Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 122. Kunjungan Laura


__ADS_3

Aileen bergerak menuruni tangga setelah selesai beres-beres dan membersihkan tubuhnya, ia mencari keberadaan Ardiaz serta Ileana di sekitar rumahnya. Aileen terus mencari sampai ke luar rumah, tak bertemu putrinya beberapa menit saja ia sudah merasa kehilangan seperti saat ini.


Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya Aileen berhasil menemukan keberadaan Ardiaz dan sang putri di halaman samping. Ia berniat maju mendekati mereka, tetapi langkahnya terhenti saat ia menyadari bahwa ada Laura juga di dekat Ardiaz dan Ileana.


"Itu kan Bu Laura, ngapain coba dia kesini lagi? Apa jangan-jangan dia pengen godain mas Ardiaz karena dia kan udah janda?" gumam Aileen.


"Aku gak bisa biarin nih mas Diaz lama-lama berduaan sama Bu Laura, biar gimanapun pasti yang namanya laki-laki bakal kegoda juga kalo dideketin begitu," sambungnya.


Aileen pun memutuskan menghampiri keduanya, tentu ia tak mau suaminya akan tergoda dengan wanita lain yang berstatus janda itu. Apalagi ia tahu jika dahulu Laura mempunya rasa terhadap Ardiaz, maka dengan cepat Aileen harus mencegah itu agar tidak terjadi hal-hal yang buruk.


"Mas Diaz! Ileana!" panggil Aileen dengan lantang.


Sontak Ardiaz terkejut dan menoleh, ia tersenyum saat melihat istrinya datang.


"Eh sayang, udah selesai mandinya?" tanya Ardiaz.


"Iya mas, kamu tuh kenapa bawa Ileana keluar lagi sih mas? Dia kan baru mandi, nanti kalo dia kotor lagi gimana?" ujar Aileen.


"Enggak lah, aku niatnya cuma mau supaya Ileana


gak kedinginan abis mandi. Makanya aku bawa dia kesini deh," ucap Ardiaz.


"Ohh, terus kok bisa ada Bu Laura disini?" heran Aileen.


"Eh iya Aileen, tadi aku gak sengaja lewat dekat sini, makanya aku milih mampir. Selamat ya Aileen atas kelahiran anak kamu! Dia cantik banget, sama seperti ibunya," ucap Laura.


"Iya makasih, semoga kamu juga nanti dilancarkan ya proses lahirannya! Kamu udah mau melahirkan kan?" ucap Aileen.


"Betul Aileen, tinggal dua bulan lagi. Makasih ya doanya," ucap Laura.


"Eee kalo gitu kita masuk aja yuk ke dalam! Kamu pasti haus kan Laura? Biar nanti dibikinin minum sama bik Vira," ucap Ardiaz.


"Beneran boleh nih? Apa gak ngerepotin kalian?" tanya Laura.


"Enggak lah, ya kan Aileen?" jawab Ardiaz.


"I-i-iya, udah ayo Bu Laura masuk aja ke dalam! Lagian gak enak juga lah kalau kamu cuma di luar aja kayak gini, kamu kan tamu disini," ujar Aileen.


"Tuh kan, kamu sih gak percayaan. Aileen itu baik Laura, kamu tenang aja!" ucap Ardiaz.


"Iya Diaz, makasih ya Aileen udah bolehin aku buat mampir ke rumah kamu!" ucap Laura tersenyum.


"Sama-sama, yang namanya tamu kan emang harus diajak masuk terus disuguhi makanan sama minuman. Lagian aku juga senang kok kalau kamu mau datang kesini buat jenguk Ileana," ujar Aileen.


"Iya Aileen, soalnya aku ngeliat di sosmed wajah anak kamu itu benar-benar gemesin banget. Aku jadi gak tahan pengen lihat langsung, eh ternyata bener aslinya lebih cantik!" ucap Laura.


"Makasih, namanya anak perempuan pasti cantik lah Bu Laura," ucap Aileen.


Setelah puas mengobrol disana, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk masuk ke dalam dan melanjutkan pembicaraan mereka disana. Meski tentunya Aileen masih merasa risih dengan kehadiran Laura di tengah-tengah keluarganya.


Namun, Aileen berusaha untuk tetap bersikap sewajarnya di depan Laura. Ia tidak mau membuat suasana disana jadi kurang mengenakkan hanya karena kecemburuan yang ia rasakan, ia juga tak mau hal itu akan berdampak pada putrinya.



__ADS_1


Singkat cerita, mereka sudah berada di dalam dan kini Ardiaz, Aileen juga Laura tengah duduk bersama-sama pada sofa ruang tamu. Sedangkan Ileana tentunya berada dalam gendongan mamanya.


Saat mereka tengah asyik berbincang, tiba-tiba Mita juga datang dari luar dan menghampiri ketiga orang itu sambil tersenyum. Mereka terkejut, kemudian menyambut kehadiran Mita disana dengan penuh gembira.


"Eh ada kamu juga Laura? Udah lama datangnya?" tanya Mita saat menyadari ada Laura disana.


"Iya tante, gak lama kok ini aku baru aja sampe. Tante apa kabar? Udah lumayan lama loh kita gak ketemu ya tante?" jawab Laura.


"Benar Laura, dilihat-lihat kamu makin cantik aja nih! Kapan lahirannya sayang?" ucap Mita.


"Masih dua bulan lagi tante, doain ya supaya aku bisa lahiran dengan lancar nanti!" ucap Laura.


"Aamiin, terus itu mantan suami kamu gimana? Dia tau kan kalau kamu hamil?" tanya Mita penasaran.


"Tau kok tante, aku kan kasih info ke dia waktu itu," jawab Laura pelan.


"Oh bagus deh, jadi kamu gak kerepotan nanti ngurus anak sendirian. Dia mau bantu kamu kan?" ucap Mita.


"Gak juga sih tante, paling dia cuma datang sesekali buat cek kondisi aku sama anaknya terus kasih uang bulanan juga," ucap Laura.


"Ohh, kasihan juga ya kamu. Yaudah, duduk lagi dong jangan kelamaan berdiri!" ucap Mita.


Laura mengangguk saja, ia pun kembali duduk di tempatnya begitupun dengan Aileen dan Ardiaz. Sedangkan Mita terlihat menghampiri cucunya yakni Ileana yang sedang digendong oleh Aileen di atas sofa.


"Duh duh, cucu Oma cantik banget sih! Mau Oma gendong gak sayang?" ujar Mita.


"Mau dong Oma, aku juga kangen digendong sama Oma," ucap Aileen menirukan suara putrinya.


"Ahaha," Mita tertawa kecil dan lalu mengambil Ileana dari Aileen untuk digendong.


"Aw udah mulai berat nih kamu, Oma jadi takut gak bisa gendong kamu lagi nanti," keluh Mita.


"Eh berat ya ma? Yaudah, biar aku aja sini yang gendong Ileana! Mama istirahat aja dulu!" ucap Aileen.


"Gapapa Aileen, mama masih kuat kok. Mama udah kangen banget pengen gendong Ileana kayak gini," ucap Mita tersenyum.


"Iya ma, tapi kalo udah gak kuat bilang ya ma? Jangan dipaksain juga!" ucap Aileen mengingatkan.


"Iya iya Aileen.." Mita mengangguk patuh.


"Jangan iya iya aja loh ma! Kalau mama udah gak kuat gendong Ileana, biar Aileen aja nanti yang gantiin!" timpal Ardiaz.


"Ih kamu itu meragukan mama banget sih Ardiaz, mama masih kuat kok gendong Ileana sekarang!" cibir Mita.


"Iya deh ma, mama emang paling kuat. Tapi, mending gendongnya sambil duduk aja deh ma. Jadi mama kan juga gak kecapekan dan bisa gendong Ileana lebih lama," saran Ardiaz.


"Oh iya juga sih, benar kamu Diaz. Kita duduk ya Ileana? Biar oma gak capek," ucap Mita yang kemudian duduk di dekat Aileen dan Ardiaz.


Sepasang suami-istri itu hanya menggeleng melihat kelakuan Mita yang sudah seperti anak kecil ketika tengah bersama Ileana, tapi tentunya mereka berdua bahagia melihat kebahagiaan Mita saat ini.




Singkat cerita, Laura pun memutuskan pamit pada Ardiaz serta Aileen sebab ia sudah cukup lama bermain di rumah keduanya. Laura merasa tidak enak jika terus berlama-lama disana, sebenarnya Aileen juga merasa tak nyaman dengan keberadaan Laura di dekat suaminya.

__ADS_1


Disaat Laura pamit dan mengatakan ingin pulang, Aileen langsung sumringah karena akhirnya sosok wanita yang tidak ia sukai itu sadar juga dan ingin pergi dari rumahnya. Jika saja tidak ada Ardiaz di dekatnya, mungkin Aileen sudah mengusir Laura sedari tadi.


"Diaz, Aileen, aku pamit ya? Makasih loh udah dibolehin mampir dan main sama Ileana, aku senang deh bisa kenalan sama anak kalian yang cantik dan lucu itu!" ucap Laura.


"Iya Laura, kapan-kapan kalau kamu mau, kamu bisa kok mampir kesini lagi," ucap Ardiaz.


Aileen sontak terkejut dan menatap heran ke arah suaminya, bisa-bisanya Ardiaz justru bicara seperti itu pada Laura.


"Ah makasih Ardiaz," ucap Laura pelan.


Lalu, Laura beralih menatap Mita yang masih asyik bermain dengan cucu tersayangnya.


"Tante Mita, aku pamit dulu ya?" ucap Laura.


"Eh iya iya Laura, hati-hati ya kamu! Kapan-kapan kamu mampir aja kesini lagi, kayaknya Ileana juga senang deh ditemenin sama kamu. Tuh buktinya dia ngeliatin kamu terus daritadi," ujar Mita.


"Hehe, iya tante nanti kalau ada waktu pasti aku bakal mampir lagi kok kesini," ucap Laura.


"Yaudah, biar aku antar sampai depan ya?" ucap Ardiaz menawarkan diri.


Lagi-lagi Aileen dibuat jengkel dengan tingkah suaminya, ia benar-benar tak menyangka Ardiaz akan bicara seperti itu.


"Gausah Diaz, aku jalan sendiri aja. Semuanya, aku permisi ya?" ucap Laura bangkit dari duduknya.


"Iya Laura," ucap Ardiaz singkat.


Setelahnya, Laura pun melangkah ke arah luar rumah itu meninggalkan yang lainnya disana. Kini Aileen kembali menatap Ardiaz dengan wajah jengkelnya.


"Mas, kamu tuh apa-apaan sih? Segitu perdulinya ya kamu sama Bu Laura? Sampai kamu mau anterin dia segala tadi," tegur Aileen.


"Sayang, udah deh ya hilangin rasa cemburu kamu yang gak jelas itu! Masa kamu masih aja cemburu sama Laura sih? Kan kita udah nikah, aku udah sah jadi milik kamu," ucap Ardiaz.


"Biarpun begitu, yang namanya selingkuh masih bisa terjadi kan mas? Aku jaga-jaga aja, apalagi Bu Laura sekarang udah janda, dia pasti butuh seseorang buat jadi pendampingnya," ucap Aileen.


"Kamu kalo ngomong tuh asal aja, mana mungkin aku selingkuh dari kamu?" elak Ardiaz.


"Gak ada yang gak mungkin mas, semua bisa terjadi kalau diinginkan. Sekarang aku minta kamu buat menjauh dari Bu Laura!" ucap Aileen.


"Aileen, aku—"


"Eh eh eh, ini ada apa sih? Kok kalian malah jadi ribut begini? Ayolah, ada Ileana loh disini!" sela Mita menegur keduanya.


Sontak Aileen menunduk dan berhenti bicara, ia memilih mengalah untuk tidak melanjutkan lagi perdebatan itu karena khawatir Mita akan marah dan Ileana juga sedih.


"Sudah ya, jangan ribut di depan anak! Itu gak baik tau Aileen, Ardiaz!" ucap Mita mengingatkan.


"Iya ma, kita gak ribut kok. Aileen tadi cuma salah paham aja," ucap Ardiaz.


"Yasudah," singkat Mita dengan nada ketus.


Mereka pun kembali duduk di sofa dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2