
Cup!
Ardiaz terkejut saat tiba-tiba Aileen datang dan mengecup pipinya tanpa memberi kode terlebih dahulu.
Pria itu memang sedang duduk di balkon kamar sembari merenung menatap langit, sehingga ia cukup kaget dengan kehadiran Aileen.
"Haish, kamu tuh ya bikin kaget saya aja! Kalau saya jantungan gimana tadi?" tegur Ardiaz.
"Kamu lebay deh mas! Masa cuma digituin aja kaget? Justru harusnya kamu tuh senang mas dicium sama istrinya, eh ini malah marah-marah begitu," kesal Aileen.
"Iya iya, saya minta maaf ya? Udah dong jangan cemberut gitu nanti manisnya ilang!" ujar Ardiaz.
"Emang kamu lagi mikirin apa sih mas? Gak biasanya kamu kayak gini," tanya Aileen.
"Cie kepo ya? Ada deh, kamu gak perlu tau sayang ini kan urusan saya," ucap Ardiaz.
Tentu saja Aileen emosi mendengarnya, ia langsung melayangkan cubitan keras ke pinggang pria itu untuk meluapkan emosinya.
"Awhh sshh sakit Aileen! Kamu tuh bener-bener ya!" geram Ardiaz.
"Ish bodo, lagian kamu nyebelin banget jadi suami! Aku kan penasaran tau," rengek Aileen.
"Hadeh, begitu aja masa marah sih? Kamu mau tau saya lagi mikirin apa disini?" ujar Ardiaz.
Aileen mengangguk masih dengan wajah cemberut, Ardiaz pun tersenyum dan mengecup kedua pipi istrinya yang menggemaskan.
Tiba-tiba pria itu mendekati telinga Aileen dan membisikkan sesuatu, "Saya mikirin gaya apa yang cocok dan pas malam ini buat kita main di ranjang sampai pagi sayang."
Aileen langsung terkejut dan kedua bola matanya membulat mendengar itu.
"Dasar mesum!" sentak Aileen.
Aileen pun pergi meninggalkan suami mesumnya dan masuk ke dalam kamar, sedangkan Ardiaz tetap di tempat sambil tertawa renyah.
"Hahaha, lucu banget istri saya. Beruntung saya bisa punya istri kayak gitu," kekeh Ardiaz.
Karena tidak tahan lagi, Ardiaz memutuskan beranjak dari tempatnya dan menyusul masuk ke kamar menemui istrinya.
Tampak Aileen tengah duduk cemberut di atas ranjang dengan baju tidurnya yang tipis dan mudah dilepas itu.
Pria itu pun ikut duduk di sebelah sang istri, menatapnya sambil tersenyum dan berusaha menggoda Aileen.
"Ehem ehem, ngambek nih ceritanya? Paling nanti juga de-sah pas main sama saya," goda Ardiaz.
"Kamu ngapain sih ikutin aku? Udah bagus kamu di luar aja sana!" ketus Aileen.
"Suka-suka saya dong, ini kan kamar saya juga. Lagian saya mau minta jatah dari kamu," ucap Ardiaz merangkul istrinya.
"Jatah apa? Malam ini gak ada jatah, karena kamu udah bikin aku kesel," ucap Aileen.
"Ayolah sayang, kamu gak kasihan apa sama si Tio?!" bujuk Ardiaz.
Glek
Aileen menelan saliva nya mendengar ucapan Ardiaz, apalagi saat pria itu mengusap-usap celananya sendiri di hadapannya.
__ADS_1
"Dia butuh sentuhan kamu sayang, ayo dong kamu puaskan dia sampai keluar!" ucap Ardiaz sensual.
"Mas, aku lagi capek abis jalan-jalan tadi siang. Kalau layani kamu, nanti aku malah tambah capek. Besok aja ya mas mainnya?" ucap Aileen.
"Satu ronde aja sayang, please!" bujuk Ardiaz.
"Ah kamu bohong, mana mungkin kamu cukup satu ronde? Kamu itu kan mesum banget, yang ada aku gak bisa tidur nanti," ucap Aileen.
Ardiaz tersenyum lebar dan mengecup leher jenjang istrinya dengan lembut.
Cup!
"Kamu wangi banget sayang, saya benar-benar gak tahan lagi. Kali ini saya janji kamu pasti bakal keenakan sayang!" bisik Ardiaz.
Aileen meremang saat telinganya ditiup oleh sang suami, perlahan tubuhnya direbahkan dan Ardiaz langsung menindihnya tanpa melepas pagutan di lehernya.
Aileen menggigit bibir menahan suara, sedangkan suaminya sudah bergerak cepat melepas seluruh pakaiannya sampai full naked.
Dan malam itu pun sepasang suami-istri tersebut melakukan hubungan panas dengan sangat nikmat sampai menjelang pagi.
•
•
Besoknya, Aileen terbangun saat merasakan nyeri di bagian dadanya.
Ia terkejut hebat melihat Ardiaz masih menyusu disana seolah tak mau berhenti.
"Mmhhh mas udah, kamu gak puas-puas apa?! Ini udah pagi tau mas, badan aku nyeri semua gara-gara kamu nih!" kesal Aileen.
"Apa sih sayang? Saya juga baru nyusu lagi kok, semalam kan berhenti sehabis kamu kecapekan. Udah deh kamu diem aja ya!" ujar Ardiaz.
"Iya deh, tapi cepetan ya mas jangan lama-lama! Aku beneran gak kuat kalau kamu minta lagi, capek banget tau. Lagian kamu tuh gak ada rasa kasihan apa sama istri sendiri?" cibir Aileen.
"Kalau saya gak kasihan sama kamu, mana mungkin semalam saya berhenti dan biarin kamu istirahat sayang?" ucap Ardiaz.
"Itu juga karena aku udah hampir pingsan gara-gara kamu, mungkin kalo gak gitu kamu masih aja minta jatah," ucap Aileen mencebik kesal.
"Hahaha, gini gini saya tuh masih punya rasa kasihan tahu sayang. Apalagi sama istri sendiri," kekeh Ardiaz.
"Iya deh iya, yaudah cukup ya mas? Aku pengen mandi tau," rengek Aileen.
"Ini bentar lagi udahan kok, kita mandi bareng aja ya sayang?" bujuk Ardiaz.
Aileen memutar bola matanya, ingin menolak tapi percuma sebab Ardiaz adalah tipe lelaki pemaksa yang tidak ingin dibantah.
"Terserah kamu aja mas," jawab Aileen singkat.
"Anak pintar, kamu mau mandi pake shower atau bak?" tanya Ardiaz.
"Di bathtub aja deh mas, soalnya aku masih agak nyeri nih bawahnya," jawab Aileen.
"Oh okay, kita berendam bareng ya sayang? Biar saya gosokin tubuh kamu nanti," ujar Ardiaz.
"Suka-suka kamu mas," ucap Aileen pasrah.
__ADS_1
Ardiaz tersenyum, lalu dengan cepat ia bangkit dan menggendong tubuh sang istri apa bridal style, membawanya ke dalam kamar mandi.
Disana sudah tersedia bak mandi berisi air setengah yang disiapkan Ardiaz untuk mereka berdua mandi pagi ini.
Tanpa menunggu lama, keduanya pun berendam disana sambil saling berpelukan menikmati momen indah ini.
"Kamu cantik banget sayang!" puji Ardiaz.
"Eeugghh jangan nakal mas!" lirih Aileen.
Ardiaz menyeringai, menggigit kecil leher istrinya dan kembali meninggalkan bekas disana.
Mereka pun mulai saling menggosok tubuh satu sama lain dengan lembut.
Setelah selesai mandi, kini sepasang suami-istri itu pergi keluar hotel untuk mencari sarapan pagi yang di luar dari masakan hotel.
Lagi-lagi ini adalah permintaan Aileen yang hanya bisa dituruti oleh pria itu sebagai seorang suami.
"Kamu mau makan apa sayang? Nasi kuning, nasi uduk, ketoprak, lontong sayur, soto?" tanya Ardiaz menyebutkan berbagai macam makanan.
"Umm, aku mau gado-gado aja deh mas. Kayaknya enak tuh makan gado-gado sekarang," jawab Aileen sambil mengusap perutnya.
"Kamu ngidam sayang?" heran Ardiaz.
"Hus ngaco kamu! Masa iya baru nikah udah ngidam aja? Ya enggak lah, aku cuma kepengen aja mas," elak Aileen.
"Ohh, kirain aja gitu kan kamu udah hamil. Saya pasti langsung jingkrak-jingkrak deh kalau itu bener kejadian sayang," ucap Ardiaz.
"Kamu gimana sih mas? Kita baru nikah dua hari loh, mana mungkin aku hamil?" ujar Aileen.
"Ya bisa aja, benih saya kan subur sayang. Terus saya juga semprotin terus tiap malam sampe pagi ke rahim kamu," ucap Ardiaz.
"Haish, dasar suami mesum!" cibir Aileen.
"Hahaha.." Ardiaz tertawa terbahak-bahak.
Singkat cerita, mereka sampai di salah satu penjual gado-gado pinggir jalan sesuai permintaan Aileen.
Mereka pun mampir ke tempat itu, dan langsung duduk di tempat yang kosong setelah memesan makanan.
"Sayang, kamu yakin kita makan disini?" tanya Aileen sedikit ragu sambil menatap sekitar.
"Why? Saya yakin disini enak, lihat deh banyak banget kan yang beli!" ucap Ardiaz.
"Iya sih, tapi ini kan—"
"Gak higienis? Stop bilang gitu ya cantik, kamu cobain aja dulu nanti!" sela Ardiaz.
"Iya iya.." Aileen mengangguk menurut.
Tiba-tiba, Aileen tak sengaja melihat seseorang yang sepertinya tidak asing di matanya.
"Hah? Itu kan.."
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...MARI KOMEN SEMUA READERS!...