Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 43. Memarahi petugas


__ADS_3

Ardiaz dan Aileen tiba di salah satu restoran terdekat, pria itu mengajak gadisnya duduk bersebelahan lalu memesan makan dan minum.


Aileen hanya pasrah mengikuti keinginan Ardiaz, meskipun dia sudah ingin pulang karena khawatir ada yang melihat tanda di lehernya.


"Jaketnya gak mau dilepas? Emang kamu gak gerah sayang?" tanya Ardiaz.


"Bapak gausah pura-pura gak tahu deh! Aku begini kan buat nutupin tanda dari bapak, kalau dibuka nanti pada ngeliat dong. Makanya bapak jangan aneh-aneh jadi orang!" sentak Aileen.


"Wih galak amat sih kamu, santai dong sayang!" ucap Ardiaz sambil tersenyum.


"Bapak duluan sih!" cibir Aileen.


"Iya iya, gausah dilepas jaketnya. Tapi kalau kamu ngerasa panas dan gerah, lepas aja jangan takut sayang!" ucap Ardiaz.


"Iya pak, yaudah sekarang mending bapak fokus makan deh!" ucap Aileen.


"Gimana mau fokus makan cantik? Makanannya aja belum datang, jangankan makanan, minuman juga belum," ucap Ardiaz.


"Ya kalo gitu aku mau ke toilet dulu ya pak?" ucap Aileen.


"Mau ngapain kamu ke toilet?" tanya Ardiaz.


"Bapak kenapa kepo banget sih? Kalau orang mau ke toilet emang ngapain sih pak?" jawab Aileen.


"Umm, foto-foto depan kaca?" tebak Ardiaz.


"Ish bukan bapak, aku kebelet. Udah ah aku gak tahan, emang bapak mau aku pipis disini?" ucap Aileen kesal.


"Terserah kamu, yang nanggung malunya kan kamu," sarkas Ardiaz.


"Bapak nyebelin dasar! Aku kesel sama bapak!" ucap Aileen.


Aileen langsung bangkit dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Ardiaz dengan cepat. Ia memang sudah tidak tahan lagi ingin buang air kecil.


"Aileen itu lucu sekali!" lirih Ardiaz.


Tak lama kemudian, pesanan Ardiaz tiba dan pelayan meletakkan makanan serta minuman itu di atas mejanya.


"Silahkan dinikmati pak!" ucap pelayan itu.


"Terimakasih!" ucap Ardiaz singkat.


Setelah pelayan itu pergi, Ardiaz dikagetkan dengan kemunculan Laura yang tiba-tiba menepuk pundaknya.


"Ardiaz!" sapa Laura sambil tersenyum.


Pria itu sontak menoleh ke arah Laura dan terbelalak kaget.


"Laura, kamu kok bisa disini?" tanya Ardiaz heran.


"Ah iya nih, kebetulan tadi abis pulang dari sekolah aku lapar dan mampir kesini sebentar buat makan siang. Kamu juga mau makan ya Ardiaz?" jawab Laura.


"Iya dong, ini makanannya udah ada. Kamu datang sendiri kesini nya?" ucap Ardiaz.


"Emangnya harus datang sama siapa Diaz? Aku ini kan masih single, beda lah sama kamu. Btw kamu kok sendirian aja? Aileen mana?" ujar Laura.

__ADS_1


"Eee Aileen lagi di toilet, mungkin sebentar lagi dia balik," jawab Ardiaz.


"Kalo gitu aku cari tempat duduk dulu ya? Kamu selamat makan!" ucap Laura.


"Ah iya iya.."


Laura pun melangkah pergi melewati Ardiaz dan duduk di tempat yang tak jauh dari pria itu, ia sempat tersenyum menatap Ardiaz sebelum mengatakan pesanannya pada pelayan.


Ardiaz sendiri merasa cemas, ia khawatir Aileen melihat Laura dan akan terjadi salah paham berikutnya. Ia tidak mau hal itu sampai terjadi karena pasti akan merugikan untuknya.


"Aduh, jangan sampai deh Aileen lihat Laura ada disini!" batin Ardiaz.


Dan kemudian Aileen pun kembali dengan ocehan kecilnya, sontak Ardiaz terkejut karena tiba-tiba Aileen muncul sambil marah-marah tidak jelas.


"Ah jadi basah semua deh, nyebelin banget!" racau Aileen.


"Hey hey! Kamu kenapa sih Aileen? Kok bisa basah begini roknya?" tanya Ardiaz heran.


"Ini pak, tadi di toilet petugasnya gak bener banget. Masa dia nyiram gak lihat-lihat!" jelas Aileen.


"Apa??" Ardiaz tampak geram dan langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Eh eh mau kemana pak?" tanya Aileen.


"Ayo kita ke toilet, kasih tahu siapa yang udah bikin kamu kayak gini!" tegas Ardiaz.


"Ta-tapi pak—"


"Udah ayo!" paksa Ardiaz.


Pria itu menarik lengan Aileen dan membawanya ke toilet, sedangkan Laura tampak penasaran mengapa Ardiaz semarah itu.




"Sayang, kamu kasih tahu yang mana orangnya! Saya akan tegur dia!" pinta Ardiaz.


"Udah ya pak, gausah diperpanjang! A-aku gapapa kok, kita balik ke meja aja yuk!" ucap Aileen.


"Gak bisa Aileen, saya gak terima kalau kamu jadi begini karena keteledoran orang!" ujar Ardiaz.


"Ayolah pak, semuanya udah selesai, dia juga udah minta maaf kok sama aku!" ucap Aileen.


"Tetap aja saya gak terima, udah cepat kamu kasih tahu yang mana orangnya!" tegas Ardiaz.


Lalu, seorang petugas kebersihan tampak datang menghampiri mereka dengan wajah terus menunduk.


"Permisi pak, mbak!" ucap petugas itu.


"Apa ini orangnya Aileen?" tanya Ardiaz pada gadisnya.


"I-iya pak, benar!" jawab Aileen gugup.


Ardiaz langsung menarik baju petugas kebersihan itu dan menatapnya tajam penuh emosi.

__ADS_1


"Hey! Anda kerja yang benar dong! Bisa-bisanya anda nyiram pacar saya, apa anda gak punya mata?!" geram Ardiaz.


"Sa-sabar pak! Sa-saya tadi gak sengaja, tolong maafin saya!" ucap petugas itu gugup.


"Ayo ikut saya, biar saya bawa kamu ke manajer disini!" tegas Ardiaz.


"Tolong jangan pak! Saya minta maaf, saya benar-benar gak sengaja!" gugup petugas itu.


"Saya gak perduli apapun alasan kamu, pokoknya kamu harus dilaporin ke manajer kamu supaya kamu bisa dikasih skors!" ujar Ardiaz.


"Ampun pak, tolong maafin saya!" rengek si petugas.


Aileen merasa tidak tega melihat petugas itu terus memohon ampun pada Ardiaz, ia pun mendekati kekasihnya dan memohon agar Ardiaz melepaskan petugas itu.


"Pak, udah jangan pak! Aku gak mau bapak jadi orang jahat kayak gini, lepasin dia pak!" pinta Aileen terus memegangi lengan Ardiaz.


"Kamu kenapa belain dia sih? Bukannya kamu gak terima rok kamu basah? Orang kayak gini harus dikasih hukuman!" ucap Ardiaz.


"Jangan pak! Bayangin kalau orang ini keluarga bapak! Apa bapak bakal biarin ada orang lain yang marah-marah sama dia?" ucap Aileen.


"Dia bukan keluarga saya," tegas Ardiaz.


"Haish, udah lah pak cukup! Bapak gak malu jadi tontonan orang-orang?" ucap Aileen.


Ardiaz menoleh ke kanan dan kiri, terlihat banyak orang tengah berkumpul menonton mereka sembari merekam.


"Udah ya pak? Katanya bapak lapar, kita makan yuk!" bujuk Aileen.


Akhirnya Ardiaz luluh, ia pun melepaskan petugas itu dan beralih menatap Aileen.


"Nah gitu dong pak, yuk kita balik ke meja!" ucap Aileen dengan lembut sembari menggenggam tangan kekasihnya.


"Iya iya, tapi awas ya kalo kamu teledor lagi kayak tadi! Kerja itu yang bener!" ucap Ardiaz memperingati petugas tersebut.


"Ba-baik pak, sekali lagi saya minta maaf!" ucap petugas itu.


"Ayo Aileen!" Ardiaz langsung merangkul gadisnya dan mengajak gadis itu pergi kembali ke mejanya.


Di sela-sela perjalanan menuju meja, Ardiaz masih menatap wajah Aileen dan membuat gadis itu terheran-heran.


"Pak, kenapa sih?" tanya Aileen bingung.


"Kamu yang kenapa," balas Ardiaz dengan tegas.


"Ih apa sih pak? Perasaan aku gak kenapa-napa," ujar Aileen.


"Lama-lama saya cium juga kamu," geram Ardiaz.


"Bapak kenapa sih?" tanya Aileen tak mengerti.


Pria itu malah menggeleng dan terus melangkah menuju tempat duduk, namun tiba-tiba mereka berhadapan dengan Laura disana.


Seketika Aileen tersentak kaget, matanya terbelalak lebar melihat Laura ternyata juga ada di cafe yang sama.


"Laura??" lirih Ardiaz.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2