Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 95. Minta maaf


__ADS_3

Gabino tengah berada di kamarnya bersama Alana, mereka duduk berdampingan pada pinggir ranjang dan tampak saling mengobrol satu sama lain.


Alana masih berusaha membujuk Gabino agar tidak terus marah pada Aileen, karena biar gimanapun Aileen adalah adik dari suaminya itu.


"Mas, udah lah kamu jangan begini terus sama Aileen! Kasihan tahu dia!" bujuk Alana.


"Apa sih sayang? Aku begini juga karena siapa hayo? Aileen sendiri yang bikin aku kesel, dia gak mau cerita tentang apa yang terjadi sama dia. Terus dia malah bentak aku tadi," ujar Gabino.


"Sejak kapan kamu jadi baperan begini mas? Masa digituin sama Aileen aja langsung baper?" ledek Alana.


"Ini bukan masalah baperan sayang, tapi si Aileen itu udah mulai kurang ajar sama aku," ucap Gabino.


"Menurut aku biasa aja ah, Aileen masih dalam kategori wajar kok," ucap Alana.


"Wajar menurut kamu, belum tentu wajar juga menurut aku sayang," ucap Gabino.


"Ya ya, terus sampai kapan kamu mau marah kayak gini sama Aileen mas?" tanya Alana.


"Tergantung dia nya sih, kalau dia mau minta maaf sama aku ya aku mungkin bakal pertimbangkan buat maafin dia," jawab Gabino.


"Ohh, kalo gitu aku coba temuin Aileen dulu deh mas. Aku mau suruh dia minta maaf ke kamu," ucap Alana.


"Jangan ngaco deh kamu! Kalo gitu mah namanya Aileen gak beneran tulus pengen minta maaf sama aku," ucap Gabino.


"Yang penting kan dia udah minta maaf mas," ucap Alana.


"Beda dong sayang, aku maunya atas kesadaran dia sendiri. Bukan dipaksa sama kamu atau siapalah itu," ucap Gabino.


"Yaudah, tapi aku yakin sih Aileen bakal datang kesini buat minta maaf sama kamu," ucap Alana.


"Seyakin itu? Kalau aku sih enggak, mana mungkin dia punya kesadaran buat minta maaf? Dia itu kan anaknya keras kepala," ucap Gabino.


"Hm, kita lihat aja nanti mas," ucap Alana.


Gabino mengangguk setuju, lalu menarik Alana ke dalam dekapannya. Mereka pun kini berbaring di ranjang dan saling memandang dari jarak dekat.


"Kamu cantik sayang," puji Gabino.


"Bisa aja kamu mas, tapi kamu mau apa? Jangan macam-macam loh mas!" ucap Alana.


"Kenapa emang? Aku cuma pengen minta jatah aku dari kamu," ucap Gabino sensual.


Alana tersenyum malu dengan dua pipi memerah, sedangkan Gabino terus mengendus leher serta wajahnya membuat ia mengerang pelan.


TOK TOK TOK...


"Tuh mas, ada yang datang. Kayaknya itu Aileen deh mau minta maaf sama kamu," ucap Alana menjauhkan kepala Gabino darinya.

__ADS_1


"Ah gak mungkin, itu paling bik Lesti mau kasih sesuatu," ucap Gabino.


"Yaudah, biar aku buka dulu ya mas? Minta jatahnya nanti aja malam sebelum tidur," ucap Alana mengusap wajah suaminya.


"It's okay, aku ngikut aja sama kamu sayangku," ucap Gabino tersenyum gemas.


Alana pun bangkit dari tempat tidurnya, lalu melangkah menuju pintu untuk mengecek siapa yang datang.


Ceklek


Alana membuka pintu, ia langsung tersenyum lebar melihat Aileen lah yang berdiri di depan sana menatap ke arahnya.


"Aileen, ternyata kamu yang ketuk pintu. Ada apa ya sayang?" ucap Alana.


"I-i-iya kak, aku pengen ketemu sama kak Gabi. Aku soalnya mau minta maaf sama dia," ucap Aileen.


"Oh syukurlah, kebetulan mas Gabi juga lagi nunggu kamu datang tau," ucap Alana.


"Masa gitu sih kak? Emang kenapa kak Gabi nungguin aku?" tanya Aileen.


"Mas Gabino mau kamu datang terus minta maaf sama dia, udah yuk kamu masuk aja!" ujar Alana.


Aileen mengangguk pelan, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar sang kakak.




Gabino masih belum sadar bahwa saat ini Aileen ada di dekatnya, dan pria itu malah bertanya pada istrinya siapa yang datang kesana.


"Sayang, siapa yang ketuk pintu sih tadi? Gak tahu apa kita lagi mesra-mesraan," ucap Gabino.


"Kamu buka dulu dong mata kamu mas! Terus kamu lihat sendiri nih siapa yang ada di samping aku," suruh Alana.


"Hah? Emang siapa sih? Bikin penasaran aja deh," ujar Gabino.


"Ya kamu buka aja mata kamu!" ucap Alana.


"Iya iya.." Gabino menurut dan membuka matanya.


Betapa terkejutnya Gabino melihat Aileen ada di hadapannya bersama Alana, ia tak menyangka gadis itu akan datang kesana.


"Loh Aileen, ngapain lu kesini? Pak Ardiaz emang udah pulang?" tanya Gabino terkejut.


"Iya kak, barusan aja pak Ardiaz pulang," jawab Aileen.


"Kenapa dia gak pamit dulu sama gue? Gak sopan banget tuh anak!" geram Gabino.

__ADS_1


"Ih kakak jangan salah paham dulu sama pak Ardiaz! Tadi dia mau pamit kok, tapi aku yang larang dan bilang gak usah karena takut kelamaan sama ganggu kakak juga," ucap Aileen.


"Halah, terus aja lu belain dia! Sekarang mau ngapain lu kesini?" ketus Gabino.


"Aku pengen minta maaf sama kakak, aku nyesel tadi udah bentak kakak. Gak seharusnya emang aku bersikap begitu," ucap Aileen.


"Hah? Ini lu serius apa cuma bercanda? Masa sekelas Aileen mau minta maaf? Emang ada ya di kamusnya?" kekeh Gabino.


"Apaan sih kak? Aku serius tau mau minta maaf sama kakak," kesal Aileen.


"Yaudah, kalo serius sini dong lu berlutut di depan gue terus cium kaki gue sambil bilang, kak maafin aku dong!" perintah Gabino.


Aileen terbelalak mendengarnya, permintaan yang sungguh membuatnya kesal.


"Mas, kamu kok gitu sih sama adik kamu sendiri? Tadi katanya kalau Aileen datang buat minta maaf, kamu mau maafin dia. Ini kenapa malah kamu persulit dia?" protes Alana.


"Sulit darimana? Aileen cuma harus cium kaki aku, gampang kan?" ucap Gabino santai.


"Iya deh iya, aku mau cium kaki kakak. Tapi, kakak janji ya maafin aku?" ucap Aileen.


"Emang gue pernah bohongi lu? Enggak kan? Udah deh cepetan lakuin sebelum gue berubah pikiran!" ucap Gabino.


Alana menggeleng melihat kelakuan suaminya, ia sungguh tak percaya Gabino bisa melakukan itu pada adik kandungnya sendiri.


Aileen menghela nafas sejenak, bersiap merendahkan posisinya menghadap Gabino dengan dua lutut ditekuk.


Namun, dengan cepat Alana menahan tindakan Aileen seolah tak mengizinkan gadis itu untuk melakukan kemauan Gabino.


"Jangan Aileen! Kamu jangan lakuin itu!" cegah Alana.


"Kenapa kak? Aku kan pengen minta maaf sama kak Gabi, jadi aku harus lakuin apa yang kak Gabi suruh dong kak," heran Aileen.


"Kamu gak perlu ngelakuin itu, udah kamu gausah ladenin kakak kamu ini ya!" ucap Alana.


"Kok gitu kak? Terus gimana caranya biar aku dapat maaf dari kak Gabi?" tanya Aileen.


"Kamu minta maaf aja seperti biasa! Soal dimaafin atau enggak, itu gausah kamu pikirin!" jawab Alana.


Aileen berpikir sejenak, menatap Gabino dengan bingung sebelum akhirnya mengikuti perkataan Alana.


"Aku minta maaf kak Gabi!" ucap Aileen pelan.


Gabino membuang muka seolah tak perduli, membuat Aileen tambah bersedih.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2