Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 6. Ke Bali


__ADS_3

Hari-hari berganti, kini tibalah saatnya dimana Aileen serta yang lainnya akan pergi berlibur ke luar kota bersama-sama demi menikmati waktu libur panjang gadis itu.


Aileen tampak sangat senang, ini adalah kali pertama dia akan pergi jalan-jalan ke luar kota bersama Ardiaz. Ya meskipun harus ditemani oleh Gabino serta Alana.


"Tante, kenapa tante Mita gak ikut aja sih sama kita pergi ke Bali?" tanya Aileen pada mama Ardiaz.


"Kamu kenapa masih panggil tante terus sih Aileen?! Kan mama udah bilang, panggil aja mama ini dengan sebutan mama!" pinta Mita.


"Oh iya, maaf ma aku lupa!" ujar Aileen.


"Ya gapapa. Mama sebenarnya mau ikut sama kalian semua, tapi mama sadar diri, mama kan udah gak muda lagi dan yang paling penting mama juga udah gak punya pasangan. Masa mama mau ngerecokin kalian disana nanti?" ucap Mita.


"Gak ngerecokin juga lah ma, kita kan sama-sama liburan. Daripada mama kebanyakan diam di rumah, nanti kurang bahagia loh ma," ujar Aileen.


"Biarin aja mama di rumah, mungkin lain waktu baru mama bisa ikut sama kalian. Untuk sekarang kalian nikmati aja ya momen liburan kalian! Jangan lupa oleh-olehnya!" kekeh Mita.


"Ahaha, siap mama nanti pasti aku beliin oleh-oleh buat mama disini!" ujar Aileen.


Mita tersenyum, Aileen pun maju mendekat dan memeluk tubuh Mita dengan erat sebagai perpisahan sebelum kepergiannya ke Bali.


"Hati-hati ya Aileen sayang!" ucap Mita.


"Iya ma, mama juga sehat-sehat ya disini!" balas Aileen.


"Pasti dong sayang!" ucap Mita singkat.


Ardiaz hanya memandang terharu melihat kedekatan antara ibunya dengan kekasihnya, dia ikut merasa senang melihatnya.


"Ma, masa cuma Aileen aja yang dipeluk? Aku anak kandung mama gak dipeluk juga?" tanya Ardiaz.


"Hah??" Mita terkejut, melepas pelukannya dengan Aileen dan menatap ke arah putranya.


"Ya ampun, mas Diaz ternyata bisa manja juga ya kalo di depan mama!" ledek Aileen.


"Iya dong sayang, sekuat dan sedingin apapun seorang lelaki, dia tetap akan bersikap seperti anak kecil kalau di depan ibunya. Karena saya sayang sekali sama mama saya ini!" ujar Ardiaz.


"Ahaha, yaudah sini mama peluk!" Mita bergerak menghampiri Ardiaz dan berganti memeluk lelaki itu di depan Aileen.


"Ih mau peluk bertiga dong!" pinta Aileen.


"Gak boleh Aileen, nanti biar kamu saya yang peluk aja sampai puas!" sentak Ardiaz.


"Dih, itu mah maunya kamu mas!" cibir Aileen.


"Memangnya kamu gak mau??" tanya Ardiaz.


"Ya mau sih, hehe.." Aileen menjawab dengan senyum manisnya.


Sontak Ardiaz langsung melepas pelukannya dari sang mama, lalu beranjak mendekati Aileen dan mendekap gadis itu sangat erat sembari mengusap punggungnya.


"Gimana? Kamu suka kan dipeluk sama saya?" tanya Ardiaz.


Aileen terdiam, deru nafas Ardiaz terasa di telinganya dan membuat tubuhnya seketika, belum pernah Ardiaz memeluknya seintens ini.


"Aileen, kamu kok diam aja? Suka apa enggak nih?" tanya Ardiaz kembali.

__ADS_1


"Eee suka banget mas! Terimakasih ya!" jawab Aileen agak gugup.


Ardiaz tersenyum, menangkup wajah Aileen dan mengusapnya lembut. Aileen tak mau kalah, dia juga mengelus dagu Ardiaz yang terbalut jenggot tipis itu.


"Ehem ehem.."


Keduanya menoleh bersamaan, terlihat Gabino serta yang lain tengah memandang ke arah mereka dan membuat sepasang kekasih itu tersipu malu.


"Mau sampai kapan kalian mesra-mesraan begitu? Ayo kita berangkat sekarang, pesawatnya sebentar lagi terbang!" ujar Gabino.


"Iya kak, sabar kenapa sih! Jarang-jarang tau mas Diaz romantis kayak tadi, aku tuh pengen nikmatin momen ini!" kesal Aileen.


"Kan nanti bisa lagi pas di jalan, atau kamu mau batalin aja nih liburan ke luar kotanya?" ucap Gabino.


"Hah? Ih jangan lah kak! Aku udah seneng banget mau liburan bareng mas Diaz, masa dibatalin gitu aja sih?!" protes Aileen.


"Yaudah, ayo makanya kita berangkat!" ujar Gabino.


"Iya iya.." Aileen pasrah menuruti perkataan Gabino dan menyudahi pelukannya.


Akhirnya mereka pun pergi menuju bandara dengan mobil milik Gabino, sedangkan Mita tetap disana dan terus melambai ke arah mobil.


Namun, tiba-tiba dadanya terasa sesak. Mita pun reflek memegangi dadanya itu, seketika dia kehilangan keseimbangan dan pandangannya mulai kabur.


"Ugh aku kenapa ini?!" lirihnya.




Mereka tampak antusias untuk berlibur disana mengisi waktu selama beberapa hari, terutama Aileen yang memang menginginkan semua itu.


"Huh syukurlah kita bisa sampai dengan selamat! Aku gak sabar buat jalan-jalan!" ujar Aileen.


"Sabar Aileen! Kita kan baru sampai, masa mau langsung jalan-jalan sih?" ucap Gabino.


"Terus kita kemana dong kak? Kan tujuan kita kesini tuh buat jalan-jalan," tanya Aileen.


"Iya kakak tau, tapi seenggaknya kita istirahat dulu lah sayang. Kakak udah booking hotel di dekat sini, sekarang kita kesana dulu!" jawab Gabino.


"Hah? Kapan kakak booking nya?" tanya Aileen.


"Semalam kakak minta asisten kakak buat cari hotel dengan fasilitas terbaik, sebentar lagi juga kita bakal dijemput sama supir. Pokoknya selama disini, semua kebutuhan kita udah kakak atur!" jelas Gabino.


"Wih emang luar biasa kakak aku ini! Makasih banyak ya kak!" ucap Aileen.


"Sama-sama, semuanya kan demi kamu. Tapi, awas aja kalau nanti nilai kamu gak naik! Kakak bakal kurung kamu di kamar selama sebulan full, jadi kamu gak bisa ketemu Ardiaz!" ujar Gabino.


"Ih jangan dong kak!!" rengek Aileen.


"Udah udah, jangan pada debat terus! Aku haus nih, cari minum dulu yuk!" ucap Alana.


"Ngapain cari minum kan bawa bekel?" ujar Gabino.


"Abis mas, adik kamu minum terus tadi di pesawat. Kayak orang gak pernah minum aja," ucap Alana.

__ADS_1


"Hehe," Aileen menggaruk kepalanya sambil nyengir.


"Yaudah, Ardiaz bisa kan tolong belikan air minum buat kita?!" suruh Gabino.


"Bisa dong, biar saya beliin sebentar." Ardiaz mengangguk sambil tersenyum, lalu menaruh kopernya di lantai.


"Mas, aku ikut!" pinta Aileen.


Ardiaz mengiyakan saja kemauan pacarnya, dia tahu Aileen tidak suka ditolak dan dia lebih memilih menghindari perdebatan.


Mereka berdua pun pergi mencari minuman di sekitar sana, sedangkan Gabino dan Alana menunggu saja.


"Aileen, kamu senang banget ya kelihatannya begitu sampai disini?" ujar Ardiaz.


"Iya dong mas, dari mulai di bandara Jakarta aja aku udah senang. Soalnya ini kan pertama kalinya aku pergi jalan-jalan sama pacar aku," ucap Aileen.


Ardiaz terkekeh lalu mendekat dan merangkul gadisnya.


"Saya pastikan liburan kali ini akan sangat berarti buat kamu Aileen! Kita jadikan momen ini momen terindah di hidup kita, jangan sampai terlupakan!" ucap Ardiaz.


"Siap mas! Oh ya, beli minumannya dimana nih?" tanya Aileen.


"Itu disana," jawab Ardiaz menunjuk ke depan.


Mereka melangkah maju dan membeli minuman untuk Alana yang sudah menunggu.


Setelahnya, mereka berniat kembali menemui Gabino dan Alana.


Namun, tiba-tiba saja Aileen justru merasa kebelet dan ingin buang air kecil.


"Mas, aku mau pipis dulu. Kamu tunggu disini ya!" ucap Aileen memegangi belahan roknya.


"Iya iya, kamu ke toilet aja sana!" ujar Ardiaz.


Aileen mengangguk, kemudian bergegas menuju toilet dengan tergesa-gesa.


"Hadeh, anak itu lucu banget emang!" ucap Ardiaz.


Ardiaz menggeleng seraya memundurkan langkahnya mendekati tempat untuk duduk, perlahan dia merendahkan posisinya tanpa tahu bahwa sudah ada orang yang lebih dulu duduk disana.


"Eh?" Ardiaz tersentak kaget saat tubuhnya bersentuhan dengan seorang wanita disana.


"Ma-maaf, saya gak lihat! Tadi soalnya kursi ini masih kosong, eh ternyata sekarang udah ada yang dudukin. Maafin saya ya!" ucap Ardiaz merasa tidak enak.


Wanita itu terdiam selama beberapa detik, Ardiaz mulai cemas dan khawatir jika masalah ini akan panjang.


"Kamu Ardiaz Bramantyo kan?" ucap si wanita.


Sesaat Ardiaz mengenali siapa wanita yang ada di dekatnya itu.


"Laura?" ucapnya lirih.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2