino.
"Ohh, ya mungkin emang gak ada apa-apa kali. Kamu nya aja yang terlalu khawatir," ucap Alana.
"Gak tahu sih, tapi aku yakin banget Aileen pasti nyembunyiin sesuatu dari aku!" ucap Gabino.
"Yaudah, nanti aku coba tanya deh sama dia. Siapa tahu dia mau jujur kalo sama aku," ucap Alana.
"Ya, makasih sayang!" ucap Gabino.
"Kamu makan aja dulu, soal Aileen dibahas nanti lagi kalo dia udah turun!" ucap Alana.
"Suapin dong sayang!" pinta Gabino dengan nada manja.
"Ih kamu udah gede mas, gak malu apa masih minta disuapin?" ujar Alana.
"Malu sama siapa? Kan cuma ada kita berdua disini," ucap Gabino.
__ADS_1
"Nanti kalau ada Aileen gimana?" ucap Alana.
"Biarin aja Aileen mah, dia kan juga pernah mergokin kita waktu buat anak dan dia gak masalah tuh," kekeh Gabino.
"Ish malah dibahas lagi kamu mah, aku malu tau!" kesal Alana.
"Buat apa malu? Kita udah halal sayang, gapapa kali begitu mah," ucap Gabino.
"Iya iya, sini kamu deketan biar gampang aku nyuapin nya!" ucap Alana.
Gabino tersenyum senang, ia menurut dan mendekat ke arah Alana sembari membuka mulutnya bersiap menerima suapan dari istrinya.
Alana pun mulai menyuapi suaminya perlahan-lahan, dan tentu Gabino merasa senang dengan itu.
"Mmhhh enak banget sayang!" ucap Gabino.
"Lebay kamu mas!" cibir Alana.
Disaat mereka sedang asyik-asyiknya bermesraan, tiba-tiba suara deheman Aileen muncul dan mengganggu keduanya.
"Ehem ehem.." sontak Gabino serta Alana menoleh ke asal suara tersebut.
"Aileen? Ya ampun, maaf ya kamu pasti ngerasa gak nyaman ya lihat kita tadi!" ucap Alana.
"Eh enggak kak enggak, aku gapapa kok. Aku cuma syok aja lihat kak Lana lagi suapin kak Gabi," ucap Aileen sambil tersenyum.
"Ohh, yaudah sini duduk Aileen! Kita sarapan bareng-bareng," ajak Alana.
"Iya kak," Aileen mengangguk setuju dan pergi melangkah ke dekat meja makan.
Gadis itu duduk disana bersama Alana serta Gabino, ia memandang sekilas kakaknya yang terlihat emosi padanya.
"Kak Gabi kenapa begitu ngeliatin aku nya?" tanya Aileen heran.
"Gak ada, gue cums pengen tahu lu ada masalah apa. Cerita dong Aileen sama gue!" ujar Gabino.
"Masalah? Aku gak punya masalah kok, kakak jangan ngada-ngada deh!" elak Aileen.
"Aileen, kamu jangan bohong sama kita! Kamu gak perlu sembunyiin masalah kamu dari kita, kamu cerita aja sayang!" ucap Alana.
Aileen menunduk bingung, dan lalu Gabino menarik dagunya meminta Aileen menatap wajahnya.
"Jangan nunduk! Kasih tau gue ada apa sama lu! Apa yang bikin lu tegang kayak tadi? Gue pasti bakal bantu lu kok," pinta Gabino.
"Ih lepas ah kak!" rengek Aileen.
"Yaudah, tapi lu cerita!" ujar Gabino.
"Iya iya aku cerita," ucap Aileen pasrah.
Gabino pun melepaskan dagu Aileen dan bersiap mendengarkan cerita dari adiknya itu.
"Jadi, aku tuh tadi..."
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...