Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 101. Axel panik


__ADS_3

Aileen hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik paksa oleh sang mama dan dibawa ke luar kamar untuk segera menyiapkan makan siang.


Di bawah, Aileen pun tampak cemberut karena ia tidak ingin melakukan itu tetapi dipaksa oleh mamanya.


"Loh, kamu kenapa Aileen? Kok cemberut gitu?" tanya Alana heran.


"Hah? Aku cuma gak suka aja dipaksa-paksa gini sama mama," jawab Aileen.


"Abisnya kamu itu susah banget disuruh bantuin mama, ini kan demi kebaikan kamu juga," ucap Malika.


"Aku mau kok bantuin mama, tapi jangan dipaksa kayak gini!" ucap Aileen.


"Yaudah, gapapa kok ma biar aku aja yang bantu mama siapin semuanya," ucap Alana.


"Eh jangan Alana! Kali ini gantian Aileen yang bantu mama, dia kan calon pengantin jadi harus diajarin masak yang bener!" ucap Malika.


Aileen merengut kesal karena mamanya selalu saja memaksanya.


"Ayo Aileen kita ke dapur!" ajak Malika.


"Huh iya ma," pasrah Aileen.


Disaat mereka hendak melangkah, tanpa diduga lampu besar di ruang tamu itu terjatuh dan pecah berantakan hampir mengenai tubuh Aileen.


Praaangg


Sontak ketiga wanita itu terkejut bukan main, mereka menatap ke arah lampu tersebut yang sudah pecah berantakan.


"Ma, itu kok lampunya bisa pecah sih? Jangan-jangan ada teror Vivi lagi," ujar Aileen.


"Maksud kamu apa Aileen? Teror Vivi? Siapa itu Vivi?" tanya Malika heran.


"Panjang ceritanya ma, intinya Vivi tuh mantan kekasih pak Ardiaz dan dia udah meninggal. Tapi, belakangan ini dia terus datang teror aku," jawab Aileen panik.


"Gimana ceritanya orang yang udah meninggal bisa datang dan neror kamu?" heran Malika.


"Mungkin kalau diceritain emang gak mungkin, tapi kenyataannya begitu ma," ucap Aileen.


"Iya ma, awalnya aku juga gak percaya karena ini terkesan mustahil. Ya tapi lambat laun aku ngerti kalau Aileen gak bohong," ucap Alana.


"Waduh, ini bahaya dong Aileen! Bisa jadi arwah Vivi itu gak suka kamu nikah sama Ardiaz, dan dia mau pernikahan kalian batal," ucap Malika.


"Itu dia ma yang selama ini aku pikirin, terus aku harus gimana ya ma?" ucap Aileen.


"Kamu tenang aja dulu! Pecahan ini biar diberesin sama bik Lesti, sekarang kita ke dapur siapin makan siangnya!" ucap Malika.


Aileen mengangguk setuju, ia pun ikut bersama mamanya ke dapur.

__ADS_1


"Eee ma, aku temuin mas Gabi sama papa dulu ya di luar? Aku mau ceritain semua ini ke mereka, boleh kan?" izin Alana.


"Iya boleh kok, sekalian kasih tahu mereka buat bantu beresin pecahan lampu ini ya Lana!" perintah Malika.


"Iya ma," singkat Alana.


Akhirnya Alana pun melangkah ke luar menemui suami serta ayah mertuanya dan mengatakan apa yang terjadi di dalam sana.


Sementara kini Aileen bersama sang mama sudah berada di dapur menyiapkan makan siang untuk mereka dan juga Ardiaz nantinya.


"Ma, kita mau masak apa sih?" tanya Aileen.


"Ardiaz sukanya makanan apa sayang?" Malika balik bertanya, namun Aileen menggeleng pelan.


"Loh kamu ini gimana? Masa gak tahu makanan kesukaan pacar kamu sendiri?" heran Malika.


"Ya abisnya pak Ardiaz apa juga dimakan sih sama dia, aku kan jadi bingung ma," ucap Aileen.


"Eee tapi ada kan makanan yang sering dia makan gitu? Kamu tau gak?" tanya Malika.


"Gak tahu mama, udah sih kita masak makanan yang biasa aja. Aku yakin pak Ardiaz juga pasti bakalan suka," ucap Aileen.


"Hadeh, iya deh mama ikut aja sama kamu. Yaudah yuk kita masak!" ujar Malika.


"Iya mama," Aileen menurut dan mulai memasak bersama mamanya disana.




Melihat Alana datang dengan wajah panik, sontak Gabino langsung berdiri dan memegang bahu istrinya seraya bertanya.


"Kamu kenapa sayang? Ada masalah apa sampai kamu panik begini?" tanya Gabino.


"Eee itu mas, di dalam barusan ada teror lagi dari Vivi," jawab Alana terengah-engah.


"Apa? Vivi neror Aileen lagi? Apa yang dia lakuin sayang?" tanya Gabino terkejut.


"Tunggu tunggu, ini maksudnya apa ya? Teror apa? Terus siapa itu Vivi?" heran Axel.


"Vivi itu mantan kekasih Ardiaz, pa. Dia sudah meninggal dari lama, tapi belakangan ini dia sering muncul dan mengganggu Aileen. Bahkan, dia juga gak mau Aileen menikah dengan Ardiaz," jelas Gabino.


"Hah? Kok bisa gitu sih? Kenapa baru sekarang Vivi muncul dan ganggu hubungan Aileen serta Ardiaz?" tanya Axel bingung.


"Belum tahu juga pa, ini yang lagi kita semua selidiki," jawab Gabino.


"Mungkin itu cuma dugaan doang kali, bisa jadi yang gangguin Aileen itu bukan hantu Vivi tapi memang fenomena alam," ucap Axel.

__ADS_1


Gabino terdiam sejenak, sejak dulu memang papanya itu tidak pernah bisa percaya dengan hal mistis seperti yang dialami Aileen.


"Tapi pa, barusan itu lampu besar di ruang tamu jatuh dan pecah. Hampir aja kepala Aileen kena kalo dia gak jalan duluan bareng mama," ucap Alana menjelaskan.


Kali ini giliran Axel yang terdiam, ia coba berpikir dengan akal sehat dan menampik segala pikiran mistis yang dibicarakan putranya.


"Nah, yang ini gimana pa?" tanya Gabino.


"Ini bahaya sih kalo didiemin, kalian harus cari tau siapa dibalik teror mengerikan ini! Papa gak mau nantinya Aileen celaka," ucap Axel.


"Iya pa, tapi ya aku juga bingung harus apa pa. Teror ini sudah berlangsung tiga hari lebih, dan sampai sekarang aku belum nemu apa-apa tentang teror ini," ucap Gabino.


"Kamu payah Gabino, ayolah kamu berusaha keras demi keselamatan adik kamu!" ujar Axel.


"Bukan payah pa, emang ini susah diungkap. Teror hantu gak nentu kapan munculnya," ucap Gabino.


Axel benar-benar khawatir, ia pun langsung bergerak memasuki rumah meninggalkan Gabino serta Alana disana.


"Loh pa, papa mau kemana?" teriak Gabino.


"Udah mas, kita susulin aja yuk!" usul Alana.


Gabino mengangguk setuju, mereka pun masuk ke rumah sambil bergandengan tangan menyusul Axel yang sudah lebih dulu kesana.


Kini Axel sampai di ruang tamu, ia benar-benar terkejut melihat pecahan lampu disana yang ternyata sangat parah.


"Haish, ini sih sudah keterlaluan! Ini gak bisa dibiarin gitu aja," geram Axel.


"Papa!" panggil Gabino dengan lantang.


"Kenapa?" tanya Axel singkat.


"Duh, papa ngapain masuk aja sih gak ajak-ajak aku?" ucap Gabino.


"Papa cuma penasaran sama ucapan Alana tadi, papa mau mastiin lampunya beneran pecah atau enggak," ucap Axel.


"Ya gak mungkin lah Alana bohongin papa, kalo dia bilang begitu berarti bener begitu," ucap Gabino.


"Yasudah, kamu bersihkan semua ini Gabino! Suruh satpam sama supir juga buat bantuin kamu, terus Alana ayo ikut papa temuin Aileen!" perintah Axel.


"Iya pa, Aileen ada di dapur sama mama," ucap Alana.


Akhirnya Axel dan Alana pergi ke dapur, sedangkan Gabino terpaksa tetap disana membersihkan pecahan lampu itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2