Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 89. Nyaris


__ADS_3

Setelah dipastikan aman, Aileen kembali menutup jendela itu dan kini berhasil karena angin juga sudah mereda.


"Huh syukur deh bisa!" ucap Aileen lega.


Disaat ia hendak berbalik badan, tiba-tiba lampu kamarnya padam membuat Aileen sontak berteriak keras karena takut.


"Aaaaa gelap!! Ini kenapa matinya lampu sendiri? Eh, kenapa lampunya mati sendiri?" teriaknya.


Braakkk


Suara benda terjatuh itu menambah ketakutan Aileen, ia tidak bisa melihat apa-apa karena seisi kamarnya sangat gelap.


"Apa itu? Duh, aku harus gimana supaya bisa keluar?" gumam Aileen.


Tling


Dan suara pesan masuk di ponselnya itu berhasil menimbulkan cahaya sehingga Aileen bisa melihat ponselnya berada.


"Nah, itu dia hp aku," ucap Aileen.


Aileen sontak melangkah mengambil ponsel miliknya dari atas ranjang.


"Pak Ardiaz nih, apa aku minta tolong dia aja ya?" ucap Aileen setelah melihat isi pesan yang masuk dari kekasihnya.


Gadis itu pun mengirim pesan yang berisi permintaan tolongnya kepada Ardiaz.


"Semoga aja pak Ardiaz bisa bantu aku! Eh tapi, jarak dari rumah dia ke rumahku kan jauh. Lama dong kalo nunggu bantuan pak Ardiaz," pikirnya.


Braakkk


"Aaaaa apa itu??!" Aileen kembali berteriak saat bingkai foto yang terpajang di dinding kamarnya terjatuh ke lantai.


Ia menyalakan lampu senter di ponselnya, lalu mengecek benda yang terjatuh tersebut.


"Hah? Ini kan bingkai fotoku sama pak Ardiaz, kok bisa jatuh sih? Padahal anginnya udah gak ada, heran banget deh," lirih Aileen.


TOK TOK TOK...


Aileen terkejut saat pintu kamarnya diketuk dari luar oleh seseorang.


"Siapa itu??" tanya Aileen dengan lantang.


"Ini kakak, kamu kenapa sih Aileen? Ada apa di dalam?" balas Gabino dari luar sana.


"Huh ternyata kak Gabino!" Aileen bernafas lega.


"Buka aja pintunya kak, gak dikunci kok!" ucap Aileen.


Ceklek


Gabino langsung membuka pintu dan terkejut melihat kondisi kamar Aileen yang sangat gelap.


"Kamu apa-apaan sih Aileen? Kenapa kamarnya gelap begini? Kamu lagi bikin konten apa gimana?" tanya Gabino terheran-heran.

__ADS_1


"Eee enggak lah kak, ngapain juga aku bikin konten gelap-gelapan? Ini tuh tadi lampunya mati sendiri tau," jawab Aileen.


"Masa sih? Kenapa bisa gitu?" heran Gabino.


"Ya gak tahu, makanya aku lagi cari tau penyebab lampunya mati," ucap Aileen.


Tiba-tiba saja lampu kamarnya kembali menyala.


"Hah? Lah ini nyala lagi, berarti tadi mungkin ada gangguan kali, coba deh besok kakak minta tolong orang buat ngecek," ucap Gabino.


"Iya kak, makasih ya!" ucap Aileen.


"Eh, terus kamar kamu kok berantakan gini?" tanya Gabino setelah menyadari betapa berantakannya kamar Aileen saat ini.


"Itu dia kak, tadi tiba-tiba ada angin kencang dan bikin kamar aku jadi begini. Nih foto aku sama pak Ardiaz aja sampe pecah," jelas Aileen.


"Waduh, biasanya kalo foto calon pengantin pecah pas mau nikah bakal terjadi sesuatu tuh!" ucap Gabino.


"Apa sih kak? Jangan bikin aku takut deh!" ucap Aileen.


"Bukan gitu, kakak cuma khawatir aja. Ya tapi yang penting kamu sama Ardiaz hati-hati aja gausah terlalu dipikirin!" ucap Gabino.


"Kan kakak sendiri yang bikin aku jadi panik, huh dasar!" cibir Aileen.


"Hahaha, udah kamu tidur gih dah malam nih!" suruh Gabino.


Aileen mengangguk, lalu berjongkok mengambil semula bingkai fotonya yang terjatuh. Namun, tangannya tergores pecahan bingkai itu sehingga menimbulkan darah.


"Eh eh, tuh kan jadi berdarah. Kamu gak hati-hati sih," ujar Gabino.


"Akh sakit kak!" keluh Aileen.


Gabino pun membantu adiknya berjalan menuju ranjang, lalu mengobati luka di jarinya dengan hati-hati.




Sementara itu, Ardiaz langsung tersentak kaget begitu mendapat pesan dari gadisnya yang berisi kalau dia sedang dalam bahaya.


Ia yang baru berniat tidur pun terbangun akibat membaca pesan itu, ia mencoba menghubungi nomor Aileen tapi tidak diangkat olehnya.


"Duh, angkat dong Aileen!" cemas Ardiaz.


Karena tak kunjung diangkat, Ardiaz pun bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambil jaket miliknya dan berjalan keluar kamar.


"Aduh Aileen, semoga kamu baik-baik aja sayang!" gumamnya sambil menuruni tangga.


"Loh Diaz, kamu mau kemana?" tanya Mita yang tak sengaja melihat putranya tergesa-gesa.


"Eee ini ma, aku mau ke rumah Aileen. Barusan dia kasih kabar kalau dia butuh pertolongan, aku khawatir banget sama dia ma. Udah ya aku permisi dulu?" jelas Ardiaz.


"Eh tunggu, mama ikut dong nak! Mama juga mau mastiin Aileen baik-baik aja," pinta Mita.

__ADS_1


"Jangan ma! Nanti aku gak bisa cepat sampe sana kalo sama mama," tolak Ardiaz.


"Diaz, tapi mama cemas sama Aileen. Boleh dong mama ikut sama kamu," paksa Mita.


"Iya iya, yaudah ayo mama ikut sama aku!" ucap Ardiaz terpaksa membolehkan mamanya ikut.


"Nah gitu dong," ucap Mita tersenyum senang.


Akhirnya mereka berdua pun pergi bersama-sama menuju rumah Aileen dengan terburu-buru, keduanya sangat mengkhawatirkan kondisi Aileen.


"Ardiaz, emangnya Aileen kirim pesan kayak gimana sih sama kamu? Dia kenapa?" tanya Mita.


"Aku juga gak tahu ma, Aileen tuh cuma minta tolong sama aku. Katanya dia lagi dalam bahaya, tapi aku gak tahu dia kenapa," jawab Ardiaz.


"Ada-ada aja ya, semoga aja Aileen gak kenapa-napa deh! Mama khawatir banget sama Aileen," ucap Mita cemas.


"Sabar ya ma! Kita doain aja supaya Aileen gak kenapa-napa!" ucap Ardiaz.


"Iya Diaz, tapi cepetan kamu bawa mobilnya dong biar kita bisa sampe lebih cepat!" pinta Mita.


"Tenang aja ma, kalo buru-buru nanti kita malah nabrak. Aku yakin kok Aileen pasti baik-baik aja, di rumahnya kan dia gak sendiri," ucap Ardiaz.


"Iya sih, ya semoga aja kamu benar Ardiaz! Tapi, tetap aja mama khawatir," ucap Mita.


"Udah ya, mama gausah cemas lagi kayak gitu! Mama tenang aja!" ucap Ardiaz.


"Gimana mama bisa tenang? Calon mantu mama lagi dalam bahaya, mama cemas banget ini Diaz!" ucap Mita.


"I-i-iya ma iya, aku juga sama cemasnya kayak mama. Aku gak mau sesuatu terjadi sama Aileen, tapi kita kan sekarang masih jauh dari dia, jadi kita cuma bisa doain Aileen aja ma," ucap Ardiaz.


"Mama ngerti, yaudah kamu fokus aja nyetirnya!" ucap Mita.


Ardiaz mengangguk mengerti, namun tanpa diduga matanya menangkap sosok Vivi berdiri di depan mobilnya dan tersenyum ke arahnya.


"Hah? Vivi??" Ardiaz sontak terkejut.


Tiiinnn


"Awas Diaz!!" teriak Mita memperingati Ardiaz saat sebuah truk terlihat di depannya.


Ciiitttt


Ardiaz langsung membanting setir ke kiri, menabrak pembatas jalan dan berhasil selamat dari maut.


"Haaahhh haaahhh... apa yang kamu lakukan Diaz? Kamu mau bunuh mama?" geram Mita.


Ardiaz masih diam mematung, jantungnya berdebar kencang mengingat apa yang baru saja terjadi padanya.


"Vivi? Ada apa ini?" pikirnya dalam hati.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2